Perjalanan penuh selama hampir satu jam itu, terasa hening, sungguh tidak ada kehidupan selain mereka, seperti dugaan beberapa vampire melompat dari pohon satu kepohon lainnya. Tepatnya ketika mereka keluar dari area gunung pinus, di Sisi kiri mereka terdapat dua pampir yang tengah mengawasi sambil mengikuti laju mobil yang dikendarai Jasper, disisi kanan ada seorang vampire yang sebelumnya pernah bertemu dengan Janne dan Helen.
"Ada yang mengikuti kita tuan" ucap Jasper yang sedang fokus menyetir.
"Ini darurat, Helen bantu aku" Reeve Menenangkan Janne dan memberikan sebuah senjata kepada Helen.
"Ada apa?" Janne yang melihat keluar dari jendela mobil namun dia tidak dapat melihat apa-apa hanya pemandangan gelap yang berkabut.
Helen dan Reeve mengambil posisi untuk menyerang, jika vampire-vampire itu menyerang, benar saja pasukan vampire sisi sebelah kiri langsung melompat dari pohon dan berhenti di depan mobil Reeve, Jasper lalu menghentikan laju mobilnya, Tepat di depan mereka dua orang pasukan vampire dengan sigap mau menyerang, Tidak lama yang dari sisi sebelah kanan pun tiba bergabung bersama vampire yang ada.
Mereka memang anggota secret human terdiri dari Andrew, fu dan William, namun berbeda dengan vampire lainnya mereka tidak menghisap darah manusia, bahkan Jasper dan rev tidak mencium ada darah manusia sebelumnya dari badan mereka.
Wajah penuh amarah Fu menatap tajam ke arah mobil yang, membuat Jesper keluar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Dengan kecepatan di atas manusia normal, Andrew menyerah Jesper terlebih dahulu tanpa mendengarkan aba-aba William.
"Andrew!!!" teriak William yang kemudian menyusulnya.
Pertarungan sengit terjadi antara Jesper dan Andrew, bampire terkenal akan kecepatan dan kelincahan dalam merespon setiap gerakan musuh, Jesper juga tidak kalah, setiap pukulan yang dia terima dari Andrew dengan santai Jesper dapat menghindar.
Andrew terus menghujani pukulan kuatnya sampinJesper menangkap kepalan tangannya.
Dabb!!! Mata Jesper berubah dia kini dalam mode siap menyerang balik, tangan Andrew yang sangat mudah untuk Jesper patahkan namun Jesper tidak sepenuhnya melakukannya.
"Aarrkkk!!." Teriak Andrew kesakitan.
Reeve mencari tahu ap yang sebenarnya terjadi, sementara Helen dan Janne terus berada di mobil. Reeve yang mengenakan kemeja putih di lengkapi dengan mantel kulit berwarna coklat, membuatnya terlihat seperti seorang CEO dalam sebuah drama televisi.
"Paman" ucap Reeve yang menghentikan aksi Jesper.
Dia melepaskan genggaman tangan Andrew, membuat vampire muda itu mundur teratur. William melirik penuh kepada Reeve dan terpancar aura pangeran vampire yang dia dengar dari Hans.
"Apa yang kalian cari?" tanya Reeve yang memasukan kedua tangannya kedalam saku mantelnya.
"Dia membunuh adik ku" tunjuk Andrew kepada Jeaper.
Wanita vampire yang hendak mencelakai ayah Janne, gadis itu ternyata adik dari Andrew, adik Andrew dalam pengaruh Hans yang membuatnya terus haus akan darah manusia, Andrew bersama William dan Fu berusaha membuat vampire yang diciptakan Hans tidak memangsa manusia.
Mendengar penjelasan William, Reeve mengerti bagaimana perasaan Andrew tapi tetap saja membunuh vampire yang tidak bisa diajak bekerja sama adalah kematian. Selama ini William juga berusaha agar vampire yang diciptakan Hans berubah menjadi orang normal walau mereka adalah vampire.
"Aku tidak bisa menolong mu, maafkan Jesper sudah menjadintugasnya untuk melindungi keluarga Wems" jelas Reeve yang juga tidak tahu berkata apa.
"Serahkan wanita itu, Hans bisa membuat adik ku kembali" ucap Andrew dengan sinisnya.
Reeve hanya menyeringai, dia berbalik dan menekan badan Andrew hingga membawanya terbang kesebuah pohon besar.
Duuuakk!!! Siku tangan Reeve kini berada di leher Andrew, tidak banyak yang Reeve ucapkan, dia hanya Andrew mengerti jika mereka mengganggu Janne, Reeve sendiri yang akan menghabisi mereka.
Sut sut!! Reeve kembali ke tempat mobilnya parkir. William juga tidak berbuat banyak, sedangkan Fu membopong Andrew yang terluka.
Kekuatannya sebanding dengan Hans, bisa saja jika wanita itu dan pangeran ini menikah Hans tidak ada apa-apanya, pantas wanita itu menjadi rebutan Hans.
Batin William yang terus mengawasi dan menganalisa.
Merekapun melanjutkan perjalanan, Janne tampak khawatir akan Reeve tapi dilihat Reeve tidak kenapa-kenapa, Janne berusaha menepis, ini pertama kalinya Janne mengkhawatirkan orang lain selain keluarga dan sahabatnya.
sesampainya dirumah sakit, Janne dan Helen masuk kedalam dan menemui orangtua mereka, sedangkan Reeve dan Jesper hanya menunggu di mobil. Reeve terus memikirkan William, vampire yang dia temui tadi, dia terus memperhatikan mobil karena Janne tidak keluar.
Apa mungkin mereka telah mengetahui posisi Janne?. Batin Reeve terus memikirkan apa yang akan di rencanakan oleh Hans.
"Kita harus cepat bertindak" ucap Jesper yang berbalik kearah tempat duduk Reeve.
"Janne belum menjawab pertanyaan ku, tentang aku ingin menikahinya" ucap Reeve yang membuat Jesper terkekeh.
"Ada yang lucu!"
"Sebaiknya tuan nonton film yang aku remomendasikan" ujar Jesper terus berusaha menahan tawanya.
Kesal karena Jesper mentertawakannya, Reeve kemudian menyalakan sebuah film di televisi yang terdapat di mini limosinnya. Sebuah film bergenre romantis.
Janne dan Helen yang menjenguk ayahnya yang tengah dirawat, bahkan ibuknya turut menjaga.
"Ibu...." panggil Janne.
sang ibu langsung memeluk kedua puterinya, sambil menahan tangis agar tidak membuat kebisingan di kamar rumah sakit.
Helen kemudian menjelaskan bahwa keluarga mereka sangat terancam, saat ini tempat teraman dari serangan Hans dan pasukannya adalah castile Reeve, hanya dengan mereka tinggal disana, Hans tidak dapat memasuki area gunung pinus. Sebenarnya si ibu tidak mengerti banyak hanya saja, dia belakangan sering sekali di ganggu oleh binatang kelelawar, mereka berusaha menyebarkan virus ke hewan ternak yang dirawat oleh ibu dan ayah Janne.
Bahkan beberapa kali ibunya mengalami hal aneh ketika mereka mengantarkan hewan ternak mereka untuk di jual kembali, terkadang ban mobil yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba pecah, rem blong bahkan terbaru ayah mereka menghindari seseorang yang tiba-tiba menyebrang.
Mendengar cerita sang ibu, Janne merasa bersalah selama ini tidak ada yang memberitahunya, tidak ada yang berusaha membuat Janne mnegerti apa ini semua, bahkan Janne terlihat kesal dengan kakaknya Helen, dia yang paling tahu kenapa harus di tutupi.
Selesai berbincang Janne meminta ijin untuk menemui Reeve di parkiran, rumah sakit adalah hal sensitive yang sangat dihindari vampire seperti mereka. Memikirkan dengan sangat matang, Janne tidak ingin mengambil resiko, dia ingin keluarganya aman, walau dia harus berkorban menjadi vampire seperti apa yang Reeve bicarakan sebelumnya.
Melihat Janne keluar dari rumah sakit Jesper dengan sigap langsung keluar mobil dan hendak membukakan pintu mobil untuk gadis itu.
"Boleh aku bicara dengan tuan pucat?" tanya Janne.
"Tentu saja nona" sahut Jesper yang berjalan beberapa langkah untuk memberi privasi.
Reeve yang tengah asik menonton, hanya melihat Janne datang kepadanya dan duduk di sebelahnya.
"Bagaimana ayahmu?" Tanya Reeve tanpa melihat wajah Janne.
"Ayo menikah" tiba-tiba Janne mengatakannya, Reeve diam mematung, dia perlahan menoleh kearah Janne yang seprtinya habis menangis, matanya yang sendu membuat Reeve terus menatapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Goo lah menikah biar kalian bisa musnahkan Hans dan komplotannya
2023-08-18
0