Persiapan pertandingan, Hikaru mulai berlatih di area terjal di salah satu kawasan perbukitan. Dia mencoba dengan berbagai teknik untuk menguasai motor cross yang dikendarainya. Siang malam menjadikan momentum baginya untuk dapat meningkatkan skill berkendara. Paman Kin dengan sabar terus memacu keponakannya itu mencapai titik maksimal.
Akhirya sekembalinya ke Tokyo setelah menempuh latihan yang cukup sulit, Hikaru rehat sehari untuk memaksimalkan fisiknya. Hikaru menghubungi Fumi dan mengajaknya untuk bertemu. Mereka memutuskan bertemu di kedai mie ramen “JUTSU RAMEN”.
Seperti biasa Fumi mengenakan seragam sekolahnya, dia duduk dengan penuh keceriaan. Hikaru merasa sangat senang bisa bertemu dengan Fumi, mereka mengobrol sebelum pesanan datang.
“Hikaru bagaimana dengan pekerjaanmu, sudah teratasi dengan baik?”.
“Ya begitulah, semua berjalan lancar berkat semangat yang kamu berikan kepadaku”.
“Berarti kita bisa sering bertemu setelah ini?”.
“Hmmm.. belum tentu juga, karen masih ada yang harus aku lakukan. Bagaimana dengan ujianmu?”.
“Cukup baik tapi ada sebagian yang tidak membuatku senang”.
“Apa?”.
“Nilaiku tidaklah sempurna, itu membuatku harus belajar lebih baik lagi”.
“Berjuanglah Fumi, kamu pasti bisa. Mari kita berjuang bersama untuk mencapai apa yang kita harapkan”.
“Baiklah”.
Mereka memberikan support satu sama lain nampak jelas satu sama lain saling merona.
Akhirnya setelah perpisahan dengan Hikaru, Fumi pergi ke sebuah bangunan seperti gudang tersembunyi di pinggiran Tokyo. Namun ternyata itu adalah markas The Road Knight. Fumi pergi berganti baju dengan mengenakan baju mekaniknya. Dia berjalan menyusuri motor – motor yang terparkir dengan beraneka ragam kerusakan.
Eizen menghampirinya.
“Fumi, darimana saja kamu?”.
“Bertemu teman”.
“Fokuslah pada perbaikan beberapa motor kita, bulan depan akan ada perekrutan anak baru. Kita harus menemukan rising star baru dalam balapan”.
“Kamu masih kecewa dengan kekalahan malam itu, ada waktunya kita kalah dan ada waktunya kita menang. Aku akan berupaya mengoptimalkan performa motor – motor ini”.
“Anak itu merupakan anak didik dari Kin Hasegawa, rumor yang beredar dia akan memasuki kelompok Street Fighter. Akan aku pastikan dia tidak akan menjadi penghalang bagi kejayaan kemenangan kelompok kita”.
Fumi hanya terdiam, dia mengenang malam itu dimana dari kejauhan dia mendapati Hikaru sosok yang dia kenal di mini market adalah seorang pembalap baru. Ditengah suara sorak sorai, Fumi menatap Hikaru sedang beruforia atas kemenangannya.
Fumi tidak menyangka kalau Hikaru akan menjadi anggota geng motor. Terlebih dia akan menjadi lawan kelompok The Road Knight yang diketui oleh kakaknya Eizen.
Tibalah waktunya hari perekrutan anggota kelompok Street Fighter.
Ratusan laki – laki berkerumun di sebuah lapangan, mereka berdiri menantikan kehadiran ketua Street Fighter memberikan sambutan. Usaku berdiri di stage menghadap calon anggota, dia memberikan semangat untuk para peserta.
Setelah itu, pertandingan dimulai. Masing – masing dari peserta mempersiapkan motor cross miliknya untuk bertanding. Sesuai dengan urutan mereka akan berbaris menjadi tiga tahap penyaringan. Hikaru dengan semangat yang membara siap melaju.
Step by step, Hikaru masuk dalam kualifikasi untuk ikut dalam final. Seorang laki – laki mengenakan costume berwarna kuning beserta helm senada dengan motif motornya menghampiri Hikaru.
“Hai…Hikaru” sapanya.
“Apakah kita saling kenal?” tanya Hikaru memastikan.
“Semua peserta disini mengenalmu, berkat kemenanganmu malam itu. Aku Kenta, senang berkenalan denganmu” aku nya sembari mengenalkan diri.
“Senang berkenalan denganmu juga, mari kita berjuang bersama” kata Hikaru.
“Aku tak akan kalah semudah itu darimu, berhati – hatilah” kata Kenta dengan penuh percaya diri seraya berlalu meninggalkan Hikaru.
Hikaru mendapati Kenta masuk jajaran peserta yang ikut final. Mereka bertemu di garis start, Hikaru pun beraksi, dia menyusul lawan – lawannya sudah ada di depannya. Dia menstabilkan motornya, beberapa kali jumping dan menikung hingga turunan tajam yang terjal berbatu. Pertemuan Kenta dan Hikaru di medan pertempuran pun terjadi, mereka saling menyalip satu sama lain untuk menuju garis finish.
Keduanya berkendara sangat sengit, tak ada yang mau mengalah. Namun pada endingnya Hikaru melakukan jumping salto saat setelah melewati rute tanjakan curam dimana dia memangkas jarak cukup jauh, hingga akhirnya mencapai garis finish dengan sempurna.
Sorak sorai peserta lain menghiasi kedatangan Hikaru di garis finish. Kenta yang menyusul di belakang Hikaru, cukup kecewa dengan peringkat kedua yang diraihnya.
Usaku langsung memberikan selamat kepada Hikaru secara langsung.
“Sudah ku duga, kamu tak akan mengecewakanku” ujarnya.
“Aku hanya memberikan semaksimal yang aku bisa” aku Hikaru.
Dari ratusan orang yang hadir, hanya 10 orang yang diterima sebagai anggota baru geng motor Street Fighter. Usaku terlihat sangat puas atas apa yang didapatkannya, yakni benih – benih baru yang tangguh.
Di hari itu Hikaru dilantik resmi sebagai anggota Street Fighter, diberikannya jaket kulit dengan lambang kebesaran kelompok tersebut sebagai tanda anggota baru.
Disisi lain meski tetap masuk dalam generasi baru, Kenta masih merasa sangat kesal atas apa yang ia raih. Dia pun menatap sinis kepada Hikaru di podium. Dalam hatinya dia bersumpah akan mengalahkan Hikaru.
...XXXXXXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments