Maryati akhirnya mengijinkan suami nya, Prapto keluar kota untuk mencari pekerjaan. Namun Prapto sendiri belum menyampaikan pekerjaan apa yang akan dia kerjakan nanti saat di luar kota tersebut. Dan Duan memang belum membicarakan masalah ini. Duan belum menceritakan dari mana asal muasal dirinya mendapatkan uang yang berlimpah dan kekayaan nya berasal dari mana. Selain itu kesuksesan bisnisnya pun belum ia ceritakan pada sahabat nya itu, Prapto.
Maryati melepaskan kepergian suaminya itu dengan ikhlas. Toh tujuan Prapto pergi keluar kota untuk merubah nasib nya yang selama ini terhimpit masalah hutang dan ekonomi yang sulit.
"Hati-hati yah, mas! Aku dan anak-anak di sini selalu mendoakan kamu mas supaya kamu berhasil dalam segala usaha," ucap Maryati dengan kedua mata yang berembun. Prapto mengecup kening istrinya sebagai perpisahan.
"Titip anak-anak yah, Mar! Jaga diri baik-baik!" sahut Prapto.
Maryati tersenyum walaupun hatinya merasakan kegetiran harus berjauhan dengan suaminya. Duan yang sudah datang dan menjemput Prapto sejak tadi dengan sabar menyaksikan adegan mesra antara pasangan suami istri tersebut. Duan tentu saja merasa iri dengan pasangan suami istri itu yang terlihat romantis dan saling menyayangi. Walaupun keadaan mereka belum bergelimang harta. Maryati tetap setia dan menghormati Prapto sebagai suaminya.
"Kalian ini seperti akan berpisah lama saja loh! Kita di luar kota paling hanya satu minggu saja kok!" Tiba-tiba saja Duan merusak momen haru antara suami istri itu.
Prapto dan Maryati saling pandang. Keduanya memang belum mengerti pekerjaan apa yang akan direkomendasikan oleh Duan pada Prapto.
Suami istri itu saling melambaikan tangan saat Duan mulai menjalankan mobilnya. Perjalanan kali ini, Duan sengaja mengajak Prapto ke tempat di mana dirinya mendapatkan pesugihan. Harapan Duan adalah sahabat kecilnya itu bisa terbebas dari cerita dan kepahitan hidup seperti dirinya. Walaupun harus menjual keimanannya serta memuja iblis.
Diam-diam Duan melihat Prapto yang duduk di sebelah nya. Sahabat nya itu terlihat sedih saat jauh dari istri dan anak-anaknya.
"Jangan sedih, To! Perjalanan ini tidak lama. Aku harap, setelah ini kamu bisa memutuskan solusi terbaik untuk merubah takdir kehidupan kamu yang dalam kekurangan dan kemiskinan," ucap Duan. Ucapan Duan membuat Prapto menjadi bingung. Bukannya Duan mengajak dirinya untuk mencarikan pekerjaan dan merubah nasibnya?
"Hahaha, ya sudahlah! Nanti aku akan menceritakan semua nya dengan gamblang. Yang pasti aku ingin kamu kaya raya dan banyak harta seperti diriku saat ini. Tidak terlilit hutang dan selalu dihina oleh keluarga besar kamu," kata Duan yang sangat memahami kehidupan Prapto dan apa yang telah dirasakan oleh sahabat nya itu.
⭐⭐⭐⭐
Hujan deras mengiringi perjalanan Prapto yang diantar Duan ke desa Pleret. Di mana Duan telah menceritakan rahasia terbesarnya pada Prapto bahwa dirinya telah memiliki pesugihan. Dimana Duan memilih bersekutu dengan iblis dan menjadi pengabdi setan.
Betapa Prapto sangat terkejut dengan hal ini. Dirinya menganggap bahwasanya perjalanan nya ke luar kota itu akan langsung bekerja entah sebagai kuli atau karyawan pabrik. Ternyata dirinya diajak oleh Duan di tempat keramat di mana di sana akan bertemu dengan juru kuncen yang akan membantu menyelesaikan solusi dan menghubungkan dengan makhluk gaib yang akan membantu memberikan kekayaan.
Dari beberapa pilihan untuk mendapatkan kekayaan dengan cara instan, Duan memilih pesugihan menjual dirinya pada jin. Di mana Duan harus melakukan ritual menikah dengan jin wanita. Sehingga Duan mengorbankan tubuh nya untuk melakukan senggama dengan istri gaib nya. Jika Duan tidak bisa memenuhi keinginan jin itu, taruhan nya adalah nyawanya sendiri.
Dalam perjalanan ke desa pleret, Duan menceritakan kisahnya saat memuja iblis. Dirinya telah menjadi budak setan sekaligus melayani nafsu bejat sang ratu iblis. Walaupun begitu, Duan sudah terbiasa dan menikmati persetubuhan beda dunia itu. Duan mendapatkan uang yang berlimpah ruah entah datang dari mana. Setelah menunaikan tugasnya melayani istrinya yang tidak lain adalah ratu iblis itu, Duan menerima banyak emas dan permata. Dari sanalah, Duan menjualnya sedikit demi sedikit di kota untuk memperoleh uang yang diinginkan.
Di dalam mobil itu, Duan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil bercerita tentang kehidupan dan kisahnya, Duan tetap membelah jalanan yang sepi karena guyuran hujan deras tidak juga reda.
"Bagaimana kamu bisa mengorbankan tubuhmu untuk melakukan senggama dengan istri gaib mu, Wan? Apakah kamu benar-benar sudah menyukai istri gaib kamu?" tanya Prapto penasaran.
Duan menyipitkan bola matanya mendengar pertanyaan konyol dari sahabatnya.
"Gila kamu, To! Semua aku lakukan demi mendapatkan banyak emas dan permata. Setelah melakukan senggama, di pagi harinya setelah ayam berkokok di kamar yang khusus aku pakai untuk ritual dengan istri gaib ku, di sana aku dapati banyak emas permata. Awalnya aku pikir itu hanyalah mimpi, ternyata apa yang aku lihat benar-benar asli. Hingga aku bergegas pergi ke kota untuk menjual emas permata itu," cerita Duan.
Prapto mendengar cerita sahabatnya dengan serius. Dia menjadi bingung. Sepertinya pesugihan menjual diri dan sebagai budak nafsu ratu iblis sangat mudah dan gampang. Bahkan bisa membuat enak yang bersangkutan.
"Duan, kalau boleh bertanya. Saat melakukan senggama dengan ratu iblis itu, apakah kamu merasakan enak? Maaf Duan! Aku hanya penasaran," ucap Prapto ragu-ragu untuk bertanya masalah itu.
"Hehehehe, awalnya aku merasakan jijik, To! Sampai aku memejamkan mata saat melakukan senggama itu. Hingga lama kelamaan aku mendapatkan enaknya. Tapi itu pun tidak berlangsung lama.Ternyata ratu iblis memiliki nafsu yang melebihi ekspetasi kita. Dimana ratu iblis tidak pernah puas hanya dengan melakukan satu kali kegiatan berhubungan intim," terang Duan. Prapto yang mendengar mengerutkan dahinya.
"Lalu berapa kali, kamu melayani ratu iblis itu, Wan?" sahut Prapto.
"Sampai ayam jantan berkokok. Jelas-jelas aku terkuras stamina ku, To. Daya tahan tubuh ku semakin lama semakin habis dengan hubungan itu. Namun aku harus melakukan itu demi emas permata," kata Duan. Prapto tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Duan yang mesum.
"Jadi apa perlu kamu minum obat kuat kalau hendak melakukan ritual dengan ratu iblis, istri gaib kamu itu, Wan?" tanya Prapto.
"Hahaha tentu saja! Akhirnya aku harus mengkonsumsi obat itu setiap harus melayani istri gaib ku. Kalau tidak? Ratu iblis akan marah dengan ku karena aku, tidak bisa memenuhi keinginan nya," sahut Duan dengan tersenyum lebar.
"Haha," Prapto mentertawakan kehidupan Duan yang kini telah menjadi budak nafsu bagi ratu iblis. Duan telah menjual tubuh nya pada ratu iblis demi mendapatkan emas permata sebagai imbalannya.
"Apakah kamu tertarik dengan pesugihan menjual diri seperti ku?" tanya Duan.
"Lihat saja nanti, Wan! Yang pasti aku sudah lelah hidup dalam penghinaan orang-orang karena aku tidak punya apa-apa. Terutama mertuaku yang selalu memandang rendah aku, membandingkan aku dengan menantu nya yang kaya dan sukses tidak seperti aku," kata Prapto akhirnya. Duan hanya manggut-manggut saja mendengar keluhan sahabatnya.
☠️☠️☠️☠️☠️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments