"I want you."
Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk dirinya melepaskan keperawanannya kepada orang yang ia cintai dan mencintainya. Ia tidak ingin menunggu lama lagi. Sudah cukup untuk dirinya melihat bahwa Chris benar-benar mencintainya. Dan ia tidak tega jika Chris terus membayar Charlotte tapi tidak mendapat apa yang seharusnya ia dapatkan dari dirinya.
Mendengar itu, Chris mulai menggelap. Matanya tertutup oleh kabut gairah. Sungguh, inilah yang ia nantikan selama ini. Hanya saja, ia tidak ingin memaksa Aby. Ia ingin Aby melakukannya karena ingin.
Tanpa menunggu lama, Chris langsung mengangkat Aby. Ia menggendong Aby ala bridal style menuju kamarnya. Aby yang di angkat langsung mengalungkan tangannya ke leher Chris.
Tiba di kamarnya, Chris meletakkan Aby di atas kasurnya. Kembali ia cium bibir Aby yang merupakan candu baru baginya. Di sesapnya bibir itu. Ia gigit lembut bibir Aby, memberitahu untuk membuka mulutnya. Setelah terbuka, Chris langsung mengeksplor seluruh rongga mulut Aby dengan lidahnya. Di absennya gigi Aby satu persatu. Ia belitkan lidahnya dengan lidah Aby. Entah berapa lama mereka berciuman, hingga akhirnya mereka melepaskan karena kurangnya pasokan oksigen.
Chris mulai melucuti kain yang menutupi tubuh Aby hingga tubuh Aby polos tak tertutup sehelai benang pun. Tak lupa ia melepaskan juga pakaian yang melekat di tubunya.
Perlahan, Chris merebahkan tubuh Aby. Di lihatnya tubuh Aby yang polos. Menambah gairah yang sejak tadi melandanya. Sungguh sangat indah.
Chris mulai menciumi wajah Aby. Mulai dari kedua pipinya. Kemudian dahinya. Lalu ke hidungnya, setelah itu bibirnya. Kemudian turun mencumbu seluruh tubuh Aby, membuat pemilik tubuh itu menggeliat karena geli dan nikmat.
Chris sudah tidak tahan. Setelah melakukan pemanasan, Chris siap untuk menghujam milik Aby. Tapi untuk yang terakhir kali, Chris harus memastikan, "kau yakin?"
Aby yang sudah sepenuhnya di tutupi oleh kabut gairah mengangguk mantap.
Setelah memastikan, Chris langsung memasukkan miliknya ke milik Aby dengan lembut. Karena tahu ini adalah pengalaman pertama bagi Aby, Chris ingin melakukannya dengan penuh kelembutan. Meski demikian, tak dapat dielak, Aby tetap merasa kesakitan. Bahkan Aby sampai mencakar punggung Chris. Menggigit pundaknya karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawahnya.
Untuk mengalihkan sakit yang Aby rasa, Chris mencium kembali bibir Aby setelah membenamkan seluruh miliknya. Setelah merasa Aby sudah mulai rileks dan nyaman, Chris mulai memaju mundurkan pantatnya. Menciptakan kenikmatan, menggantikan sakit yang semula Aby rasakan.
Keduanya terlihat sangat menikmati dan menggila. Aby tidak menyangka berhubungan badan ternyata sangat menyenangkan. Sudah satu jam lamanya Chris menggagahi Aby, tapi sekalipun Chris belum mencapai puncaknya. Sedangkan Aby, sudah dua kali orgasme.
"Aku mau keluar!" ucap Aby dengan terengah-engah.
"Together!" Jawab Chris yang semakin mempercepat gerakannya. Beberapa saat kemudian, akhirnya keduanya memcapai puncak kenikmatan bersamaan.
"Ahh!" Teriak keduanya bersama.
***
"Selamat pagi," ujar Feronica kepada Aby dan Chris yang sudah duduk bersebelahan di meja makan.
Feronica menatap Aby, "bagaimana tidurmu tadi malam? Apakah nyenyak?"
"Iya, Tan," jawab Aby dengan sopan.
"Kau harus makan yang banyak, pasti semalam melelahkan bukan?" Feronica mengerlingkan matanya, lalu mengambilkan makan untuk Aby dan Chris.
Aby tersipu malu mendengar ucapan Feronica yang menyindirnya. Sudah pasti Feronica tahu Aby dan Chris habis bercinta semalam. Yah, bagaimana tidak, kamar Feronica dan Chris terletak bersebelahan. Dan ruangan mereka tak memiliki peredam suara, sudah di pastikan Feronica mendengar suara-suara penuh kenikmatan dari Aby dan Chris.
"Untuk pertama kalinya Chris membawa wanita untuk menginap di rumah. Kau sangat istimewa baginya Aby. Aku berharap kalian bisa berhubungan serius hingga ke jenjang pernikahan. Mama sudah tua, Chris. Ingin menimang cucu." Ucap Feronica di sela-sela makannya.
Chris menghentikan kegiatan makannya, "Daniel sudah memberikanmu dua cucu, Ma!"
"Kau tahu sendiri dia tinggal di Dubai bersama istrinya. Dan hanya dua tahun sekali menengok Mama di sini. Mama ingin cucu yang di sini, agar Mama bisa selalu melihatnya." Sudah, Chris tidak bisa menolak. Toh, Chris tidak ada niatan untuk menolak. Ia memang berniat akan melamar Aby bulan depan, tepat di hari ulang tahun Aby. Ia ingin menjadikan Aby teman untuk menghabiskan seluruh waktu di hidupnya.
"Mintalah kepada Charlotte agar Aby tinggal di sini saja," pinta Feronica.
Aby yang mendengar itu terkejut, "tidak usah, Tan. Aku tinggal bersama Charlotte saja. Di sini aku tak mau merepotkanmu dan Chris," ucap Aby sungkan. Ia merasa tak enak meskipun sebenarnya nyaman. Terlebih sikap Feronica yang jauh lebih lembut dari ibu kandungnya sendiri. Ia merasa menemukan sosok ibu dalam diri Feronica.
Feronica menggeleng, "tidak. Sama sekali tidak merepotkan. Aku jauh lebih senang jika kau tinggal di sini. Aku jadi punya teman untuk bercerita. Dan aku tak mau kau di perjual belikan kepada laki-laki lain. Aku tahu, kau baru pertama kali tidur dengan laki-laki hanya dengan Chris bukan? Charlotte sudah banyak bercerita tentang kau kepadaku. Dan aku bangga kepadamu. Di tengah-tengah kehidupan yang serba bebas dan brutal seperti zaman sekarang, kau masih berusaha untuk mempertahankan kesucianmu. Jika aku menjadi kau, sepertinya tidak kuat. Aku pasti sudah terbawa pergaulan dengan bebas. Karena masa muda adalah masa di mana kita tak mau di kekang."
Aby tersenyum malu, "tapi Charlotte pasti tidak akan mengizinkanku untuk keluar dari rumahnya."
"Tenang saja, dia adalah sahabatku. Nanti biar aku dan Chris yang mengurus masalah ini. Kau tinggal menjawab mau atau tidak tinggal bersama kami di sini. Mungkin rumahku tak semegah rumah Charlotte, tapi rumah ini masih bisa untuk di tambah penghuni," ujar Feronica.
"Baiklah, aku mau. Terimakasih sudah mau menerimaku dengan baik Tante. Padahal kau tahu, aku berasal dari kalangan yang jauh dari derajatmu. Orang tuaku sudah bercerai, aku tak tahu siapa Ayah kandungku dan Ibuku kini tak tahu dimana bersama dengan laki-laki selingkuhannya. Dan lagi, aku adalah pekerja seksual di rumah Charlotte. Sebenarnya aku masih bingung apa yang membuat Chris bisa memilihku dari ribuan bahkan jutaan wanita yang jauh lebih baik dariku di luaran sana." Benar, Aby masih penasaran hingga sekarang kenapa Chris bisa menjatuhkan hati kepada Aby, hingga mau mengejarnya berkali-kali meski terus di tolak.
Kini giliran Chris yang menjawab, "karena kau berbeda dari ribuan bahkan jutaan wanita di luaran sana."
"Apa bedanya? Aku sama-sama suka uang," jawab Aby jujur. Ia bahkan melupakan sosok Feronica yang berada di sana menyimak obrolan dua pasangan itu.
"Kau baik." Jawab Chris singkat.
"Apa baiknya aku?" Tanya Aby. Sepertinya perdebatan sengit akan segera mulai antara Aby dan Chris. Feronica hanya diam saja, sesekali ia tersenyum melihat anaknya dan Aby tengah berdebat seperti anak kecil.
"Kau mau menerimaku meski tahu aku laki-laki berengsek," jawab Chris.
"Jika seperti itu, maka semua wanita juga mau menerimamu. Kau tak ingat berapa banyak wanita yang mengantre untuk menjadi pasanganmu?" Aby sangat tidak puas dengan jawaban Chris yang seadanya.
"Intinya aku mau kau!" Ujar Chris yang tak tahu bahwa Aby ingin jawaban yang mengesankan.
"Baiklah, cukup sudah perdebatan ini anak-anak. Sekarang kau harus bekerja Chris. Mama dapat laporan seminggu ini kau jarang ke kantor." Kini Feronica menengahi, menyudahi perdebatan antara Chris dan Aby.
"Aku sedang libur, Ma," rajuk Chris yang masih tidak ingin ke kantor.
"Lalu siapa yang akan mengurus kantor? Kau satu-satunya orang yang bisa Mama andalkan Chris! Siap-siap sekarang!" Titah Feronica yang tidak bisa di bantah.
"Baiklah. Tapi aku ingin mengajak Aby ikut denganku." Pinta Chris.
"Tidak! Mama butuh bantuan Aby untuk membantu Mama menyiapkan pesta ulang tahun Charlotte," jawab Feronica yang membuat Aby dan Chris kebingungan.
"Kapan ulang tahun Charlotte, Tante?" Tanya Aby.
"Besok lusa, tapi kau tahu sendiri betapa hebohnya dia mengenai semua hal. Dia mau aku membantunya untuk memilih segala hal yang ingin ia gunakan saat pesta ulang tahunnya. Setiap tahun dia yang mengadakan pesta, aku yang pusing." Feronica kembali mengingat-ingat betapa dia bingung dan pusing ketika menyiapkan pesta ulang tahun sahabatnya itu. Dan lagi, Charlotte sangat plinplan jika mendapat sebuah pilihan. Itu membuat Feronica kewalahan untuk menyiapkan pesta sesuai keinginan Charlotte.
"Baiklah aku akan berangkat sendiri, tapi aku akan mengambil Aby nanti malam!" ucap Chris memberi peringatan kepada ibunya. Dan Feronica hanya bisa meng-iyakannya.
Setelah itu Chris berangkat bekerja, dan Feronica serta Aby berangkat menuju rumah Charlotte.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments