Suara alarm berbunyi nyaring, namun sang empu enggan untuk bangun. Ia justru menutup seluruh badannya dengan selimut. Kepalanya terasa sangat pening, membuatnya malas sekali untuk bangun dari tidur.
"Bangun wanita penggoda!" Teriak Carla membuka paksa selimut yang membungkus tubuh Aby dan menarik tangannya agar bangun dari tidur.
"Aku sangat membencimu, Carla!" Aby duduk dengan terpaksa meski setengah sadar.
"Me too." Carla menyodorkan obat penghilang pengar dan segelas air.
"Apakah anda sudah sadar Nona Abygail Chloe?" Ujar Carla berdiri di hadapan Aby sembari menyilangkan tangan.
Aby mendongakkan kepalanya menatap Carla dengan ekspresi bingung. "Kenapa?" Tanyanya polos.
"Apakah kau lupa?" Carla berusaha mengingatkan Aby kembali pada kejadian semalam.
Kringgg... Kringgg... Kringgg...
Aby menyambar jam bekernya yang kembali berbunyi dan mematikannya. Diliriknya jam tersebut.
"What the f*ck! Aku terlambat!"
Tanpa berpikir panjang dan melupakan kehadiran Carla, Aby mengganti pakaiannya tanpa melakukan ritual mandi, kemudian berlari secepat kilat menuruni anak tangga di apartemennya. Apartemen yang mereka tinggali berada di lantai tiga dan sialnya sudah dua hari ini lift di apartemen itu sedang dalam perbaikan.
Aby melirik jam yang melingkar di tangannya. Seiring bergeraknya jarum jam tangannya, semakin bertambah pula kecepatan berlarinya. Beruntung, jarak dari apartemen ke kampus hanya sepuluh menit jika berjalan kaki.
Tiba di depan kelas, ia berhenti sejenak untuk mengatur napas dan merapikan dandanannya. Ketika membuka pintu, ternyata dosen pengampu belum datang. Bodohnya, Aby tidak melihat chat group yang memberi info bahwa Mrs Jenna akan terlambat untuk masuk kelas.
Aby mengembuskan napasnya kasar seraya mendaratkan bokongnya pada kursi.
"Are you okay, sweet heart?" Tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba saja duduk di sampingnya.
Aby memutar bola matanya malas. Mood-nya benar-benar buruk hari ini. Ia kembali teringat ibunya yang kabur bersama pacarnya dengan membawa uang tabungan yang Aby kumpulkan berbulan-bulan.
"Jangan ganggu aku, Alex!" Aby mengeluarkan earphone dan memasangkan pada telinganya.
"Ayolah sweetie, maafkan aku dan lupakan masa lalu. Aku masih mencintaimu." Alex menggenggam tangan Aby, berharap bisa meluluhkan hatinya.
Aby menatap Alex penuh kebencian, lalu ia tepis tangan Alex. "Are you kidding me? Hello, Alex! Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat kau bercumbu dengan Ibuku! Bahkan dikamarku, Alex! Dan kau berharap aku akan memaafkanmu? Jangan harap! Menjauhlah dariku! Aku bahkan jijik karena menghirup udara yang sama denganmu di ruangan ini."
"Waktu itu aku tidak sadar, Aby!" Jelas Alex berusaha meyakinkan Aby.
Aby menyunggingkan senyum smirk, "tidak sadar? Apakah kedua dan ketiga kalinya kau juga tidak sadar? Stay away from me!"
"Well, okay aku akan menjauh. Tapi ingatlah, tak ada yang mencintai dan menyayangimu selain aku. Akan ku pastikan kau bertekuk lutut di hadapanku dan memohon agar bisa kembali kepadamu." Alex pun beranjak pergi, keluar dari kelas.
Tring...
📩
Carla
Jam berapa kelasmu berakhir?
^^^Aby^^^
^^^Jam 8. Why babe?^^^
Carla
Datanglah kesini
📍Location
^^^Aby^^^
^^^Okey!^^^
Setelah mata kuliah berakhir, Aby bergegas menuju alamat yang diberikan oleh Carla. Ia sebenarnya penasaran kenapa Carla menyuruhnya ke lokasi yang belum pernah Aby datangi, tapi Aby tidak ingin bawel di pesan jadi ia akan bertanya langsung saja kepada Carla ketika mereka bertemu.
Taxi yang ia tumpangi berhenti di depan gedung pencakar langit. Gedung dengan delapan puluh lantai. Aby lagi-lagi bertanya kepada sopir Taxi, apakah benar alamat ini yang dituju? Dan jawabannya masih sama, yaitu benar.
Aby mencoba untuk menghubungi Carla.
"Halo, Carla kenapa kau mengirim lokasi ke Lincoln Corporation? Apakah kau salah lokasi?"
"Tidak. Benar di situ titiknya. Okay aku jelaskan, semalam kau mabuk dan jatuh di pangkuan Christoper Lincoln. Kau menamparnya. Dia menyuruhku untuk memintamu datang ke kantornya dan aku menyetujuinya. Sekarang kau masuk saja."
"What the hell, Carla! Kenapa kau menyetujuinya? Anggap saja itu kesalahan karena aku mabuk. Aku akan pulang sekarang!"
"Dan besok polisi akan datang ke apartemen kita untuk menyeretmu dan memasukkanmu kedalam penjara? Sudahlah, By. Kau masuk saja, lalu minta maaf. Salahmu sendiri mabuk dan membuat masalah dengan Chris. Dia orang yang sangat ternama dan berpengaruh di kota ini, jadi kau harus hati-hati dengannya. Dan kau harus tau dia pemilik bar tempatku bekerja. Jangan sampai karena kau, aku di pecat dari pekerjaanku. Jika perlu gunakan kesempatan ini untuk merayunya. Hidupmu akan mudah jika menjadi nyonya Lincoln. Yasudah aku sedang sibuk, ku tutup teleponnya. Bye!"
"Sialan kau Carla! Bodoh sekali kau Abygail! Bisa-bisanya membuat masalah dengan orang seperti Christoper Lincoln!" Aby merutuki kebodohannya. Ia bertekad dalam hati tidak akan mabuk-mabukkan lagi.
"Memangnya orang seperti apa aku ini Abygail Chloe?"
Aby membelalakkan matanya. Suara bariton itu kembali masuk ke gendang telinganya. Membuat bulu kuduknya meremang.
Aby menormalkan kembali mimik wajahnya sebelum berbalik badan menghadap lawan bicaranya. "Orang yang kurang kerjaan karena menyuruh wanita sepertiku datang ke kantormu."
Chris menyunggingkan senyum simpul, "kurang kerjaan? Berkas dua hari yang lalu bahkan belum ku sentuh Abygail, karena banyaknya pekerjaan yang tidak bisa ku tunda. Dan apa tadi kau bilang? Wanita sepertimu? Memangnya kau wanita seperti apa, em? Apakah kau berbeda dengan wanita pada umumnya?"
"Wah, sayang sekali. Baiklah karena kau sangat sibuk, aku akan pergi dari sini." Baru satu langkah berjalan menjauhi Chris, tiba-tiba tangannya dicekal.
"Kau belum menjawab pertanyaanku Aby. Wanita seperti apa kau ini?"
"Aku wanita biasa yang tidak dikenal dan super sibuk. Kau puas Tuan Lincoln?" Ujar Aby penuh penekanan sembari menatap Chris seolah menantang.
"Aku akan puas jika kau mau masuk ke dalam dan berbicara dengan santai bersamaku."
Aby berdecih, "maaf aku tidak suka mengganggu kesibukan orang lain."
Chris menyunggingkan senyum, 'menarik.' batinnya. "Kau lupa tujuanmu kemari Abygail?"
"Oh, aku minta maaf untuk kejadian semalam. Aku mabuk dan tak sadar. Entah apapun itu yang ku ucapkan dan ku lakukan, lupakan saja karena itu hanya bualan." Entah kemana pikiran Aby, yang jelas ia merasa kesal dengan laki-laki di hadapannya.
Chris menatap Aby lekat. Sudah sangat lama ia tak pernah menemukan wanita seperti ini. Wanita yang ia jumpai selalu bertekuk lutut di hadapannya dan berusaha untuk menggapainya. Jangankan berucap kasar seperti Aby tadi, untuk berbicara dengan nada normal saja tidak ada. Para wanita yang ia temui akan berbicara dengan nada menggoda, seolah Chris adalah laki-laki yang mudah hanyut dengan rayuan wanita.
"Permintaan maaf yang sangat sopan, Aby." Ucap Chris mengejek.
Aby tersenyum sok manis, "terima kasih. Baiklah, sudah cukup. Aku akan pulang." Lalu wajahnya kembali datar.
Chris kembali mencekal pergelangan tangan Aby, "apakah kau memiliki kekasih?"
Untuk beberapa detik, Aby merasa seperti tersengat listrik. Namun ia segera sadar dan menepis tangan Chris, "maaf aku tidak berminat untuk menjadi salah satu wanita simpanan anda tuan Christoper."
Mengingat banyak rumor mengatakan pendiri Lincoln Corporation itu sering bergonta-ganti pasangan. Jadi Aby termakan oleh rumor itu meskipun belum tahu benar tidaknya. Jangan salahkan Aby, karena dia adalah wanita yang memang sulit untuk tidak percaya sebuah gosip.
Setelahnya Aby bergegas menaiki Taxi yang sudah ia pesan tadi. Dari balik kaca mobil ia melihat mata elang Chris yang tengah menatapnya dalam. Membuatnya panas dingin dan hanyut. Untung saja ia sudah berada di dalam mobil dan bergerak menjauh. Ia tak boleh goyah! Semua lelaki hanya bisa menyakiti dan merenggut apa yang kau miliki. Itu adalah prinsip yang hingga kini ia pegang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments