Selesai jam pelajaran pertama, Nuha bersama Fani diperintahkan guru untuk mengantarkan hasil tugas siswa ke ruang guru. Mereka berdua pun berjalan bersama.
"Hai, Nuha" sapa Ziya seraya menepuk pundak Nuha sehingga membuat Nuha kaget dengan kehadirannya dari belakang.
"Ziya?"
"Sedang nganter tugas ya?"
"Hu um"
"Mau aku bantu?"
"Eh? Gak ada sih. Aku udah sama temenku kok"
"Ya udah, aku mau ke toilet nih. Bye bye"
"Hehe, okei"
Sedikit membuat heran kehadiran Ziya yang sekejap mata. Tapi, obrolan yang sebentar itu membuat Fani mengingatkan untuk segera kembali.
"Nuha, sepertinya kita harus cepat deh. Itu Bu Mayang sudah jalan menuju kelas kita"
(Bu Mayang, guru mata pelajaran PKn yang akan mengajar kelas 12F di jam kedua)
"Oh, okei"
Nuha dan Fani mulai mempercepat jalan mereka. Fani mulai berlari di depan dengan Nuha terus mengikutinya di belakang.
Saat berbelok dan kurang memperhatikan jalan, Tiba-tiba, “Bug!”
Fani menabrak punggung seseorang yang sedang berjalan di depannya. Orang itu pun jatuh berlutut dengan barang yang dia bawa terlempar hingga tiga meter jauhnya, “brak”. "Bruk", buku yang Fani bawa pun ikut jatuh tersebar di sekitaran.
“Maaf, aku gak sengaja” ucap Fani yang masih bisa menahan diri untuk tidak ikut terjatuh.
Nuha yang berhenti karena kejadian itu sedikit bingung hendak berbuat apa. Melihat orang itu masih terjatuh bertekuk lutut, Nuha segera membantunya mengambilkan 2 buku yang terlempar itu. Sedangkan, Fani juga mulai merapikan bukunya kembali.
“Buku sketsa?” gumamnya terdiam sejenak.
“Bisakah kau mengembalikannya padaku?,” pinta orang tersebut yang sudah berdiri di samping Nuha.
Nuha tidak menyadari kehadirannya, dia masih fokus melihat buku yang dia pegang. Perlahan dia membukanya dan terlihat di halaman pertama sebuat sketsa 2D yang sangat bagus dan artistik.
“Hebat. Gambarannya, sungguh hebat”
Perlahan dia membuka halaman kedua, dan terlihat hasil sketsa karakter lain. Dia benar-benar terkesima melihat betapa sempurnanya gambar tersebut.
“Milik siapa ini?” gumamnya lagi.
“Itu milikku, Nuha. Bisakah kau mengembalikannya kepadaku?” pinta orang itu sekali lagi.
“Oh, ya. Maaf” balas Nuha seraya menyerahkan buku tersebut. Namun, seketika dia terperanjat kaget bahwa orang tersebut adalah Rafly.
“Ra- Ra- Ra- Ra.. Ini, milikmu? Umm.. Maaf, aku gak bermaksud. Nih, aku kembalikan!” Nuha langsung menyerahkannya dengan cepat dengan perasaan yang tidak enak hati.
“Kamu, si kembar itu kan? Aku minta maaf tadi nabrak kamu gak lihat-lihat," ucap Fani.
“Gak usah dipikirkan” balas Rafly
“Nuha, ayo!” Ajak Fani karena telah selesai merapikan buku-bukunya kembali.
“Iya”
Nuha dan Fani kembali bergegas ke ruang guru. Sampai di sana, mereka berdua menuju meja guru yang dimaksud. Meja guru Bahasa Indonesia. Kemudian, mereka pamit untuk segera kembali ke kelas.
Sampai di depan kelas 12F Multimedia, Ziya kembali menyapa Nuha. Lalu, berpisah karena dia kelas 12C MIPA. Bu Mayang sudah ada di dalam kelas, sehingga Nuha dan Fani meminta maaf atas keterlambatannya karena baru saja mengantarkan buku-buku tugas ke ruang guru.
Nuha dan Fani dipersilahkan guru untuk duduk di tempat duduknya. Sejenak mengatur nafas dan mengeluarkan buku pelajaran, Nuha kembali teringat dengan kejadian yang baru saja dia alami. Tentang buku sketsa milik Rafly, ternyata Rafly sendiri sangat jago dalam menggambar.
“Ack! Aku jadi teringat sesuatu, apa ya?”
Nuha menjadi tidak fokus, “Apa ya?”
“Kalian ini, lama banget, kenapa?” tanya Asa menengok ke arah tempat duduk Nuha.
"Aku tadi habis nabrak" jawab Fani.
"Nabrak? Nabrak siapa?" gantian Sifa yang bertanya.
"Itu sih Asa, itu teman kalian yang kembar itu" jawab Fani. Karena, Fani sendiri tidak mengenal si kembar. Dia hanya tahu bahwa si kembar adalah teman sekelas Nuha dan Asa di kelas tambahan.
"Oh, lalu?", tanya Asa sambil melirik Nuha.
"Ada apa denganku? Heh?", timpal Nuha.
"Hehe, gak lah Nuha. Kamu tadi dicariin Naru pas kamu belum datang. Lagian, kamu itu terlambat kenapa sih?"
“Aku bangun kesingaan tadi”
“Apa? Apa itu kesingaan?”
“Oh, maksudku kesiangan, hehe”
Sifa ikut menggoda dengan menggerak-gerakkan kedua alisnya bersamaan. Senyuman dan gerakan matanya tidak henti-hentinya dia berikan pada Nuha untuk terus menggoda.
“Apaan sih” balas Nuha cuek.
“Kalo kamu nanti gak nemuin dia, dia bakalan kesini lagi lho buat nyariin kamu” lirik Asa.
“Berhentilah menggodaku teman-teman”
“Idih, dia malu"
"Udah, fokus-fokus" pungkas Fani.
Dalam hati dan di dalam pikiran, Nuha kembali mempertanyakan keahlian Rafly dalam menggambar. Dia menjadi kagum melihat kehebatan Rafly tersebut, tapi dia jadi teringat sesuatu.
"Buku sketsa?"
"Buku sketsa.."
"Aku tidak asing dengan cover buku sketsa milik dia"
"Aku sepertinya juga punya buku sketsa yang seperti itu. Tapi, di mana buku itu sekarang?"
Nuha benar-benar melupakan buku tersebut. Buku sketsa yang sama dengan milik Rafly, Nuha baru saja memilikinya. Dia lupa bahwa dia baru saja membelinya saat disuruh kakaknya untuk membeli kertas HVS di stationary waktu liburan sekolah.
"Di mana buku itu sekarang?"
Bayangan ingatan pun muncul. Nuha berada di lapangan kampungnya sambil duduk bersandarkan pohon besar. Waktu itu, dia ingin menggambar sebentar karena baru saja membeli buku sketsa baru.
Saat dia menyelesaikan sketsanya yang belum lengkap dengan gambar wajah, Rafly datang menghampirinya. Kehadirannya cukup membuat Nuha kaget dan canggung tapi mereka berdua sejenak mengobrol bersama.
Lalu, kak Muha datang untuk mencari Nuha yang belum saja kembali pulang. Nuha langsung terperanjat kaget karena kakaknya memanggilnya dengan lantang.
Buku sketsanya pun terjatuh dari pangkuannya tanpa dia sadari karena Nuha langsung meninggalkan Rafly untuk menghampiri kakaknya. Nuha benar-benar mengabaikan kejadian itu. Hingga beberapa hari pun berlalu hingga sekarang.
"Deg deg.. Deg deg.."
"Jadi.."
"Apakah.."
"Apakah, buku sketsaku itu ada pada.."
"Tidak. Jangan sampai buku sketsaku itu dipungut oleh Rafly. Aku, aku harus gimana ini?"
Dengan tingkah yang kebingungan dan pandangan mata yang tidak fokus, Nuha langsung berlari keluar kelas. Sikap Nuha membuat seisi kelas heran begitu pula Bu Mayang.
"Teman kalian kenapa?" tanya Bu Mayang.
Nuha terus saja kepikiran. Dia menengok ke kanan dan ke kiri seperti seorang yang kebingungan. Dia pun berlari ke kelas 12D MIPA.
Pintu kelas 12D MIPA tertutup rapat tapi Nuha memberanikan diri untuk terus mengintip melalui jendela kelas.
Beberapa siswa pun mulai menyadari kehadirannya. Saling berbisik dan menanyakan siapa dirinya.
"Naru"
"Tok tok tok, Naru", panggil Nuha sambil mengetuk kaca jendela. Perbuatannya mulai menarik perhatian.
Naru pun menoleh. Dia pun jadi kaget dengan kehadiran Nuha yang terlihat sedang panik. Dia langsung keluar kelas untuk menghampiri sang kekasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments