Setelah menyelamatkan Alice, Ye joon kembali menghampiri Maut. Ia mulai bertanya dengan maut mengenai tugasnya yang di tentangnya.
"Maut! Apa sih yang kamu mau dari aku? Kamu masih menantikan tugas yang aku abaikan? aku tak bisa membuatnya tiada!" ucap Ye joon.
Zaaasssshhhh
Maut menyerang Ye joon, hingga membuat Ye joon terjatuh. Maut kembali mengangkat tubuh Ye joon dengan kekuatannya. Mengangkat ke atas dan mengunci tubuh Ye joon dengan ikatan tali merah. Tali itu menyala-nyala bagaikan sebuah lampu merah, sehingga Ye joon tak bisa bergerak dan melakukan perlawanan.
Mendengar suara pertempuran antara Ye joon dan Maut, Alice pun segera berlari menghampiri Ye joon. Sementara itu, andrew dan Aerin yang tengah bahagia menyangka Alice sudah tiada. Namun saat Alice berlari menghampiri tempat tadi di atas gedung apartemen, keduanya melihat dengan tercengang.
"Hah? dia masih hidup?" gumam Aerin.
"Sial! Dia masih selamat! Lain kali, akan aku yakinkan bahwa kamu akan tiada!" ucap Aerin dengan penuh dendam.
Aerin dan Andrew pun pergi meninggalkan Alice yang berlarian sendiri ke atas gedung apartemen itu. Sesampainya di tempat itu, ia menangis saat melihat Ye joon di siksa Maut dengan tak berdaya.
"Stop Maut! Stop! lepaskan dia!" tegur Alice sambil menghampiri keduanya.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskan dia!" ucap Maut.
Alice pun mendekati Maut sambil berkata.
"Apa yang sebenarnya kamu mau? Apa kamu menginginkan nyawaku?" tanya Alice pada Maut.
Tanpa menjawab pertanyaan Alice, Maut pun segera pergi menghilang sambim membawa malaikat Ye joon pergi. Ye joon di bawa oleh Maut karena ingin di kurung di suatu tempat nan sepi tanpa ada yang tahu. Bahkan dewa pun tak tahu dimana tempat itu.
Sesampainya di tempat itu, Ye joon yang sedang lemah tak berdaya pun di giring oleh maut menuju Dewi Evil sang ratu kejahatan. Maut sungguh tak mempunyai cara lagi untuk menghukum malaikat Ye joon.
" Hai ratu Evil! Apa kabarmu?" ucap maut dengan basa basi.
"Hai Maut! cepat katakan apa mau mu! Aku tidak suka dengan orang yang suka basa basi!" balas Dewi Evil dengan mata melotot.
Dewi Evil, si ratu kejahatan selalu memakai pakaian Merah hitam dan memiliki tanduk merah di atas kepalanya. Terdapat mahkota di atas kepalanya. Ia selalu memakai tongkat seperti trisula. Dewi Evil ini sangat membenci Maut. Karena suatu hal.
"Kedatanganku ke sini, hanya untuk memberikanmu tugas ringan!" kata Maut.
"Apa? Beraninya kau memerintahku! Aku ini Dewi Evil, si ratu kejahatan!" ucap Dewi Evil dengan geram.
"tunggu dulu! Bukan seperti itu maksudku. Sku ingin kau menghukum malaikat Ye joon dengan hukuman setimpal!" jelas Maut.
"Memangnya dia telah berbuat apa, sehingga harus di hukum?" tanya Dewi Evil sambil melihat kuku tangannya yang panjang.
"Dia telah melakukan kesalahan terbesar di langit," lanjut Maut.
"Melakukan kesalahan seperti apa?" tanya Dewi Evil lagi.
"Dia telah merani mengubah takdir manusia. Dan dia juga telah berani mencintai manusia." jelas Maut.
"Apa? Ha...ha..ha.. Sungguh tak bisa di percaya." sahut Dewi Evil sambil tertawa.
"Em...baiklah...cepat bawa Ye joon ke sana dan kurung dia di lembah kehancuran!" perintah Dewi Evil dengan anak buahnya.
Lembah kehancuran adalah suatu penjara bagi malaikat yang berani terang terangan menentang takdir dan berani mengubah takdir manusia.
Kini Ye joon di kurung di sebuah penjara. Dinding besinya tak bisa di pegang. Jika dia tersentuh maka ia akan kesetrum dan tubuhnya terpental jauh.
Saat itupun Alice menyesali semuanya. Ia menganggap bahwa gara-gara membantunya Ye joon jadi di hukum. Alice pun berdiri dan kembali berlari ke kiri ke kanan sambil berteriak memanggil nama Maut.
"Maut...Maut...Maut!" teriak Alice.
Maut pu. Muncul dengan tiba-tiba dan sekarang ada di hadapannya.
"Nah..untuk apa kamu mencariku?" tanya Maut.
"Maut...aku mohon bebaskan lah dia! Dia tak bersalah!" pinta Alice sambil memohon.
"Tidak semudah itu membebaskan Ye joon dari hukuman!" sahut Maut.
"Mengapa seperti itu? Apa tidak bisa di beri keringanan untuk hukumannya?" tanya Alice lagi.
"Haha..ha..ha. Keringanan hukuman? Baiklah jika itu permintaanmu!" sahut Maut.
Maut pun mengulurkan tangannya dan seranya membawa Alice ke lembah kehancuran.
"Mari ikut aku! Peganglah tanganku dan pejamkan lah matamu!" perintah Maut pada Alice.
Maut dan Alice pun seketika menghilang secara tiba-tiba. Mereka pun sampai di istana ratu kegelapan sang Dewi Evil. Alice pun mulai berjalan seraya melirik ke arah sekelilingnya yang tampak menyeramkan.
"I..ih tempat apa ini? Menyeramkan sekali!" ucap Alice dengan rasa takut.
Tiba-tiba Alice di kejutkan dengan kedatangan Dewi Evil. Tiba-tiba terdengar seorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya. Wanita itu membisikkan sebuah pertanyaan di telinganya.
"Ada manusia di sini? Siapa kau dan mau apa kau ke sini? Sepertinya aku mengenali mu?" tanya Dewi Evil.
"Maut! Apa yang kau rencanakan dengan membawanya ke sini?" tanya Dewi Evil sambil menyerang Maut dengan kekuatannya.
Wuussshh....
Maut pun terpental jauh. Maut bangun dan mulai menyerang Dewi Evil. Dewi Evil pun bisa menghindari serangan dari Maut. Maut mulai berbicara mengenai alasannya membawa Alice ke sini.
"Aku ingin dia menebus kesalahan yang di lakukan oleh Ye joon selama ini!" ucap Maut.
"Dengan cara apa dia bisa menebusnya? Dia hanya anak manusia biasa, maut?" tanya Dewi Evil.
Maut pun meminta izin Dewi Evil untuk membuka portal Lembah Kehancuran dan membawa gadis itu menuju penjara tempat Ye joon di hukum.
"Dewi Evil..aku mohon izin untuk membuka portal lembah kehancuran. Dan membawa gadis ini!" ujar Maut.
"Kalau itu pintamu, akan aku izin kan kau membuka portal itu! Tapi aku minta Mustika putih milik Ye joon!" ucap Dewi Evil.
"Baiklah!" sahut Maut.
Maut pun berjalan ke arah pintu kegelapan yang berada di sebelah kirinya. Ia mengajak Alice untuk ikut bersamanya. Maut pun membuka portal itu dan mereka pun sampai di depan lembah kegelapan.
Alice pun mulai ketakutan. Ada banyak manusia yang di hukum di sana dan ada juga beberapa penghuni kerajaan langit di hukum sepertu Ye joon. Teriakan dan rintihan para napi di sana memberikan kesan menakutkan bagi Alice.
Apalagi suasananya tampak menyeramkan ada beberapa patung iblis dan di penuhi oleh warna gelap dan merah darah.
Saat di depan penjara besi. Di situlah tangisannya pecah saat menyaksikan malaikat penolongnya di hukum dan dalam keadaan tak berdaya.
Alice pun mulai berjanji tak akan menemui Ye joon untuk sementara waktu ini. Demi kebaikan Ye joon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments