Sebuah pertemuan tertutup untuk semua anggota kelompok Street Fighter diadakan di markas. Usaku berdiri di tengah – tengah kerumunan para anggota kelompok Street Fighter. Dia menjelaskan misi yang akan di raih untuk meningkatkan rating kelompok di mata kelompok lain.
Dimana akan diadakan seleksi untuk menjadi perwakilan kelompok dalam Pertandingan Seni Bela Diri yang akan diadakan di markas The Road Knight bulan depan. Maka semua anggota di wajibkan mengikuti proses seleksi untuk melatih secara fisik dan meningkatkan skill bela diri masing – masing individu.
Semua anggota bersorak sorai dengan penuh semangat, seakan mereka exciting untuk andil. Hikaru dan Kenta duduk di barisan sudut belakang saling menatap.
“Mari kita bertanding Hikaru” kata Kenta.
“Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk terpilih” sahut Hikaru.
“Akan ada tiga orang yang terpilih ikut bertanding di event pertandingan itu, namun kita perlu tahu kalau The Road Knight sudah menandaimu. Maka berhati – hatilah bila terpilih, mereka akan menggunakan 1000 cara bahkan cara kotor untuk mengalahkanmu di pertandingan itu” Kenta memberikan warning kepada Hikaru.
“Aku siap dengan apapun yang terjadi, karena ada misi lebih besar yang harus aku capai” tambah Hikaru.
“Mari berjuang bersama!!!” seru Kenta penuh semangat. Hikaru tersenyum melihat tingkah Kenta yang penuh semangat itu.
Minggu pertama setiap anggota terbagi beberapa kelompok dan mulai bertanding satu sama lain. Dimana proses seleksi dimulai, setiap anggota akan bertarung satu lawan satu. Pemenang akan terus di seleksi hingga mencakup 9 orang, Kenta dan Hikaru pun lolos.
Minggu kedua dari 9 orang masing – masing akan bertanding random yakni lawan mereka akan diacak sesuai dengan gulungan kertas yang keluar dari kocokan. Alhasil lawan Hikaru adalah seorang senior yang sudah beberapa kali memenangkan pertandingan.
“Hikaru bersiaplah, lawanmu adalah singa di kelompok ini. Dia terkenal dengan tendangan bajanya, disebut seperti itu karena tendangannya mematikan” ungkap Kenta yang berdiri di bawah ring state bersama Hikaru.
“Huft…siapapun dia, aku hanya perlu menang. Aku hanya bisa berjuang semaksimal mungkin” kata Hikaru.
“Jangan lengah, ingatlah serang dia terus menerus dan jangan sampai dia menghujanimu tendangannya” tambah Kenta.
“Terimakasih atas informasimu, ini sangat membantuku memasang strategi” kata Hikaru seraya menepuk bahu temannya itu.
“Aku hanya kasihan kepadamu, makanya aku sedikit memberimu tips untuk bertahan. Berjuanglah” kata Kenta.
Hikaru berdiri di ring stage (area pertandingan) berhadapan dengan seniornya yang nampak garang dan sadis, Hikaru hanya bisa tersenyum.
Seniornya mulai menyerang, sedangkan Hikaru mencoba bertahan dan terus berusaha menyerang. Mereka bertarung dengan sengit, Hikaru terus menghujani serangan baik pukulan atau tendangan ke lawannya. Namun lawannya cukup kuat sehingga serangan – serangan Hikaru terus di tangkis, pertahanannya sangatlah sulit untuk di tembus.
Tenaga yang dimiliki Hikaru mulai menipis, disaat itulah lawannya mendapatkan celah menyerang dan terus menghujani tendangan. Hikaru berusaha untuk bangkit meski, sebagian dari tubuhnya sudah remuk redam menerima tendangan. Saat lawannya mulai memberikan serangan mematikan dengan tendangan jumping, Hikaru berhasil menyingkir.
Sisa – sisa dari tenaganya sudah sangat limit dan dirinya makin melemah. Satu – satunya cara adalah menghindar dan bertahan hingga lawan pun lelah. Tapi seakan energi yang dimiliki lawan power full tanpa batas. Waktu pertandingan terus berjalan, tak ada yang mau mengalah. Meski Hikaru sudah dalam posisi terkoyak dan babak belur, dia masih menunjukkan taringnya dalam bertarung.
“Aku tak akan kalah!!!” teriak Hikaru menyemangati dirinya sendiri. Suara sorak sorai penonton terus menggema, Kenta tak tahan melihat Hikaru yang sudah jatuh bangun masih saja bertarung.
“Hikaru sudahi saja…tubuhmu akan rusak kalau kamu paksakan!!!” teriak Kenta yang begitu perhatian dengan temannya itu.
Namun Hikaru tak bergeming, dia terus berdiri dan bertahan. Hingga satu moment lawannya memberikan sekali lagi tendangan jumping, dan Hikaru melakukan salto dengan menaiki atas tali karet di pinggiran stage area pertandingan. Dia mencoba mengungkuli jumping lawan, hingga berhasil melompati lawan memutarkan tubuhnya ke belakang lawan kemudian mengunci leher lawannya. Bak aksi dalam sebuah adegan slow motion, dia menjatuhkan lawannya hingga lawannya tak sanggup bertanding karena kehabisan nafas.
Kenta berteriak histeris “HIKARU!!!”…
Suasana hingar – bingar kemeriahan penonton di pinggir stage seakan menjadi sebuah keharuan tersendiri bagi Hikaru. Saat wasit menarik tangan kanannya keatas, menunjukkan dialah yang menang. Kenta bergegas naik ke atas stage area pertandingan dan memeluk kawannya yang sudah sempoyongan, dengan tubuh penuh luka.
Hikaru lolos menjadi salah satu perwakilan dari kelompok Street Fighter.
“Kamu berhasil…Hikaru, kamu benar – benar gila. Aku membencimu dengan ambisimu yang begitu menggebu” kata Kenta memeluk Hikaru dengan haru.
“Kenta… aku hanya bisa berjuang semaksimal yang aku bisa” bisik Hikaru dengan tubuh lemas.
Kenta mengantarkan pulang Hikaru, dia tahu temannya tak akan bisa berkendara dengan tubuh setengah sadar itu. Paman Kin langsung mempersilahkan masuk Kenta untuk memapah Hikaru ke kamarnya.
Hikaru terbaring lemah di ranjang, paman Kin langsung mengambil kotak P3K.
“Anak ini sudah bertarung cukup hebat hari ini, aku sangat iri terhadapnya. Dia sangat gigih untuk menang di setiap pertandingan. Meski tubuhnya hancur pun, seakan dia tidak peduli” kata Kenta yang duduk di pinggir ranjang sembari menatap Hikaru yang terlelap dengan penuh rasa kagum.
“Kamu Kenta ya… Hikaru bercerita dia punya teman baru di kelompok Street Fighter, dia bilang kamu adalah teman yang memberinya penuh semangat. Mungkin dia menang berkat dorongan darimu juga, aku berterimakasih telah menjaganya” kata paman Kin.
Kenta terdiam, dia merasa bersalah menganggap Hikaru adalah rivalnya. Padalah Hikaru sangat tulus ingin berteman dengannya.
“Ya kami adalah teman, aku menjaganya seperti dia menjaga adikku” kata Kenta.
Kenta memutuskan untuk berada disisi Hikaru, dia akan menjadi teman baik di geng motor Street Fighter.
...XXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments