Hikaru mempersiapkan diri untuk bertanding menjadi rising star dalam sebuah kompetisi yang diadakan oleh organisasi geng motor di Jepang. Hikaru berlatih semakin keras untuk meningkatkan skillnya dan masuk dalam kualifikasi sesuai standard mereka.
“Hikaru, saatnya kamu harus menaikkan speed tapi pastikan motor tetap stabil. Tinggal 2 minggu lagi event itu akan dimulai” kata paman Kin sembari menepuk bahu Hikaru.
Hikaru yang sudah duduk di motor sport, bersiap untuk melaju menyusuri jalanan malam sebagai jalur latihannya. Dia pun menginjak kopling dan mulai ngegas melaju dengan kencang. Angin malam menghantam tubuhnya, dengan fokus dia mengendarai motor berwarna hitam list biru itu menembus jalanan sepi.
Dia semakin meningkatkan kecepatan, mengontrol rem di setiap tikungan. Dia menguasai apa yang ditungganginya dengan baik, alhasil dia memecahkan rekor kecepatannya.
“Bagus Hikaru, pertahankan rekormu karena ini sudah sedikit diatas rata – rata. Bersiaplah menyongsong hari pertandingan. Nak siapkan dirimu besok berlatih fisik, karena disana tak hanya skill berkendara tapi juga berkelahi. Besok akan menjadi hari yang berat” tambah paman Kin.
“Aku siap untuk semuanya paman” aku Hikaru.
Keesokannya Hikaru mulai berlatih bela diri, meski dia bisa berkelahi dengan baik namun dia bukanlah petarung. Hikaru menemui seorang pelatih professional untuk memulai petarungan dasar. Dalam beberapa hari dia mulai bisa menangkis dan menyerang, setelah beberapa kali kena pukul dan tendang. Tapi latihan fisik itu tak begitu memberatkan Hikaru. Hingga dia mudah menguasai petarungan.
Selang sehari sebelum event pertandingan…
Hikaru membeli sebuah minuman kaleng ke mini market biasanya, dia tak mendapati Fumi berada disana. Dia sedikit kecewa tak melihat gadis SMA yang biasanya minta di bayarin. Sesampai di rumah Hikaru menatap layar ponselnya, dia sedikit ragu mengabari Fumi namun akhirnya dia mencoba memberanikan diri mengirim pesan.
PESAN HIKARU:
“Hai Fumi… hari ini aku tak melihatmu di mini market, apakah kamu sudah mulai rajin masuk sekolah?”
PESAN FUMI:
“Hikaru…akhirnya kamu mengirim pesan, hahahaa… kamu merindukanku ya?”.
PESAN HIKARU:
“Hahaahha… aneh aja tak melihatmu makan es krim disana”.
PESAN FUMI:
“Aku sedang banyak ujian, jadi aku cukup sibuk di sekolah. Kita makan ramen yuuuk lusa, aku punya voucher diskon”.
PESAN HIKARU:
“Sepertinya aku tidak bisa, akan ada sebuah pekerjaan yang harus aku lakukan. Kalau semua selesai, aku akan mengabarimu. Belajarlah yang rajin, agar nilaimu bagus di ujian. Semangat ya”.
PESAN FUMI:
“Baiklah kalau kamu sibuk, aku akan menunggumu. Kamu juga semangat dalam mengerjakan pekerjaanmu. Semoga semua urusanmu lancar”.
Melihat pesan balasan dari Fumi, Hikaru tersenyum sendiri seakan mendapatkan asupan semangat.
Hari pertandingan…
Malam yang dingin, namun terasa cukup panas dengan banyaknya motor yang sudah terparkir mengobarkan semangat pertempuran. Banyak kelompok geng motor dengan jaket yang memilki keunikan tersendiri dengan logo masing – masing berhamburan. Mayoritas laki – laki dengan beberapa wanita dewasa yang berpakaian terbuka. Motor – motor sport modifikasi telah berbaris di depan garis start.
Hikaru dan paman Kin tim sudah siap untuk bertanding, mereka dengan semua perlengkapan sudah duduk di tenda untuk memulai strategi.
“Nak, ini adalah malam penentuan jadi tunjukkan semua kerja kerasmu malam ini. Tetaplah fokus, jaga kestabilan motor dan berkendara serta jaga speedmu untuk tetap di record yang telah kita tentukan. Area ini memiliki beberapa tikungan tajam dan curam, jangan sampai lengah” paman Kin memberikan arahan.
“Baik, aku akan melakukan yang terbaik” jawab Hikaru yang sudah menenteng helm.
Saat dia berjalan menuju motor, dia berpapasan dengan seseorang berwajah tirus menatap sinis. Nampak dari jaket yang dia kenakan tertulis The Road Knight salah satu geng motor ternama di Tokyo dengan sepak terjang yang cukup memukau.
“Apakah kau pemain baru?” tanyanya kepada Hikaru.
“Benar” jawab singkat Hikaru.
“Semoga berhasil mencapai finish” katanya sinis dan dia adalah Eizen sosok paling di takuti di geng motor karena kesadisannya dalam bertarung. Dia merupakan ketua group The Road Knight.
“Terimakasih, aku pastikan jalanan berpihak kepadaku” jawab Hikaru tersenyum.
Suara motor antar pembalap sudah terdengar menggelegar dengan kepulan asap yang keluar dari pipa knalpot yang pekat, seorang wanita cantik sudah siap di garis start dan mengayunkan tongkat dengan kibaran bendera menandakan para peserta sudah boleh mulai melaju.
Masing – masing pembalap sudah melaju beruntun, dan teriakan para anggota kelompok memberikan semangat pun terdengar ramai. Sorak sorai antar penonton memeriahkan pertandingan itu. Hikaru di barisan ketiga mulai gesit menyusul para pembalap yang sudah dulu melaju. Dia tak membuang – buang waktu dan terus menyalip lawan – lawannya.
Hingga pada akhirnya tinggal tiga peserta yang mengiringinya di laju paling depan, dengan jalanan yang menikung Hikaru pun mengurangi kecepatan. Namun salah satu perserta memepet motornya, mengakibatkan Hikaru sedikit terperosok ke pinggir pembatas jalan. Spion kanannya patah tertabrak pembatas jalan tersebut.
Malam semakin mencekam, Hikaru terus meningkatkan kecepatannya hingga mendahului dua peserta yang berada di depannya. Tinggal satu peserta yang melaju di depan Hikaru. Peserta yang mengenakan jaket hitam kulit berlambangkan tengkorak yang mengenakan penutup kepala zirah samurai. Dimana di jaket tersebut bertuliskan The Road Knight.
Hikaru yang sedari tadi di halang – halangi anggota The Road Knight tersebut dan hanya bisa mengekor di belakangnya. Namun disaat kembali posisi jalan lurus, Hikaru menggunakan slipstream untuk dapat menyalip lawan yang berada di depannya.
Dengan sangat berhati – hati Hikaru pun berhasil menyalip lawannya, dan menstabilkan kecepatan terus melaju di posisi depan untuk mencapai garis finish. Merasa tidak terima di salip, anggota The Road Knight terus meningkatkan kecepatan untuk menyalip balik. Akan tetapi dia tidak dapat mengontrol diri sehingga di saat dia dapat menyalip, secara tak disengaja dia menyerempet tiang listrik di kiri jalan. Hal ini yang mengakibatkan body motornya rusak parah di bagian kiri.
Melihat lawannya mulai menurunkan kecepatan karena incident tersebut, Hikaru pun tetap melaju dengan kencang menuju garis finish dan berhasil menjadi yang pertama melewati batas garis finish. Seakan tak percaya, sorak sorai terdengar bergemuruh menyambutnya. Paman Kin bangkit dari duduknya dan berdiri sambil berteriak “HIKARU… KAMU BERHASIL!!!”.
Disisi lain betapa terkejutnya Eizen dan satu tim The Road Knight melihat kelahaan yang didapatkannya. Eizen pun dengan wajah kesal, pergi meninggalkan area pertandingan. Sedangkan paman Kin berlari memeluk keponakannya dengan penuh haru, satu tim saling berpelukan.
Semua mata tertuju kepada Hikaru, dan para ketua geng motor mulai memperhatikan Hikaru selaku rising star dalam event balapan saat itu. Hikaru mendapatkan ucapan selamat dari berbagai pihak. Dia menjadi sorotan dan mulai dilirik untuk di rekrut menjadi anggota dari para geng motor yang berpartisipasi malam itu.
...XXXXXXXXXXXX...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments