Abygail dan Christoper saling pandang. Keduanya sama-sama terkejut. Mereka tak menyangka akan bertemu di hotel ini setelah pertikaian mereka yang terakhir kali.
Ada rasa bahagia mengetahui bahwa wanita yang dimaksud Charlotte adalah Aby. Karena memang Abygail lah yang ia inginkan. Tapi juga ada perasaan marah mengetahui Aby menjadi seorang pelacur. Ia tidak mau Aby disentuh oleh laki-laki lain.
"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Aby dengan tatapan tidak suka.
"Tentu saja aku membayar Charlotte untuk membawakan wanita. Tak ku sangka akan bertemu lagi denganmu," ucap Chris terus menatap Aby intens.
Aby yang mendapatkan tatapan seperti itu mulai merasa gugup. Sebenarnya ada perasaan lega, karena pelanggan pertamanya adalah Chris. Bukan laki-laki tua dengan perut buncit. Ia sempat takut membayangkan pengalaman pertamanya akan terkesan buruk.
"Ternyata kau laki-laki mesum!" ucap Aby yang mulai mengibarkan bendera perang.
"Oh tentu saja. Aku laki-laki normal, jadi perlu penyaluran hasrat. Apakah aku salah?" Skakmat. Aby tidak bisa membalas lagi ucapan Chris. Sepertinya ia harus merutuki dirinya sendiri karena kenapa tadi tidak memilih untuk kabur saja sebelum masuk ke hotel ini.
"Tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu sebelum kau meminta," ucap Chris yang membuat Aby terkejut.
"Benarkah?" Tanya Aby untuk memastikan. Sungguh, ia belum siap untuk melepaskan keperawanannya sekarang. Apalagi dengan Chris, laki-laki yang selalu membuatnya emosi.
Chris mengangguk, "tentu. Asal kau memperbolehkanku untuk mengenalmu lebih dekat."
Hemm, mungkin bukan pilihan yang buruk. Daripada Aby harus merelakan tubuhnya untuk di nikmati oleh orang yang bahkan tidak ia cintai.
"Baiklah, mungkin aku akan mencoba untuk berteman denganmu." Jawab Aby.
Tidak buruk. Sepertinya Chris pengecualian dalam kamus Aby yang anti laki-laki. Mungkin menjadikan Chris temannya tidak akan merusak hatinya.
"Tentu." Mereka berjabat tangan dan saling tatap.
Karena gagal untuk tidur bersama, Chris dan Aby memilih untuk santai minum anggur sambil menceritakan diri mereka.
"Ceritakan tentang dirimu," pinta Chris seraya menyesap anggurnya.
"Aku? Aku anak satu-satunya dari ibuku, Kate." Jelas Aby.
"Wait. Kate? Kate Nicxel?" Tanya Chris.
"Yap. Bagaimana kau tahu Ibuku?" Tanya Aby mulai penasaran.
"Ya. Dia dulunya salah seorang pekerja dari Charlotte. Tapi kini sudah naik tahta menjadi bawahannya. Aku mengenalnya karena sejak kecil aku sudah bersama Charlotte, jadi awal Kate bergabung aku juga berkenalan dengan dia. Dulunya Kate sangat lembut, bahkan ia sering mengajakku bermain.
Tapi entah kenapa dua tahun kemudian dia berubah. Menjadi kasar dan sangat urakan. Tidak jarang Charlotte memarahinya karena Kate sering bergonta-ganti pasangan ****. Padahal peraturan dari Charlotte sudah jelas, tidak boleh bergonta-ganti pasangan **** di luar pekerjaan. Karena Charlotte tidak ingin Kate tertular penyakit dari para laki-laki yang menidurinya.
Jika pelanggan Charlotte sudah jelas dari kalangan atas, jadi pasti mereka merawat diri mereka sebaik mungkin. Tapi jika di luar pekerjaan, mereka tidak tahu bagaimana keadaan pasangan Kate jika bergonta-ganti. Penyakitan atau tidak," ujar Chris menjelaskan.
Aby menyesap anggurnya. Ya, dia sudah tau kenyataan itu. Tapi dia tak tahu apa penyebab Kate berubah menjadi seperti itu.
"Dan kau? Kenapa kau bisa berakhir di Charlotte juga?" Tanya Chris mulai penasaran.
"Yah, kau tahu ibuku sekarang gila! Dia menjualku kepada Charlotte dengan harga tiga milyar. Fantastis bukan? Ternyata aku semahal itu. Dan sampai sekarang aku tak tahu dimana keberadaan ibuku. Sepertinya dia sedang mabuk asmara dengan brondong yang bahkan usianya lebih muda dari putrinya." Jawab Aby yang membuat Chris sedikit terkejut. Tapi ia sudah menduga itu saat Aby bercerita bahwa Kate adalah ibunya.
"Baiklah, lupakan masalah keluargamu. Sekarang aku ingin bertanya, apa kau sudah memiliki kekasih?" Chris kembali mengunci tatapan Aby. Mereka kembali tenggelam dalam tatapan.
"Dahulu. Sekarang tidak," ujar Aby.
Seukir senyum tipis, sangat tipis tercetak di bibir Chris, "baiklah."
"Untuk apa kau bertanya masalah itu? Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan asmara." Dengan percaya diri Aby menyatakan penolakan. Padahal Chris tidak berkata apa-apa mengenai menjalin hubungan, ia sekadar bertanya.
"Mengapa kau putus dengan mantanmu?" Tak menghiraukan ucapan Aby, Chris kembali membahas masalah mantan pacar Aby.
Aby menghela napas, mencoba mengontrol emosinya. Ia harus baik hati sekarang, karena Chris sudah mau mengalah untuk tidak menyentuhnya meskipun ia sudah membayar mahal.
"Namanya Alex. Ketika tengah berkunjung ke rumahku, dia dan ibuku ternyata bercinta. Dan mereka melakukan itu hingga tiga kali, di kamarku! Apa lagi yang membuat aku harus bertahan dengannya?" Luka itu kembali terbuka. Aby jadi teringat ketika Alex dan ibunya melakukan itu di belakangnya. Benar-benar menyakitkan.
"Berhentilah bertanya mengenai diriku, sekarang giliranmu bercerita tentang dirimu," ujar Aby. Ia tidak mau Chris mengorek semua tentang kehidupannya. Setidaknya ia juga harus tahu sedikit cerita dari Chris.
"Aku? Aku anak kedua dari keluarga Lincoln. Kakakku sudah menikah, dia memilih untuk ikut istrinya di Dubai. Ayah dan ibuku sudah bercerai sejak aku sekolah menengah pertama. Dan saat itu aku mulai dekat dengan Charlotte karena dia adalah sahabat dari ibuku.
Dua bulan setelah bercerai ibuku mengalami kecelakaan dan dinyatakan lumpuh. Pada saat itu aku sangat terpuruk dan takut jika ibuku meninggalkanku selamanya. Beruntung ada Charlotte yang selalu menguatkan aku. Kau tahu, aku sudah menganggapnya sebagai ibuku sendiri. Sifatnya sangat ke ibuan meskipun dia tidak memiliki anak."
Aby menatap netra hitam milik Chris. Jelas terlihat luka Chris yang berusaha di tutupi. Aby sangat tahu, pasti sangat berat untuk Chris melewati itu semua. "Dan lihatlah, sekarang kau sangat kuat dan tak terkalahkan." Ucap Aby berusaha menghibur.
Chris tersenyum, "yah begitulah. Ternyata kerja kerasku dalam belajar waktu sekolah tidak sia-sia."
"Aku sangat penasaran, kenapa kau bisa berbicara dan berlaku kasar kepadaku? Bahkan kau terus menghindar ketika aku dekati? Padahal tidak ada satupun wanita yang akan menolak pesona seorang Christoper," ucap Chris dengan congkak. Tapi memang kenyataannya seperti itu.
Aby berusaha menutupi tawanya yang tetap saja keluar, "hahaha, pesona apa yang kau miliki Tuan Lincoln? Dimataku laki-laki itu sama! Sama-sama sampah!"
Chris menaikkan satu alisnya, "oh ayolah serius, semua orang tidak bisa memungkiri pesonaku. Kenapa kau bisa menolak kehadiranku Aby?" Kini Chris mulai serius.
Entah sudah ke berapa kali, tapi Aby tetap menghela napasnya, "entahlah, mungkin karena ibuku. Kau tahu dia gila laki-laki tampan bukan? Karena otaknya hanya di penuhi laki-laki, dia jadi tidak pernah peduli padaku. Mungkin bahkan dia tidak menyayangiku. Karena itulah aku selalu beranggapan laki-laki merebut ibuku dariku. Jadi aku membencinya dan tidak ingin laki-laki berada di dekatku. Apalagi setelah kejadian Alex dan ibuku. Aku tambah membenci laki-laki."
"Aku jadi ingin menghajar Alex." Celetuk Chris. Gara-gara Alex, Aby yang sudah membenci laki-laki tambah tidak menyukai laki-laki.
"Tapi kau masih normal kan? Masih menyukai laki-laki?" Tanya Chris seperti orang bodoh.
"Hey! Aku membatasi diriku dengan laki-laki bukan karena aku penyuka sesama. Aku masih wanita tulen! Tapi untuk menjalin hubungan asmara, sepertinya tidak dulu. Tidak ada laki-laki disekitarku yang bisa membuatku membuang rasa benciku pada laki-laki. Semua laki-laki di sekitarku bajingan!"
"Baiklah-baiklah maaf. Aku hanya bertanya untuk memastikan. Dan apakah aku juga termasuk bajingan?" Tanya Chris.
Aby menatap Chris dari atas hingga bawah, "maybe."
Chris ingin menyanggah, tapi Aby melanjutkan ucapannya.
"No. Karena laki-laki bajingan tidak menepati ucapannya. Sedangkan kau, yah ku akui tidak bajingan karena menepati ucapanmu untuk tidak menyentuhku malam ini." Lanjut Aby.
Chris kembali tersenyum, "apakah aku bisa menjadi laki-laki yang akan membuatmu membuang jauh-jauh kebencianmu terhadap laki-laki?"
Aby mengedikkan bahunya, "I don't know. Let's see."
"Baiklah, akan ku tunjukan betapa baiknya sebenarnya sosok laki-laki." Ujar Chris mantap.
Mereka berbincang santai hingga larut malam, lalu Chris mengantarkan Aby pulang sebelum dirinya pulang ke rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments