PTLove 2B13

Waktu istirahat pun tiba. Nuha masih saja memenuhi kekesalannya dengan terus mengunyah es batu. Para siswa juga mulai berdatangan untuk jajan di kantin. Tak terkecuali si kembar dan ketiga sahabatnya.

Nuha tidak mempedulikan keadaan itu semua. Dia masih terus saja mengunyah enak es batu kristalnya, hingga benar-benar bisa meredakan kekesalannya.

"Tuh sapu ijuk. Elo berhasil gak tadi di taman?" tanya Raffy kepada Rafly.

"Setengah" jawab Rafly.

"Maksudnya? Elo tu sebenarnya ada apa sih sama dia? Kasih tau gue donk. Suka?"

"Enggak" elak Rafly kemudian dia beranjak pergi untuk tidak jadi ke kantin. Sedangkan, Raffy berjalan mendekati Nuha.

"Sapu ijuk" sapanya.

Nuha pun melirik dan langsung menolak kehadiran Rafly, "pergi sana!" perintahnya.

"Sialan!" gertak Rafly.

Triple the bestFANS pun memasuki area kantin. Mereka langsung bisa melihat tempat Nuha yang sedang berada bersama salah satu si kembar.

"Di sana rupanya si Nuha. Yuk gays kita ke sana" ajak Asa dengan langkah pasti.

Sesampai di tempat Nuha berada, Asa bertanya, "Nuha, kamu dari mana saja sih?! Lama banget gak balik kelas. Lagi kesal?" sambil melihat ada dua gelas hanya berisikan es batu kristal.

"A-Asa", jawab Nuha terperanjat kaget. Raffy pun pergi meninggalkan tempat dengan perasaan jengkel.

"Kamu lagi sebel sama siapa, Nuha?" tanya Sifa.

"Umm.. Enggak kok teman-teman-"

"Sreek!!" Tiba-tiba Asa langsung menyampar satu gelas milik Nuha. Untung saja hanya gelas plastik, tapi es batu kristalnya jadi berserakan dimana-mana. Nuha, Fani dan Sifa langsung kaget.

Terlihat Asa jadi menundukkan kepalanya. Bayangan matanya redup dan tersirat ada kekesalan di sana. Tapi, dia malah tersenyum dan meminta maaf, "Maaf ya, tanganku tadi sedikit tidak terkendali."

"Asa?" tanya Nuha bingung.

"Oya, nih Nuha aku bawakan kue yang tadi katamu ini dari Naomi. Yuk kita makan sama-sama" ajak Fani untuk ketiga sahabatnya.

"Maaf ya Nuha es mu jadi berantakan" ucap Asa merasa bersalah tapi dengan senyum yang berat. Kemudian, dia pun lantang meminta maaf kepada semua penghuni di kantin, "Maaf ya maaf ya!"

"Kamu kenapa, Asa?" tanya Sifa.

"Gak da apa-apa, santai aja" balas Asa dingin.

Fani mulai membuka kue pemberian dari Naomi. Ternyata kue gulung vanila dengan toping penuh parutan keju. Sifa pun langsung ngecess , "Uwaaa" ucapnya dengan mata berbinar-binar.

"Kelihatan enak yah" sahut Fani.

Nuha pun jadi sungkan menatap Asa, "Ada apa dengan Asa? Kok bisa marah sama aku?" batinnya.

"Wah, enak juga ternyata" puji Asa terhadap kue pemberian Naomi.

"Nuha, kamu juga coba" kata Fani sambil memberikan sepotong kue kepada Nuha. Nuha pun menerimanya.

Nuha sendiri merasa berat untuk memakannya, karena keju bukan makanan kesukaannya. Dia lebih suka rasa coklat. Tapi, jika dia menolaknya, kecanggungannya bersama Asa malah akan semakin bertambah. Dia pun memakannya dengan senang.

"Jangan dipaksa" sindir Asa.

"Eh?"

"Hmm.. Bener juga ya, Nuha kan gak suka keju" sahut Sifa ikut menyadari.

"Hehe, jangan serius gitu teman-teman. Suka gak suka kan aku juga doyan" cengir Nuha santai.

"Cih" cibir Asa sedikit merendahkan suaranya.

"Elo kenapa sih Asa?" tanya Sifa.

"Enggak"

Mereka berempat pun makan dengan antengnya.

Naomi datang dan menyapa the bestFANS. Asa dan Sifa pun menyambutnya dengan senang. Tapi, karena bel masuk berbunyi, mereka pun kembali ke kelas.

Di kelas pun suasana tampak serius. The bestFANS fokus pada pelajaran dan materi yang sedang disampaikan. Fani fokus dan serius begitu pula dengan Sifa. Sedangkan, Nuha meski dia ikut serius tapi dia sedang memikirkan Asa atas tindakannya di kantin.

Asa juga merasa demikian, meski dia serius dia menyimpan rasa kesal kepada Nuha. Sahabatnya itu (Nuha), benar-benar sangat menutup diri. Seberapa kuat kamu memaksanya bercerita, dia tetap tidak akan terbuka. Asa merasa sudah tidak tahan lagi.

...****************...

Naru masuk ke dalam kelasnya. Gigitan dari Nuha menjadi pusat perhatian bagi teman-temannya.

"Leher loe kenapa Rui?" tanya temannya.

"Oh? Ini tadi, ada vampir yang menginginkan darah gue" balas Naru enteng.

"Ha?"

...****************...

Sedangkan, Muha berada di laboratorium Multimedia. Dia sedang mengajar kelas 11G Multimedia. Karena para siswa sedang fokus dengan tugas yang dia berikan, Muha keluar lab sebentar untuk menghirup udara luar.

"Cowok bernama Rafly dari kelas 12A Bahasa, seperti apa dia sebenarnya?" gumamnya sejenak menyelidik.

"Muha," panggil seseorang.

"Suara itu-" seketika Muha menoleh. Perasaannya sangat senang mendengar bahwa yang memanggil namanya adalah Bu Rani.

"Ups, maaf langsung memanggil nama. Harusnya Pak Muha gitu, kan? Hehe," cengir Rani sok akrab.

"Iya tidak, gakpapa. Lebih baik begitu" balas Muha sedikit memalingkan muka karena tersipu malu.

"Aku bisa minta tolong gak? Laptopku kayaknya terserang virus deh. Jadi, aku takut kalo virus itu semakin menyebar data-data di laptop ini bakalan rusak" ucap Rani sedih.

"Virus? A, iya bisa"

"Terima kasih" balas Rani langsung ceria.

Muha benar-benar tidak berkutik menghadapi wanita yang begitu mengagumkan baginya. Sinyal cinta semakin kuat memenuhi hatinya.

"Ya sudah, aku pamit dulu ya" pungkas Bu Rani.

Muha masih terpana melihat kepergian Rani.

...****************...

Bel pulang pun berbunyi. Para siswa mulai berturut-turut keluar kelas. The BestFANS berjalan bersama di lorong sekolah.

"Nuha" panggil Bu Rani.

Nuha pun menoleh. Dengan cepat Bu Rani langsung membisikkan sesuatu, "Kalo kakakmu tanya password, kamu tulis aja langsung "flowerboy1234" gitu ya", pungkasnya langsung pergi.

"Ha?"

Nuha menganga keheranan, diikuti ketiga sahabatnya ikut bingung dan heran. Tapi, setelah itu Asa langsung pamit untuk pulang duluan. Sifa dan Fani juga segera menuju seberang jalan untuk menunggu kedatangan bus masing-masing.

Tinggal Nuha sendiri berjalan ke parkiran sepeda yang berada di belakang gedung sekolah. Sampai di parkiran, sejenak dia terduduk lemas di samping sepedanya. "Hufff" keluhnya sambil menenggelamkan kepala ke dalam kedua lutut.

Naru pun datang menyapa, "Nuha"

"Hm?"

"Masih marah ya?" tanya Naru. Nuha hanya bisa diam saja. "Boleh sih marah, tapi berbaikan itu kan lebih baik" lanjutnya sambil tersenyum.

"Ack! Benar!" Nuha langsung berdiri tegap. "Kalo gitu, aku harus nemuin Asa untuk minta maaf dan meminta penjelasan" ucapnya langsung.

"Eh? Asa?"

"Haaah.." Seketika Nuha hilang keseimbangan. Untung saja Naru langsung menangkap tubuhnya. "Aku lelah, aku lapar, aku pusing, aku ingin tidur" keluhnya tertunduk lemas dengan sejenak terpejam.

"Kalo gitu, ayo aku antar pulang"

"Heh?!" Nuha langsung sadar. "Gi-gimana kamu mau ngantar aku pulang? Kan kita bawa sepeda sendiri-sendiri?" tanyanya bingung.

"Aku akan boncengin kamu pake sepedamu. Sepedaku biar ditinggal aja disini" balas Naru santai.

"Iya tapi kan, tapi.."

"Ayo naik. Aku akan antar kamu pulang" ucap Naru seraya mengambil sepeda Nuha dan menaikinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!