Pagi itu, Alice terlihat murung. Ia duduk di jendela kaca, memandangi langit cerah di pagi hari. Di hari itu ia sangat sedih sekali. Ia merenungi semua masalah demi masalah di hidupnya. Ia tidak menyangka akan seperti itu kejadian yang sebenarnya. Ia tak menyangka bahwa Aerin dan Andrew akan menghianatinya dan menyembunyikan kebohongan besar.
"Aaa....aaa" teriak Alice sambil menangis.
Alice berteriak sambil menangisi nasibnya. Hal itulah yang membuat Ye joon turun ke bumi menemui Alice.
Ye joon tiba di kamar Alice. Ye joon memanggil Alice.
"Alice..."
Alice pun mulai menengok ke arah belakang. Dan tampak seorang pria berbaju putih tiba di hadapannya. Ia pun segera berlari menghampiri Ye joon. Ia segera memeluk Ye joon dengan erat dan mulai menagis dalam pelukan Ye joon.
Ye joon hendak mendekap erat tubuh Alice, namun ia tidak sanggup memeluknya. Karena Alice masih mencintai orang lain.
Ye joon mulai bertanya pada Alice, tentang perasaannya terhadap Andrew yang telah berbuat jahat kepadanya.
"Alice..apa kamu masih mencintainya?" tanya Ye joon sambil menghapus airmata Alice.
"Maksudmu, aku masih mencintainya? Setelah semua yang dia lakukan padaku?" ucap Alice mulai tersinggung.
"Alice..kamu tersinggung? Maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk membuatmu tersinggung. Aku hanya bingung saja denganmu, kenapa kamu masih saja sedih memikirkan hal itu lagi." jelas Ye joon.
"Ye joon..aku hanya sedih memikirkan persahabatanku dengan Aerin yang harus kandas akibat kebohongan besar. Padahal semuanya kita lalui bersama. Dan aku masih tak menyangka saja dia akan sejahat itu padaku." jelas Alice pada Ye joon.
"Aku paham dengan perasaanmu, tapi kamu tak perlu sesedih itu. Dia akan berpikir bahwa kamu itu terlalu lemah dan rapuh untuk di jatuhkan. Bangkitlah dan buatlah dia sadar bahwa kamu itu tak mudah untuk di jatuhkan begitu saja," bujuk Ye joon.
Lagi-lagi Alice kembali memeluk Ye joon dengan erat. Ada rasa yang aneh yang di rasakan oleh Ye joon. Ada rasa getaran dan gejolak di jantungnya. Seakan rasa itu menguasainya hingga tak menentu.
"Apa ini rasanya jatuh cinta layaknya manusia?" ucap Ye joon dalam hatinya.
Tak lama kemudian, Ye joon mengajak Alice untuk pergi ke suatu tempat.
"Apa kamu mau ikut bersamaku sebentar?" pinta Ye joon.
"Pergi? Kemana?" tanya Alice.
"Ikutlah!" ajak Ye joon sambil menarik tangan Alice.
Ye joon menarik tangan Alice, hingga Alice jatuh ke pelukan Ye joon. Ye joon dan mengepakkan kedua sayap putihnya dan mulai pergi. Alice berpeluk erat pada pinggul Ye joon sambil menutup matanya.
Tak lama mereka pun segera sampai di suatu tempat indah. Seperti taman indah layaknya surga. Ye joon pun mulai mendarat di atas tanah dengan segera.
"Sluupp!" suara mereka tiba dengan tiba-tiba.
"mulailah buka matamu," perintah Ye joon.
Alice pun mulai membuka matanya dengan perlahan. Ia pun mulai terkejut dengan apa yang di lihatnya. Ia mulai terpukau dengan itu.
Alice pun berlari sambil berputar-putar di taman itu, ia mencium beberapa bunga di taman itu. Ia juga mulai mengejar kupu-kupu di sana.
Alice terlihat sangat bahagia saat itu. Ye joon mulai merasa bahagia, saat melihat Alice tersenyum bahagia saat itu. Saat suasana yang menyenangkan itu sedang berlangsung, tiba-tiba Maut datang.
Seorang malaikat hitam sang pencabut nyawa manusia datang, menghampiri Ye joon sang malaikat putih. Maut menagih tugas Ye joon yang segera mengantarkan Alice menuju mautnya, yang seharusnya di takdirkan tiada dalam sebuah kecelakaan tunggal.
"Sluupp!" suara kedatangan Maut.
"Mana tugasmu? Seharusnya kamu akan segera menjalankan tugas itu? Sampai kapan, aku harus menunggu tugas itu selesai?" ucap Maut menagih tugas Ye joon.
"Tidak Maut! Tidak! Aku tidak bisa melakukannya!" bantah Ye joon pada Maut.
"Apa karena kamu mencintainya?" tanya Maut pada Ye joon.
"Ya..aku memang mencintainya!" sahut Ye joon.
"Tidak Ye joon! Tidak! Tidak ada satu malaikatpun bisa mencintai manusia! Ini suatu perlanggaran besar di dunia permalaikatan. Kamu akan mendapatkan hukuman besar atas itu!" ucap Maut sambil menunjuk ke arah Ye joon.
"Aku tidak masakah dengan hukuman itu. Aku sangat mencintainya!" sahut Ye joon.
Lalu Maut pun mulai menyerang Ye joon hingga Ye joon jatuh tersungkur ke tanah. Terdengar oleh Alice. Alice pun mulai berlari menghampiri Ye joon dan segera menolongnya.
"Sudah! Stop!" teriak Alice mencoba menghentikan Maut.
Alice pun segera menolong Ye joon. Alice mulai bertanya pada Maut, namun Maut malah pergi meninggalkan mereka berdua.
"Maut! kenapa kamu menghajarnya? Apa salahnya?" tanya Alice sambil merangkul Ye joon.
"Apa kamu merasa sakit?" tanya Alice mulai perhatian pada Ye joon.
"Tak apa-apa. Aku tak merasa sakit sedikitpun kok." sahut Ye joon.
Maut yang tak menjawab pertanyaan dari Alice, lebih memilih pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Sementara itu, Ye joon mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Alice dan ingin membawanya pergi terbang mengelilingi taman itu.
"Ayo, ikut aku." ujar Ye joon.
Alice pun menyetujui ajakan Ye joon. Ye joon berkata agar segera menggenggam erat tangannya dan jangan pernah melepasnya.
"Pegang erat tanganku, jangan sampai kamu lepas." kata Ye joon.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Ye joon.
Alice hanya menganggukkan kepalanya. Ye joon pun mulai mengeluarkan sayap putih nya dan mulai mengepakkan sayapnya. Sepertinya Alice tak berani terbang bersama Ye joon hanya menggenggam tangannya Ye joon saja. Ia takut kalau itu akan membuatnya terjatuh saja. Alhasil Ye joon pun merangkulnya dan tangannya Alice memeluk pinggul Ye joon.
Tangan Alice melinggar pada pinggul Ye joon. Ye joon berkata pada Alice untuk bersiap-siap, karena mereka akan segera terbang bersama.
"Siap-siap. Sebentar lagi, kita akan terbang." ucap Ye joon pada Alice.
Dan sluuupp. Mereka pun seketika terbang bersama. Alice berteriak karena merasa takut. Lalu Ye joon segera menenangkannya.
"Aa...aa" teriak Alice karena takut ketinggian.
"Tenanglah..aku ada untuk melindungimu." ucap Ye joon.
"Aku akan selalu ada untuk menjaga dan melindungimu." ujar Ye joon.
Mendengar ucapan Ye joon, Alice pun mulai tenang. Ye joon mengarahkan Alice untuk melihat pemandangan taman dari atas langit.
"Alice..lihatlah pemandangan taman di bawah sana. Indah sekali, bukan?"
"Waw..indah nya. Ternyata taman nya seindah ini, kalau di lihat dari atas langit!" seru Alice takjub dengan pesona keindahan taman itu.
Alice sudah mulai bahagia dan tersenyum kembali. Ye joon merasa senang melihatnya. Alice sudah mulai melupakan kesedihannya. 1 hari bersama Ye joon, sungguh menyenangkan dan membuatnya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments