Ye Joon bertanya pada Alice, apakah dia mencintainya ataukah masih mencintai Andrew. Seperti nya Ye Joon sangat cemburu dengan munculnya Andrew kembali. Ia pun kembali berprasangka buruk terhadap Alice.
Ia mengira Alice masih mencintai Andrew dan masih mengharapkan Andrew kembali. Ye Joon terus mendesak Alice untuk menjawab pertanyaan nya tadi.
"Ayolah, Alice..jawab! Jangan berdiam saja. Aku perlu jawaban darimu." desak Ye Joon.
Karena terus di desak Ye Joon. Akhirnya Alice mengakui bahwa dirinya mulai mencintainya. Ia mulai menutup rapat hatinya untuk Andrew. Hanya ada Ye Joon di hatinya saat ini.
"Baiklah, kalau kamu mau jawaban dari aku. Jujur aku sudah mulai cinta padamu. Dan kamu tak perlu takut karena hati ini sudah tertutup rapat untuk Andrew." sahut Alice.
Ye Joon pun tersenyum manis saat mendengar jawaban dari Alice. Kini ia dan Alice saling mencintai, dan dorongan di hatinya untuk segera berubah menjadi manusia seutuhnya pun semakin menggebu -gebu.
Ternyata Andrew mengejar Alice dan Ye Joon. Andrew bersembunyi di balik pohon besar dekat dengan mereka. Andrew di Landa api cemburu yang akan membakar hatinya. Ia sangat kesal dan marah saat menyaksikan bahwa Alice mulai mencintai lelaki itu dan menutup rapat hati untuk nya.
"Aku tak akan rela jika kalian bersatu. Alice itu milikku! Hanya milikku!" gumam Andrew dalam hati.
Sementara itu, Aerin juga sangat kesal dengan Andrew. Bertahun-tahun lamanya mereka menjalin hubungan sejak SMA hingga sekarang. Namun segampang itu Andrew mencampakkan nya dan melupakan cinta yang selama ini di jalani.
Aerin merasa sangat marah hingga kemarahan nya menimbulkan sebuah rasa dendam yang membekas di hati. Tak ada lagi rasa sayang terhadap sesama teman. Yang ada hanyalah dendam yang membara.
Aerin pun menangis dan tak ingin lagi mengenal Alice sebagai sahabat nya. Aerin sangat kecewa pada sikap Andrew. Dalam kemarahannya, Aerin bermaksud untuk mencelakakan mantan sahabat nya, Alice. Aerin berniat untuk menyiram kan suatu cairan berbahaya kepada Alice.
Suatu hari, Ketika Andrew berhasil menemui Alice di sebuah cafe. Andrew terus saja mengganggunya dengan cara memohon-mohon agar dapat kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan pada hubungan mereka. Di kejauhan sudah terlihat Aerin sedang memata-matai mereka.
Aerin sejak tadi memang mengikuti Andrew pergi. Hingga saat ini, ia bisa berhasil memergoki Andrew telah bersama Alice.
Tanpa basa-basi, Aerin pun langsung berjalan menghampiri mereka berdua. Hati Aerin sudah terlanjur sakit hati dan penuh dendam. Dendam berselimut di hatinya, tak mungkin bisa padam. Hal itu juga tak lain adalah adanya hasutan Maut yang mencoba memperdaya manusia untuk membuat Alice tiada dan tugasnya terselesaikan dengan baik.
"O...enak sekali, ya kalian bercengkrama di sini! Sementara aku sendirian di cafe milik kita." keluh Aerin.
"Aerin! apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Andrew dengan terkejut.
"Kok ku nanya aku seperti itu, seharusnya aku yang nanya kamu, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Aerin dengan sangat marah.
Andrew mencoba mencari akal agar tidak kena marah oleh Aerin. Maka ia memutar balik kan fakta yang sebenarnya.
"Aku di panggil oleh Alice untuk bertemu di cafe ini. Ternyata dia mau mengajakku balikan lagi. Karena aku terlanjur sayang sama kamu, maka ku tolak permintaan dia " sanggah Andrew berbohong.
Mendengar fitnahan dari Andrew, Alice pun berdiri dan menyiramkan secangkir kopi susu mengenai muka dan bajunya.
Byurr
Secangkir kopi itu tumpah mengenai wajah dan bajunya.
"Aw...Alice!" ucap Andrew dengan sangat marah.
"Ups...maaf!" sahut Alice.
Aerin ikut marah Kepada Alice.
"Alice, Lo apa-apa an sih! Jahat banget jadi cewek. Ini untuk Lo, rasain Lo!" ucap Aerin sambil menyiramkan sebotol cairan berbahaya ke wajah Alice.
Sontak Alice berteriak, menjerit-jerit minta tolong. cairan itu sangat panas, dan ia hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menjerit-jerit.
"Ah...panas! Panas! Tolong..wajahku! Tolong!" jerit Alice.
Saat itu ia pun pingsan. Semua orang yang berada di cafe itu pun ikut panik. Baru aja terjadi di cafe itu, semua yang ada mulai panik. Pengunjung cafe mulai berhamburan keluar. Manager cafe mencoba menghubungi ambulance untuk menyelamatkan wanita itu.
Karena panik, Aerin pun berlari pergi menjauhi cafe itu. Ia mulai berlari menghilangkan jejak. Andrew yang sedari tadi berdiri melihat kejadian itu, juga ikut panik dan mencoba untuk menolong nya. Ia mengingat kembali seperti apa kejadian yang menimpa Alice sang mantan kekasih.
Akhirnya Alice pun di bawa ke rumah sakit. Lalu Manager cafe itu melaporkan kejadian yang menimpa Alice. Ada nya tindak kriminal yang terjadi di cafe itu.
Alice masih terbaring lemah di rumah sakit, wajahnya melepuh. Kini wajahnya di perban. Ye Joon pun datang menemui Alice bukan sebagai manusia, tetapi sebagai malaikat penolong nya.
Di dalam ruangan itu, terlihat Andrew sedari tadi memegang tangannya Alice dan mulai menciumi tangan Alice dan seraya berkata.
"Maafkan aku Alice, maafkan! Jika seandainya aku tidak memfitnah mu, pasti kamu tidak akan seperti ini," ujar Andrew dengan sangat menyesal.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Alice?" tanya Ye joon dengan kebingungan.
Maka Ye Joon pun menyentuh tubuh Alice dan mulai memejamkan matanya. Ia melihat apa yang sedang terjadi pada Alice. Ternyata ini ulah Aerin mantan sahabat Alice.
Ye Joon pun mulai membuka matanya. Tiba-tiba ia menghilang. Kini Ye Joon menemui Aerin yang tengah duduk di kamar rumah nya. Tubuh Aerin gemetar dan terlihat keringat membasahi tubuhnya. Ia terlihat seperti orang yang sedang ketakutan.
Maka dengan kekuatan nya pun, ia mencoba memberi pelajaran kepada Aerin si wanita jahat itu. Saat hendak memberikan pelajaran pada Aerin, tiba-tiba pintu rumah Aerin terdengar suara orang mengetuk pintu.
Tok..tok. Tok
Aerin yang sadar akan suara ketukan pintu pun, segera membukakan pintu. Saat pintu mulai terbuka di sana telah berdiri 2 orang polisi dan seorang manager cafe tadi.
Polisi itu mulai bertanya.
"Apakah ini rumah Aerin?"
"Ya, memang benar ini rumahnya."
"Apa saudari Adalah Aerin?" tanya polisi lagi.
"Ya, ada apa ya, Pak?" tanya Aerin dengan suara bergetar dan mulai takut.
"Tangkap dia Pak, dia adalah wanita yang tadi menyiramkan cairan berbahaya kepada wanita yang sedang minum kopi di cafe kamu " ujar manager cafe itu sambil menunjuk ke arahnya.
"Tidak, Pak! Tidak! Saya tidak bersalah!" sahut Aerin sambil berjalan mundur.
Pak polisi pun dengan gesit, langsung menangkap Aerin yang mencoba kabur dari mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments