Bab 17 ~ I want you

Sudah sebulan lamanya Chris dan Aby dekat. Keduanya menikmati masa-masa dimana mereka bersama. Aby selalu bersama Chris. Bahkan beberapa kali Aby di ajak ke kantor hanya karena Chris tidak ingin jauh dari Aby. Banyak karyawati yang merasa iri kepada Aby. Mereka bahkan dengan terang-terangan menatap Aby dengan tatapan tidak suka. Tapi Aby tak memedulikan mereka.

Sekarang, Chris berniat akan membawa Aby ke rumahnya. Selain memperlihatkan rumahnya, ia juga ingin mengenalkan Aby kepada ibunya. Ini kali pertamanya memperkenalkan seorang wanita kepada ibunya.

"Sekarang kemana kau akan membawaku pergi?" Tanya Aby yang kini sudah berada di dalam mobil Chris.

"Ke rumahku," jawab Chris seraya mengelus tangan Aby.

Aby tersenyum mendapat perlakuan lembut dari Chris. Dulu Alex tidak pernah memperlakukan Aby selembut ini. Alex juga tak pernah mengenalkannya kepada keluarganya. Bahkan bercerita tentang keluarganya saja tidak.

Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka tiba di rumah Chris. Seperti orang kaya pada umumnya, rumah Chris berukuran sangat besar. Bahkan jarak dari gerbang utama menuju halaman rumahnya saja sangat jauh. Terlihat juga garasi besar yang penuh terisi mobil-mobil mewah. Aby tak yakin ibunya Chris akan menerima dia dengan baik. Ia takut, dirinya tak diterima oleh keluarga Chris.

"Kenapa?" Tanya Chris yang melihat Aby ragu-ragu untuk masuk ke dalam rumahnya.

Aby menunduk, lalu menjawab, "aku takut Ibumu tak suka denganku. Apalagi dengan latar belakang keluargaku yang tidak jelas. Dan aku adalah wanita dari kalangan rakyat jelata."

Chris menghampiri Aby, lalu menggenggam kedua tangannya, "tenanglah. Kau terlalu berlebihan memikirkan pendapat Ibuku. Kita coba saja dulu, pasti pandanganmu terhadap Ibuku akan berubah."

Akhirnya dengan keberanian Aby mengikuti langkah Chris untuk masuk ke rumah. Kesan pertama yang ia dapat ketika masuk ke dalam rumah Chris adalah nyaman. Ia seolah berada di rumah sendiri. Chris mengajaknya untuk naik tangga ke lantai dua. Chris mengajaknya untuk memasuki salah satu kamar dengan pintu berwarna putih. Di ketuknya pintu itu perlahan oleh Chris.

"Masuk," ujar seseorang yang berada di dalam kamar.

Kemudian keduanya masuk. Terlihat seorang wanita berusia empat puluh tahunan akhir tengah duduk di kursi roda. Senyum mengembang di wajahnya yang masih terlihat sangat awet muda.

Chris menghampiri wanita itu, lalu mengecup keningnya, "bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Chris yang mengubah posisinya menjadi jongkok dengan bertumpu dengan satu kaki. Ia kecup kedua tangan wanita itu.

"Baik. Lebih baik lagi karena kau datang dengan seorang wanita," jawab wanita itu mengelus rambut Chris. Ia juga melirik ke arah Aby.

Wanita itu melepaskan tangannya dari Chris, lalu beralih ke Aby. Di suruhnya Aby untuk mendekat. "Kemari, Nak," pinta wanita itu dengan lembut.

Aby pun menurut. Ia berjalan mendekat dan duduk di kursi yang berada di sebelah kursi roda itu. Tangan Aby di ambil oleh wanita itu, lalu di genggamnya lembut.

"Kau Abygail? Aku sudah banyak mendengar ceritamu dari Chris. Sudah empat tahun lebih Chris tidak pernah bercerita tentang wanita dengan antusias dan mata berbinar. Ternyata wanita cantik ini yang berhasil mengembalikan sosok Chris yang dulu. Aku Ibunya Chris. Namaku Feronica, anggap saja aku sebagai Ibumu sendiri ya. Dan anggap saja ini sebagai rumahmu sendiri. Tak usah sungkan jika berada di sini. Pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu," ujar Feronica lembut.

Aby merasa terharu mendengar Feronica yang dengan mudah menerimanya. Ia merasa buruk karena sempat berpikir yang tidak baik tentang Feronica. Tidak hanya sikapnya yang lembut, bahkan wajah Feronica sangat cantik dan awet muda. Kini Aby tahu dari mana asal wajah tampan Chris.

"Aku dengar kau bekerja dengan Charlotte?" Tanya Feronica membuat Aby tersedak ludahnya sendiri.

Dari mana Feronica tahu? Apakah sikap ibunya Chris akan tetap sama? Lemah lembut kepadanya, setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang pel*cur.

"Iya," jawab Aby was-was. Ia takut jika Feronica menganggap dirinya bukanlah wanita baik-baik.

Bukannya marah atau mengusir Aby yang terbukti ia adalah seorang pekerja seksual, Feronica justru tersenyum lalu memeluk Aby. "Kau pasti melalui hari-hari yang berat." Feronica mengelus rambut Aby.

"Terimakasih sudah mau menerima Chris dengan semua sikapnya yang kurang baik." Feronica berucap sungguh-sungguh. Ia sangat senang ada wanita lain yang bisa menaklukan hati Chris setelah wanita masa lalu Chris. Feronica mengira Chris akan terus terpuruk dan semakin tenggelam pada keputus asaan dan kesakitannya. Ternyata dengan adanya Aby, Chris kembali bangkit.

"Aku percaya kau adalah wanita yang baik. Dan percayalah, dengan kau hidup bersama Charlotte, dia akan menjamin hidupmu nyaman. Aku sudah mengenalnya sejak lama. Dia memang terlihat jahat dan keji, tapi jika kau sudah mengenalnya, kau pasti akan langsung tahu bahwa dia wanita yang baik hati dan memikirkan kebahagiaan orang lain. Meskipun dia mata duitan." Aby dan Feronica tertawa bersama karena menyetujui bahwa Charlotte memang mata duitan.

Chris melihat interaksi kedua wanita yang begitu spesial di hidupnya langsung tersenyum hangat. Akhirnya ia melihat kembali tawa ibunya setelah sekian lama tawa itu menghilang.

"Nyonya, makan malam sudah siap," ujar asisten rumah tangga yang selesai menyiapkan kudapan malam untuk tuan rumah.

Feronica mengajak Aby, "ayo, Nak. Nanti kamu menginap di sini ya?"

Aby membantu mendorong kursi roda yang dipakai oleh Feronica, "tapi--"

"Aku sudah bilang ke Charlitte bahwa kau akan menginap di sini." Sebelum Aby menyampaikan alasannya, Feronica sudah menyambar dan mengetahui bahwa Aby akan menolak dengan alasan Charlotte.

Akhirnya Aby pasrah dan mengiyakan permintaan Feronica untuk menginap di rumahnya. Sebenarnya Aby mau-mau saja menginap, dan sepertinya lebih suka menginap di sini. Tapi ia hanya takut Charlotte akan mencemaskannya. Takut jika Charlotte menganggap Aby kabur dari tanggung jawab.

Merekapun menyantap makan malam dengan bercerita panjang lebar. Aby menceritakan latar belakang keluarganya. Dan Feronica menceritakan betapa menggemaskannya Chris waktu kecil. Sedangkan Chris lebih banyak diam dan menyimak. Ia lebih bahagia melihat interaksi kedua wanita itu.

Selesai makan malam, Feronica pamit untuk istirahat lebih dahulu. Karena fisiknya sekarang lemah, jadi ia tidak bisa terjaga hingga larut malam. Chris mengantarkan Feronica ke kamar dan memastikan Feronica tertidur. Setelahnya ia menghampiri Aby yang berada di ruang baca. Tempat favorit Feronica setelah taman belakang rumah.

Ketika Chris masuk ruangan, Aby tengah berusaha menggapai buku yang menarik penglihatannya. Dia terlihat kesulitan untuk mengambilnya karena posisi buku itu terletak di rak yang tinggi. Chris menghampiri, lalu mengambilkan buku yang Aby inginkan. Aby membalikkan badannya. Kini keduanya berhadapan.

Posisi mereka sangat dekat. Bahkan Aby dapat mendengar detak jantung Chris yang berdetak dengan kencang. Begitu juga sebaliknya.

"Kau mau membaca?" Tanya Chris dengan suara serak.

"Iya," jawab Aby seraya menahan deru napasnya yang berembus cepat.

Bukannya memberikan buku itu, Chris malah memajukan wajahnya untuk mencium Aby, dan meletakkan buku itu di meja samping Aby. Sedangkan Aby memejamkan matanya.

Chris yang mendapat lampu hijau langsung melancarkan aksinya. Ia ******* bibir tipis Aby. Ciuman ini lebih agresif dari ciuman pertama yang Chris berikan. Di sesapnya bibir Aby yang terasa manis baginya. Dan Aby membalas ciuman Chris. Menambah gairah Chris yang sedari awal ia tahan. Keduanya larut dalam ciuman panas itu. Bibir Aby terasa bagai candu bagi Chris.

"I want you," ujar Aby setelah melepas pagutan mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Next.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!