Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu Charlotte tiba. Hari ulang tahunnya. Sungguh sangat meriah. Padahal acara inti masih dua jam lagi, tapi para tamu undangan sudah memenuhi gedung. Inilah yang di inginkan oleh Charlotte. Pesta yang meriah, membuat dia bahagia.
"Kau sangat cantik, Charlotte!" Ujar tamu yang akan memberikan selamat kepada Charlotte.
"Tentu saja, Kely!" Jawab Charlotte yang tidak mau merendah.
Mereka mengobrol sebentar, lalu tamu itu undur diri untuk menikmati pesta dan Charlotte kembali menyapa tamu lain yang masih saja berdatangan.
Tak jauh dari Charlotte berdiri, terlihat dua pasangan yang tengah berjalan menuju ke arah Charlotte, "selamat ulang tahun Charlotte! Kau selalu saja membuatku terpukau," ujar Chris mencium punggung tangan Charlotte.
"Tentu saja! Jika saja aku bukan sahabat ibumu, sudah lama kau akan meniduriku bukan?" Tanya Charlotte bercanda.
Chris tertawa, "kau selalu tahu diriku Charlotte."
Lalu Charlotte melirik wanita yang digandeng oleh Chris, yang tak lain adalah Abygail, "apakah kalian sudah resmi menjadi kekasih?"
"Tentu saja!" Jawab Aby seraya tersenyum manis ke arah Chris. Dan tanpa malu Chris langsung mencium bibir Aby di depan Charlotte untuk pembuktian bahwa meraka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Charlotte yang melihat adegan itu mau muntah jadinya. "Hus hus hus, sana pergi! Jika mau bermesraan jangan di depanku! Aku geli melihat kalian berdua berciuman!" Usir Charlotte.
Tapk bukannya mengindahkan usiran Charlotte, Chris dan Aby semakin larut dalam ciuman mereka. Akhirnya Charlotte yang mengalah untuk pergi dari hadapan mereka dan menghampiri tamu lain yang baru datang.
Akhirnya dua jam telah berlalu, kini waktunya untuk Charlotte memberi sambutan, lalu bertiup lilip dan di akhiri dengan memotong kue.
"Terimakasih untuk para hadirin yang sudah mau hadir di acara ulang tahun saya yang ke lima puluh. Sebenarnya pesta semeriah ini terlalu berlebihan untuk orang tua semacam saya. Tapi mengingat umur tak bisa di ulang, maka saya memutuskan untuk melakukan apapun yang saya inginkan. Saya harap kalian semua menikmati pesta ini!" Ucap Charlotte di atas podium.
Sebelum meniup lilin, tak lupa Charlotte berdoa, memanjatkan setiap harapan yang ia inginkan dalam hidupnya agar terkabul.
Selesai tiup lilin dan memotong kue, giliran untuk pesta dansa, "selamat menikmati." Ucap Charlotte seraya mengangkat gelasnya menyatakan untuk bersulang dan memulai pesta.
"Ayo kita berdansa, sayang," ajak Chris kepada Aby.
"Aku ingin ke toilet dulu sebentar," ucap Aby menolak Chris. Sebenarnya ia sudah kebelet sedari tadi, tapi ia tidak ingin melewatkan pidato dan proses tiup lilin serta potong roti Charlotte, jadilah ia menunggu hingga selesai. Dan sekarang ia tidak bisa menahannya lagi, sudah berada di pucuk.
Setelah meminta izin ke Chris untuk pergi ke toilet, Aby langsung lari terbirit menuju toilet. Sebenarnya Chris menawarkan untuk mengantar Aby, tapi Aby tidak mau. Untuk apa di antar hanya ke toilet? Apalagi mereka berbeda gender. Tidak mungkin Chris bisa masuk ke dalam toilet wanita, kecuali jikalau Chris mau berdandan layaknya wanita. Tapi sepertinya terlalu berlebihan. Aby bukanlah anak kecil yang harus di temani kemana saja. Ia bisa untuk ke toilet sendiri.
Ketika tengah menunggu Aby selesai dari toilet, tiba-tiba saja ada tangan wanita yang merangkul lengannya. Chris kira itu adalah Aby, setelah melihat matanya, ternyata bukan.
Saat melihat mata wanita yang merangkulnya, seketika Chris membeku. Ia tak bisa untuk berkata-kata. Bahkan untuk menolak rangkulan tangan wanita itu saja tidak bisa. Ia hanya bisa terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Kepalanya terasa pening memikirkan banyak hal dan banyak pertanyaan. Entah kenapa, kemunculan wanita di hadapannya ini membuat Chris seketika lupa dengan Aby. Wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang kini adalah kekasihnya. Wanita yang ia janjikan tak akan pernah menyakitinya.
"Hai, Chris!" Sapa wanita itu dengan senyumannya yang manis, dan sangat Chris rindukan.
"Adeline?" Akhirnya Chris bisa mengeluarkan suaranya. Ia masih tak bisa memalingkan pandangannya dari mata Adeline.
"Ternyata kau masih mengenaliku, ya?" Ujar Adeline dengan suara lembut. Suara yang bertahun-tahun Chris rindukan. Suara yang bertahun-tahun selalu menghantui Chris.
"Aku sangat merindukanmu, Chris!" Adeline memeluk tubuh Chris erat. Menyalurkan semua rindu yang ia punya ketika tak bersama dengan Chris. Chris yang mendapatkan pelukan hanya bisa diam, tanpa ada penolakan sedikit pun. Hatinya merasa tentram di peluk oleh wanita masa lalunya.
Setelah puas memeluk Chris, Adeline menangkup wajah Chris. Meski tinggi Chris sangat jauh dari dirinya, Adeline masih bisa menggapai wajah itu. Wajah yang dulu amat sangat mencintainya. Wajah yang dulu selalu berada di sampingnya ketika bangun tidur. Wajah yang selalu menampilkan senyumannya ketika bersama Adeline.
Tanpa menunggu lama, Adeline langsung mencium Chris. Ciuman yang lembut namun lama. Tak menghiraukan orang-orang sekitar yabg tengah sibuk berdansa. Chris tidak membalas ciuman itu, tapi juga tidak menolak. Ia hanya menikmati dan menunggu apa yang ingin wanita itu lakukan kepada dirinya.
Adeline yang tak puas karena Chris hanya diam saja, akhirnya menambah aksinya. Yang semula hanya ciuman lembut, kini berubah menjadi ciuman yang menuntut. Ia mulai ******* bibir Chris, menyesapnya, lalu menggigitnya. Meminta agar Chris membuka mulutnya. Setelah Chris membuka mulut, lidah Adeline langsung menari di dalam rongga mulut Chris. Mengabsen setiap gigi Chris. Chris yang memang merindukan wanita itu, tanpa sadar membalas ciuman Adeline. Akhirnya keduanya berciuman dengan ganas. Lidah keduanya saling membelit, saling bertukar saliva.
Tanpa Chris tahu, Aby menyaksikan kejadian itu dari dekat. Matanya mulai berkaca-kaca. Hatinya yang masih basah seperti di gores kembali dengan luka baru. Dengan jalan cepat ia menghampiri dua pasangan itu yang tengah berciuman hebat.
Dengan kuat Aby menarik Chris agar terlepas ciuman keduanya. Lalu Aby menampar Chris dengan keras. "Bedebah!"
Tak lupa ia juga menampar wanita yang berani berciuman dengan Chris, "dasar wanita murahan!"
Tak bisa lagi Aby menahan air matanya. Ia menangis sejadi-jadinya. "Seharusnya aku tak termakan omongan manismu bajingan! Ternyata benar, kau sama saja dengan laki-laki lain! Sama-sama berengsek!"
Chris akhirnya tersadar dengan apa yang ia lakukan. Dengan cepat ia menghentakkan tangan Adeline yang masih merangkul lengannya, "lepaskan anj*ng!" Ucap Chris kepada Adeline.
Lalu Chris mendekati Aby, "maafkan aku, sayang. Aku memang berengsek! Tapi aku bersumpah, hanya kau yang aku cintai!"
Aby tertawa sumbang, air matanya terus mengalir deras. Padahal sudah berkali-kali ia mengusap air mata itu, "bullshit! Aku memang bodoh! Sangat bodoh!"
Semua pasang mata kini tertuju pada tiga orang yang tengah berkelahi itu. Charlotte yang malam ini menjadi bintang seolah kalah bersinar dari ketiga orang itu. Charlotte dan Feronica yang awalnya tengah asyik berbincang, akhirnya menyadari ada kegaduhan yang terjadi. Akhirnya mereka menghampiri pusat perhatian dari para tamu undangan. Keduanya sama-sama terkejut ketika melihat apa yang tengah terjadi.
Feronica menghampiri Aby yang masih menangis, "sayang." Ia memeluk Aby dengan lembut.
Sedangkan Charlotte menghampiri Chris dan Adeline, ia berdiri di tengah, lalu menampar dengan keras keduanya, "sial*n kalian! Gara-gara kalian pestaku hancur!"
"Ayo pulang dengan Tante," ajak Feronica. Namun Aby melepaskan pelukan Feronica dengan perlahan.
"Maaf Tante, sepertinya aku ingin sendiri dulu." Ujar Aby. Kemudian ia beranjak pergi dari pesta.
"Aby!" Teriak Chris. Ia berusaha untuk mengejarnya, namun di tahan oleh Charlotte.
"Biarkan dia sendiri. Ini hukuman untukmu karena tidak bisa menjaga hati wanita yang tulus mencintaimu! Kau menjijikkan! Melupakan wanita sebaik Aby hanya karena wanita ular seperti dia!" Ujar Charlotte menatap jijik dan tak suka kepada Adeline.
Adeline yang mendapatkan dua tamparan, dari Aby dan Charlotte hanya bisa memegang kedua pipinya. Ia merasa malu dan marah.
"Wanita sial*an kau!" Ucap Chris. Lalu berjalan meninggalakan pesta itu, kemudian masuk ke dalam mobilnya. Ia harus bisa memjnta maaf kepada Aby.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Tsalis Fuadah
tinggalin aja laki modelan kayak gitu,,,,, kok kb
2023-08-31
1