"Nuha," panggil Naru langsung memegang pergelangan tangan Nuha. Nuha pun menoleh.
"Naru?"
"Tuh, ngepoin lagi si kembar? Ada apa sih?"
"Aku gak ngepoin dia keuleus!"
"Lalu?"
"Sstt, Aku gak bisa bilang"
"Apa? Sebegitunya rahasia sampai gak bisa kasih tau aku? Heh?"
"Iya. Jadi, kamu gak perlu tau. Aku akan memastikannya sendiri tanpa harus sama kamu"
"Nuha. Kamu itu sedang bicara sama siapa? Aku ini pacar kamu. Aku sangat peduli kepadamu. Nuha!", ucap Naru lagi dengan nada sedikit ditekan.
Keberadaan Nuha dan Naru pun mulai tidak aman karena beberapa siswa melihat ke arah mereka. Bahkan mendengar ucapan Naru tentang pacar.
"Pacar? Dia kah pacar Naru?"
"Jadi, bukan gadis jepang itu?"
"Siapa gadis itu?"
Naru membawa Nuha pergi dari tempat. Dia membawa si DOI ke UKS. Di sana, Nuha duduk di sofa ruang tamu.
Naru kembali berkata, "Masih belum bisa bilang?"
Nuha menggeleng.
"Nuha, aku bisa marah kalo ini benar-benar berkaitan dengan si Raf itu. Apalagi, jika hal ini menyangkut perasaanmu kepadanya"
"Pe- Perasaan?" Nuha bingung.
"Nuha, aku sudah sangat jujur mengenai Naomi. Tapi kamu malah nyembunyiin si Raf itu dari aku"
"Pokoknya aku gak bisa bilang, Naru. Ini diluar nalar manusia normal"
"Nuha.. Sadarlah.." Pinta Naru malah gemas dengan terus menggoyang-goyangkan bahu Nuha. Membuat Nuha jadi melentur.
"Naru~ hentikan~ aan~ aan~"
"Ahahaha. Makanya, sadarlah" Naru tertawa.
Nuha pun ikut tertawa. Naru masih belum selesai. Dia semakin memencet-mencet muka Nuha seperti malampet.
"Katakan tidak, kalo enggak aku bakal penyet kamu jadi mochi dan menjualnya di ibu kantin"
"Aku melihat Hawa bersama si kembar" ucap Nuha tidak jelas.
"Hm?" tanya Naru karena tidak mendengar dengan jelas, lalu dia menghentikan tingkahnya.
"Aku melihat Hawa bersama mereka, Naru jelek!"
"Apa? Itu enggak mungkin, Nuha"
"Tuh kan gak percaya"
"Baiklah, baik. Aku percaya kalo gitu. Lalu, gimana ceritanya?"
"Aku lagi cari tau"
"Cari tau sendiri gitu?"
"Iyalah, emang sama siapa lagi? Aku kan dewe wani"
"Gubrak!"
Naru tidak habis fikir dengan tingkah kekasihnya itu yang berani sendiri menyelesaikan masalahnya. Memang seperti itulah Nuha. Dia punya kakak protektif, sahabat sejati dan juga pacar tapi dia malah tidak mau untuk mengandalkan mereka.
"Kamu ini hidup sama siapa sih?!" sindir Naru.
Kenapa emang? Jahat banget ngatain aku gitu"
"Makanya, jangan merasa sendiri gitu donk. Apa-apa kok maunya diselesein sendiri"
"Aku gak ngerasa sendiri. Aku hanya suka nyelesein masalah dengan caraku sendiri, Naru"
"Baiklah. Sekarang aku yang akan bantu kamu. Apapun itu aku akan selalu ada untukmu, Nuha. Selama kesempatan masih ada" ucap Naru sambil melet atas kalimat terakhirnya.
"Kesempatan?"
"Yap. Ya udah, balik kelas gih. Jangan coba-coba ngintilin si kembar lagi pokoknya"
"Tapi, kan.."
"Ayok!" Ajak Naru tegas nan gemas. Dia menggandeng tangan Nuha untuk mengantarkannya kembali ke kelas.
Dalam hati, Naru ingin mulai memberanikan diri untuk menunjukkan kehadiran Nuha di hadapan para siswa di sekolah. Karena memang Nuha sendiri meminta untuk tidak ingin hubungannya diketahui oleh banyak orang tapi Naru akan mencoba mengambil keputusan sendiri. Perlahan namun pasti. Dia ingin menumbuhkan kepercayaan diri bagi Nuha.
"Nuha, aku sayang kamu. Hihi"
"Kamu ini ngomong apa? Gak enak dilihatin orang. Lagipula, jangan menggandeng tanganku sambil jalan bisa gak sih? Aneh"
"Lalu, gimana?"
"Ya, ya sambil lari donk. Kan biasanya gitu"
"Enggak. Enggak mau lari. Jalan aja. Aku ingin bisa jalan bergandengan tangan denganmu"
"Bucin gombal! Naru! Aku malu dilihatin orang-orang!"
"Oke, oke. Ayo kita lari"
Akhirnya, Naru berlari menggandeng tangan Nuha. Sangat indah suasana bagi mereka berdua. Meski tetap masih saja yang melihat mereka, tapi dengan berlari Nuha bisa sedikit tenang dan menghindari tatapan mata ke arahnya.
"Nuha, ingat ya. Jangan mencoba untuk mencari tahu sendiri. Kamu harus cari aku dulu sebelum itu"
"Hmph! Merepotkan sekali," sinis Nuha.
"Ya udah. Aku mau balik ke kelas"
"Oke. Baik-baik ya sama Naomi" ucap Nuha sambil melambaikan tangan tapi seketika membuat Naru hampir saja tersandung dengan perkataan Nuha.
"Gubrak!"
"Gadis itu, mood swing banget. Awas ya kau Nuha! Tau lihat aku bareng Naomi acakadut lagi nanti hatimu," ucap Naru di dalam hati dengan kesal.
Kelas Nuha sedang berada di laboratorium Multimedia. Pak Son pun mengatakan sesuatu bahwa sebentar lagi hari jadi sekolahnya akan tiba, Hari Ulang Tahun SMK Merdeka Surakarta yang jatuh pada tanggal 28 Januari. Beliau memberikan tugas kepada seluruh kelas jurusan Multimedia termasuk kelas 12.
Beberapa kegiatan akan mulai diagendakan. Kelas Multimedia diberi tugas untuk mengambil berbagai macam dokumentasi, membuat berbagai macam desain dan melakukan pemotretan.
Hal yang pertama dilakukan adalah membuat desain spanduk, poster juga pamflet-pamflet menarik tentang kegiatan apa saja yang akan diberikan kepada seluruh warga sekolah.
Berbagai macam lomba, bazar, kegiatan amal dan pentas seni akan memeriahkan HUT SMK Merdeka Surakarta tersebut.
"Bakalan sibuk banget deh kita, gays" ucap Sifa.
"Yes! Gue malah seneng kalo ada acara-acara gini. Skill cameraman gue akan terasah kembali"
"Gimana menurutmu tentang kegiatan ini, Nuha?" tanya Fani yang melihat Nuha diam mendengarkan.
"Oke sih menurutku"
"Berarti kita siap tempur nih buat kesibukan-kesibukan itu?" tanya Sifa kepada ketiga sahabatnya.
"Yap. Siap semangat!!" jawab bertiga.
Pak Son pun mulai membagi tugas. Tugas bagian cameraman, desain dan pemotretan. Ini yang cukup menyulitkan bagi the bestFANS karena mereka berempat memiliki kesukaan yang berbeda. Bisakah mereka tetap bersama?
Nuha dan Fani suka pada desain, Sifa suka pada Fotografer sedangkan Asa suka di cameraman.
Meski begitu, tidak hanya the bestFANS yang antusias dengan kegiatan itu. Semua teman-temannya juga ikut bersorak semangat untuk memeriahkan hari jadi sekolah mereka.
Di kelas jurusan Bahasa dan MIPA juga siap antusias untuk mengikuti dan memeriahkan HUT sekolah mereka. Lomba-lomba untuk kelas 10 dan 11. Kegiatan amal yang akan dilaksanakan anggota PMR sekolah, bazar untuk umum dan panggung untuk pentas seni.
"Naru memintaku untuk tidak cari tahu sendiri mengenai Hawa yang bersama si kembar. Aku harus gimana? Kenapa aku jadi sekhawatir ini sih"
"Apa ini tentang petunjuk Hawa mengenai dia bisa kembali hidup bebas kalau aku menggambarnya bersama orang lain?"
"Lalu, kenapa bisa dengan si kembar?"
"Itu karna kakak gak mau bantuin aku buat ikut ngegambar dia. Kakak hanya bisa gambar karakter cowok, hufff!!"
"Naru juga. Dia gak punya bakat nggambar. Kalo aku minta bantuan sama Fani, tambah satu lagi deh yang tau tentang adanya Hawa", gumam Nuha sambil melirik kepada Fani.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Tara
harus byk bersabar kalo pacaran ama nuha. bocah labil kaga jelas😅
2024-02-27
2
Call me Peri
Ini circle anak rajin, sebaiknya aku melipir🗿🚶♀️🚶♀️🚶♀️🤧
2023-08-21
0