Babak Final pun akhirnya di gelar…
Kenta melawan anggota dari The Road Fighter, tubuhnya lebih tinggi dan besar dari Kenta. Dia sadar lawannya adalah sang juara 2 tahun lalu yang ikut kembali berkompetisi. Sang petarung sadis yang akan membuat seluruh tubuh lawannya tak berfungsi setelah kena serangan tinjunya. Julukannya adalah “SANG TANGAN BESI”.
Petarungan di mulai, keduanya mulai menunjukkan langkah – langkah menyerang. Kenta berusaha mengambil start untuk menyerang, namun gerakannya terbaca. Seketika tendangannya tertangkis, lalu kaki Kenta di tariknya dan dibantingnya tubuh Kenta ke lantai stage. Tak ingin lawannya bangkit, dengan cepat Sang tangan besi itu melakukan jumping dan menghantam tubuh Kenta yang terkulai di lantai. Dia menggunakan sikunya untuk memberi serangan bagian dada Kenta. “BUUUKKK!!!” Kenta tak bisa menyingkir, dia pun menerima hantaman di dadanya.
Wasit melerai… Kenta mencoba berdiri dengan memegang dadanya. Disisi lain Hikaru bertanding di stage yang berbeda melawan anggota lainnya. Kenta dengan siaga dia mulai menunjukkan kepalan tangannya dan melangkah menyerang. “WUSHHHH!!!” serangannya meleset. Si tangan besi itu tersenyum sinis lantas dengan cepat dia mengambil celah menyerang jarak dekat. Seketika dia meluncurkan bogemnya ke wajah Kenta tanpa bisa di tepis oleh Kenta.
“BRUKKKK!!!” Kenta terjatuh kembali ke lantai stage. Bogem Sang tangan besi benar – benar mematikan, sekali pukul membuat Kenta kuwalan. Dia pun bangkit kembali lalu bertubi – tubi menyerang dengan tendangan dan pukulan, “PAKKKK!!!” tendangan Kenta mengenai pinggangnya.
Mereka terus bergulat dan bertarung dengan sengit, hingga akhirnya dititik telak Kenta terjatuh dan kehilangan kesadaran. Hikaru yang telah selesai bertanding, langsung berlari ke arah stage.
“KENTA!!!!” teriak Hikaru, wasit memberikan aba – aba untuk bangkit. Namun tak ada jawaban, Sang tangan besi pun memenangkan pertandingan dimana di final dia akan melawan Hikaru. Kentai terkulai di lantai, Usaku dan Hikaru naik ke stage mencoba menyadarkan Kenta.
“Bangun Kenta!!!” panggil Hikaru sambil menggoyang – goyangkan tubuh Kenta namun tak bereaksi.
“Nafasnya cukup lemas, aku akan panggil ambulans” kata Usaku seraya memberikan kode kepada panitia.
Panitia pun membawa tandu untuk mengangkat tubuh Kenta, Hikaru mengikutnya dari belakang. Fumi membuntuti Hikaru tanpa menghiraukan Itsuki yang ada di sebelah. Itsuki bingung dengan sikap Fumi yang pergi dari kursi penonton.
“Kenta sadarlah, ku mohon” kata Hikaru panik sambil memegang tangan Kenta yang diangkat dengan tandu menuju mobil ambulans.
Hikaru ingin masuk ke mobil ambulans namun di cegah oleh Fumi “Hikaru… kamu tidak bisa keluar dari pertandingan. Final masih berlangsung hari ini”.
Tangan Fumi di tepis oleh Hikaru, namun Yaze menghalangi Hikaru masuk.
“Hikaru, kamu masih ada pertandingan final untuk kelompok kita. Sadarlah, turunkan emosimu dan tenanglah. Aku akan bersama Kenta ke rumah sakit, aku pastikan dia baik – baik saja” kata Yanze memegang bahu Hikaru.
“Ku mohon kabari aku keadaannya” kata Hikaru.
“Baiklah, kamulah satu – satunya yang tersisa dan berjuanglah untuk membalas kekalahan Kenta” kata Yanze, kemudian dia masuk ke mobil dengan satu panitia.
Hikaru membeku sesaat menatap kepergian Kenta yang diangkut dengan ambulans. Fumi yang berdiri di sebelah Hikaru mencoba menenangkan Hikaru dengan menggenggam tangan kanannya. “Tenangkanlah dirimu, kamu harus fokus untuk final. Temanmu pun mengharapkan memenangan ada ditanganmu. Sabarlah Hikaru, cukup wajar kalau ada yang terluka seperti ini saat petarungan free style bela diri seperti ini” ujar Fumi.
Seketika Hikaru menatap wajah Fumi yang ada di sisi kanannya, “Bagi kalian luka dan nyawa kami hanya sebuah tontonan bukan? Menjauhlah dariku”.
Fumi terkejut atas sikap Hikaru yang dingin dan penuh kebencian menatapnya.
“Apakah karena aku berbohong mengenai statusku, menjadikan dirimu begitu membenciku?” tanya Fumi sedih.
“Hal yang tak dapat aku terima adalah karena kamu adik dari Eizen” jawab Hikaru.
“Kenapa kalau aku adalah adik dari Eizen, apakah dimatamu aku seperti rivalmu?” tanya Fumi sangat frustasi.
“Aku membenci Eizen begitu pun kamu, menyingkirlah” kata Hikaru kemudian berjalan meninggalkan Fumi masuk ke dalam markas menuju area pertandingan.
Fumi sangat sedih mendengarnya, seakan cinta sesaat yang dia teguk menjadi luka dalam hatinya. Fumi kembali duduk di sebelah Itsuki dengan raut wajah sedih.
“Apakah kamu mengenal peserta yang terluka itu hingga kamu membuntuti tandu yang membawanya?” tanya Itsuki.
“Tidak” jawab Fumi singkat.
“Lantas kenapa kamu kesana, dan kenapa sekarang kamu nampak bersedih?” tanya Itsuki.
“Aku hanya… hanya merasa kasihan kepadanya, pasti dia memiliki keluarga dirumah yang menunggunya pulang” kata Fumi mencoba memberi jawaban yang masuk akal.
“Hei… tunanganku ini ternyata memiliki hati selembut itu, membuatku semakin mencintaimu” kata Itsuki terharu dan merangkul tunangannya itu serta mencium pipinya.
“Janganlah bersedih, sebentar lagi babak final. Kakakmu sangat optimis menang, jangan buat dia sedih karena kamu memihak lawan” tambah Itsuki.
“Ok” ucap Fumi mencoba tersenyum sembari menatap Itsuki.
Setelah beberapa jam istirahat dan dengan banyak persiapan, akhirnya panitia membuka kembali pertandingan dimana ini adalah final. Kelompok The Road Knight melawan kelompok Street Fighter, disinilah Hikaru dengan kobaran api semangat untuk menunjukkan dirinya di mata Eizen.
Kematian kakaknya yang belum mendapat keadalian, membuat dadanya mendidih dengan amarah yang membakar hatinya.
“Aku akan menunjukkan kemenanganku, lihat aku Eizen… aku akan menjadi rivalmu yang akan kamu takuti” kata Hikaru di dalam hati.
Wasit pun memberikan aba – aba untuk kedua petarung mulai menyerang. Hikaru mencoba terus menghindar sembari mengulur waktu dan menganalisa kelemahan dan kekuatan lawan. Disisi lain lawannya terus menerus menunjukkan serangannya, tak sabar untuk memenangkan pertandingan dia pun sangat gesit mengecoh Hikaru dan menyerang dengan hantaman tinju ke perut Hikaru.
Hikaru tak berhasil menghindar dan tertelungkup di lantai. Namun itu juga merupakan trick Hikaru mematikan lawan, saat lawannya siap menyerang dari belakang seketika Hikaru menyerang. Bertubi – tubi tendangan demi tendangan di luncurkan ke lawan.
Hikaru dengan cepat dan tanpa celah terus menendang hingga lawan tak berhasil menepis. Kecepatan tendangan Hikaru terus meningkat dan mengenai tangan, punggung, perut serta kaki lawan. Melihat lawannya mulai runtuh, Hikaru pun mulai mengunci tubuh lawan di lantai dan meninjunya berkali – kali. Hingga akhirnya sang wasit melerai…nampak darah mengucur di hidung lawan.
Tak terima anak buahnya di hajar tanpa celah, Eizen pun melayangkan protes kepada wasit dan panitia. Diberikanlah waktu perpanjangan dan beristirahat terlebih dahulu. Disaat itu Eizen memberikan sebuah ring besi yang di sematkan di jemari anggotanya itu dan dibalut dengan kain hand wrap. Sehingga lawannya akan merasakan pukulan lebih mematikan dari sebelumnya.
Mereka pun kembali bertanding, nampak Sang tangan besi mengambil langkah untuk bertahan dengan wajah penuh luka lebam. Eizen memberikan semangat kepada anggotanya di pinggir stage, “Jangan menyerah, juara adalah milikmu!!!”.
Hikaru yang mendengarnya hanya tersenyum sinis, dia pun mulai menyerang dan lawannya terus menghindar. Lawannya terus melakukan pertahanan agar sisa tenaganya hanya untuk melumpuhkan Hikaru disaat kelelahan.
Moment itu pun terjadi, Hikaru mulai mengurangi speednya karena tenaganya mulai berkurang. Disaat itulah lawannya mengambil celah untuk menyerang dengan super bogem ke wajah Hikaru. Ternyata Hikaru tidak bisa mengatasinya, dia pun terjatuh ke lantai.
Lawannya bertengger di atas tubuh Hikaru dengan melayangkan pukulan demi pukulan, Hikaru terkulai tak sadarkan diri. Pandangan matanya berbayang menatap sekeliling. Usaku meminta wasit menghentikannya. Fumi pun sangat tegang menatap Hikaru yang tak berdaya di lantai area petarungan. Seketika dia berdiri menghampiri stage dan meneriakki “BANGKITLAH HIKARU… INI KESEMPATANMU!!! BANGKITLAH… BERJUANGLAH!!!”.
Usaku dan Eizen kaget melihat sikap Fumi yang berdiri di pinggir area pertandingan memberi semangat kepada Hikaru. Terlebih lagi Itsuki yang duduk di kursi penonton, terkejut menatap tunangannya histeris menyebut nama pemain dari anggota lain.
Hikaru perlahan bangkit, dia mengincar pergelangan tangan lawannya. Dia sadar power dari tinju lawannya sangat mematikan, maka dia harus melumpuhkan bagian tangannya. Setelah muntah darah, Hikaru masih berdiri dengan tegap dan mencoba menyerang. Di celah sepersekian detik, Hikaru memiting leher lawan dan menjatuhkan diri hingga lawannya ikut tersungkur. Dia pun dengan sigap bangkit dan memiting tangan lawannya dari atas lalu mematah pergelangan lawan musuhnya.
“AAAARRRRGHHH!!!!” teriak lawannya kesakitan.
Hikaru bangkit karena terkejut saat memegang telapat tangan lawannya, ada sebuah benda aneh balik balutan kain hand wrap yang dipakainya.
Wasit pun menghampiri pemain dari kelompok Ther Road Knight yang kesakitan sembari memegang pergelangan tangan kanannya, berguling – guling di lantai. Sorak sorai penonton mulai bergemuruh dan menggelegar.
Hikaru mengangkat tangannya, wasit menyatakan kemenangan Hikaru. Usaku naik ke stage dan memeluk anak buahnya itu sambil tersenyum bangga. Perasaan haru memenuhi lubuk hati Fumi yang hanya bisa menatap Hikaru di pinggir stage.
Namun Eizen marah, dia tidak terima atas kemenangan Hikaru. Sebelum turun stage, Hikaru memberikan sebuah pernyataan atas temuan bahwa lawannya berbuat curang. Dia membisikkan sesuatu kepada wasit, lalu wasit menghampiri anggota The Road Knight itu. Saat kain hand wrapnya di lepas, nampak sebuah ring besi melekat di jemarinya. Penonton pun mulai ricuh dan gaduh “HUHUHUHUU….!!!! DASAR CURANG!!!!”.
Eizen makin marah terhadap Hkaru yang membongkar tricknya untuk menang, dia pun kesal dan meninggalkan markas. Setelah pertandingan selesai Usaku memimpin rapat antar ketua kelompok geng motor, dan memutuskan memberikan sanksi keras kepada kelompok The Road Knight.
Diumumkan bahwa kelompok The Road Knight akan di skors, dengan tidak diperbolehkan mengikuti pertandingan apapun hingga tiga tahun kedepan. Serta gelar peringkat pertama dari organisasi akan dicabut. Semua kelompok geng motor telah sepakat mengenai sanksi tersebut.
Eizen meluapkan amarahnya dengan menendang apapun yang ada di hadapannya, hingga tanaman dan pot bunga rusak berantakan yang ada di serambi rumahnya. Fumi menatap kakaknya dari balkon kamarnya.
“Hikaru…kamu sudah ku tandai, aku akan menghancurkanmu. Tak ada satu pun yang berhak meruntuhkan posisi The Road Knight yang aku bangun” kata Eizen yang sangat marah dengan mengepalkan kedua tangannya.
Fumi yang sedari tadi menatap kakak hanya bisa membatin “Apa hubungan kakakku dengan Hikaru hingga mereka saling membenci? Apa hubungan sepeda motor itu dengan keduanya?”.
Fumi pun penasaran dengan teka teki silang yang merayapi kepalanya.
...XXXXXXXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments