8. Reyhan masih ada harapan

...***...

...“Sebelum ayang Hanna dipinang, setidaknya masih bisa berenang-senang,” ...

...-Reyhan Pratama...

...***...

Alena tertawa menatap ponselnya itu, dia melihat video di aplikasi tiktok. Hanna menatap Alena dengan tatapan jijik, karna dia tertawa seperti orang gila.

Dua minggu sudah berlalu, di mana Alena yang sedang berulang tahun dan diacuhkan oleh keluarganya. Alena yang kelaparan dan ditraktir oleh Reyhan kini sudah berlalu. Ngomong-ngomong soal ulangtahun, Hanna dan keluarganya merencanakan rencana untuk mengeprank Alena, setelah Alena pulang dari sekolahnya dia sudah disambut oleh keluarganya dan keluarga Hanna, tak lupa Bima dengan kue di tangannya menghampiri Alena yang masih mematung.

Bima menyuruh Alena untuk meniup lilin dan segera memotong kue karena Bima ingin segera mencicipinya, sungguh abang yang ramah. Oh iya soal Reyhan, Alena dan Reyhan sudah akrab satu sama lain. Reyhan sudah dianggap kakak, apalagi Reyhan adalah teman SMKnyaBima.

Kembali dengan Alena yang tertawa tidak jelas, Hanna segera menjauh darinya. Dia menatap Hanna dengan tatapan dingin, mengangkat satu bibir. Bodo amat kalo Hanna pergi dari kamar Alena, paling dia akan kembali karena di rumahnya tidak ada siapa-siapa.

Hanna merebahkan dirinya di kasur milik Alena, Alena kembali tertawa ketika ada video lucu di fyp tiktoknya. Beberapa menit kemudian menghentikan kegiatan skroll tiktok dan menyimpan ponselnya di meja belajar, dia menatap Hanna yang sedari tadi merebahkan diri.

Alena melangkah ke arah Hanna, menyipitkan mata ketika mendengar suara tangisan, semakin dekat dengan Hanna Alena langsung berlari menangkup badan Hanna.

Alena membalikkan badan Hanna, tapi Hanna menolaknya. "Han, lu kenapa nangis sih?" tanya Alena panik, Hanna tiba-tiba menangis padahal tadi dia oke.

"Han, jawab ih. Lu kenapa nangis?" tanya Alena lagi. "Gue nyuekin lu ya?" lanjutnya sembari mengoyangkan badan Hanna.

Hanna mengeleng pelan, ternyata bukan dirinya. "Terus lu kenapa? Sini cerita sama gue, jangan gini dong! Katanya sahabat," rengek Alena, dia tidak kuat ketika melihat Hanna menangis.

Alena membantu Hanna bangun, dia mendudukan Hanna agar dia menatapnya. "Coba cerita, siapa tau lega," saran Alena yang dianguki Hanna.

Hanna mengusap air matanya, kemudian dia menghela napas panjang. "Pacar gue selingkuh, padahal gue udah setia nunggu dia pulang dari luar negeri," jelasnya, Hanna menetralkan dirinya dari sesegukan akibat nangis.

Alena tertawa keras, apa yang lucu? Hanna memukul lengan Alena dengan keras. "Dasar manusia gak punya hati, orang lagi sedih malah diketawain!" murka Hanna dia terus memukuli Alena tanpa henti.

"Hanna udah ih, lagian salah lu gak ngasih tau gue. Kalo gue tau mah, pasti bakalan di uji kesetiaanya!" racau Alena menahan diri dari pukulan Hanna yang brutal.

Hanna menghentikan pukulan. "Nyesel jadi orang setia!" cetus Hanna, dia mengambil ponselnya yang tergeletak di kasur, kemudian mencari nama mantan pacarnya itu.

"Han lu ngapain? Lu gak laporan ke polisi kan?" canda Alena, dia menahan tawa ketika melihat wajah kusam Hanna.

Hanna mengeleng, kemudian berkata ketika telepon sudah tersambung. "Oke, gue terima putus dari lu, jangan harap lu balikan lagi sama gue!" tegasnya langsung menutup telepon.

Hanna menangis lagi, ketika telepon sudah ditutup. Alena benci orang yang membuat sahabatnya menangis, dia memberanikan diri untuk bertanya siapa nama mantannya itu!

"Han mantan lu siapa sih?" tanya Alena sembari mengusap punggung Hanna.

"Venzo Narendra," jawab Hanna, Alena menunjukan ekspresi bodoh karena ucapan Hanna tidak terdengar jelas.

"Siapa, Han?" ulang Alena dengan mimik wajah yang sama.

"Venzo Narendra, Alena!" raung Hanna dia menatap Alena.

"Biasa aja kali, Han. Tadi gue gak kedengaran, salah lu sih jawabnya sambil ngumpet di bantal," Alena membela dirinya sendiri.

"Mending main yuk, sama si Reyhan," ajak Alena, niatnya dia ingin menghibur Hanna. Dia tidak ingin melihat Hanna terus menerus menangisi cowok brengsek itu.

Hanna mengeleng pelan, tapi yang namanya Alena terus memaksa Hanna untuk mengikuti kemauannya. Hanna menghela napas, dia tidak akan bisa menolak ajakan Alena. Apalagi Alena manusia yang keras kepala, apa-apa harus diturutin.

Untung saja keadaan rumah Alena sepi, mungkin Karin sibuk dengan urusan dapur. Bima jangan ditanya, dia sedang sibuk bekerja ketika jam kuliah sudah habis. Jadi Alena tidak akan ditanya, Hanna menangis karena apa. Alena menuntun Hanna, takut dia tidak mengikuti dirinya.

Alena mengambil kunci motor scoppy pink di lemari kunci yang sudah disediakan, Hanna hanya melihat pergerakan sahabatnya itu tanpa mengeluarkan suara. Alena menyuruh Hanna untuk menunggu di luar gerbang, sebelum mereka berangkat Alena mengirim pesan kepada Reyhan untuk segera menyusul ke taman dan menunggu mereka berdua.

Setelah mengirim pesan, Alena langsung menghidupkan motor dan mengeluarkan motor kesayangannya keluar gerbang. Hanna terlihat menangis lagi, membuat hati Alena semakin benci pada mantannya itu. Setampan apa sih, hingga Hanna terus menangisi dirinya?

...***...

...1 pesan belum dibaca...

...AlenaCantik ...

...|Kak ke tman buruan, ada Hanna nih...

^^^Anda ^^^

^^^Otw|^^^

Reyhan mendengar nama Hanna, memang suka langsung otw. Ya namanya juga pemilik hati seorang Reyhan, harus gercep dong! Prinsip Reyhan, sebelum Hanna dipinang masih bisa bersenang-senang.

Bagaimana Alena bisa tau nomor Reyhan, bahkan Reyhan saja tidak memberinya. Masih ingat dengan Siomay Kang Ujang, di mana Reyhan mengambil air untuk Alena dan meninggalkan ponselnya bersama Alena?

Disana Alena mengambil kesempatan untuk menyimpan nomornya dan nama kontak Alena bukan sengaja seperti itu, ya kalian pasti tau seperti apa dia sendirilah yang menamainya. Padahal Reyhan sudah memujinya karena dia adalah orang baik yang tidak menggunakan barang oranglain. Tapi dugaannya salah!

Reyhan mengambil jaketnya, tak lupa memakai minyak wangi. Setelah selesai mempertampan diri, langsung saja Reyhan keluar dan menyusul Alena.

"Aycoming baby Hanna," ah sial ternyata Reyhan ketularan Alena.

Alena sengaja melambatkan laju motornya, agar Reyhan yang menunggu mereka berdua. Enak saja kalo Alena yang menunggu, emang dia siapa? Alena mengajak Reyhan keluar hanya dengan satu alasan, dia selalu membuat Hanna tersenyum karena bakat terpendamnya. Alena pikir Reyhan adalah orang yang pendiam, tidak banyak bicara, ternyata dia salah menilai justru sebaliknya. Bukannya kamu juga sama ya Alena?

Alena sudah sampai di taman nasional, mencari seseorang yang dia ajak sebelumnya. Matanya menyipit mencari seseorang, ternyata mereka berdua sudah bertemu di tempat yang sama. Alena tidak hanya mengajak Reyhan, tapi dia juga mengajak Afgan agar Alena tidak menjadi obat nyamuk.

Alena menghampiri mereka berdua dengan menautkan tangan Hanna. Karena posisi Reyhan dan Afgan membelakangi dirinya, ide jail Alena langsung muncul. Baru saja dia ingin mengeplak kepala Reyhan, tangan Hanna duluan mengeplak Alena.

Alena menatap Hanna, lalu Hanna mengeleng pelan. Sekarang Hanna yang menuntun Alena, dia berjalan ke depan mereka. Reyhan yang memang sudah tau mereka ada di belakang hanya diam saja, bukannya dia cenayang hanya saja minyak wangi Hanna tercium hidungnya. Dasar bucin!

"Eh, Hanna," sapa Reyhan yang dibalas senyuman oleh Hanna.

Alena menatap Afgan, dia memang tidak peka sama sekali. Alena mengisyaratkan Afgan untuk pergi lewat mata. Afgan menghela napas, dia paham dengan kode Alena. Langsung saja berdiri dan menyuruh Hanna untuk duduk.

"Han lo duduk, gue gak tega kalo cewek berdiri," ucapnya menyuruh Hanna duduk.

Hanna menggeleng. "Gak, makasih Gan." Hanna menolak halus tawaran Afgan. Tapi sayang Alena memaksa Hanna untuk duduk. Dengan wajah kesal Hanna menerima perilaku Alena, walaupun paksaan. Reyhan terkekeh melihat wajah kesal Hanna.

Alena memutar mata malas, melihat Reyhan bucin."Han, tungguin ya gue sama Kak Afgan mau nyari dulu makanan." katanya. "Kak, lu di sini temenin Hanna, hibur dia." tambah Alena yang dianguki Reyhan.

Baru beberapa langkah, gadis itu membalikan badan. "Eh Kak," celetuk Alena kepada Reyhan, Reyhan menjawabnya tanpa suara. "Duitnya dong, gue lupa gak bawa uang," lanjutnya sembari terkekeh.

Reyhan menatap sebal, wajah so imut Alena. Mengambil uang di saku celana, untung saja dia sempat ke ATM mengambil uang transfer. "Nih," Reyhan menyodorkan uang berwarna biru.

Hanna menahan malu, padahal ini bukan yang pertama kalinya dibuat malu oleh Alena. Semenjak mereka akrab, Reyhan tak segan untuk memberi Alena uang. Reyhan pikir, itu juga buat Hanna, kalo Alena makan ya Hanna juga makan.

Alena langsung menarik Afgan, dia menyelipkan tangan kirinya di tangan Afgan. Mungkin orang-orang di sana menyangka bahwa mereka berpacaran, padahal cuma temenan!

"Kak, lo tau Hanna udah punya pacar?" tanya Alena tiba-tiba.

Afgan menganguk. "Ya, gue tau dari Monika," jawab Afgan, membuat hatinya merasa kasian pada Reyhan yang selalu berharap menjadi masa depan Hanna.

"Tapi mereka udah putus," perkataan itu membuat Afgan menghentikan langkah, Alena berlari ke arah Afgan karena ketinggalan beberapa langkah. "Kenapa, Kak?" tanya Alena heran, kenapa Afgan berhenti.

"Beneran?" Afgan memastikan bahwa dia tidak salah dengar.

Alena menganguk. "Beneran, dia diselingkuhi sama pacarnya," jawab Alena polos.

Afgan tersenyum miring, membuat Alena merinding. "Reyhan harus dikasih tau!" pekik Afgan, dia membalikkan badan tapi Alena menahannya.

"Jangan sekarang! Beri waktu buat mereka berduaan!" sanggah Alena yang dianguki mantap oleh Afgan.

"Oke, sekarang lo bisa lepasin tangan lo ini!" ketus Afgan.

Alena meringis malu, dia perlahan melepaskan pelukan di lengan Afgan. Baru beberapa detik dia merasa malu, kini rasa malu itu hilang entah ke mana. Alena menarik tangan Afgan, dia berlari ke pedagang kaki lima, sudah lama Alena tidak membeli telur gulung. Tanpa sepengtahuan Alena, Afgan tersenyum melihat tingkah kekanakan anak SMK.

...TBC ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!