Bab 11

Jasper berusaha mengendalikan dirinya, dia tidak berdaya wangi darah terus menyeruak dalam hidungnya, darah terus mengalir di pelipis mata ayah Janne, setiap tetes darah yang keluar bagaikan melambat, dengan suara khas seperti air menetes, setiap tetsnya membuat Jeseper merasa berada di sebuah oasis, rasa hausnya tidak dapat di kendalikan, dara itu bagaikan minuman yang dapat menghilangkan dahaga bagi para vampire.

"To..tolong" ayah Janne yang mengerang menahan sakitnya.

Tersadar akan suara Billy, seketika mata Jesper berubah, dia masih bisa mengendalikan rasa laparnya akan menghisap darah manusia.

Dengan segera Jesper menghampiri, dilihatnya sabuk pengeman yang macet, belum lagi kaki kiri terhimpit mobil yang penyok. Sangat mudah untuk Jesper menbuka sabuk pengaman yang macet dan dengan mudahnya merenggangkan dasbord mobil agar dia bisa mengevakuasi ayah Janne , Billy.

"Te..terimakasih" ujar Billy terengah menahan sakit.

Segera Jesper membawa cepat Billy kerumah sakit.

Janne dan Helen terus berjalan menyusuri jalan berbukitan menuju puncak gunung pinus, tidak banyak bicara mereka hanya terus berjalan agar sampai saat masih terang. Puncak gunung Pinus adalah cara lain menikmati pesona keindahan pantai kota frujkan sebelah utara dari ketinggian. Nuansa romantis menjadi sebuah keniscayaan yang terpampang jelas.

Akses jalan menuju wisata Puncak Pinus harus melewati dulu prrbukitan dan setelah itu kondisi jalannya akan menjadi sedikit sempit untuk mencapai lokasi hotel atau penginapan yang sangat populer di puncak Pinus. Tempat satu-satunya yang masih bertahan sejak tiga puluh tahu terakhir.

Jarak dari Alun – Alun gerbang gunung Pinus ke Puncak sekitar dua belas kilometer, dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan kaki dan bisa diakses oleh kendaraan roda dua tapi dangat jarang sekali, bahkan roda empat hanya bisa mengantar sampai depan gerbang gunung Pinus.

Daya tarik utama Puncak Pinus adalah penginapan dan cafe yang berada di tebing karang yang menjulang tinggi dan langsung menghadap ke laut lepas. Terdapat anak tangga untuk menuju cafe Bar tersebut yang dilengkapi dengan pagar pembatas atau pagar keamanan. Dan saat di atas tersaji view yang sangat dramatis dan menakjubkan.

Saat deburan ombak besar menghantam tebing karang yang tinggi, lautan lepas seakan tanpa batas berjejak silih berganti menimbulkan suara yang merdu, sambil menikmati sajian kuliner di sana, menjadi sebuah moment indah yang sulit dilupakan bagi para pengunjung. Walau sangat terpencil tempat itu sangat populer d kota Frujkan.

"Aku tidak tahu ternyata puncak Pinus sangat populer" ujar Helen yang kelelahan.

Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak, dia mengambil air minum yang dia bawa di ranselnya.

"Deb yang merekomendasikannya" Janne yang duduk diatas bebatuan.

Semua hutan pinus tertutup kabut yang terus menutupi pandangan mereka, hanya sekitar tujuh atau sepuluh meter jarak padang, Janne merasa aneh, entah perasaan dia saja atau apa, seperti ada yang mengawasi mereka di balik hutan berkabut itu. Helen pun merasakan hal yang sama tapi dia berpikir bahwa itu adalah Jesper atau Reeve.

"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan" Helen yang selalu terlihat waspada.

Janne hanya mengangguk, dia hanya menyiapkan beberapa hal yang mungkin diperlukan jika sesuatu hal terjadi. Dengan bergandengan keduanya terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.

Tidak berapa lama terdengar suara sepatu kuda, tak tik tuk, terus berjalan cepat di belakang mereka, Helen dan Janne saling bertatapan heran bagaimana ada suara sepatu kuda yang tengah berjalan kencang. Namun keduanya memutuskan untuk melihat kebelakang dan melihat siapa penunggang kuda tersebut.

Karena jarak pandang jadi penghambat mereka tidak bisa melihat jelas, suata sepatu kuda itu semakin jelas terdengar. Dan terlihatlah kuda hitam jantan yang gagah dengah menghampiri keduanya, tanpa pelana dan tanpa seseorang yang menaikinya.

Kuda itu terus berdiri di hadapan Janne terus mengkibaskan kepalanya di depan Janne.

"Sepertinya dia menyukai mu" Helen yang berbisik sambil tersenyum.

Tanpa ragu Janne mengelus kuda tersebut, terlihat sangat jinak dan penurut, kemudian kuda itu berjalan di depan Janne dan Helen, seperti mengerti kemana tujuan mereka, kuda hitam itu seakan menuntun keduanya untuk segera sampai di puncak Pinus.

Hampir setengah jam mereka pun sampai di dicastile tua, yang beralih fungsi menjadi penginapan, tempat yang membuat Janne merasa dejavu, tapi entah apa yang terjadi Janne enggan untuk menelusurinya. Seperti telah selesai tugasnya, kuda hitam itu segera pergi, ya Reeve dengan mudah bisa memperintah hewan atau manausia untuk bisa menuruti perkataannya atau istilah kerennya hipnotis.

Baru juga sampai didepan pagar, Reeve dapat mencium aroma tubuh Janne, karena semua di lakukan mandiri, Reeve yang kali ini bertugas menerima tamu kehormatan. Janne terus melihat-lihat sekitar, dia sekaan pernah berlari dilorong castile, Janne memang sedang teringat akan memori silam, ketika dirinya yang hidup pada abad pertengahan, Janne yang mengenakan dress abad pertengahan berlari dengan tawa yang ceria, seperti sedang bermain dengan seseorang. Namun itu hanya penggalam memori yang beregenerasi dari gen seorang wanita.

"Janne" panggil Helen yang membuyarkan lamunan Janne.

"Sepertinya aku tinggal disini" ujar Janne berbisik.

"Sepertinya aku juga sedang bermimpi" celetuk Helen membuat guyonan.

"Selamat datang di The Castile" Reeve yang berpakaian kemeja putih dengan celana kulit yang sedikit longgar, di tambah potongan rambut yang sedikit rapi menbuat Janne terdiam akan ketampanan Reeve si tuan pucat.

"Jadi kau tinggal disini" Janne yang terus menatap Reeve.

Reeve dengan senyum hanya mengangguk.

Helen merasa lega bahwa adiknya telah mengetahui tentang Reeve, dia bahkan tidak akan repot untuk menjelaskan perjodohan yang sebenarnya telah di ketahui oleh dirinya dari Jesper.

"Kami menyiadakan beberapa kamar delux dan spesial untuk kalian" ujar Reeve yang berjalan menuju sebuah lorong.

Dengan santai Helen mengikuti disusul dengan Janne, perasaan kesal Janne akan kematian temannya masih berakar, dia masih belum bisa percaya terhadap Reeve. Dinding yang terbuat dari batu itu menambah kesan dingin dan mencekam, seakan mereka telah berdiri terlalu lama dan lembab. Setiap lorongnya dihadapkan dengan pemandangan lait yang menajubkan, dikira Helen dan Janne the castile sepi akan pengunjung, sampai mereka melewati cafe bar, banyak wisatawan yang tengah duduk santai dan hanya ada beberapa pelayan yang dipekerjakana oleh Jesper.

Helen dan Janne sempat bingung, mereka yang berwisata di the castile apa manusia biasa atau vampire seperti Reeva atau Jesper.

"Mereka manusia biasa, sama seperti kalian, kami sebagai vampire harus mengikuti zaman, uang dan manusia itu sama kejamnya, bagi kami kaum vampire" ujar Reeve telah sampai di depan sebuah pintu kamar.

"Siapa yang bertanya?" sahut Janne dengan nada kesal.

Dia mengambil paksa kunci pintu yang dipegang oleh Reeve. Kemudian masuk kedalam kamar yang terdapat doubel bad, kamar yang dihias bernuansa hitam dan merah menambah kesan anggun dan elegan, di tambah balkon yang juga menghadap lautan lepas.

"Kami istirahat dulu" ujar Helen masuk setelah Janne, kemudian Helen menutup pintu kamar tersebut.

Masih penasaran dengan apa yang Janne lakukan, Reeve masih celingak celinguk ketika pintu kamar bernomer tujuh belas itu hendak ditutup.

"Tunggu" Reeve manahan pintu kamar dengan kakinya.

"Makan malam jam delapan" sahut Reeve yang terus memperhatikan Janne yang tengah melihat keluar balkon.

"Terimakasih" ujar Helen yang kemudian menutup kembali pintu kamarnya.

Reeve masih terlihat senang karena Janne seakan mengahmpirinya, ini kali pertamanya terlihat sumringah.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

duh untung aja ada jesper yang menolong ayahnya kalo tidak entah lah

seneng nya rever nih

2023-08-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!