BAB 2 : GENG MOTOR JADI SECERCAH HARAPAN

Cerahnya sinar mentari menyelimuti kota Tokyo, keramaian yang masih terasa di sepanjang jalan. Hikaru berjalan menyusuri jalan kearah TKP (tempat kejadian perkara) dimana kakaknya ditemukan meninggal. Hikaru menyisir Kawasan Yanaka yang terletak di distrik Taito-ku dengan berjalan kaki sembari menggendong ransel.

Tepat di sebuah jalan yang terbilang sepi, dimana sebelumnya terbalut police line. Hikaru terdiam dan tertegun sejenak menatapnya, lantas dikeluarkannya sebuah bunga kering yang dia simpan di ranselnya. Di letakkannya di tengah – tengah jalan, tempat dimana kakaknya tergeletak tak berdaya waktu itu.

Kelopak bawah matanya menampung genangan air mata yang dia tahan. “Kak…aku datang, akan aku pastikan pembunuh itu menerima hukuman setimpal. Semoga kamu bisa tenang di alam sana, lihatlah langit yang biru dan awan yang mengiringinya. Aku akan mengukir takdirku sendiri” katanya dalam hati dengan membulatkan tekatnya.

Hikaru mencari kepolisian setempat untuk mengetahui jejak apa saja yang ditemukan oleh polisi saat itu. Namun polisi hanya bisa menggelengkan kepala, seakan jalan buntu tanpa ada yang bisa dikorek. Baik CCTV maupun saksi, tidak ada satu pun yang bisa didapati.

Hikaru dengan keputusasaan, berjalan keluar kantor polisi. Tiba – tiba seorang pria dewasa berusia 40an merangkulnya dari belakang. Dia menunjukkan ID kepolisian miliknya, tertulis Rui Tachibana tim investigasi.

“Nak, tak ada kasus yang tak bisa terpecahkan. Percayalah, kesabaran akan memberikan jalan untuk mencari potongan puzzle yang hilang. Agar bisa di susun sedemikian rupa, maka kita harus berusaha mencarinya” katanya kepada Hikaru.

Hikaru hanya terdiam mendengarnya.

Hikaru diajak ke sebuah kedai kecil yang tak jauh dari kantor polisi, untuk duduk bersama sembari makan mie ramen.

“Hari itu pertama kali aku menginvestigasi kasus ini, kami tim investigasi dihadapkan dengan jalan buntu karena tak ada apapun yang bisa kami temukan. Selang tiga hari, seorang kakek yang menghampiriku di TKP. Dia berkata di hari hujan waktu itu, ada sebuah motor melaju dengan kencang. Sebuah motor sport berwarna merah, dia menambahkan banyak kecelakaan terjadi karena ada beberapa kelompok geng motor suka melalui jalur itu. Begitulah akunya” jelas Rui sembari menunggu mie ramen pesanannya.

“Lantas, kenapa tidak ditelusuri lebih dalam atas informasi yang diterima dari salah satu saksi itu?” tanya Hikaru.

“Kakek itu rabun, dan apa yang dikatakannya bisa saja hanyalah sebuah cerita saja. Memang benar kakek itu sering berlalu lalang di sekitar sana, tapi itu tidak bisa dijadikan point untuk menjadikannya saksi” tambah Rui. Lantas dia mulai menyeruput kuah mie yang telah tersaji.

“Kenapa kalian tidak mencobanya, siapa tahu diantara anggota geng motor itulah yang membunuh korban” Hikaru mulai berbicara penuh penekanan.

“Kamu tahu berapa banyak anggota geng motor di Tokyo? Sebuah kasus tabrak lari yang menewaskan 1 orang, dengan menginvestigasi ribuan orang yang merupakan anggota geng motor. Dan hanya berlandaskan informasi yang belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya. Nak, kami selaku polisi juga sudah berupaya tapi banyak hal yang harus kami kesampingkan” aku Rui.

“Aku akan mencari kebenarannya, aku akan membuktikannya” kata Hikaru berapi – api.

Rui tersenyum dan menepuk – nepuk punggung Hikaru yang duduk disampingnya.

“Kalau begitu makanlah, kamu membutuhkan energi yang banyak untuk dapat melakukannya” kata Rui lalu memberikan kartu namanya kepada Hikaru di atas meja.

“Hubungi aku kalau kamu menemukan bukti – buktinya, sekecil apapun potongan puzzle yang dapat kamu temukan itu sangat berguna untuk menyusun puzzle dari misteri yang belum terpecahkan ini” tambah Rui dan mulai memakan mie yang ada di depannya.

“Baik, terimakasih telah berusaha membantu kasus kakakku” kata Hikaru sembari menundukkan kepalanya dihadapan Rui sebagai rasa hormat.

Selepas perpisahan keduanya, Hikaru pergi ke distrik Sumida, Tokyo dimana dia akan menemui satu – satunya keluarganya yakni paman Kin Hasegawa.

Sebuah bengkel motor yang cukup luas, terpampang tulisan sign “The Road of A Samurai”. Ada beberapa mekanik sedang sibuk wara – wiri memperbaiki beraneka ragam sepeda motor. Mulai dari ngelas, check mesin dan lainnya. Ditengah kesibukan itu, Hikaru berjalan pelan masuk ke dalam bengkel memperhatikan sekitarnya. Seorang pria berusia 50an dengan rambut panjang berwarna putih terkepang tunggal, mengenakan t-shirt tanpa lengan berwarna hitam polos, nampak perutnya yang buncit dan wajahnya yang garang sedang mengarahkan salah satu teknisinya.

“Sepertinya itu akinya bocor, temukan dulu titik kebocorannya dimana” katanya.

“Paman Kin!” panggil Hikaru yang ada di hadapannya.

Paman Kin pun menoleh kearah suara, dan memandang wajah keponakannya. “Hei Hikaru, kemarilah!” sahutnya.

Mereka pun berpelukan melepas rasa rindu, maklum sudah sangat lama mereka tidak bertemu sekitar 11 tahun.

Mereke berdua naik ke lantai 2, dimana disanalah rumah yang ditinggali paman Kin. Sebuah hunian sederhana, dan tak banyak perabotan. Sebuah lemari kaca penuh dengan miniature aneka jenis sepeda motor terpajang di ruang tengah, ada sebuah sofa kulit berwarna hitam dan meja kaca kecil berbentuk bundar.

Tak jauh dari sana nampak balkon penuh dengan tanaman bunga, membuat Hikaru mengernyitkan dahinya.

“Sejak kapan paman menyukai tanaman bunga?” tanya Hikaru sembari menyelonong ke balkon.

“Itu tanaman Nami, dia adalah teman wanitaku” akunya agak malu.

“Teman? Atau pacar?” tanya Hikaru sembari menyelidik.

“HE…HE…HE…” dia hanya cengengesan.

Mereka pun akhirnya duduk dengan santai di ruang tengah, Hikaru meletakkan ranselnya di meja.

Paman Kin memberikan sebuah minuman kaleng yang dingin kepada Hikaru. Kemudian dia beranjak duduk di sebelah Hikaru.

“Kata ibu, kamu akan melanjutkan kuliahmu disini”.

“Sebenarnya tidak, ada misi lain dari kepindahanku ke Tokyo”.

“Hmmm… apa yang ingin kamu lakukan nak?”.

“Aku ingin mencari pelaku tabrak lari yang merenggut nyawa kakak Kazuo”.

“Nak, usiamu masih sangat muda. Apa kamu yakin akan membuang waktumu mencapai masa depan, dengan sebuah misi yang polisi pun tidak mampu memecahkannya?”.

“Aku sangat yakin, aku menemukan sebuah celah baru. Dimana seorang saksi mata mendapati sebuah motor sport berwarna merah, yang di duga milik salah satu geng motor di Tokyo melintas di hari yang sama dan waktu yang sama dimana kakak Kazuo meregang nyawa”.

“Tidak mudah untuk menemukannya, dan sangat berbahaya bagimu mencari tahu mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan geng motor di Tokyo. Sebagian besar dari mereka terkenal dengan kebrutalannya, dark world itu menjadi cerminan untuk mereka”.

“Aku sudah memutuskan untuk mencari tahu, ku mohon bantu aku untuk masuk ke dalam dunia mereka. Dengan demikian aku bisa mencari potongan – potongan puzzle untuk memecahkan kasus kematian kakak Kazuo”.

Paman Kin merupakan salah satu mantan anggota geng motor di Tokyo yang menjadi legend di eranya yakni Jigokuhenomichi (perjalanan ke neraka). Sebuah kelompok anak muda yang menyukai motor dan bertindak secara brutal di jalan. Paman Kin adalah salah satu anggota dengan pangkat tertinggi di kelompoknya, dimana dia mendapatkan 90% kemenangan dan 10% kekalahan dalam periode 10 tahun di balap liar antar geng motor.

Paman Kin sangat tahu persis bagaimana kelamnya kehidupan sebagai anggota geng motor, hal inilah yang membuatnya tak setuju akan keputusan Hikaru untuk masuk kedalam circle geng motor.

“Hikaru…jalanmu akan sangat terjal, tak mudah masuk ke dalam circle geng motor. Aku tak akan membiarkan masa mudamu hancur karena masuk ke dunia kelam”.

“Setengah dari diriku sudah hancur…paman, kematian kakak Kazuo tak bisa ku terima begitu saja. Apakah paman Kin merelakan pelaku hidup bahagia tanpa pengadilan dan hukuman, padahal keponakan paman meregang nyawa begitu saja”.

Paman Kin terdiam… dia berjalan duduk di balkon, mengeluarkan rokok dan mulai menghisapnya sambil memandang langit biru. Dia mengenang Kazuo saat pertama kali datang kepadanya.

Flash On…

“Paman!!!” teriak Kazuo berlari kearah paman Kin.

Kazuo memeluk pamannya dengan riang dan senyuman yang mengembang. Paman Kin menyambut pelukan Kazuo dengan tersenyum dan berkata “Kamu sekarang sudah tumbuh menjadi anak yang tinggi, hahahaha…!”.

“Paman aku akan berjuang menjadi seorang dokter, agar bisa berkontribusi dalam masyarakat. Aku berharap tak akan ada wabah lagi menjadikan anak – anak yatim piatu sepertiku” kata Kazuo penuh semangat.

“Mimpimu sangat mulia nak, jangan lupa merawat paman saat sakit. HAHAHAAHAH…!” kata paman Kin seraya tertawa.

“Paman aku akan merawat paman dengan sepenuh hati, tetaplah sehat hingga aku lulus. Tapi aku berharap sehat selalu, kurangilah merokok karena tidak baik untuk kesehatan paman” kata Kazuo sambil tersenyum menatap paman Kin.

Flash Off…

Hikaru menghampiri paman Kin yang sedang mengenang Kazuo di balkon.

“Paman ku mohon tolong aku, demi kakak Kazuo” rajuk Hikaru berdiri di depan pintu balkon.

Paman Kin mulai bercerita:

“Kazuo adalah anak yang riang, dia penuh semangat menghadapai hidup. Saat tiba di Tokyo dia mengatakan akan menjadi seorang dokter untuk menolong masyarakat. Dia anak yang tekun dan rajin, dia tidak pernah terlihat sedih, senyumnya selalu mengembang di wajahnya. Apapun kondisinya, dia selalu menunjukkan bahwa dia bahagia.

Saat aku mendapati Kazuo sudah terbujur kaku di kamar jenazah, ku buka perlahan kain putih yang menutupi tubuhnya. Ku pandangi wajahnya, pucat tanpa senyum di wajah… sangat datar. Seakan bukan Kazuo yang ada di depanku kala itu.

Air mataku menetes tanpa terkendali, meski dia memilki mimpi yang begitu mulia tapi takdir menghentikan langkahnya. Kamu benar Hikaru, setidaknya dia patut mendapatkan keadilan atas apa yang telah dialaminya”.

“Jadi paman akan mendukungku dan membantu misiku?” tanya Hikaru merasa lega.

“Baiklah, aku akan membantumu tapi tidak mudah. Kamu harus menyiapkan mental dan fisikmu untuk melakukan latihan yang keras. Menjadi anggota geng motor, kamu harus menjadi bintang yang dicari. Dimana itu menjadi jalan pintas masuk kesana” jelas paman Kin.

“Aku siap, apapun akan aku hadapi” sahut Hikaru penuh semangat membara.

...XXXXXXXXX...

Episodes
1 BAB 1 : KEMATIAN KAZUO
2 BAB 2 : GENG MOTOR JADI SECERCAH HARAPAN
3 BAB 3 : LATIHAN KERAS HIKARU
4 BAB 4 : PERTEMUAN DENGAN FUMI
5 BAB 5 : BALAPAN LIAR ANTAR GENG MOTOR
6 BAB 6 : TAWARAN USAKU
7 BAB 7 : BERGABUNGNYA HIKARU KE STREET FIGHTER
8 BAB 8 : BERTEMANLAH DENGANKU
9 BAB 9 : BABAK PENYISIHAN CALON PETARUNG STREET FIGHTER
10 BAB 10 : BERKENCANLAH DENGANKU, FUMI
11 BAB 11 : MOTOR SPORT BER STICKER HELLO KITTY
12 BAB 12 : PERTUNANGAN PENUH TEKANAN
13 BAB 13 : KEBENCIAN EIZEN
14 BAB 14 : EIZEN MENJADI RIVAL HIKARU
15 BAB 15 : PENGHANCURAN BARANG BUKTI
16 BAB 16 : SIKAP ACUH HIKARU
17 BAB 17 : MALAM TERAKHIR
18 BAB 18 : KECELAKAAN USAKU
19 BAB 19 : PENGANGKATAN HIKARU MENJADI KETUA
20 BAB 20 : RENCANA BALAS DENDAM
21 BAB 21 : KEMARAHAN EIZEN
22 BAB 22 : HATI ITSUKI YANG TERLUKA
23 BAB 23 : TRIK HIKARU
24 BAB 24 : BISNIS DIBALIK THE ROAD KNIGHT
25 BAB 25 : PENANGKAPAN EIZEN
26 BAB 26 : KEKECEWAAN FUMI
27 BAB 27 : ITSUKI DI MATA EIZEN
28 BAB 28 : TERKUAKNYA KEBERADAAN AYAKA
29 BAB 29 : KAZUO HASEGAWA
30 BAB 30 : AYAKA & MOTOR HELLO KITTY
31 BAB 31 : KEGAGALAN ITSUKI
32 BAB 32 : PENYERANGAN TERHADAP HIKARU
33 BAB 33 : HUBUNGAN HIKARU DAN FUMI
34 BAB 34 : PLANNING HEAD TO HEAD
35 BAB 35 : AYAKA VS NATSUMI
36 BAB 36 : REKAMAN CCTV
37 BAB 37 : TANTANGAN HIKARU
38 BAB 38 : TEKA TEKI PERKATAAN AYAKA
39 BAB 39 : RAHASIA YANG DI SEMBUNYIKAN FUMI
40 BAB 40 : PERTANDINGAN DAN KEDATANGAN FUMI
41 BAB 41 : FAKTA YANG MENCENGANGKAN
42 BAB 42 : PERMINTAAN MAAF EIZEN
43 BAB 43 : PERTEMUAN KEMBALI
44 BAB 44 : SEBUAH PILIHAN
45 BAB 45 : HARI KELULUSAN
46 BAB 46: CINTA YANG DIRELAKAN
Episodes

Updated 46 Episodes

1
BAB 1 : KEMATIAN KAZUO
2
BAB 2 : GENG MOTOR JADI SECERCAH HARAPAN
3
BAB 3 : LATIHAN KERAS HIKARU
4
BAB 4 : PERTEMUAN DENGAN FUMI
5
BAB 5 : BALAPAN LIAR ANTAR GENG MOTOR
6
BAB 6 : TAWARAN USAKU
7
BAB 7 : BERGABUNGNYA HIKARU KE STREET FIGHTER
8
BAB 8 : BERTEMANLAH DENGANKU
9
BAB 9 : BABAK PENYISIHAN CALON PETARUNG STREET FIGHTER
10
BAB 10 : BERKENCANLAH DENGANKU, FUMI
11
BAB 11 : MOTOR SPORT BER STICKER HELLO KITTY
12
BAB 12 : PERTUNANGAN PENUH TEKANAN
13
BAB 13 : KEBENCIAN EIZEN
14
BAB 14 : EIZEN MENJADI RIVAL HIKARU
15
BAB 15 : PENGHANCURAN BARANG BUKTI
16
BAB 16 : SIKAP ACUH HIKARU
17
BAB 17 : MALAM TERAKHIR
18
BAB 18 : KECELAKAAN USAKU
19
BAB 19 : PENGANGKATAN HIKARU MENJADI KETUA
20
BAB 20 : RENCANA BALAS DENDAM
21
BAB 21 : KEMARAHAN EIZEN
22
BAB 22 : HATI ITSUKI YANG TERLUKA
23
BAB 23 : TRIK HIKARU
24
BAB 24 : BISNIS DIBALIK THE ROAD KNIGHT
25
BAB 25 : PENANGKAPAN EIZEN
26
BAB 26 : KEKECEWAAN FUMI
27
BAB 27 : ITSUKI DI MATA EIZEN
28
BAB 28 : TERKUAKNYA KEBERADAAN AYAKA
29
BAB 29 : KAZUO HASEGAWA
30
BAB 30 : AYAKA & MOTOR HELLO KITTY
31
BAB 31 : KEGAGALAN ITSUKI
32
BAB 32 : PENYERANGAN TERHADAP HIKARU
33
BAB 33 : HUBUNGAN HIKARU DAN FUMI
34
BAB 34 : PLANNING HEAD TO HEAD
35
BAB 35 : AYAKA VS NATSUMI
36
BAB 36 : REKAMAN CCTV
37
BAB 37 : TANTANGAN HIKARU
38
BAB 38 : TEKA TEKI PERKATAAN AYAKA
39
BAB 39 : RAHASIA YANG DI SEMBUNYIKAN FUMI
40
BAB 40 : PERTANDINGAN DAN KEDATANGAN FUMI
41
BAB 41 : FAKTA YANG MENCENGANGKAN
42
BAB 42 : PERMINTAAN MAAF EIZEN
43
BAB 43 : PERTEMUAN KEMBALI
44
BAB 44 : SEBUAH PILIHAN
45
BAB 45 : HARI KELULUSAN
46
BAB 46: CINTA YANG DIRELAKAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!