Bab 6 ~ Summer vacation

Aby mengemasi barang-barangnya ke dalam sebuah koper. Baju, sepatu, kosmetik dan barang-barang lain yang ia butuhkan untuk beberapa hari di Florida. Ya, sekarang adalah waktunya liburan musim panas. Kuliah sudah libur sejak kemarin, dan kini waktunya untuk mengunjungi nenek dan kakek tercinta di kota kelahiran.

"Apakah kau akan pindah ke Florida?" tanya Carla yang menyaksikan Aby tengah mondar mandir mengepak barang bawaan.

Aby memutar bola matanya, "Aku hanya beberapa hari disana Carla."

"Lihatlah bawaanmu Aby, kau seperti akan berpindah rumah ke Florida." Ejek Carla yang di indahkan Aby dengan timpukan sandal tidur.

"Daripada kau banyak bicara lebih baik bantu aku untuk mengemasi semua bawaanku. Penerbanganku besok pagi sekali Carla,"pinta Aby tanpa berhenti bergerak meski barang sebentar.

Baiklah, Carla akan mengalah. Lebih baik ia membantu sahabatnya itu, daripada kemurkaan Aby keluar. Itu jauh lebih bahaya dari kemarahan atasannya di tempat kerja atau dosennya. Dan Carla juga sednag tidak ingin beradu mulut dengan Aby. Jadilah ia lebih baik membantu saja.

Carla mulai memasukan baju-baju Aby ke dalam koper, "berapa hari kau di Florida?" tanya Carla.

Mendengar itu, Aby nampak berpikir, "mungkin satu minggu, atau dua minggu," jawab Aby memutuskan.

Tampak dari raut wajah Carla ingin menahannya, ia mempunyai firasat buruk jika Aby berlama-lama di Florida. Terlebih di rumah nenek Aby, hanya tinggal nenek dan kakeknya yang sudah tua. Tapi Carla juga tidak mau merusak kebersamaan Aby dengan keluarganya. Apalagi dengan nenek dan kakeknya yang benar-benar menyayangi Aby dengan tulus dari kecil hingga sekarang.

"Kau mau aku ikut?" tanya Carla khawatir.

Aby menghela napasnya, lalu menghampiri Carla yang tengah duduk di hadapan koper besar milik Aby, "kau selalu seperti ini setiap tahun, dan berakhir aku terkena omelan ibumu karena membawamu ke Florida. Tenang saja Car, aku pasti akan kembali."

Ya, setiap tahun Carla selalu takut jika sahabatnya ini akan menetap di Florida. Bukan karena Carla introvert dan hanya Aby satu-satunya temannya. Tapi, karena hanya Aby yang benar-benar tulus menerimanya meski tahu betapa banyaknya kekurangan yang Carla punya. Ia tidak ingin berpisah dengan sahabatnya itu. Dan dengan Aby Carla bisa menjadi dirinya sendiri.

Meski terpaksa, Carla menunjukkan senyumnya, "baiklah, tapi kau harus berjanji membawakanku masakan Nenekmu yang lezat itu."

"Siap Bu Bos!" Mereka kembali mengemasi barang-barang yang akan Aby bawa.

***

Florida, Amerika Serikat

07:00 p.m

"Bangun, sayang." Seseorang mengguncang bahu Aby lembut. Perlahan Aby membuka matanya. Seketika senyum manis terbit dari wajahnya.

"Gramma!" Seru Aby memeluk tubuh neneknya-- Shopie yang mulai mengecil.

Tadi pagi Aby hampir saja tertinggal pesawat karena bangun terlambat. Alarm berbunyi berkali-kali tapi telinganya seperti tertutup batu. Beruntung ia bermimpi aneh dan berakhir terjatuh dari tempat tidur, jadilah dia bangun. Bodohnya dia, semalam berbincang dengan Carla hingga tak ingat waktu. Ditambah sesi tangis menangis karena perpisahan untuk berlibur. Untung saja Aby mempunyai kekuatan untuk bergerak ekstra cepat meski pada akhirnya ia akan kehabisan tenaga dan berujung kelelahan.

Dengan lembut Shopie mengelus rambut cucunya yang kini sudah tumbuh dewasa. Meski tidak berada di samping Aby setiap hari untuk melihat pertumbuhannya, tapi ia tetap bersyukur dan bahagia karena bisa melihat Aby setahun sekali. Kini banyak yang berubah dari Aby. Rambutnya yang dulu pendek kini telah panjang. Wajahnya sekarang jauh lebih cantik dari yang terakhir kali ia lihat. Namun meski begitu, baginya Aby tetaplah gadis kecil yang harus di manja olehnya.

"You wanna dinner?" Tanya Shopie menawarkan.

"Sure!" Jawab Aby antusias. Ia selalu merindukan masakan neneknya ketika di Atlanta. Apalagi mengingat dirinya kuliah tidak di biayai oleh orang tuanya. Dia banting tulang seorang diri. Jangankan untuk memakan makanan enak, untuk hidup sehari-hari saja ia harus mengorbankan jam istirahatnya untuk bekerja.

Aby dan Shopie turun ke lantai bawah untuk makan bersama-sama.

"Abygail!!!" Teriak seorang wanita yang lari ke arahnya dan langsung memeluknya erat.

Aby yang mendapat serangan mendadak langsung terkejut dan hampir terjungkal ke belakang andai saja wanita di hadapannya tak memeluknya erat. "Emily!" teriak Aby tak kalah antusias.

Emily adalah anak dari Floe, tetangga rumah neneknya. Mereka sangat akrab karena sejak di kandungan Floe dan ibunya sudah berteman baik. Mereka sudah seperti kembaran, sedari kecil selalu memiliki barang-barang yang sama. Sampai akhirnya Kate memutuskan untuk pindah ke Atlanta. Meski masih berkomunikasi tapi hubungan Kate dan Floe sudah tidak seperti dulu.

"Dokter mana yang kau pakai, hem?" Ledek Emily yang melihat Aby bertambah cantik dan-- seksi.

"Hey, aku bukan kau!" Bantah Aby yang tak menerima jika dirinya di anggap operasi untuk mempercantik dan memperindah tubuhnya. Ini ia dapat dengan usaha yang tidak mudah dan tidak singkat.

Tak ingin memperpanjang pembahasan mereka, akhirnya Aby dan Emily mengikuti jejak Sophie yang sudah mendahului ke meja makan.

"Kau kesini dengan siapa?" Tanya Aby kepada Emily.

"Mereka berdua," jawab Emily menunjuk kedua pria yang tengah duduk manis di kursi makan.

Aby terkejut. Di sebelah kursi yang biasa ia duduki untuk makan ada Brandon. Brandon adalah anak dari kakaknya Floe, Tomy. Rumah mereka bersebalahan jadi tak heran Brandon juga termasuk teman masa kecil Aby. Meski berbeda dua tahun, tapi itu tak menjadikan mereka canggung atau minder. Justru mereka menjadi sangat akrab.

Dan di seberang kursi yang biasa Aby duduki ada Daren, kakak dari Emily. Daren juga tiga tahun lebih tua dari Aby. Dulu, sebelum Aby pindah ke Atlanta, sempat Aby memiliki perasaan kepada Daren. Karena Daren selalu membuat ia senang dan nyaman. Tapi setelah ia mengenal banyak laki-laki dan tersakiti, hatinya mati. Tidak lagi untuk mencintai. Sudah cukup tangisnya berakhir di Alex. Ia tak ingin lagi menjatuhkan air matanya untuk laki-laki yang jelas-jelas hanya bisa menyakiti.

"Brandon, Daren!" Dengan antusias Aby memeluk kedua laki-laki itu bergantian. Sudah sangat lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Terlebih sekarang sangat berbeda. Kate yang entah dimana. Floe yang kini tengah sibuk dengan pekerjaannya di luar negeri. Biasanya Floe dan Kate akan menyiapkan pesta atau piknik untuk anak-anak. Tapi itu dulu. Sudah sangat lama sekali. Sekarang semua berbeda.

"Grappa!" Aby berlari memeluk kakeknya yang baru turun dari kamarnya.

"Itik buruk rupa sudah menjadi angsa yang cantik rupanya," ujar Brandon yang di hadiahi pukulan oleh Aby.

Ya, begitulah Brandon. Ia sangat suka menjahili Aby. Dari kecil hingga sekarang selalu ada saja ledekan yang ia berikan. Tapi itu yang membuat pertemanan mereka tidak membosankan. Berbanding terbalik dengan Daren yang irit bicara. Ia termasuk laki-laki yang dingin dan cuek. Tapi tidak ketika dengan Aby. Ia akan bercerita panjang dan selalu membuat Aby tersenyum. Dan lagi-lagi itu dulu. Sekarang mungkin Daren akan dingin kepadanya juga.

Mereka pun makan dengan di iringi celotehan Aby, Emily dan Brandon. Tak lupa sesekali mereka tertawa bersama karena candaan Brandon.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Next.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!