"Kamu kenapa membawa temanmu kemari, nak? Jelas-jelas kamu tahu kalau kamu mengajak, menganjurkan ketempat ini, itu artinya kamu mengajak teman kamu ke jalan sesat," ucap pria tua yang dikenal dengan nama Ki Ageng Praja. Dia adalah sesepuh di desa Pleret. Duan dan Prapto saling berpandangan. Setelahnya Duan mulai bicara.
"Maaf, ki Ageng Praja. Teman saya ini juga ingin kaya dan sukses usahanya. Jadi saya ajak kemari, Ki. Siapa tahu teman saya ini berjodoh dengan jalan pintas ini," terang Duan.
Pria tua itu manggut-manggut seraya menatap Prapto yang masih bingung dengan pilihannya.
"Hem, biar dia sendiri yang memilih, pesugihan apa yang akan dia ambil. Mau memelihara tuyul, menjadi babi ngepet atau menjadi suami dari ratu iblis. Asal dia berjodoh dan mampu saja. Kita tidak bisa menentukan nya," kata ki ageng Praja.
Prapto mengerut keningnya. Dia belum paham tentang pesugihan seperti ini. Bahkan dia sendiri masih bingung akan keputusan nya untuk memuja iblis demi mendapatkan pesugihan ataupun kekayaan.
"Menurut, ki ageng Praja. Teman saya ini cocok nya mengambil pesugihan apa, Ki?" tanya Duan yang sekarang mengambil pesugihan dengan menjadi suami dari ratu iblis. Di mana Duan melayani istri gaibnya selayaknya istrinya sendiri.
"Ada pesugihan kandang bubrah yang dikira sedikit resikonya. Tapi semua pesugihan ada bahaya yang bisa mengancam nyawa pemilik pesugihan sendiri kalau tidak bisa memenuhi perjanjian," terang Ki ageng Praja. Prapto yang duduk di sana mulai tergelitik ingin bertanya mengenai pesugihan kandang bubrah.
"Ki Ageng Praja. Nama saya Prapto, ki! Saya sebenarnya sudah putus asa hidup miskin dan selalu dipandang rendah oleh banyak orang. Di mana saya terbelit banyak hutang. Ini sungguh membuat pusing saya. Ditambah lagi kehidupan ekonomi saya yang tidak menentu. Dengan memiliki istri dan banyak anak, rasanya saya sudah tidak sanggup bekerja menjadi kuli lagi. Saya ingin merubah nasib saya, Ki. Tolong dibantu," terang Prapto panjang lebar.
Duan menatap temannya yang terlihat serius menyampaikan niatnya. Padahal dari keberangkatannya, dia masih bimbang dengan jalan pintas mendapatkan pesugihan. Semuanya penuh resiko dan nyawa taruhannya.
"Baiklah, kami paham akan permasalahan kamu! Namun demikian semuanya juga melewati ritual. Di mana kamu dan juga istrimu sama-sama melalui ritual ini. Jika kamu menginginkan pesugihan kandang bubrah, kamu dan istri kamu harus mengikuti persyaratannya. Jika berjodoh, dan berhasil menjalankan ritual, apa yang kalian inginkan akan tercapai. Termasuk kekayaan, keberhasilan dalam usaha yang lancar," terang sang juru kunci pada Prapto. Prapto mengerti. Setelah pulang nanti dia akan membicarakan hal ini pada istrinya.
"Ki, bagaimana dengan saya ki? Menurut perjanjian, setiap satu tahun sekali saya harus kembali ke goa pemujaan. Di mana saya bertemu ratu iblis yang menjadi istri gaib saya sekarang," kata Duan akhirnya.
Kedatangan nya ke desa pleret ini memang kembali melakukan ritual perjanjian dengan ratu iblis yang sudah menjadi istri gaibnya. Kekayaan dan kelancaran usaha nya dibantu oleh ratu iblis yang sudah menjadi istrinya. Bahkan setiap malam bulan purnama, istri gaibnya selalu mendatangi nya. Di mana Duan telah menyiapkan kamar khusus sebagai pemujaan dan pertemuan dengan istri gaibnya. Di sanalah Duan melayani istri gaibnya dan menjual tubuh nya pada sang ratu. Ritual suami istri beda alam itu telah dilakukan oleh Duan dimana kesuksesan Duan karena menjadi budak nafsu ratu iblis.
"Malam ini kamu harus segera melalui ritual itu untuk meneruskan perjanjian dengan ratu iblis. Jika tidak, kekayaan dan kesuksesan yang kamu peroleh berangsur-angsur akan surut. Kamu tidak ingin mengalami seperti itu bukan? Ditambah penyakit yang pelan-pelan menggerogoti tubuh kamu," terang sang juru kuncen.
Prapto yang mendengar penuturan dari sang dukun bergidik ngeri. Di mana semua pesugihan yang telah dipilih semuanya ada resiko.
"Saya datang dan siap melakukan ritual selanjutnya, ki ageng Praja!" sahut Duan dengan penuh keyakinan.
"Baiklah! Aku akan mengantarkan kamu ke goa di mana kamu menjumpai ratu iblis pertama kali. Dan perlu kamu ingat, nak! Sosok ratu iblis yang akan kamu temui tidak seperti saat di tempat kediaman kamu. Sosok ratu iblis berwujud makhluk yang mengerikan dan menjijikkan. Dan kamu harus melayani hasrat nya tanpa rasa jijik," terang ki ageng Praja.
"Baik, ki ageng Praja! Saya sudah mengerti," sahut Duan dengan mantap.
Malam ini dia akan bersetubuh dengan makhluk gaib yang sangat jelek dan menjijikkan. Prapto yang mendengar semua nya benar-benar merasakan geli. Karena ingin cepat kaya, Duan rela memilih jalan pintas dengan mencari pesugihan di goa yang letaknya di desa pleret.
"Ah, benar-benar menyeramkan!" batin Prapto.
Pria itu menatap Duan dan sang juru kuncen dengan perasaan bingung. Apakah dirinya yakin memilih jalan pintas itu. Apakah istrinya Maryati akan menyetujui ajakan untuk mencari pesugihan kandang bubrah yang menurut juru kuncen minim resikonya. Namun siapa yang dapat menduga jika berhubungan dengan iblis akan menguntungkan bagi manusia.
Beruntung Prapto diperbolehkan ikut menemani Duan ke goa untuk menjalani ritual tahunan bertemu sesembahan nya. Walaupun Prapto menunggu di luar goa, di mana Duan di dalam goa akan melalui ritual nya sampai pagi.
Dalam suasana malam yang masih mencekam itu, laki-laki tua yang dianggap sang juru kuncen itu mengantarkan Duan menuju goa, di mana sang ratu iblis berada. Mungkin saja Duan akan melakukan ritual itu hingga pagi sampai kegiatan ritual nya usai dan sang ratu iblis puas akan apa yang ditunaikan oleh Duan akan pelayanan nya.
Sepanjang jalan menuju goa keramat itu, Prapto diam sambil berpikir. Kenapa Duan sudah sangat nekat melakukan ritual ini demi mendapatkan pesugihan dan kekayaan. Dia secara gaib terikat kontrak pernikahan dengan sang ratu iblis. Entah bagaimana proses nya hingga Duan menghasilkan banyak emas dan uang. Bahkan usaha-usahanya berkembang maju dan pesat.
Dalam diam Prapto berpikir. Jika dirinya teringat akan masalahnya, di mana dirinya terlilit banyak hutang, Prapto akan menjadi putus asa. Dia benar-benar ingin merubah nasibnya. Sudah sering Prapto dihina oleh keluarga besar istrinya, Maryati. Dia ingin membuktikan bahwasanya dirinya akan merubah nasib keluarga nya. Prapto ingin memberikan kebahagiaan dan kemewahan bagi istri dan anak-anaknya.
Sang juru kuncen itu meninggalkan Duan yang sudah mulai menjalankan ritualnya. Tanpa bicara, pria renta itu berjalan meninggalkan goa itu. Sedangkan Prapto duduk menunggu di luar goa.
Malam semakin larut. Suara-suara aneh mulai terdengar. Prapto mendengar suara-suara gaib itu dari pintu goa itu.
"Apakah Duan baik-baik saja di dalam sana?" gumam Prapto sambil berusaha masuk ke dalam goa. Prapto ingin melihat apa yang telah dilakukan oleh Duan saat pertemuan nya dengan sang ratu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
MasWan
duh kok malah masuk kang prapto
2024-03-30
0