PTLove 2B10

Waktu istirahat, Nuha bersama the bestFANS sedang makan di kantin. Naomi yang sedang sendirian mulai melakukan apa yang telah Muha perintahkan kepadanya, yaitu berteman dengan Nuha.

"Jika aku bisa berteman dengan Nuha, aku akan bisa masuk ke dalam dunianya. Dan aku.. Hm" ucap Naomi dalam hati diiringi senyum miring yang sangat licik.

"Aku udah sarapan lalu jajan dua roti dan jus kok masih saja lapar. Kenapa ya?" keluh Nuha kepada sahabatnya.

"Karna kamu sakit kemarin kan? Jadi wajar kalo tubuh masih maksa buat minta asupan gizi" jawab Sifa santai sambil makan bakso kuahnya.

"Hehe, tapi kemarin itu bukan sakit yang sewajarnya sih. Sakit karna aku masih kelelahan" balas Nuha dalam hati.

Naomi pun datang, "Hai Nuha" sapanya.

"Eh, Naomi?" jawab Nuha sedikit kaget.

"Boleh.. Gabung gak?"

Ketiga bestFANS malah saling melirik curiga. Nuha pun langsung mempersilahkannya, "Oh, iya. Boleh"

"Kamu, Naomi itu kan?" tanya Asa memastikan.

"Iya. Salam kenal ya semuanya"

"Wah, udah bisa pake bahasa kita tuh. Ternyata Naomi bisa juga ya" sahut Sifa memberi pujian.

"Terima kasih. Aku ingin bisa cepet punya temen jadi aku harus bisa pake bahasa indonesia" balas Naomi.

"Oohh.."

Meski awalnya muncul kecurigaan tapi karena obrolan terus berlanjut akhirnya Asa dan Sifa malah semakin asik mengobrol bersama dengan Naomi. Naomi sendiri juga gadis yang mudah diajak berteman.

Lain lagi dengan Nuha, dia malah tidak bisa mengikuti obrolan mereka. Dia lebih ingin menjadi pendengar yang baik. Tapi itulah kelemahan yang tidak dia sukai. Hanya bisa mendengarkan dan tidak bisa mengikuti obrolan membuatnya sedikit rendah diri.

"Ternyata Naomi mudah sekali akrab ya Nuha" ucap Fani kepada Nuha.

Nuha hanya bisa membalas, "A, iya" dengan senyum yang memaksa. "Tapi, Aku jadi sedikit iri" keluhnya di dalam hati.

"O ya Nuha, pelajaran animasi nanti kita ngegame lagi yuk. Sembunyi-sembunyi gitu" ajak Fani.

"Hihi, bisa aja kamu Fani. Aku juga baru saja download game baru di komputer kakakku" balas Nuha.

"Wah bagus tuh"

Jam masuk pun berbunyi. Nuha dan ketiga sahabatnya akan kembali ke kelas. Naomi juga ingin bareng dengan mereka.

Naomi terus menceritakan dirinya dan negaranya, membuat Asa dan Sifa berdecak kagum dan haus akan rasa ingin tahu. Nuha dan Fani mengikuti di belakang mereka.

Setelah mereka berpisah dengan Naomi, Asa bertanya kepada Nuha, "Nuha, apa kamu masih cemburu dengan Naomi?"

"Apa? Eng- enggaklah, hehe"

"Baguslah. Meski dia terlihat mencurigakan tapi ternyata dia asik juga diajak ngorbit"

"Tapi kita tetap harus terus waspada" sanggah Sifa sambil melirik kepada Nuha.

"Apaan sih Sifa. Gakpapa, santai aja kali" balas Nuha santai tapi dengan perasaan cemas.

Sementara itu, di kelas 12D MIPA. Naomi senyum-senyum sendiri di tempat duduknya. Naru melirik dengan curiga, lalu Dilan menghampiri Naomi.

"Kayak seneng banget, kenapa Naomi?" tanya Dilan.

"Eh, Dilan. Enggak papa kok" balas Naomi.

"Kita kan temen, sesama temen bisa donk saling bagi cerita" ucap Dilan santai sambil melirik kepada Naru.

"Temen ya? Umm.. Tadi di kantin, aku temenan sama Nuha dan temen-temennya. Rasanya tuh seneng gitu" balas Naomi senang.

"Apa?!" sahut Naru di tempat duduknya. Tapi langsung mengalihkan wajahnya ke arah lain.

Naomi pun sedikit terkekeh di dalam hati sambil tersenyum kearah Dilan. Dilan pun menyambut senang senyuman yang diberikan Naomi kepadanya, sambil merasa rencana yang dia sembunyikan jadi sedikit berhasil.

"Nuha memang gadis yang sangat baik ya" ucap Dilan menghampiri Naru.

"Jika elo tidak bisa tersenyum dengan benar, lebih baik elo gak usah bicarakan ini sama gue" balas Naru dingin.

"Kheh" Dilan terkekeh. Dia langsung menarik dasi Naru dengan cepat dan berbisik, "Cinta itu gak akan mulus terus, bucin" sindir Dilan.

Naru tidak mau kalah, dia juga berbalik menarik dasi Dilan dengan cepat dan serius, "Cemen banget sih loe. Masih suka ikut campur urusan orang"

"Apa loe bilang?!!"

"Clap clap clap!" gemuruh petir memberi tanda awan mendung akan semakin merapatkan barisan. Hujan di siang hari akan datang lebih cepat dari biasanya.

Januari, hujan sehari-hari. Sudah sangat dikenal akrab oleh semua masyarakat di negeri ini. Setiap sore, hujan tidak pernah absen menurunkan derasnya air dari langit. Kini, dia bahkan datang sebelum siang menjelang.

"Wah, mau hujan nih" sahut siswa yang lain.

"Biasanya hujan datang di sore hari dan malam hari. Kenapa siang-siang begini udah hujan sih"

"Kita memang harus siap-siap menerimanya. Ini kan sudah musim hujan"

"Clap clap, dueerr.."

Rintik-rintik hujan mulai membahasi dunia luar. Hawa dingin pun mulai merasuk ke dalam kelas.

Setelah pelajaran di kelas Nuha selesai, dia dan teman sekelasnya berganti menuju laboratorium multimedia. Hujan benar-benar membasahi area lapangan tengah. Bekas rintikan hujan yang jatuh pun terciprat di teras-teras sekolah.

"Gak kerasa ya udah musim hujan" ucap Asa sambil masuk ke dalam lab.

"Iya"

Saat Nuha menuju tempat duduknya, kakaknya langsung mencegahnya. Membuat Nuha kaget saja, "A- ada apa kak?" tanyanya.

"Sini sebentar" ucap Muha sedikit menarik lengan adiknya tersebut.

"Kakak, ngapain sih?!" tanya Nuha tidak nyaman.

"Apa di sekolahmu ada guru baru?"

"Guru baru? Ooo.."

"Oo?"

"Ada sih, memangnya kenapa?"

"Ya sudah. Kembalilah ke tempat dudukmu"

"Hie? Dasar kakak aneh" sinis Nuha.

Sesuai jadwal pelajaran, hari ini kelas animasi akan dimulai di laboratorium multimedia. Dan sesuai rencana Fani, dia akan sembunyi-sembunyi bersama Nuha untuk bermain game di sela-sela pelajaran. Jangan ditiru yaa..

Di dalam laboratorium, derasnya hujan tidak terlalu terdengar suaranya. Apakah memang deras atau malah sudah berhenti. Kelas Nuha sedang serius dengan pelajaran mereka.

Muha sedikit tersenyum di meja kerjanya. Bahwa dia ternyata sudah berkenalan dengan si guru cantik bernama Maharani. Bahkan pipinya mulai merona saat dia dipuji sebagai cowok cantik.

"Lhoh? Emangnya gue apaan? Banci?" keluhnya heran di dalam hati.

"Tidak tidak tidak. Tidak bisa dibenarkan. Gimana bisa gue terlihat sebagai cowok cantik?" batinnya sambil memandang Yuki yang sedang fokus dengan laptopnya.

"Elo kenapa, Muha?" tanya Yuki heran.

"Yuki! Katakan dengan jujur, apa gue ini terlihat cantik?" tanya Muha dengan polosnya.

"Gubrak!" Yuki tidak habis fikir dengan pertanyaan Muha yang aneh itu.

"Yuki!"

"Elo kenapa? Mau jadi waria?"

"Wa- WARIA LOE KATA?!!" teriak Muha terperanjat sehingga membuat seisi kelas menjadi kaget.

"Kakakmu kenapa Nuha?" bisik Sifa.

"Hehe, gak tau tuh"

"Apa karna hujan elo jadi aneh gini, Muha?" sindir Yuki.

"Ini, gak bisa dibenarkan" sahut Muha merasa suram.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!