"Tuan pucat sedang apa disini?" ujar Janne yang melirik keatas.
Reeve yang memiliki tubuh jangkung ini kemudian membuka matanya dan melihat wajah manis Janne dengan mata yang bersinar terang dalam kegelapan.
"Tuan pucat? Kau mengenal aku?" tanya Reeve penasaran.
Tentu saja Janne mengenal Reeve, gadis yang awalnya tidak percaya, setiap tahun Reeve diam-diam datang melihat Janne, entah apa yang di pikirkan Reeve tapi Janne yang mulai terbiasa dan menyukainya tidak masalah dengan apa yang Reeve lakukan.
Pertama kali Janne menyadari ketika gadis itu berumur sepuluh tahun, winnter tahun itu Janne pergi kesekolahnya, sayang karena dia kesiangan di tertinggal bus sekolah.
Janne kecil kemudian berjalan kaki menuju sekolahnya, tidak ada yang aneh hanya Reeve yang memperhatikan Janne dari sebuah pohon yang besar, berdiri di batang potong yang besar dia sangat jelas melihat Janne yang mengenakan stocking putih.
Janne yang kecil tidak begitu paham bagaimana menyebrang, dia terus menunggu lampu penyebrangan yang mati, hampir sepuluh menit dia bergegas lari karena takut terlambat kesekolah.
Tit tit! Suara klakson mobil yang tengah melaju melihat Janne berlari di tengah jalan.
Cit! Mobil sedang berwarna hitam itu ngerem mendadak, bapak-bapak yang menyetir kaget, apa dia menabrak gadis kecil itu, tapi ketika dia melirik kedepan, bapak itu tidak melihat apapun, bahkan mobil di belakangnya mengklakson.
Reeve baru menyelamatkan Janne kecil, di gendongnya Janne kecil yang pingsan karena terkejut, di tengah kesadarannya, Janne sempat melihat wajah putih pucat Reeve yang menggendong dirinya yang masih kecil. Angin segar meniup di sela rambut Janne yang panjang, dalam hatinya dia ingin terus melihat lelaki yang membuatnya mengidolakan Reeve dan dari sanalah Janne memanggilnya Tuan pucat.
Janne terus memperhatikan sekitar jikalau tuan pucat kembali terlihat, sampai setahun kemudian, Reeve selalu datang di tanggal yang sama, minggu pertama bulan Desember.
Walau Janne tidak berani menanyakan langsung, tapi dari beberapa buku yang dibaca, bahkan ciri-ciri dari Reeve Janne mencari tahu bahwa dia adalah keturunan terakhir keluarga Duke. Yaitu seorang vampire.
Beberapa kali juga Janne selalu memastikan bahwa tuan pucat bukan vampire tapi banyak bukti yang membuatnya tidak bisa mengelak, seperti bayangan Reeve tidak ada di cermin, tidak suka dengan hal yang berbau bawang, berlindung ketika matahari terik, kalau tuan pucat yang dia idolakan adalah vampire, walau begitu dia tidak pernah melihat tuan pucat meminum darah atau menggigit orang di sekitarnya.
Kembali ke masa sekarang, Reeve yang heran kenapa Janne memanggilnya dengan sebutan tuan pucat, kenapa dia baru menyadari bahwa dirinya ternyata ketahuan.
"Kau vampire? Perlihatkan taringmu" ujar Janne yang mengintai bagian mulut Reeve.
Reeve yang kini sudah terbiasa dengan cahaya, tidak kaget ketika Janne mengarahkan senter ke wajahnya. Janne merasa heran, kenapa Reeve si tuan pucat tidak takut cahaya, vampire pada umumnya sangat sensitif akan itu.
"Kau tidak takut?" tanya Janne penasaran.
Sambil mengarahkan cahaya senter berulang-ulang ke wajah Reeve.
"Memangnya aku terlihat takut" sentak pria yang sangat pemarah.
"Heh, vampire suka sekali marah-marah" celoteh Janne.
Tidak menyangka bahwa Janne sebegitu menyebalkan, membuat Reeve hendak beranjak dari sana, dia tidak menyangk gadis kecil yang manis itu sangat cerewet.
"Eh tunggu" Janne yang menarik tangan Reeve.
Namun kaget karena suhu badan Reeve sangat dingin bagaikan es beku yang baru kekuat dari freezer.
Sentuhan Janne membuatnya merasakan sesuatu, belum lagi wangi darahnya terus menyapa di penciumannya Reeve, seakan tidak bisa menahan wangi yang membuatnya tidak bisa menahan diri.
Reeve membalikan badannya, di pegangnya tangan Janne dan diliatnya jarinya yang terluka, Reeve masih mencium pekat darah perawan dari Janne, wangi seperti bunga yang tengah mekar, sambil menutup mata Reeve menarik nafas panjang dengan wangi darah dari jemari Janne.
Janne hanya terdiam, dia memandang tegun wajah pucat Reeve, entah di sebut gila atau apa, tapi Janne sepertinya jatuh cinta kepada Reeve. Dadanya terus berdegup kencang, sampai Reeve dapat mendengar detak jantung gadis yang akan dinikahinya itu.
Reeve yang tadinya begitu semangat karena mincium wangi darah, begitu dia mendengar detak jantung Janne, Reeve memandang wajah Janne, bola matanya Reeve berubah coklat, seakan tersadar, gadis cantik dengan bibir merah jambu itu adalah jodoh yang disiapkan sang kakek, Reeve kemudian perlahan berjalan mundur dan menghilang dari balik tembok.
Janne hanya melihat kelelawar terbang keluar gudang dari ventilasi udara yang berukuran sedang. Itu adalahn jelmaan Reeve, dia pergi kembali ke castile, dia merasa aneh dengan suara detak jantung Janne, sesuatu yang membuatnya merasa sesak dan membuat Reeve tidak bisa berhenti memikirkan Janne.
"Ada apa tuan?" tanya Jasper melihat Reeve terus memegang dadanya.
"Sepertinya ada yang salah dengan jantung ku, paman" ungkap Reeve yang berdiri di depan sebuah jendela kaca di lantai paling atas castillenya.
"Itu yang di namakan cinta, keadaan emosinal yang kuat dan positif, yang membuat hati dan pikiran tidak bisa berjalan selaras, membuat deguban yang tidak berirama" jelas Jasper yang tersenyum.
Sebenarnya sudah lama mungkin Jasper menyadari bahwa tuannya menyukai gadis yang akan di jodohkan dengannya, dari hal kecil, melihat Janne walau hanya setahun sekali, dia hanya memastikan bahwa gadis itu tumbuh dengan baik sampai nantinya dia menikahinya.
"Paman jangan bercanda, itu sangat tidak lucu" Reeve yang meras konyol, dia hanya melihat gadis kecil pada Janne. Dan perasaannya pun masih sama, Janne hanyalah anak kecil.
"Itu pilihan tuan, saya hanya berasumsi kalau begitu saya mau kembali bekerja" ujar Jasper yang kembali ke lobby yang ada di lantai bawah.
Reeve terus memikirkan ap yang sebenarnya terjadi dengan hatinya itu, sementara Hans yang juga mencium bau darah perawan dari Janne, tengah membuka matanya dari sebuah peristirahatan panjang.
Hans juga memiliki organisasi yang di namakan Secret Human, yang terdiri dari beberapa orang yang ingin sebuah keabadian yang kekal, oraganisasi ini bergerak sangat cepat, beberapa anggotanya berasal dari petinggi wilayah kepulauan Frujkan.
Pergerakan mereka juga mengawasi beberapa tempat seperti rumah Janne dan castille Reeve, tujuan mereka adalah darah segar dari pengantin Reeve.
Darah yang akan membuat mereka kuat dan kekal, membuat mereka tidak memerlukan darah untuk bertahan hidup, walau mereka juga menganalisis ramuan yang bisa membuat mereka berbaur dengan manusia lainnya.
Tepat pukul delapan malam Jesper selalu menutup untuk tidak menerima tamu pada malam hari, dia kembali bekerja sebagai pelayan Reeve si pangeran vampire dari keluarga Duke. Dia selalu mengembangkan penemuannya yang kini selalu dia pakai bersama Reeve.
Merubahnya kembali seperti manusia yang sedia kala, memang tidak akan mungkin, tapi membuatnya tidak di takuti orang lain sudah membuatnya cukup bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Hans itu jadi ancaman buat Janne dan reve
2023-08-10
204
Ipau Hitam
Asik nih tuan pucat
2023-08-09
91
okke
visual ka
2023-08-09
91