Fumi masuk ke bengkel dia mulai berbaur dengan banyak mekanik disana sedang memperbaiki sepeda motor. Setelah dia mengamati berbagai perbaikan yang sedang berlangsung dengan iseng dia pergi ke gudang rahasia di dalam bengkel, yakni dimana tempat Hikaru menemukan motor berstiker hello kitty.
Fumi masuk dan terkejut tak mendapati motor tersebut ada disana. Dia bingung kemana motor itu di pindahkan, akhirnya dia menghampiri kakaknya yang sedang berada di kantornya di lantai 2.
“TOK…TOK..TOK…!!!” suara ketukan pintu.
“Masuk” sahut Eizen yang berada di dalam kantor, dia berdiri sembari menatap ke kaca belakang meja kerjanya dimana bisa menatap para mekanik sedang bekerja.
“Kak… apakah kamu sibuk?” tanya Fumi sembari masuk dan menduduki sofa di seberang meja kerja Eizen.
“Tidak, katakanlah apa yang kamu butuhkan dariku” jawab Eizen menoleh ke arah adiknya yang sudah duduk di sofa.
“Dimana motor hitam sport list merah brand luar negeri di gudang 2?” tanya Fumi tanpa basa – basi.
“Aku menghancurkannya tadi malam” jawab Eizen.
“Kenapa?” tanya Fumi menginterograsi kakaknya.
“Kenapa kamu sangat ingin tahu mengenai motor itu? Bukankah terserah aku melakukan apapun pada motorku sendiri” kata Eizen alih – alih menjawab dia malah penasaran dengan sikap adiknya.
“Memangnya kenapa kakak menghancurkan motor itu, padahal motor itu masih sangat bagus. Hingga detik ini kakak tidak pernah mengatakan apapun mengenai motor itu, sejak malam itu kakak mencucinya sendiri dan memasukkanya ke dalam gudang” Fumi mulai menyelidik.
“Kamu tidak perlu tahu mengenai apapun yang aku lakukan, tidak ada hal spesial mengenai motor itu. Aku hanya merasa bosan dan ku buang saja. Begitulah” tepis Eizen.
“Kenapa harus di hancurkan, kalau hanya bosan bisa saja kita modifikasi menjadi tampilan baru” Fumi kekeh mengorek informasi dari kakaknya.
“Fumi … kamu tahu aku paling tidak suka orang yang terlalu ikut campur mengenai apa yang aku lakukan, jadi hentikan pembicaraan ini” Eizen mulai kesal dengan pertanyaan adiknya.
“Maaf aku kak, tapi butuh tahu dengan sikap kakak yang cenderung menutup – nutupi mengenai motor itu sejak awal. Apakah ada kasus kriminal dibalik semua ini?” Fumi makin meruncingkan pertanyaannya.
“FUMI!!! Berani sekali kamu mencurigai kakakmu sendiri, jangan pikirkan hal yang aneh – aneh” marah Eizen.
Sikap Eizen yang terpancing dengan amarah, semakin membuat Fumi curiga terhadap apa yang dilakukan kakaknya.
Disisi lain Hikaru sedang berbincang dengan paman Kin yang duduk di ruang makan dengan wajah lebam bekas pertandingan final kemarin. Dia duduk dengan celana pendek serta bertelanj@ng dada nampak jelas sekujur tubuhnya luka – luka.
“Paman bisakah masak lebih lembek nasinya, gigiku sakit” keluh Hikaru.
“HA…HA…HA…” paman Kin tertawa melihat tingkah keponakannya itu.
“Paman hari ini aku ingin berkunjung ke rumah sakit, menjenguk Kenta bersama Usaku. Paman mau ikut?” tanya Hikaru sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
“Hari ini aku banyak pekerjaan, pergilah dulu dengan Usaku. Makanlah yang banyak biar lekas pulih tenagamu, di bengkel banyak sekali perbaikan” sahut paman Kin sembari mengambilkan potongan ikan yang sudah ke mangkuk Hikaru.
“Terimakasih…paman mengenai penemuanku terhadap motor bersticker hello kitty di gudang The Road Knight, apakah aku boleh melaporkan ke kantor polisi?” tanya Hikaru mengalihkan topik berbicangan.
“Nak, pasti dia sudah menyingkirkan barang bukti itu setelah kamu menemukannya. Maka bersabarlah, kita harus bijak mengambil langkah. Sekarang apa langkahmu untuk menghadapi Eizen setelah kamu tahu dia pemilik motor itu?” tanya paman Kin.
Tiba – tiba Usaku menyelonong masuk ke lantai 2 dan sudah ada di depan mereka, “Apa maksud dari langkah menghadapi Eizen?”.
Paman Kin dan Hikaru terkejut melihat kedatangan Usaku dan melontarkan pertanyaan itu. Keduanya saling berpandangan mengisyaratkan bahwa Usaku sudah mendengar percakapan mereka.
“Usaku…kemarilah duduk dan makan bersama” kata paman Kin mengajak Usaku duduk bersama.
“Terimakasih, perbincangan kalian sangat menarik di pagi ini. Bolehkah aku tahu sebenarnya ada hubungan apa kalian dengan Eizen? Sehingga kalian harus merencanakan langkah untuk menghadapi dia” kata Eizen to the point sembari duduk.
“Hmmm… baiklah, karena kamu telah mendengar ini. Maka aku harap kamu dapat membantu misi Hikaru setelah mendengar penjelasan dari kami” jawab paman Kin.
“Misi? Misi apa?” Usaku semakin penasaran.
Akhirnya paman Kin menceritakan panjang lebar mengenai apa yang sebenarnya menjadi tujuan Hikaru dan hubungannya dengan Eizen. Setelah mendengar apa yang terjadi, Usaku terdiam sesaat menatap Hikaru.
“Aku akan membantumu menuju misi yang ingin kamu capai, kita bisa berjuang bersama menghadapi Eizen” kata Usaku menatap Hikaru.
“Terimakasih” jawab Hikaru.
Setelah sarapan bersama, Hikaru dan Usaku pergi ke rumah sakit. Mereka melihat Kenta yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.
“Bagaimana kabarmu Kenta?” tanya Hikaru yang duduk di pinggir ranjang.
Usaku meletakkan bunga dan bingkisan buah di meja dekat ranjang. Dia mengeluarkan buah yang dibawahnya lalu pergi untuk mencuci buah tersebut.
“Kabarku cukup baik, senang bisa bertemu dengan sang juara” jawab Kenta tersenyum menatap temannya yang duduk di hadapannya itu.
“Cepatlah pulih, kami merindukanmu” kata Hikaru menyemangati temannya itu.
“Pasti, oh ya katanya kamu membuka trik kotor dari The Road Knight setelah pertandingan. Kamu cukup hebat bisa menyadarinya” kata Kenta.
“Itu hanya sebuah kebetulan, karena aku ingin mematahkan tangannya sehingga aku memegang bagian telapak tangannya. Disaat itulah aku merasa janggal, ternyata tinjunya makin mematikan di babak akhir adalah karena itu” jelas Hikaru.
“Hebat…setidaknya kamu masih bisa berdiri di hadapanku setelah terkapar di tengah pertandingan. Lihatlah aku sampai terbaring di ranjang ini, seharusnya aku bisa bangkit sepertimu. Kamu memang dibatas normal…HAHAHAAHA” sindir Kenta yang sangat kagum dengan Hikaru.
“Semua ini berkat paman Kin yang mengobati tubuhku, lihatlah aku masih terseok – seok berjalan kesini” sahut Hikaru.
Usaku datang membawa sekeranjang buah yang sudah di cucinya.
“Asyik sekali kalian mengobrol, aku akan mengupaskan buah untuk kalian. Lihatlah ketua mana yang melakukan ini untuk anggota barunya” kata Usaku membuat gelak tawa Hikaru dan Kenta.
“HAHAHAHAAHAHA!!!”
“Ngomong – ngomong, apa hubunganmu dengan Fumi si montir cantik dari The Road Knight?” tanya Kenta polos.
Usaku menatap Hikaru sembari masih mengupas.
“Itu…hmmm…darimana kamu dapat rumor aneh itu?” tanya Hikaru dengan gelagat tak tenang.
“Aku memang tidak hadir di final, tapi semua anak geng motor kita yang ikut menonton mempertanyakannya. Hingga seisi chat di group membahas dirimu dan Fumi” jelas Kenta.
“Kami tidak ada hubungan apapun, hanya kenal di jalan itu” jawab Hikaru yang malas membahasnya.
“Jangan bermain api anak muda, gadis itu sudah menjadi tunangan Itsuki dari keluarga konglomerat yang selama ini menyokong The Road Knight. Terlebih perangai Eizen yang buruk, dia tak akan melepaskan adiknya yang berani mengkhianatinya” Usaku menasehati Hikaru.
Hikaru hanya diam, dia sadar saat ini perasaannya terhadap Fumi campur aduk. Tapi dia berjanji untuk membalas sakit hatinya akan kematian kakaknya kepada semua yang bersangkutan dengan Eizen, termasuk Fumi.
XXXXXXXXXXX
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments