Bab 12 ~ Back to life

Ke esokan harinya Chris kembali menjemput Aby. Ia sudah berjanji akan mengantarkan Aby untuk kuliah. Lebih tepatnya memaksa untuk mengantar Aby ke kampus. Sebenarnya Aby sudah menolak, tapi Chris terus memaksa dengan dalih ingin menunjukkan kebaikan seorang laki-laki. Jadilah Aby pasrah dan menyetujui Chris menjemputnya.

Liburan musim panas Aby telah berakhir, kini waktunya kembali bergelut dengan pelajaran di kampus. Setidaknya ia harus lulus kuliah meski sekarang sudah menjadi budak dari Charlotte. Siapa tahu setelah lulus ia bisa mencari pekerjaan yang normal dengan gaji yang besar, jadi dia bisa membayar ganti rugi yang telah Charlotte bayarkan kepada Kate.

"Hei!" Sapa Chris ketika melihat Aby turun dari rumah Charlotte. Chris membukakan pintu untuk Aby.

"Hei," balas Aby sembari memasuki mobil sport milik Chris.

Tak menyangka, Aby yang selalu kesal dan emosi ketika berdekatan dengan Chris kini malah satu mobil dengannya. Benar-benar di luar dugaan.

Sesampainya di kampus, Aby langsung turun dari mobil dan meninggalkan Chris setelah mengucapkan terima kasih. Banyak pasang mata yang melihat Aby takjub. Ya tentu saja, kini dandanan Aby sudah berubah. Aby yang kuno, berpakaian kaus oblong oversize kini menjadi Aby yang modis mengenakan dress bermerek. Dan lagi wajah Aby yang bermake up, tidak lagi polos seperti dulu. Meski tidak terlalu tebal, tapi terlihat Aby sekarang jauh lebih cantik.

"Carla!" Teriak Aby berlari menghampiri sahabatnya.

Orang yang di panggil mengerutkan keningnya bingung, lalu sadar, "Aby?!"

Mereka berdua berpelukan seperti sepasang kekasih yang tidak bertemu bertahun-tahun.

"Katakan padaku apa yang terjadi? Kau tahu, nenekmu meneleponku dan mengatakan kamu hilang ketika pergi ke klub! Setiap hari dia menelepon hanya untuk bertanya dimana keberadaanmu." Carla mengomel karena setiap hari ia di teror oleh nenek Aby tentang keberadaan Aby. Padahal Carla hanya tahu Aby tengah berlibur musim panas di Florida, rumah nenek kakeknya.

"Maafkan aku Babe, ceritanya panjang. Intinya sekarang aku disini dan baik-baik saja," ucap Aby mencoba menenangkan Carla.

"Lebih baik kau segera memberitahu nenekmu kau baik-baik saja. Aku takut dia mengkhawatirkanmu," saran Carla yang di angguki oleh Aby. Sepulang kuliah ia akan mengabari keluarganya di Florida.

"Lalu apa ini? Kau memakai dress dan-- make up? Seriously? Aku tak mau tahu, ceritakan semuanya!" Carla baru sadar penampilan Aby yang sudah berbeda.

Aby menghela napas, "baiklah. Awalnya aku diculik."

"What?" Tentu saja Carla terkejut. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan Aby.

"Dengarkan aku dulu. Aku di culik oleh Charlotte Gudytha, seorang mucikari atau apalah itu. Intinya dia membeli kita untuk di jadikan pekerjanya. Kau di suruh untuk melayani pelanggannya. Tapi semua pelanggannya kaya raya, berkelas, berpendidikan dan sepertinya sudah matang dalam hal usia. Kau tahu, aku di jual oleh Kate kepada Charlotte seharga tiga miliar! Ternyata aku mahal juga ya?" ujar Aby bercerita singkat.

Carla mendelik terkejut, "oh my god! Poor you Aby. Are you okay?"

"Yes! Sepertinya aku lebih bahagia bersama Charlotte. Lihatlah, sekarang aku bisa memakai pakaian mahal, tas mahal, sepatu mahal. Dan aku tidak perlu bekerja keras banting tulang hanya untuk makan enak. Sekarang tempat tinggalku juga sangat mewah, Carla!" Aby menjelaskan dengan antusias. Sepertinya perkara dirinya dijual oleh ibu kandungnya sendiri kini bukan masalah besar. Dia justru terlihat bahagia.

Carla menatap Aby lekat, "benarkah? Inikah kehidupan yang kau mau?"

Seketika senyum Aby yang sedari tadi ia jaga untuk terus mengembang akhirnya pudar juga. Ia memeluk Carla erat, "tidak, Car. Aku lebih suka tidur sekamar denganmu, makan dengan nyaman meski seadanya, bekerja di restoran, kuliah untuk mendapat nilai tinggi. Kenapa ibuku tega menjualku? Apa salahku kepadanya sampai dia melakukan ini? Aku takut. Aku tidak ingin laki-laki asing menyentuhku Car. Aku takut!" Aby menangis menumpahkan segala sesaknya yang ia pendam dari kemarin.

Carla membalas pelukan Aby, ia mengusap punggungnya, "sudah tidak apa-apa. Jika tidak mau, tidak bisakah kau bilang pada Charlotte bahwa kau tidak mau bekerja dengannya?"

Aby menghapus air matanya. Untung kosmetiknya mahal, jadi tidak luntur meski terkena air matanya. Ia melepaskan pelukannya, "aku tidak bisa. Kate sudah menerima uangnya dan aku tidak tega jika harus meninggalkan Charlotte. Aku sudah berjanji tidak akan mengecewakannya. Percayalah, Charlotte adalah wanita yang baik."

"Jika baik, dia tidak akan memberikanmu kepada laki-laki hidung belang." Sanggah Carla yang tak terima Aby membela seseorang yang telah membelinya dari ibu kandungnya sendiri.

Aby menggeleng, "karena itu tuntutan pekerjaannya, Car. Dia hidup dari situ. Dan aku percaya, dia wanita yang baik."

Carla kembali memeluk Aby. Ia merasa kasihan kepada sahabatnya itu. Sudah terlalu banyak penderitaan yang Aby dapatkan dari ibunya. Carla tidak habis pikir kemana perginya rasa kasih dan sayang Kate kepada Aby sebagai seorang ibu. Menjual Aby? Itu sudah sangat keterlaluan.

"Lalu kau akan bagaimana sekarang?" Tanya Carla yang mulai bisa mengontrol emosinya.

"Entahlah, mungkin aku akan tetap bekerja dengan Charlotte sampai aku lulus kuliah. Semoga saja setelah lulus aku bisa dapat pekerjaan dan bisa membayar uang yang Charlotte keluarkan untuk membeli aku." Jelas Aby dengan pasrah.

"Tadi apakah kau di antar salah satu pelangganmu?" Carla tadi sempat melihat Aby turun dari mobil mewah. Meski tadi sempat tidak tahu bahwa itu adalah Aby.

"Aku diantar oleh Chris," jawab Aby membuat Carla kembali terkejut.

"What? Chris? Christoper itu? Christoper Lincoln? Pemilik bar tempak aku bekerja? Pendiri Lincoln Corporation? Laki-laki yang kau tampar di bar, bukan?" Cerocos Carla yang masih tidak percaya.

"Yap! Dia orangnya. Dan bisa tolong lupakan kejadian aku menamparnya di bar? Itu sangat memalukan. Aku juga sedang mabuk waktu itu. Jadi tolong jangan ingatkan aku lagi tentang itu." Aby mengakui.

"Apakah dia pelangganmu?" Tanya Carla penuh selidik.

Aby memutar bola matanya, "bisa di bilang begitu. Tapi kami belum sampai tidur bersama."

"Oh jika semua pelanggan Charlotte seperti Chris, aku juga mau untuk di culik olehnya."

"Carla! Kau barusan mengasihaniku karena di jual oleh ibuku kepada Charlotte untuk di jadikan pekerja seksual. Sekarang kau justru ingin seperti aku? Apakah seorang Chris membuatmu gila?" Aby tak percaya sahabatnya segila ini karena laki-laki macam Chris.

"Benar! Aku akan gila jika bisa tidur dengan Christoper! Kau harus bercerita kepadaku ketika kau sudah bercinta dengannya! Aku ingin tahu bagaimana seorang Christoper memperlakukan wanita di atas ranjang! Apakah sesadis saat ia di meja kerja atau tidak." Ucap Carla yang semakin ngawur. Aby sampai geleng-geleng kepala mendengar Carla yang sudah lupa diri.

"Kau memang gila, Carla!"

Tidak ingin semakin gila mendengar Carla yang berbicara ngawur, ia memilih menarik Carla untuk masuk kelas karena dosen pengampu sebentar lagi akan masuk.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Next.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!