Perjalanan Nuha pun sampai di area parkiran yang berada di belakang gedung sekolah. Sewaktu dia mengayuh sepedanya masuk ke dalam, sekilas, iya, hanya sekilas mata tiba-tiba sebuah bayangan muncul dari dekat parkiran sepeda motor.
"Apa itu?" tanyanya menyelidik.
Sebuah sosok seperti manusia. Setelah Nuha menstandartkan sepedanya, dia kembali mencari tahu atas rasa penasarannya itu.
"Aku seperti melihat sesuatu, di sana"
Bayangan itu terlihat lagi, "Hawa?" ucapnya.
"Tidak mungkin itu Hawa. Mana mungkin dia berada di sana. Hawa kan ada pada diriku"
Nuha berjalan mendekat, mendekati ke area parkiran sepeda motor. Langkahnya langsung terhenti karena melihat Raffy dan Rafly di sana.
"Gawat!"
"Si- si kembar. Aku, tidak- mereka tidak boleh melihatku di sini. Aku sudah bertekad untuk mengakhiri semua keterlibatan hidupku dengan mereka," ucap Nuha dari balik tembok.
Akhirnya Nuha menyudahi rasa penasarannya itu. Lalu, dia berjalan kembali untuk keluar dari area parkiran.
Tidak disangka, saat dia berjalan menuju gerbang sekolah, Raffy dan Rafly sudah berada di depannya dengan jarak 10 meter.
"Apa yang sedang aku pikirkan tadi? Kenapa mereka tiba-tiba sudah berada di sana? Aneh," gumamnya.
Kemudian, sosok itu terlihat lagi. Nuha langsung tersentak kaget. Matanya terbelalak dan jantungnya jadi serasa berdentang kuat.
"Deg!"
"Be-benar. Itu Hawa. Tapi, tapi kenapa dia ada di sana? Kenapa dia bisa bersama mereka?"
Nuha mulai melangkah lagi untuk segera berlari mengejarnya tapi sejenak langkahnya terhenti karena mendengar suara mobil berhenti dari arah depannya.
Seorang cowok memakai syal pun keluar dari mobil hitam tersebut. "Naru?," Ucap Nuha dengan senyum mulai mengembang senang.
Lalu, diikuti seorang cewek juga keluar dari mobil.
"Na-Naomi?!"
Naru yang melihat Nuha langsung ikut tersenyum memberikan sapaan untuk si DOI. Senyuman Nuha pun akhirnya melengkung terbalik. Mata cerahnya menjadi redup. Si DOI malah membalasnya dengan senyuman kecut. Bibirnya manyun memberikan kekesalan.
"Hih! Hemph!!," Nuha langsung mengacuhkan pandangannya dan kembali berlari.
Melihat itu, Naru langsung khawatir. Benar, Nuha langsung tersandung saat baru berlari tiga langkah.
"Gedebug! Bruk!!"
"Tuh, jatuh kan.."
Seseorang dengan tenang datang menolong. Mengulurkan tangan dengan senyuman yang menghangatkan suasana pagi.
"Kamu, gakpapa?", ucapnya.
"Si-siapa?"
Saat Nuha mengangkat kepalanya, biasan sinar matahari pagi memancarkan pesona keindahan. Seorang wanita dewasa dengan rambut panjang dan kacamata menjadi sang penyelamat baru bagi Nuha.
"Cantik sekali.."
"Nuha, kamu gkpapa?" tanya Naru langsung datang menolong tapi terlambat.
"Hmph!", Nuha memalingkan muka lagi. Kemudian menerima uluran tangan dari wanita tersebut.
"Terima kasih," ucapnya.
"Sama-sama. Mau aku antar sampai masuk ke dalam?," tanya wanita tersebut.
"I-iya"
Nuha berjalan masuk ke gedung sekolah bersama wanita penolongnya. Naru, benar-benar dia abaikan karena sifat cemburunya yang secepat kilat.
"Tega sekali gadis itu," sinis Naru.
Naomi pun datang menghampirinya. Naru dan Naomi berjalan bersama memasuki gedung sekolah.
"Kamu, kelas berapa?" tanya wanita tersebut kepada Nuha dengan masih memapahnya berjalan.
"Aku, kelas 12 dari Jurusan Multimedia"
"Oh, sudah kelas 12. Kirain masih kelas 10"
"Hehe," Nuha terkekeh dengan perasaan tertusuk.
"Kamu sudah gakpapa?"
"Iya, kak. Terima kasih sudah menolongku. Aku sudah bisa jalan sendiri kok"
"Ya sudah kalo gitu. Bisa bantu aku dimana ya ruang guru?" tanya wanita itu.
"Ruang guru? Itu ada di sana," ucap Nuha menunjuk pada sebuah gedung tersendiri.
"Baiklah. Terima kasih. Kamu kembali aja ke kelasmu. Aku bisa kesana sendiri. Semoga, kita bisa ketemu lagi ya"
"I-iya. Sama-sama"
Kedatangan wanita itu di ruang guru bersamaan dengan Naru dan Naomi. "Eh, cowok yang tadi?," ucap wanita tersebut langsung akrab dan ramah.
"Ingin menemui siapa? Mungkin bisa saya bantu" kata Naru menawarkan bantuan.
"Umm.." wanita itu melihat sejenak ke dalam ruang guru namun bingung karena harus bertemu dengan siapa karena semua tidak dia kenali.
Lalu Yuki datang. Keakraban pun langsung terjadi di antara Yuki dan wanita tersebut.
"Rani, kamu sudah datang?"
"Yuki. Syukurlah. Aku hampir saja kebingungan di sini. Untung saja ada cowok yang mengajakku ngobrol sebentar," balas Rani.
Maharani Febriana. Dia adalah seorang wanita cantik yang lulus kuliah bersama Yuki dan juga Muha. Yuki mengenalnya dari jurusan Sains, seorang wanita lulusan kimia.
Di sekolah SMK Merdeka Surakarta, wanita yang dipanggil Rani tersebut akan menjadi guru kimia bagi murid-murid di sana.
Yuki pun membantu menyelesaikan urusan Rani untuk bertemu dengan kepala sekolah dan menyapa seluruh guru yang berada di ruang guru. Sedangkan, Naru bertemu dengan wali kelasnya untuk memperkenalkan Naomi.
Hari pertama masuk, para siswa mulai menyesuaikan diri lagi untuk kembali berinteraksi dengan teman-temannya.
Nuha kembali menyapa ketiga sahabatnya. The bestFANS forever. Nana Isfani, Asa Tantri dan Sifa Zifara. Kerinduan mereka tak terelakan dengan terus saling berpelukan bersama-sama.
"Kangen, kangeeen banget rasanya. Dan seneeeng banget bisa ketemu sahabat lagi"
"Aku, sangat merindukan kalian"
Guru pun memasuki kelas. Wali kelas mulai menyapa dan memberikan pidatonya. Pak Suwito yang selalu dirindukan bagi murid-muridnya. Beliau pun terharu.
Sedangkan, di kelas Naru. 12D MIPA, Naru sudah duduk bersama teman-temannya. Wali kelas pun memasuki ruang kelas kemudian diikuti seorang gadis di belakang beliau.
Semua pandangan pun tertuju kepadanya. Sorak sorai menggema di dalam kelas.
"Waaah.. Murid baruuu"
"Seorang gadis, man. Cantik banget"
"Astaga, dia datang dari negeri mana?"
Naomi terus saja melihat ke arah Naru. Sedangkan, Naru mengalihkan pandangan dan lebih memilih memandang langit sambil menyangga dahu.
"Selamat pagi, anak-anak", sapa wali kelas.
"Selamat pagi, Bu..", jawab seluruh siswa.
"Selamat datang lagi di sekolah ya. Semoga semangat belajar kalian kembali pulih dan siap menjalankan ujian yang akan datang"
"Iya, Bu.."
"Baik. Kelas kita sedang kedatangan murid baru. Seorang gadis yang berasal dari negeri jepang. Semoga kalian bisa berteman baik dengannya, ya."
"Dari jepang?"
"Wah! Pasti Bu!!!," sorak seluruh siswa dengan semangat. Semua siswa bisa menerima kehadiran Naomi di dalam kelas mereka. Kecuali, Dilan dan kedua sahabatnya. Mereka saling bertanya-tanya dan sejenak menyelidik.
"Naru, bukan kah itu pacar loe yang waktu lalu?" bisik seorang teman yang pernah memergokinya sedang bersama Naomi di mobil.
"Bukan," jawab Naru jelas.
"Uuhh.. Malu ya ketahuan.."
"Baiklah Naomi, silahkan duduk. Tempat dudukmu di samping cowok itu ya," ucap wali kelas sambil menunjuk tempat duduk sebelah kanan Naru.
"Saingan baru telah tiba," sindir Dilan menyeringai.
Nuha dan ketiga sahabatnya saling mengobrol setelah jam pelajaran dari wali kelasnya selesai. Fokus Nuha kembali terbagi. Dia sedang dilanda kebingungan.
"Sosok itu tadi siapa ya? Tidak mungkin kalau Hawa. Masa arwah? Astaga! Masa aku bisa lihat arwah penasaran," ucap Nuha dalam hati.
"Huff.. Kepalaku pusing"
"Apalagi tadi ada Naomi. Apakah?!"
Nuha langsung mendobrak mejanya kencang dan berdiri dengan sangat tegak.
"Apakah? Apakah? Apakaah?!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Alesha Alesha
Tenang Nuha, tenang.. kamu ini kenapa?!! 😱😱
2024-04-01
0
Alesha Alesha
Kalo udah cemburu mah sensinya minta ampun 😭😭 , Nuha.. Nuha..
2024-04-01
0
Alesha Alesha
Duh.. sayangnya sama sahabat ❤❤
2024-04-01
0