Bab 7 ~ Missing

Sebuah mobil sport berhenti di depan sebuah bar yang cukup ramai. Keluarlah empat orang dari dalam mobil itu.

"Ayo berpesta sampai pagi!" Seru Emily sebelum memasuki bar.

Tangan Aby langsung di tarik oleh Emily agar ia mengikutinya untuk masuk. Aby yang tidak siap hampir saja tersungkur ke depan. Untung saja  Daren ada di sampingnya dan sigap untuk menahannya agar tidak jatuh.

"Thank's," ucap Aby sebelum akhirnya mengikuti Emily masuk ke dalam bar.

Ternyata di dalam sudah sangat ramai, padahal mereka datang ke bar masih termasuk sore.

Aby bergidik ngeri melihat wanita yang setengah-- atau hampir telanjang bulat tengah menari-nari dan menjadi tontonan para laki-laki mata keranjang. Ia tak bisa membayangkan jika dirinya yang berada di posisi itu. Sangat-sangat menjijikkan. Aby tak akan mau menjadi seperti itu meski dirinya tidak punya uang sama sekali. Lebih baik ia kerja serabutan daripada harus mempertontonkan tubuhnya kepada para laki-laki hidung belang.

Aby duduk di samping Emily yang sudah memesan minum untuk mereka berempat. "Ayo cari pasangan By!" ujar Emily.

"No! Aku kesini untuk bersenang-senang denganmu," tolak Aby yang tidak mau kesenangannya di ganggu oleh perkara pasangan.

"Oh ayolah By! Akan seru jika kita menemukan pasangan kita di sini. Bayangkan, mereka menemani kita minum, mengajak kita menari, berciuman, dan--"

"Hanya s*ks yang ada di otakmu! Sudah berapa banyak laki-laki yang kau tiduri?" Tanya Aby. Ia menyesap minuman yang baru saja datang.

Tak mau kalah, Emily juga meminum minumannya, "entahlah, mungkin sepuluh atau lima belas, atau entahlah aku lupa." Emily mengedikkan bahunya.

"Dasar gampangan!" Hina Aby yang sama sekali tidak membuat Emily marah. Sudah biasa mereka saling menghina. Justru Emily tertawa mendengar hinaan Aby.

"Itu sangat seru! Berawal dari ciuman, lalu l*matan, kemudian saling menghisap, meraba dan--"

Cukup. Aby tidak kuat mendengar perkataan kotor Emily, "ewh. Menjijikkan!"

Emily terbahak, "mungkin hanya kau yang masih perawan di Florida, Abygail!"

"Tentu! Karena tubuhku sangat mahal untuk para laki-laki murahan!" ucap Aby menyombongkan diri. Sebenarnya ia malu, di usianya yang sudah dua puluh tiga masih virgin. Seolah tidak ada laki-laki yang mau tidur dengannya. Padahal semua itu salah. Banyak sekali laki-laki yang sudah mengantre untuk bisa tidur dengan Aby. Di samping wajahnya yang cantik, tubuhnya juga membuat para kaum adam tergiur ketika melihatnya.

"Baiklah, sudahi omong kosong ini. Lebih baik kita menari di bawah!" Ajak Emily yang sudah tidak sabar untuk berjoget menghilangkan penat selama kuliah.

"Okay!" Jawab Aby menyetujui saran dari Emily.

Ketika mereka berdua akan turun ke dance floor, Brandon dan Daren baru tiba di meja mereka.

"Mau kemana kalian?" Tanya Brandon yang langsung menenggak minumannya.

"Berjoget!" Seru Emily yang langsung menarik tangan Aby tanpa menghiraukan kedua laki-laki itu yang baru tiba. Siapa suruh lama sekali!

Ketika di lantai dansa, Aby dan Emily berjoget ria. Melupakan semua yang membuat pikiran mereka pusing. Sekarang adalah waktunya mereka bersenang-senang tanpa ada beban.

Seorang laki-laki menghampiri Emily, berjoget bersama. Emily tak merasa terusik, ia justru senang. Karena menurutnya pesonanya memang besar. Setelah berjoget laki-laki itu mengajak Emily ke pojokan, meninggalkan Aby yang tengah menari seorang diri.

Laki-laki itu mulai mencium bibir Emily, dan Emily membalasnya. Mereka pun saling bercumbu, melupakan keramaian yang ada di sekitar mereka. Hingga akhirnya mereka menyewa kamar untuk bercinta. Inilah keseruan yang Emily katakan pada Aby.

Aby yang sadar Emily tak ada memutuskan untuk mencarinya. Namun sebelum itu ia perlu ke toilet. Melupakan dua laki-laki yang tengah di goda oleh wanita-wanita yang haus akan belaian laki-laki.

Ketika hendak memasuki toilet, tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang menggunakan sapu tangan. Setelah beberapa detik Aby tak sadarkan diri.

"Brandon! Daren! Dimana Aby?" Tanya Emily yang sudah menyelesaikan kegiatan panasnya. Begitulah Emily, ia hanya akan bercinta dengan seseorang yang ia temui di bar sekali, kemudian akan meninggalkannya begitu saja ketika ia puas. Karena sebenarnya ada seseorang yang sudah bersinggah di hatinya.

Laki-laki yang sedang di gelayuti wanita seksi itu mencoba melepaskan tangan wanita itu dari lengannya, "aku tak tahu. Dan tolong bantu aku untuk menjauhkan j*lang ini dari tubuhku!" ucap Daren dengan nada memelas.

Emily tertawa melihat Daren dan Brandon yang kewalahan menghadapi wanita-wanita di bar. Mereka berdua memang jarang sekali masuk ke klub malam. Jika pergi pun itu pasti paksaan dari teman-temannya. Entahlah, bagi keduanya menghabiskan waktu untuk minum bisa di rumah, dan untuk wanita mereka tidak begitu tertarik untuk mengencani wanita klub.

"Lepaskan dia Shely, Lily! Jika tidak sepertinya sebentar lagi mereka akan pingsan karena ketakutan," ledek Emily sembari tertawa bebarengan dengan wanita yang bergelayut manja di lengan Daren dan Brandon.

Setelah menyapa Emily yang rupanya sudah dekat dengan Shely dan Lily akhirnya kedua wanita itu pergi menjauhi Daren dan Brandon.

"Bukankah tadi dia bersamamu untuk berjoget?" Tanya Brandon yang berusaha menghilangkan bau dari wanita yang tadi menggelayutinya. Brandon sangat tidak suka dengan bau yang menempel di badannya. Menjijikkan.

Emily mengedikkan bahunya, "aku tadi sibuk memuaskan diri."

Daren dan Brandon bersamaan melemparkan kacang ke wajah Emily, "murahan sekali! Bercinta dengan laki-laki yang baru kau temui." Ucap Brandon.

"Tidak usah sok. Kau juga sering!" Emily tak terima di sebut murahan oleh Brandon, karena dialah laki-laki yang kini menempati tahta di hatinya. Perasaannya seolah di injak-injak jika mendengar kata murahan dari mulut laki-laki yang ia sukai.

Brandon tersenyum congkak, "sorry, aku tidak gemar wanita yang mudah di masuki."

Seolah teriris pisau, hati Emily sakit mendengar ucapan Brandon. Kata-katanya merujuk seolah Emily adalah wanita pelacur. Meski kenyataanya memang seperti itu, tapi apakah salah jika ia ingin bersenang-senang dengan bercinta. Tapi bukan salah Brandon juga mengatakan hal itu. Toh, itulah pendapat Brandon mengenai wanita murahan seperti Emily. Dan Brandon tidak suka itu.

Mendengar pernyataan Brandon membuat mood Emily berubah buruk. Sepertinya malam ini pestanya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.

"Ayo cari Aby!" Ajak Daren yang mulai menghubungi Aby.

Ketika menelepon nomor Aby, ternyata nomornya sudah tidak aktif. Mulailah mereka bertiga panik. Akhirnya mereka memutuskan untuk berpencar agar mudah untuk mencari Aby.

Emily memeriksa toilet, karena tidak mungkin dua laki-laki itu yang ke toilet karena sudah jelas Aby adalah seorang wanita. Brandon kebagian mencari di dance floor meskipun sangat sulit, tapi tidak ada salahnya untuk berusaha. Sedangkan Daren mencari di kamar dan parkiran.

Hingga tengah malam mereka belum juga menemukan Aby. Akhirnya mereka memutuskan untuk memberitahu Shopie dan Ronie-- kakek Aby bahwa Aby menghilang. Setelah menelepon rumah mereka pulang, dan akan ke kantor polisi besok pagi. Karena untuk melaporkan orang hilang, butuh waktu satu kali dua puluh empat jam untuk orang itu dinyatakan menghilang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Next.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!