Atlanta, Amerika Serikat
8:00 a.m
Sudah satu minggu Aby di kejar oleh dosennya untuk ikut pertukaran pelajar ke luar negeri. Namun, Aby enggan untuk menerimanya. Ia tidak mau bepergian jauh yang dimana ia tak kenal siapapun di sana. Dia hanya ingin lulus dengan nilai tinggi dan bekerja di perusahaan besar untuk menghasilkan uang banyak. Sederhana, meski sulit untuk sebagian orang.
"Aby, pertukaraan ini akan menambah wawasanmu," bujuk Mrs Jenna tanpa bosan meski mendapat penolakan.
Lagi-lagi Aby menghela napasnya, "Mrs aku tidak ingin ke luar negeri. Lagi pula hanya di sini juga wawasanku akan bertambah."
"Kau akan dapat banyak teman di sana Aby. Jadi kau tidak hanya dengan Carla setiap saat." Pantang menyerah, itulah Mrs Jenna. Ia harus bisa membujuk murid pintarnya ini. Sayang sekali murid dengan prestasi luar biasa seperti Aby jika tidak mencoba hal baru seperti pertukaran pelajar ini. Pertukaran pelajar memiliki potensi besar untuk murid terus berkembang. Dengan ilmu dan orang-orang di kampus yang bergengsi, akan memajukan pemikiran anak-anak zaman sekarang.
"Carla sudah sangat cukup. Terima kasih sudah menawarkan Mrs Jenna, tapi maaf aku tidak berminat. Aku undur diri Mrs." Aby memohon pamit untuk keluar dari ruangan. Jika ia berlama-lama di sini, ia takut kesopanannya terhadap gurunya akan sirna.
Mrs Jenna hanya bisa menghela napas pasrah, "baiklah, tapi kau bawa dulu ini. Di sana terdapat kampus-kampus terbaik, kau bisa memikirkannya dahulu. Aku selalu menantimu untuk kembali." Diserahkannya daftar kampus yang bisa Aby pilih untuk tempat pertukaran pelajarnya. Jika mau. Mungkin suatu saat Aby akan berubah pikiran dan mempertimbangkan tawaran dari dosennya itu.
Karena tak enak hati Aby akhirnya menerima lembaran itu. Bukan untuk ia pertimbangkan, hanya sebatas sopan santun kepada dosennya. Setelahnya Aby keluar dari ruangan.
Setelah mendapat wejangan dari Mrs Jenna yang bahkan tidak membuat mata hatinya terbuka, Aby bergegas menuju ke tempat kerjanya. Sebenarnya ia mendapat jam kuliah malam, tapi tiba-tiba saja dosennya itu menelepon dan memintanya untuk datang ke kampus pagi hari. Ketika ia datang, ternyata hanya bujuk rayuan untuk pertukaran pelajar yang ia dapatkan.
Menyesal. Itu yang Aby rasakan. Sudah mengorbankan tidur paginya yang nikmat, eh dapat pidato pula dari dosennya. Belum lagi nanti ketika di kerjaan akan menghadapi pelanggan yang banyak mau. Hanya memikirkannya saja membuat ia pusing sendiri.
Tringgg...
Tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Ketika mengeceknya, ternyata pesan dari Carla yang mengatakan bahwa malam ini Carla akan menginap di apartemen pacarnya. Yah Aby tidak peduli malam ini Carla akan tidur dimana karena nanti malam Aby berkuliah.
Saat tengah asyik berjalan kaki menyusuri jalan setapak sembari bertukar pesan dengan Carla, Aby merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Tapi ketika ia menengok ke belakang tak ada siapa-siapa. Mungkin hanya perasaannya saja. Hingga ia sampai di tikungan, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Aby?" Panggil seseorang sambil menepuk pundak Aby.
Aby terlonjak kaget dan hampir saja orang di belakangnya terkena tonjokan maut seorang Aby. Ia mengatur napasnya, berusaha menetralkan detak jantungnya yang berpacu cepat karena terkejut.
"What the f*ck, Chris! Kau hampir saja membunuhku. Untung saja aku tak punya riwayat jangtung lemah!" cerca Aby ketika tahu siapa yang tadi mengagetkannya.
Tanpa rasa bersalah Chris hanya mengedikkan bahunya, "aku tak berniat membunuhmu, aku hanya memanggilmu. Lagi pula kau sangat serius dengan ponselmu. Bagaimana jika ada orang yang berniat buruk kepadamu?"
"Sepertinya tak ada orang yang niatnya lebih buruk daripada kau," ujar Aby. Ia kembali melanjutkan jalannya yang tertunda.
Chris juga berjalan, mengikuti Aby. Sebenarnya ia tadi menaiki mobil, tapi melihat Aby sendirian ia ingin menemaninya. Jika meminta Aby untuk menaiki mobilnya, sudah dapat dipastikan Chris akan mendapat penolakan.
"Berhenti mengikutiku, Chris!" Titah Aby menghentikan langkahnya agar Chris juga berhenti untuk mengikutinya. Entahlah, Aby merasa mereka tidak terlalu dekat untuk bisa berjalan kaki bersama. Terlebih mengingat perlakuan Aby yang tak baik kepada Chris membuat Aby curiga dan sedikit takut.
"Ayo kita mulai berkenalan dari awal Aby. Aku ingin dekat denganmu," ucap Chris sembari menatap netra cokelat milik Aby. Chris sangat penasaran dengan wanita berambut cokelat di depannya ini.
Sepersekian detik Aby hampir tenggelam pada tatapan Chris, namun ia segera mengalihkannya, "dan setelah dekat kau akan meniduriku lalu mencampakkanku seperti wanita-wanitamu?"
"Aku serius Aby. Tak pernah aku melakukan ini kepada wanita manapun," ucap Chris bersungguh-sungguh. Itu benar adanya, karena para wanitalah yang akan mendekatinya dan mengajaknya berkenalan, lalu merekalah yang memohon untuk berhubungan **** dengannya. Chris hanya mengindahkan ajakan mereka dan menyenangkan hati mereka. Meski tak lama, kemudian dia meninggalkannya. Menurut Chris itu sudah sangat dermawan.
Mendengar itu Aby tersenyum mengejek, "oh ayolah Chris, aku sudah tahu laki-laki macam apa kau ini. Kau akan mendekati wanita incaranmu, lalu menggodanya hingga ia bertekuk lutut kepadamu. Tapi kemudian kau akan menghempaskannya hingga jurang terdalam."
"Oh kau salah besar Aby. Aku tak pernah mendekati wanita dan tak pernah menggodanya! Merekalah yang mendekati dan menggodaku," ucap Chris tak terima dengan celaan Aby.
"Oh really? Apakah berita tentang kau mendekati Julia lalu menidurinya dan meninggalkannya adalah dusta? Laki-laki semua sama, hanya bisa membual. Kau meratukan tapi kau pula yang menghancurkan mahkotanya. Begitu memuja di awal namun menghinakan di akhir. Membuat wanita itu tak punya hati lagi untuk mencintai. Kenapa laki-laki sepertimu selalu merenggut apa yang kami miliki?" ujar Aby berapi-api.
Diam. Hanya itu yang dilakukan oleh Chris. Ia tak ingin menyanggah perkataan Aby karena sebagian yang diucapkannya adalah benar. Dia memang laki-laki kejam yang hanya menyakiti wanita demi kesenangannya sendiri, tanpa mau tahu apa yang dirasakan wanita itu.
Tapi, dengan Aby ia merasa berbeda. Mungkin karena Aby terus menolak kehadirannya. Itu merupakan hal baru bagi Chris. Karena biasanya wanita akan selalu mengejarnya dan mendambanya, menanti dipilih oleh Chris untuk menjadi pasangannya meski hanya sekejap dan berakhir patah hati.
"Aku benar, bukan? Sejak pertama bertemu denganmu aku sudah tahu kau laki-laki seperti itu. Sama dengan yang lainnya! Sama-sama bajingan!" Aby langsung bergegas pergi meninggalkan Chris yang hanya bisa mematung melihat kepergian Aby.
Bodoh, yah Chris seperti orang bodoh yang hanya bisa mendengarkan semua hinaan dari Aby. Chris teringat akan masa lalunya, yang entah dimana, atau bahkan sudah mati. Seorang wanita yang bisa meluluh lantakan hatinya. Seorang wanita yang bisa membuat seorang Chris bertekuk lutut untuknya. Seorang wanita yang bisa membuat Chris menangis untuk pertama kalinya. Seseorang itu yang berhasil membuat Chris menjadi laki-laki bajingan seperti sekarang. Dan kini ia seolah menemukan kembali sosok itu pada Aby.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments