Bab 15

Umumnya mengajak pacar ke rumah merupakan salah satu bentuk keseriusan dalam berhubungan dan kemungkinan akan berlanjut sampai pernikahan. Janne menuntun ayahnya agar duduk disebuah sofa yang berada living room mereka, beraimpuh di hadapan ayahnya, Janne menceritakan bahwa dirinya akan mengenalkan seseorang yang akan menjadi calon suaminya.

Pertemuan singkat yang diceritakan Janne membuat ibunya terharu, ayah masih tampak bingung, selama menjadi ayahnya Janne tidak pernah menceritakan apa yang terjadi di sekolah atau apapun, dia cukup tertutup doal asmara pun tidak ada yang pernah tahu siapa yang Janne sukai. Raut wajah ayah tampak cemberut, gadis kecil yang dia sayang kini telah besar dan sekarang dia akan memperkenalkan seorang pria yang baik untuk dinikahinya.

"Terimakasih ayah, telah menjadi ayah ku yang sangat baik, kepada keluarga ini ayah adalah penyemangat kami, aku dayang ayah" ucap Janne yang memeluk ayahnya.

Ayah tidak mengucapkan apa-apa, dirinya hanya memeluk dan mengusap lembut kepala Janne, gadis kecil yang periang itu kini telah beranjak dewasa.

Saat-saat yang ditunggu tiba. Reeve beserta paman Jesper tiba dirumah keluarga Wems, Jesper mengantar Reeve yang menaiki mobil mini limosin. Sampai dirumah Janne, Reeve dengan percaya diri langsung turun dan merapikan penampilannya. Hati Janne langsung tenang melihat Reeve seberani itu. Mungkin karena usianya yang memang sudah dewasa ya (sekarang Reeve sudah berumur 28 tahun umur manusia).

Reeve dan paman masuk kerumah, Helen kemudian buka pintu, keluarga Janne sudah menunggu. Ternyata ayah Janne terlihat ramah dan hangat. Hati Reeve langsung tenang. Sepertinya beban di pundak langsung di angkat. Gugup pun terus menghantui tapi Reeve dengan santai menyapa keluarga Wems.

"Perkenalkan nama saya Reeve Ethan Duke ke-4" Reeve yang gugup menjabat tangan ayah Janne.

"Kau vampire?" tanya ayah yang menjabat tangan Reeve.

Raut wajah Reeve seketika berubah, dia bingung apa nantinya jika ayahnya tidak menyetujui prencana pernikahan ini, matanya terus menatap kosong, seakan lamunan itu tampak nyata, Reeve tidak bisa menjelaskan lidahnya kelu, tidak dapat menjawab pertanyaan yang memang membuatnya menjadi minder.

"Seperti yang anda tau, tuan Billy, saya pernah menjelaskan ketika istri anda melahirkan Janne" Jesper yang memang pernah menjelaskan tentang alasan dia menjaga keluarga Wems selama ini.

Setelah melahirkan Janne, paman Jesper sering berkunjung untuk menjelaskan isi kitab Xaffo yang kini di amankan oleh Helen, Billy pun juga sudah mengetahui isinya, banyak hal yang sebenarnya Billy dan Jasper diskusikan di kala itu bukan hanya masalah perjodohan, melainkan beberapa hal agar Hans tidak akan berkunjung lagi ke tempat mereka dan mengganggu putri mereka.

Billy sangat bersyukur bahwa Jesper termasuk vampire yang dapat dipercaya, Ini momen pertama kalinya dia bertemu langsung dengan Reeve, Pangeran vampir yang sangat tampan dan gagah. Walau selama ini Billy tidak pernah menyapa nya secara langsung tapi Billy yakin selama ini Reeve yang menjaga Janne.

Suasana yang riuh gembira, semuanya tertawa lepas, banyak hal yang dibicarakan, yang intinya membahas akan ada pernikahan yang terlaksana antara kedua keluarga Wems dan Duke. Semua prang terihat setuju, bahkan tidak sulit Reeve untuk membuat Billy percaya agar anak gadisnya bisa dipinangnya.

Dibalik kebisingan Janne terasa asing, dibalik kebisingan itu ada seseorang yang tiba-tiba memanggil dirinya, suara yang membuatnya sedikit merasakan pusing yang berkelanjutan.

ADA APA INI? SIAPA YANG MEMANGGIL KU? KENAPA SEMUANYA BERPUTAR?

Ungkap batin Janne yang tiba-tiba berdiri dari kursi di ruang makan.

Bahkan dia tidak mendengar orang-orang memanggil namanya, pusing yang terus dia rasa membuat seisi rumah seakan bergoyang. Wajah Reeve tampak bingung, dia menghampiri Janne, Reeve berfikir ada yang tidak beres dengan Janne, tapi Reeve atau yang lainnya tidak menyadari.

"Janne" panggil Reeve yang kemudian menggenggam tangan Janne.

Seketika kesadaran Janne kembali pulih, tangannya masih gemetaran, keringat dingin yang Janne rasakan, kini dia dapat mendengar suara Reeve dengan benar dan menatap wajah Reeve, Janne jatuh lunglai dalam pelukan Reeve.

"Janne" teriak semuanya yang sangat mengkhawatirkan Janne.

Reeve langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar Janne, Helen sempat melihat sekitar rumahnya, memang ada sedikit keanehan tapi ini tidak seperti biasanya, Helen tidak mencium bau vampire Hans atau antek-anteknya.

"Ada apa sebenarnya?" tanya ayah dan ibu Janne.

"Seperti paman Jesper bilang, keselamatan kalian sedang di pertaruhkan, aku harap kalian bisa ikut kami ke castile" pinta Reeve yang sangat leluasa dan lega jika keluarga Janne tinggal d castile.

"Apa ini paman?" tanya Helen yang menemukan kumpulan abu di sekeliling rumah mereka.

"Blerang sehingga kita tidak dapat mencium kehadiran mereka" jawab paman Jesper, namun tampaknya vampire yang mengganggu Janne telah pergi.

Malam ini Reeve dan Jesper di izinkan menginap, tapi seterusnya ayah Janne masih memikirkan tawaran Reeve untuk tinggal d castile. Ayah yang telah berganti piyama itu merebahkan badannya di kasur kamarnya, dia terus memandang kelangit-langit, mengingat kejadian dikala dia kecil, ada beberap hal yang berhubungan dengan vampire Hans. Karena umur Billy ayah Janne agak masih samar dan sedikit terlupakan kenangan masa lalunya.

Reeve terus berada di samping Janne, menjaga dan membelai lembut wanita yang akan dinikahinya itu, sesekali Reeve mendaratkan kecupan hangat di kening Janne.

Cup!!! Janne membuka matanya, dilihatnya Reeve yang sangat dekat dengan wajahnya, tidak dapat menahan rasa malu, wajah Janne reflek memerah, tersipu malu di depan Reeve.

"Kau sudah bangun" ujar Reeve yang kemudian mencium bibir Janne.

Rasa rindu membuat hubungan yang sebelumnya belum pasti itu perlahan berjalan dengan santai dan keduanya kini tengah d mabuk cinta. Tidak pernah disangka bahwa perasaan ini akan berkembang dengan cepat.

Reeve mengambil posisi di sebelah Janne, mrebahkan badannya agar bisa terus bersama Janne, kini keduanya saling menatap, Janne terus tersipu malu, membuat keduanya saling tersenyum. Reeve merangkul badan Janne dan membuatnya berada dalam pelukannya, keduanya larut dalam malam yang hening dan dingin.

Helen terus berjaga dari kamarnya, melihat sekeliling dengan cctv yang dia pasang di tempat-tempat strategis biasanya dia mencium adanya vampire. Di lain tempat Hans yang berada di istananya terus diam dan memejamkan matanya, ada beberapa pasukan vampire yang telah menunggu perintah dari Hans. William yang berada di tempat ketinggian itu terus menatap kearah awan yang menutupi bintang dilangit. Dia sedikit iri akan Reeve yang bisa memiliki Janne, gadis dengan sejuta kejutan yang sebelumnya William tidak pernah temui.

Terpopuler

Comments

Lutfy Monkey

Lutfy Monkey

Hmmm smngt kak

2023-09-04

0

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

harus bertindak cepat nih reeve biar gak keduluan Hans

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!