Bab 14

Menikah dalam impian orang pasti berbeda-beda, Janne membayangkan dia memiliki seseorang yang dia kenal dengan baik dan mereka berpacaran, lama menjalani hubungan yang sehat suatu hari di sebuah restoran yang sangat romantis Janne di lamar dengan seutas cincin permata zamrud kehijauan, semua orang bersorak dan meneriaki untuk mengucapkan "yes" tapi itu hanyalah impian, demi orangtua dan keluarganya Janne harus menuruti ramalan yang dia saja belum tahu kebenarannya.

Lelaki yang dia kenal sejak dia kecil dan dia bahkan memanggilnya dengan "Tuan pucat" akan menjadi calon suaminya, Janne tidak pernah berpikir jauh seperti itu, Janne berjalan di lorong rumah sakit yang sepi dan tenang, hanya ada beberapa perawat yang berlalu lalang di lorong itu, kupingnya seperti merasa kebisingan dalam pikirannya, dia terus menjadi overthingking dengan segala hal yang terjadi.

Sampai dia si depan mobil Reeve dan mengucapkan.

"Ayo menikah" membuat jantungnya berdegub kencang. Tidak hanya Janne Reeve yang terihat mematung itu wajahnya terlihat memerah. Dia tidak dapat berkata apa-apa, di rengkuhnya tubuh Janne, sehingga wajah mereka terihat sangat dekat. Kini Janne dapat melihat jelas mata Reeve yang sangat indah, deru nafas Reeve yang terlihat gugup begitu pun sebaliknya.

Tanpa aba-aba Janne memejamkan matanya, seakan memberi syarat kepada Reeve bahwa dirinya siap untuk adegan selanjutnya, yaitu kiss. Reeve tanpa ragu mengecupkan bibirnya pada Janne, karena ini kali pertama, Janne sedikit kaget dan membuka matanya, Reeve juga refleks mundurkan wajahnya, dia tidak ingin Janne merasa tidak nyaman, Janne merasa ada sensasi yang membuatnya merinding. Bulu kuduknya merinding entah karena sentuhan bibir mereka atau apa tapi Janne kemudian mencoba memejamkan matanya lagi dan terus membiarkan sentuhan lembut dari bibir Reeve menjelajah.

Bahkan Reeve membimbing tangan Janne untuk bersingkuh pada leher Reeve, keduanya terus menikmati sentuhan hangat bibir merah yang kini terus mengulik dengan lindah masing-masing. Keduanya enggan berhenti, sentuhan itu membuat Janne dan Reeve ketagihan, perasaan Janne sangat takjub, ternyata apa yang dia lihat dalam sebuah film bisa dia lakukan, bahkan dengan cepat Janne belajar. Ciuman itu berlangsung lumayan lama, keduanya seakaan terbakar dalam lautan kasih sayang, kini Janne mulai merasakan apa yang namanya menyukai dan terbalaskan perasaannya. Ada beberapa lelakinyang pernah mendekatinya tapi Janne tidak pernah membuka hatinya kecuali kepada Reeve tuan pucat yang dia kenal.

Reeve sejenak menghela nafas, tangannya merengkuh pinggang Janne, kemudian Reeve mengangkat badannya Janne merebahkannya diatas kursi di dalam mobil. Janne terus melihat wajah Reeve, rambut yang sedikit berantakan itu menampah nilai pesona dimata Janne, gadis itu merasa gugup tapi juga seakan senang dengan apa yang mereka lakukan. Reeve malah memeluk Janne yang tadi posisinya dia rebahkan, suara nafas Reeve dan tawanya terdengar jelas di kuping Janne.

"Kau menertawakan apa?" tanya Janne yang mengangkat tangnnya, meletakkannya di kedua sisi kepalanya.

"Aku malu, kau terus melihat ku" ujarnya membuat Janne tersenyum.

Dari sisi Reeve yang malu-malu menbuat Janne sangat penasaran, dia ingin terus bersama Reeve, dia ingin lebih tahu banyak tentang Reeve, segala hal tentang Reeve. Rasanya seakan bebannya terangkat. Janne juga tersenyum, tingkah mereka hari ini di luar dugaan, Janne hanya menyakini semua akan baik-baik saja, asal bersama Reeve si tuan pucat.

Janne mengekspresikan kesukaan kepada seseorang adalah dengan memulai percakapan dengan Reeve. Hal ini membantunya mengetahui ketertarikan untuk berbicara dengan topik apapun dan memikirkan apa yang akan terjadi jika dia melakukan hal yang Reeve suka, kasih sayang tulus itu bukan hanya effort waktu atau materi, tapi kedua belah pihak yang selalu memberi kesempatan untuk mengapresiasi rasa cinta atau sayangnya dengan caranya sendiri. Dan pasangan yang selalu support akan mengerti apa kita mau dan kita inginkan tanpa harus berbicara, segala sesuatu di rayakan, walau hanya hal kecil itu bermakna.

Beberapa hari kemudian Billy wems akhirnya di perbolehkan pulang, Janne, Helen dan ibunya sangat senang karena akhirnya bisa sehat kembali. Janne mengatur beberapa pertemuan untuk Reeve bertemu dengan orang tuanya dan keluarganya, tentunya ini akan menjadi pertanda bahwa Revve benar benar diterima agar menjadi calon menantu keluargaWems. Di lain tempat Castel tua milik Reeve, tengah mencoba beberapa setelan tuxedo agar terlihat rapi dan berkesan di mata keluarga Janne. Paman Jesper juga ikut membantu memilih beberapa style yang cocok untuk pangeran vampire tersebut.

Terpilih lah stelan tuksedo yang masih terlihat casual, dia bahkan merapikan rambutnya agar tidak berantakan, raut wajah pemain Jesper terlihat sangat senang dan bahagia kali pertamanya tuan muda Reeve sangat terlihat bahagia. Ada perasaan sedih dalam hati paman Jasper karena orang tua Reeve telah pergi lebih dulu, bahkan yang tersisa hanya dirinya dan Reeve.

"Bagaimana paman?" tanya Reeve yang selesai merapikan dirinya.

"Perfect" sahut Jesper.

Reeve memeluk paman Jasper dia mengelus pundak lelaki tinggi itu dan berkata "terima kasih paman paman adalah ayah dan satu-satunya keluarga yang aku punya."

Keduanya terbalut suasana haru Jesper orang yang sangat melakolis hal itu membuatnya meneteskan air mata yang jarang sekali dia lakukan.

Merekapun bergegas pergi kerumah Reeve, disaat yang bersamaan, ayah Janne sangat kaget karena semua orang berantusias saat ayahnya kembali ke rumah, Janne dan Helen menghias rumah menjadi sangat meriah, Janne masih ragu untuk menceritakan bahwa akan ada seseorang yang datang untuk melamarnya, Janne begitu larut dalam kebahagiaan karena ayahnya sehat kembali.

"Janne kau cantik sekali, memangnya ada kencan?" tanya si ayah. Dengan wajah yang sedikit meledek, sang ayah tidak mengetahui bahwa mereka telah merencanakan sesuatu ya sangat tidak diduga oleh ayahnya.

Ayah pun sejenak terdiam dia melihat situasi dan memperhatikan dari pakaian si ibu, Helen Dan Janne ini sepertinya akan ada suatu perayaan yang besar, tapi bukan menyambut kedatangan ayahnya yang tengah pulih dan pulang di rumah sakit, jiwa dektektif sang ayah bergejolak, dia terus memperhatikan sampai ayah berasumsi.

"Hari ini Helen bawa pacar mu kemari?" tanya ayah terus penasaran.

"Bu, bukan ayah, tapi ini acara Janne" ungkap Helen dengan senyum bahagia.

"Iya sayang, Janne ingin mengenalkan kita kepada seseorang" ibu yang berusaha membuat ayah merasa nyaman.

Ayah terdiam memperhatikan Janne, dia mengawasi putrinya terlihat sangat cantik dari biasanya, dia yang tidak biasanya itu membuat takut Billy.

"Ada apa Janne?" tanya sang ayah.

Janne yang berpakaian sederhana dengan gaun yang dibuat oleh ibunya itu, membuat Ayahnya berpikir keras, Janne terus tersenyum kaku, ini pertama kalinya dia akan mengundang seorang laki-laki yang akan dia perkenalkan sebagai calon suaminya.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

wah so sweet kisah mereka kaya twilight Saga....semoga lancar tidak di ganggu oleh Hans pertemuan keluarga ini

2023-08-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!