Hawaii, Amerika Serikat
7:00 a.m
Di sebuah gazebo rumah mewah terdapat sepasang kekasih yang tengah bercinta hebat. Dua tubuh bergelut dengan keringat yang sudah bercampur menjadi satu. Tak menghiraukan angin yang mungkin akan membuat mereka sakit.
"Oh, Ben!"
Setelah mendapat puncaknya, mereka pun mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa untuk sekali lagi menggapai kenikmatan sebelum benar-benar mandi.
Drttt... Drttt... Drttt...
"Halo, Madame."
"Apakah kau akan tetap melakukan transaksi ini?"
"Yes! Tapi suruh anak buahmu untuk membawanya kepadamu."
"Tidak masalah asalkan transaksi ini berjalan lancar."
"Kapan kau akan mengirimkan uangnya, Madame?"
"Jika dia sudah di tanganku. Aku ingin lihat dulu seberapa bagus dia agar aku bisa tahu ingin menghargai berapa."
"Kau tak akan kecewa Madame."
"Aku tahu, kau tak akan pernah mengecewakanku. Ku harap dia lebih tinggi dari ekspetasiku. Baiklah, lanjutkan liburanmu. Selamat bersenang-senang."
"Tentu."
Wanita berambut pirang itu melepaskan lilitan handuk di kepalanya. Tak lupa mengganti jubah mandinya dengan baju santai.
"Siapa itu Kate?" Tanya aki-laki muda berperawakan tinggi yang tengah berbaring santai di kasur.
Kate menghampiri laki-laki itu dan mengecup bibirnya singkat, "Nyonya Charlotte. Ben, apakah kau akan terus berbaring di sini dan menyia-nyiakan usahaku membawamu ke Hawaii?"
"Oh baiklah-baiklah mari kita ke pantai. Aku sedikit kelelahan menangani keliaranmu, Baby." Ben mengerlingkan matanya seraya turun dari kasur dan bersiap untuk pergi ke pantai.
Sudah seminggu Kate dan Ben melarikan diri ke Hawaii. Rumah yang mereka tempati adalah rumah milik Charlotte Gudytha, seorang mucikari kelas tinggi yang hanya melayani pelanggan kalangan atas. Dalam memilih pekerja ia juga sangat selektif dan memiliki standar yang tinggi.
Kate dulu adalah pekerjanya, namun sekarang ia menjadi bawahannya. Kate akan mencari wanita-wanita yang cantik, berpendidikan dan mempunyai banyak kebolehan. Lalu akan menawarkannya kepada Charlotte untuk merekrut wanita-wanita itu menjadi pekerjanya. Dengan itu Kate dibayar tinggi oleh Charlotte karena wanita yang di bawanya selalu melebihi standar yang Charlotte inginkan.
Sedangkan Ben. Ia adalah selingkuhan Kate. Mahasiswa satu tingkat di bawah putrinya. Mereka adalah pasangan one night stand. Ben menyukai Kate karena selama ini tak ada wanita yang bisa mengimbangi gairah seksualnya dan Kate mampu mengimbanginya. Bahkan melebihinya. Sedangkan Kate merasa kekosongannya selama ini sedikit terisi ketika bersama Ben. Perasaan yang telah lama mati, hanya bisa di hidupkan oleh Ben. Meski sedikit demi sedikit.
Kate sudah menikah berkali-kali namun selalu gagal, karena dia selalu merasa tidak cukup pada pasangannya. Alhasil ia akan bermain belakang, lalu meninggalkan pasangan lamanya. Bukan tanpa sebab ia begini. Ada masa lalu yang belum bisa ia lupakan bahkan hingga sekarang. Masa lalu yang membuat dirinya berubah jauh dari dirinya yang dulu.
"Ingin ku oleskan sunblock di punggungmu, Kate?" Ben sudah siap dengan baju dan selancarnya, bersiap untuk surfing. Namun sebelumnya ia harus memastikan kekasihnya sudah nyaman untuk segalanya.
"Nope, Babe. Aku akan menjemur bagian depanku dulu agar eksotis."
"And sexy, right?" Ben mencium bibir Kate lalu berlari menuju laut untuk berselancar.
Baru ingin memejamkan mata, Kate melihat seseorang yang ia kenal. Untuk memperjelas, Kate menurunkan kaca mata hitamnya dan menyipitkan matanya. Dan ternyata benar.
"****! Kenapa Jose di sini? Harusnya dia di Atlanta bersama Aby! Dan siapa wanita centil itu?" Bergumam seorang diri sembari memperhatikan gerak-gerik laki-laki itu.
Jose Phorn, pasangan kelima Kate yang sekarang masih menyandang gelar suami. Sama seperti Kate, Jose juga sering bergonta-ganti pasangan. Ia adalah laki-laki yang suka main wanita dan berjudi. Seringkali Kate memergoki Jose sedang bersama selingkuhannya. Tapi itu bukan urusan Kate. Selagi Jose tidak mengganggunya dan menyulitkannya, dia boleh melakukan apapun. Dan begitupun sebaliknya.
Sebenarnya pernikahan mereka tak berarti apa-apa. Kate hanya bosan mendengarkan ocehan kakaknya yang selalu menyuruhnya untuk menikah. Dan saat itu ia bertemu Jose, lalu membuat kesepakatan. Karena memiliki tabiat yang sama, akhirnya Jose menyetujuinya. Hubungan mereka hanya sekadar partner di atas ranjang, itupun sangat jarang.
"Babe."
Ternyata Ben sudah selesai berselancar sedari tadi. Ia memerhatikan Kate yang tengah serius mengamati seseorang.
"Eh, Babe. Kau sudah selesai?" Tangan Kate merapikan rambut Ben yang berantakan karena terkena hempasan ombak di laut.
"Already long time ago. Apa yang kau lihat Kate?" Ben nampak curiga dan sedikit cemburu, meskipun ia belum sampai di titik mencintai Kate.
Wajah Kate menampilkan senyum lalu tangannya mengusap wajah Ben, "ada suamiku di sini. Dia bersama wanita lain yang sepertinya lebih muda dariku."
"Kau cemburu?" Ben memberikan tatapan penuh selidik.
"Tentu saja tidak! Aku dan dia sudah sepakat tidak akan mengurusi urusan pribadi masing-masing. Aku bahkan tak punya perasaan apapun kepadanya," sanggah Kate tak terima. Benar adanya, Kate sungguh tidak memiliki perasaan apapun kepada Jose ataupun mantan-mantan suaminya.
Ben meletakkan papan selancarnya lalu ikut menidurkan badannya di atas pasir. Terkadang ia berpikir bertapa gilanya perbuatan yang ia lakukan. Meninggalkan kekasih dan pendidikannya untuk pergi bersama Kate. Tapi bagaimana? Ia menyukai ini.
Kate menyodorkan sunblock kepada Ben, "oleskan ke punggungku, Ben!" titah Kate seraya mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap.
"As you wish, Baby." Jawab Ben. Dengan senang hati ia mengoleskan krim pelindung matahari itu.
Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di hadapan Ben dan Kate. "Ternyata kau di sini, Kate? Kau tahu betapa gilanya putrimu ketika kau pergi? Terlebih kau membawa semua uangnya."
"Apa pedulimu, Jose? Kau juga mendapatkan setengah dari uangnya. Tenang saja, sebentar lagi dia akan hidup nyaman tanpa harus bekerja keras." Kate kembali membalikkan badannya, lalu melirik Jose dan wanita simpanannya.
"Seleramu sangat rendah Jose," ejek Kate melihat wanita yang bergelayut manja pada lengan Jose. Wanita itu tidak begitu pendek juga tidak begitu tinggi. Rambutnya berwarna hitam kontras dengan kulitnya yang putih pucat. Bentuk tubuhnya berbeda dengan Kate yang memiliki bentuk tubuh ideal. Wanita itu sedikit berisi.
Jose tertawa meremehkan, "sejak kapan kau tertarik dengan anak di bawah umur Kate?" Jose melirik Ben yang sudah menatapnya penuh kemarahan.
Bersamaan Kate dan Ben berdiri, "dia jauh lebih baik darimu. Baiklah sudah cukup Jose, kita sudah sepakat tidak akan mencampuri urusan masing-masing. Jadi, bersenang-senanglah dengan j*langmu. Akupun akan bersenang-senang dengan kekasihku."
"Baiklah, selamat bersenang-senang. Senang bertemu denganmu anak kecil." Jose mengedipkan sebelah matanya ke arah Ben.
Dengan santai Jose mencium bibir Kate, "sampai jumpa Dear!" Lalu berlalu pergi.
"Bye! Dan ingat, Ben sudah dewasa bukan anak kecil. Bahkan dia mengalahkanmu ketika di atas ranjang!" seru Kate sebelum Jose benar-benar pergi.
Mimik marah tergambar jelas di wajah Ben. Ia menatap Kate dengan murka, "apa-apaan tadi?"
"What?" Tanya Kate bingung. Sepertinya ia selalu membela Ben di depan Jose, kenapa sekarang Ben marah kepadanya?
"Kamu membiarkannya menciummu, Kate? Oh, apakah kau juga mengharapkan itu?" ucap Ben terbakar cemburu.
Kate memutar bola matanya malas, "oh c'mon Babe! Ada apa denganmu? Kita sudah sepakat untuk tidak memakai perasaan, right? Kenapa kau marah hanya karena Jose menciumku? Kau tak berhak marah meski aku bercinta dengan pria manapun!"
"Persetan dengan kesepakatan Kate! Kau milikku! Aku tak mau berbagi dirimu dengan siapapun." Ujar Ben melupakan kenyataan Kate adalah wanita yang berhubungan tanpa cinta. Dan lucunya, ia mulai menjatuhkan hatinya kepada Kate.
"You--? Really? Oh ****!" Kate langsung pergi meninggalkan Ben begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Legato Bluesummers
Jangan pernah berhenti menulis, author. Kamu punya talenta luar biasa.
2023-08-16
1