Bab 15 ~ He's mine

Dua hari telah berlalu. Tibalah waktunya Aby melayani pelanggannya yang masih sama seperti pelanggan pertamanya. Yaitu Chris. Aby merasa jatuhnya bukan seperti pekerja seksual yang mendapat orderan, tapi seperti berkencan dengan Chris. Ya, karena Chris belum menyentuhnya sampai ia sendiri yang meminta dan perlakuan Chris yang cukup manis. Bukan seperti perlakuan kepada pel*cur.

Hari ini Chris meminta Aby berpakaian semi formal. Aby tak bertanya kenapa harus demikian. Entah Chris akan mengajaknya untuk menjadi pasangan ke pesta, pernikahan atau entah apa. Aby hanya menuruti saja. Tidak ingin bertanya panjang lebar yang jatuhnya menjadi cerewet.

Chris sudah menunggu Aby di depan rumah Charlotte sedari tadi. Tapi yang ditunggu tidak ada tanda-tanda kemunculannya. Sudah berkali-kali juga Chris mencoba untuk menghubungi nomor Aby, tapi hasilnya juga sama. Tidak ada jawaban. Sebenarnya bisa saja Chris menerobos masuk ke rumah Charlotte, hanya saja Aby sudah berpesan untuk menunggunya di depan rumah saja. Tidak perlu masuk. Ya sudah jadilah ia hanya menunggu dan menunggu. Padahal Chris bukan tipe yang sabar untuk menunggu. Jika kliennya membuatnya menunggu, ia lebih baik membatalkan kerja sama. Itu adalah salah satu hal yang membuat Chris terkenal kejam di dunia bisnis. Membatalkan tanpa segan. Tidak takut lawannya rendahan atau kalangan tinggi. Baginya, bisnisnya adalah aturannya. Jika tidak mau menyesuaikan dengan aturannya maka lebih baik tidak usah bekerja sama.

Setelah menunggu setengah jam, akhirnya terdengan suara langkah kaki yang mendekatinya. Di lihatnya wanita yang ada di hadapannya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Kakinya putih mulus dan jenjang, tertutup heals berwarna putih. Kemudian tubuhnya terbalut dress cocktail berwarna navy dengan model off shoulder. Menambah kesan tinggi semampai. Rambutnya ia gerai agar terlihat dewasa. Tak lupa aksesoris seperti anting dan kalung ia pakai agar menambah kesan cantik dan glamor. Perpaduan yang sangat pas. Membuat Chris tak berkedip untuk beberapa saat.

Sedangkan Chris mengenakan setelan jas berwarna hitam. Di padukan dengan celana kain cutting semata kaki berwarna senada. Tak lupa sepatu Oxford yang mempunyai tali. Penampilan Chris terlihat klasik dan modern.

"Are you okay?" Tanya Aby yang sudah melambaikan tangannya di depan wajah Chris berkali-kali tapi Chris hanya diam mematung.

Setelah beberapa saat terpesona melihat kecantikan Aby, akhirnya Chris sadar, "eh ya, I'm okay. Kau sudah siap? Ayo kita berangkat?" Ucap Chris seraya membukakan pintu untuk Aby.

"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Aby ketika mobil Chris jalan membelah jalan raya.

"Pesta ulang tahun temanku," jawab Chris dengan enteng tanpa melirik Aby sedikitpun.

Aby tak bertanya lagi. Lagipula toh dia sudah di bayar. Jadi terserah Chris akan membawanya kemana saja. Asalkan Chris menepati janjinya untuk tidak menyentuhnya sampai ia sendiri yang minta.

Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai. Aby menatap takjub rumah yang lebih mirip gedung di hadapannya. Hiasan pesta ulang tahun terlihat sangat mewah dan glamour. Sepertinya tamu yang datang juga dari kalangan atas.

Chris menyerahkan lengannya berniat untuk memberitahu Aby agar mengapit lengannya. Aby yang paham dengan kode Chris akhirnya mengalungkan tangannya pada lengan Chris. Keduanya masuk, beriringan selayaknya pasangan.

"Chris!" Teriak seorang wanita sexy dengan pakaian yang sangat minim. Bahkan hanya dengan menunduk setiap orang yang ada di hadapannya bisa melihat belahan dada wanita itu.

Wanita sexy itu langsung mengambil alih Chris dari Aby. Menganggap seolah Aby tak ada di samping Chris. Membuat cekalan tangan Aby lepas begitu saja dari lengan Chris.

"Oh my god, sepertinya kau semakin tampan!" ujar wanita itu dengan antusias. Tanpa malu terus menempelkan dadanya yang besar ke badan Chris. Tak lupa tangannya yang tidak bisa diam, terus mengelus lengan Chris.

Aby yang melihat adegan itu merasa tidak suka. Terlebih melihat Chris yang tampak santai-santai saja tidak ada niatan untuk menolak. Padahal wanita itu terlihat sangat lengket seperti ulat keket kepada Chris. Aby jadi merasa terasingkan.

Chris melepaskan tangan wanita itu, lalu berjalan menghampiri Aby. Tangannya ia lingkarkan di pinggang Aby, menyatakan bahwa Aby adalah miliknya, "perkenalkan. Dia Aby, kekasihku, ku harap kau jangan seperti tadi lagi Mia. Aku tak mau wanitaku cemburu," ucap Chris memperkenalkan Aby kepada Mia, wanita sexy yang sedari tadi menempel pada Chris.

Terlihat tatapan yang tidak suka dari Mia untuk Aby. Seolah seperti bertemu dengan musuh. Memang, bagi Mia Aby adalah musuhnya dalam mendapatkan Chris. Sudah bertahun-tahun ia mengejar cinta Chris, tapi tak sedikitpun Chris berniat untuk meliriknya. Bahkan ia kalah dari pel*cur pel*cur yang di berikan Charlotte untuk Chris. Padahal Mia sudah menghalalkan berbagai macam cara, tapi hasilnya tetap nihil. Tak pernah Chris mau tidur dengannya. Padahal mereka sudah berteman lama. Dan Chris tahu bahwa Mia memiliki perasaan lebih kepadanya.

Aby yang di tatap sinis bukannya takut justru semakin menantang. Ia kecup pipi Chris di depan Mia tanpa malu. "Aku tak akan cemburu dengan wanita seperti dia. Sebelum bertanding denganku saja dia sudah kalah," ejek Aby seraya menatap remeh Mia.

Entah kenapa sejak awal Aby sangat tidak suka dengan wanita itu. Sepertinya mereka memang di takdirkan untuk menjadi musuh. Bahkan sebelum kenal saja mereka sudah saling mengibarkan bendera perang.

Chris yang mendapat ciuman dari Aby dan mendengar ucapan Aby merasa sedikit kaget. Tapi tak dapat di pungkiri ia senang mendapat ciuman dari Aby. Apa lagi mendengar ucapan Aby yang berani melawan wanita seperti Mia.

"Apa kau bilang?" Bentak Mia tak suka.

"Maaf, kau bukan levelku! Ayo sayang, kita pergi dari sini." Ajak Aby menatap Chris penuh harap.

"Apakah dia jal*ng barumu dari Charlotte, Chris? Kenapa seleramu turun?" Mia menatap Aby rendah. Seolah dirinya lebih baik dari Aby.

Chris menaikkan satu alisnya menatap Aby. Ekspresi Aby sangat lucu baginya. Begitu menggemaskan. Ingin rasanya menarik Aby dan membawanya pulang. Lalu ia cumbu habis-habisan hingga pagi hari.

"Justru seleraku sedang naik sekarang. Dan jaga ucapanmu Mia, dia bukan jal*ng. Dia adalah wanitaku. Wanita yang aku cintai. Sepertinya aku harus pergi sekarang, maaf tidak bisa berlama-lama di pestamu. Selamat ulang tahun. Kadomu sudah aku letakkan di bagian penerima kado." Chris beranjak pergi dengan menggandeng Aby.

Hati Aby bersorak riang penuh kemenangan. Senang sekali bisa mengalahkan Mia. Padahal dia tidak kenal dengan Mia, tapi sangat senang melihat wajah Mia yang terlihat jealous, marah dan kecewa menjadi satu. Seperti inikah rasanya menjadi wanita yang di pilih daripada wanita lain oleh seorang laki-laki? Hati Aby jadi menghangat. Ditatapnya tangan yang sedari tadi digenggam oleh Chris, membuatnya tersenyum lebar. Sepertinya dia mulai menerima Chris. Dan mungkin, menyukainya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Next.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!