Keesokan harinya, Nuha kembali mengintip parkiran sepeda motor. Dia ingin melanjutkan rasa penasarannya kemarin tentang sosok yang tiba-tiba terlihat olehnya.
Di parkiran sepeda motor terlihat Raffy dan Rafly selesai memarkirkan sepeda motornya dan akan segera berjalan menuju gedung sekolah. Namun, sosok itu ternyata tidak ada di sana.
"Nuha", sapa Naru yang tiba-tiba datang dari belakangnya sambil menepuk pundak Nuha. Seketika Nuha tersentak kaget.
"Uwa!"
"Kamu sedang ngapain disini?"
"Na- Na- Naru?! Kamu ngapain disini?! Eh, Sstttt!!", perintah Nuha setelah gagap tingkahnya.
Dia sedikit mendorong Naru untuk lebih bersembunyi di balik tembok. Raffy dan Rafly pun menoleh kearahnya. Beruntung, Nuha tidak terlihat oleh mereka.
"Kamu sedang sembunyi dari siapa? Ngintipin siapa?!," tanya Naru memperjelas.
"Ssstt, bentar Naru," balas Nuha tidak fokus.
"Ngapain kamu ngintipin si kembar? Ada penasaran apa kamu sama mereka?"
"Hi ih, Naru! Kamu itu bilang ngintipin mulu. Bentar napa sih?!"
"Nuha! Lihat ke sini!" perintah Naru sambil menarik kedua pundak Nuha untuk melihat ke arahnya.
Nuha pun menatapnya. Beberapa detik pun berjalan. Mereka berdua sejenak bertatapan mata. "Manis"
"Lepasin!"
"Nuha, kamu ini kenapa?"
"Kamu yang kenapa? Ngapain kamu di sini?! Pagi-pagi di parkiran sepeda, gak biasanya!"
"Aku sekarang berangkat sekolah pakai sepeda, Nuha" balas Naru santai dan senyum ramah.
"Heh? Whatss?!!"
Raffy dan Rafly sudah tidak ada di parkiran sepeda motor. Nuha dan Naru pun berjalan bersama menuju gedung sekolah.
"Kenapa kamu sekolah naik sepeda, Naru? Kamu kan biasa diantar pakai mobil"
"Aku udah gak mau berangkat sekolah naik mobil"
Seketika pipi Nuha merona diikuti senyum-senyum kecil nan malu-malu kucing. Akhirnya, dia tidak perlu kesal lagi melihat Naru semobil dengan Naomi.
"Haha", sejenak Naru menertawai tingkah Nuha. Lalu, dia kembali mempertanyakan perilaku Nuha saat di parkiran tadi.
"Kasih tau aku, kamu tadi ngapain ngintip-ngintip begitu?"
"Aku.. Gak bisa bilang, Naru"
"Nuha? Kok gitu?"
"Maaf ya Naru. Aku.. Aku duluan aja," pungkas Nuha seraya mempercepat langkahnya untuk meninggalkan Naru.
"Apa yang harus aku katakan kepada Naru? Apa yang sedang aku lakukan saja belum pasti," ucap Nuha dalam hati.
"Nuha.. Ada apa denganmu dengan si kembar itu?" gumam Naru cemas dan curiga.
Di kelas 12F Multimedia, guru baru tiba-tiba masuk ke dalam kelas. Kehadirannya langsung menarik perhatian semua siswa.
Pak Suwito yang datang di belakangnya langsung menenangkan seisi kelas dan meminta keadaan untuk tenang.
Lalu, beliau pun memperkenalkan guru baru tersebut. Seorang wanita cantik berdiri dengan bentuk tubuh yang sangat proporsional. Berpenampilan sopan dan terpancar aura keramahan.
Dia adalah Maharani Febriana. Wanita yang akan menjadi guru mata pelajaran Kimia. Sebelum dia mengatakan sepatah dua kata, dia malah berjalan menuju tempat duduk Nuha berada. Membuat semua siswa terheran-heran.
Nuha yang sedang memalingkan mukanya sambil melamun tidak mengetahui kedatangan guru baru tersebut. Bu Rani pun menyapanya, "Nuha"
Nuha menoleh dan kaget, "Ka- Kakak?!"
Tawa ramah Bu Rani pun terdengar merdu, "Hahaha.. Kamu terbiasa memanggil saya kakak, ya?"
"E- emangnya ada apa ini?", Nuha kebingungan.
Ketiga sahabatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena heran.
"Nuha, dia itu guru baru. Guru Kimia, tauk!," bisik Sifa.
"Heh? Apa?!"
"Nuha, kendalikan dirimu," bisik Fani.
"Ma- Maaf.."
"Salam kenal ya, Nuha. Kamu bisa kok memanggil saya kakak kalo sedang tidak mengajar di kelas," balas Bu Rani dengan senyum ramah.
Wanita yang sangat anggun. Usianya 22 tahun dan benar-benar masih muda untuk menjadi guru di SMK.
Suasana kelas menjadi tenang dan Bu Rani mulai memperkenalkan diri kepada semua siswa di kelas 12F Multimedia.
Istirahat pun tiba. Nuha dan ketiga sahabatnya sedang di kantin.
"Nuha, aku lihat dua hari ini kamu enggak fokus sekolah. Kenapa?" tanya Fani.
"Mungkin dia masih ingin libur," balas Asa gampang.
"Hum, bener. Bisa jadi," balas Sifa.
"Duuh, sebenarnya kepalaku di mana sih? Bener juga, aku sedang tidak fokus karena ada yang menganggu pikiranku," balas Nuha sambil memijit-mijit kepalanya.
"Bagus, donk. Ayo, sini curhat sama kita," pinta Sifa.
Di samping itu, di kantin sebelah sana terdengar suara riuh yang cukup mengganggu suasana makan keempat the BestFANS. Terlihat Naomi sedang di kerubungi banyak siswa pada satu meja.
"Apaan sih itu? Heboh banget," sindir Asa.
"Nuha, bukankah itu Naomi? Itu tuh gadis yang tinggal bersama Naru," ucap Fani dengan mata yang jeli.
Seketika Nuha terperanjat kaget. Dia langsung berdiri sehingga kursinya pun jatuh ke belakang.
"Brak!"
Sikap kaget dan bingung tersirat dari tubuhnya. Dia pun bingung hendak berucap apa dan harus bersikap apa. Hanya saja, dia benar-benar kaget dengan kejadian tersebut.
Naomi mendatangi Nuha dan berkata, "Hai Nuha, apa kabar? Aku senang bisa melihatmu lagi" dengan bahasa jepang.
"Na- Naomi.. Aku..," Nuha benar-benar kebingungan karena nyalinya terasa menciut.
"Naomi, kamu mengenalnya?" tanya gadis yang sudah akrab berteman dengan Naomi.
"Haik.. Dia, Naru no paca.. Etto, koibito", jawab Naomi dengan mudah.
"Apa itu?" tanya temannya bingung.
"Hehe, maaf ya gays. Kita sedang sibuk. Mohon undur diri dulu," pinta Sifa seraya mengajak Asa dan Fani untuk menarik Nuha pergi menghindari mereka semua.
The bestFANS akhirnya kembali ke kelas.
"Fiuh," ucap Asa menghela nafas.
"Rempong sekali ya tadi. Kenapa Naomi bisa langsung jadi bintang sekolah," sindir Sifa heran.
Nuha masih saja terdiam dan termenung.
"Nuha, kamu gakpapa?" tanya Fani.
Nuha hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
"Gimana ini gays? Kenapa kenyataan jadi semakin jelas gini? Kasihan Nuha, dia sedang dituntut untuk berjuang", ucap Asa.
"Hus!", sanggah Sifa langsung menampar pundak Asa.
"Aku ingin sekali mengetahui sosok yang kemarin bersama Raffy dan Rafly," batin Nuha.
Nuha ternyata masih memikirkan hal itu. Dia masih mengesampingkan urusan tentang hadirnya Naomi di sekolahnya.
"Nuha, katakan sesuatu?! Kami akan selalu ada untukmu. Jadi, katakan sesuatu supaya kami bisa membantumu," ucap Fani.
Tapi, tetap saja Nuha mengabaikannya. Dia tidak bisa mengatakan apapun kepada ketiga sahabatnya. Membuat ketiga sahabatnya harus benar-benar bersabar.
Nuha pun beranjak dari tempat duduknya dan kembali keluar kelas. Dia berjalan entah mau kemana.
Ingin ke belakang sekolah pun juga sudah tidak bisa. Karena, kedua kucingnya, Mayo telah mati dan Soya dia bawa pulang.
"Haruskah aku ke kelas 12A Bahasa?", tanyanya dalam hati. "Benarkah Hawa bersama mereka?", lanjutnya.
Nuha berjalan menuju kelas 12A Bahasa. Saat dia berjalan melewati kelas 12D MIPA, Naru melihatnya.
Nuha terus berjalan untuk memastikan kembali keberadaan sosok itu di kelas 12A Bahasa.
Langkahnya pun sampai di depan kelas 12A Bahasa dan benar. Sosok itu terlihat bersama Rafly. Tapi, itu hanya sekilas. Sekilas saja. Karena, Naru memanggilnya.
"Nuha!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Melki Hamid
semangat author karya nya sangat menarik
2024-03-08
0
Call me Peri
Aku harus mengasah ingatanku agar tidak tertukar dengan nama-nama tokohnya🧘🏻♀️
2023-08-21
1
Call me Peri
Aku suka kebalik bacanya🙈😂 tapi aku suka nama Nuha, jarang ada yang namain anak perempuan seperti itu😂
2023-08-21
0