#20 langkah awal pembalasan

   Hari itu ia berencana untuk mulai mendekati Andrew. Ia mulai menyusun rencana balas dendam kepada Andrew dan Aerin. Ia mulai menitipkan semua pekerjaan Cafe kepada manager terbaru .Manager itu bernama Lisya. Mengapa ia begitu percaya dengan Manager baru itu, untuk memegang tugas ng begitu berat? Lisya itu adalah anak buah kepercayaan nya yang bertugas sebagai asisten pribadinya saat berada di korea kemarin.

  Hari ini, ia ingin melancarkan aksi dendamnya terhadap Andrew. Ia ingin membuat Andrew terpesona dengan dirinya, hingga ia gampang menjebak Andrew dalam lingkaran cinta sandiwara ini.

   Langkah pertama ialah dengan tidak sengaja bertemu dengan Andrew di di suatu tempat. Anak buahnya melaporkan bahwa, Andrew sekarang sedang mengendarai mobil, ia hendak pergi ke sebuah hotel mewah di kota itu.

[Halo, Boss! Target sedang mengendarai mobil, dan hendak pergi menuju sebuah hotel mewah di kota ini.] bunyi pesan whatsapp dari anak buahnya.

[Bagus, saya akan segera kesana untuk menjalankan rencana selanjutnya.] balas Aishi.

Aishi pun segera ke sana. Aishi berjalan menuju lobby hotel, ia telah melihat dari sana, sudah ada seorang lelaki target nya yang bernama Andrew.

Tepat di jam yang sama, Ia memulai drama sandiwara nya. Saat itu, Aishi tengah berpura pura menelpon seseorang dengan menyebut nama Andrew saat berbicara dengan seseorang lewat telpon. Hal itu terdengar oleh Andrew saat, menunggu seseorang di lobby hotel.

[Iya, nanti saya akan segera ke sana.Tapi saya lagi ingin bertemu dengan Tuan Andrew dari Cafe terbaru itu] ucapnya di telpon.

Andrew yang sedari tadi melihat dan menyaksikan Ashi sedang bercakap dengan seseorang lewat telpon, pun menjadi kebingungan. Ia berdiri dan menghampiri Aishi dan mulai menanyakan hal mengenai namanya di sebut sebut dalam percakapannya.

"Halo..mba! Mba!" tegur Andrew sambil melambaikan tangan ke arah wajah Aishi.

Aishi pun berpura-pura terkejut.

"Eh, ya ada apa?" tanya Aishi.

"Kok kamu balik nanya saya? Seharusnya saya bertanya pada kamu, kenapa kamu menyebut namaku tadi?" tanya Andrew keheranan.

"Oh, Tuan Andrew!" sapa Aishi sambil menunjuk ke arah wajah Andrew.

Ashi pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Andrew.

Andrew pun semakin bingung, Andrew pun menyapa Aishi dan menyuruhnya duduk di lobby.

"Mari ngobrol dulu. Silahkan duduk!" ujar Andrew.

Aishi pun mengangguk. Andrew semakin penasaran dengan wanita itu. Tapi rasanya, ia pernah melihat wanita itu. Ia pun ingat, wanita itu adalah wanita yang telah membeli Cafetaria milik Alice.

"Aneh..rasanya aku pernah bertemunya. Oh, ya. Aku pernah di usir nya dari Cafetaria yang di belinya dari Alice."gumamnya dalam hati.

"Oh, ya. Ngomong-ngomong, ada apa ya? Kok kamu tadi nyebut namaku di telpon." tanya Andrew sambil memperhatikan wanita itu.

"Maaf, Ya. Aku bohong sama sekertaris papaku, mengenai mu." ucapnya.

"bohong? Maksudnya?" tanya Andrew.

"oh, ya kita belum kenalan. Namaku Aishi Moey." ucap Aishi sambil mengulurkan tangan.

"Aku Andrew." sahut Andrew.

"aku tidak mengerti maksudmu tadi?" tajya Andrew.

"Oh..iya aku berbohong pada sekertaris papaku. Aku bosan harus membantu pekerjaannya di kantor. Kan itu urusan pekerjaan dia bukan tugasku. Ya. Aku bilang saja, bahwa aku ada rapat dengan klien bernama Tuan Andrew." jelas Aishi.

"apa sekertaris papamu itu baru?" tanya Andrew.

"Yupz..bener banget. Dia itu sekertaris baru papa." ucapnya.

"pantesan saja..dia minta kamu membantunya." balas Andrew.

Di kejauhan terlihat wanita tengah berdiri di depan pintu hotel. Wanita itu terlihat cemburu terhadapnya. Wanita itu adalah Aerin. Aerin mencoba mengirim pesan whatsapp kepada Andrew, untuk memastikan bahwa Andrew tidak selingkuh.

[Sayang..kamu lagi dimana? Kalu bisa jemput aku nggak?] bunyi pesan dari Aerin.

[Maaf, sayang aku lagi pergi bersama mamah. Maklumlah..mamah ngajak ku belanja ke pasar.] balas Andrew.

Aerin tengah kecewa berat dengan sikap Andrew. Yang cenderung berbohong padanya mengenai menemani mamanya belanja ke pasar. Hatinya berkecamuk dengan emosi. Aerin pun segera menghampiri Andrew.

"oh..katanya menemani mamah belanja ke pasar? Kok sama cewek lain di lobby hotel?" sindir Aerin sambil melipat kedua tangannya.

Andrew pun berdiri.

"Aerin! Kamu nih apa-apaan sih? Kamu bikin malu saja!" ucap Andrew dengan marah.

"Aku bikin kamu malu? Terus kamu apa? Apa kamu tidak bikin malu? Buat apa kamu bertemu cewek ini di lobby hotel? Oh..kamu mau chek in ya?" sahut Aerin dengan kecewa.

Aishi pun berdiri.

"Maaf, mba. Saya tidak selingkuh dengan pacar mba. Saya hanya mengobrol saja." sahut Aishi.

"Cukup ya, Aerin! Cukup!" bentak Andrew pada Aerin.

Andrew terlihat sangat marah kala itu. Andrew memang orang yang mudah marah, karena ia tipe lelaki tempramen.

"Aerin..mulai hari ini kita putus!" ucap Andrew dengan sangat marah.

"A..apa? Pu..putus? Kamu mutusin aku demi cewek seperti ini?" sahut Aerin sambil menunjuk ke arah Aishi.

Aishi pun pura-pura marah.

"Mba, jangan pakai nunjuk ke arah saya dong!" ucap Aishi.

Aerin meneteskan airmata. Ia tak percaya dengan ucapan dari mulut Andrew. Aerin pun meninggalkan Andrew bersama wanita lain. Aerin terlihat sangat sakit hati dan kecewa.

Aishi yang melihat Andrew tertunduk karena kesal dengan sikap dan ucapan dari Aerin. Aishi mencova membujuknya. Aishi mencoba menjebak Andrew dengan ikatan cinta palsunya.

"Sudahlah...kamu tak perlu sesali tindakanmu tadi. Wanita terlalu cemburu itu memang harus di tinggalkan. Tapi..maaf ya..gara-gara kehadiranku, kamu dan dia jadi berakhir." ucap Aishi dengan lembut.

"Iya. Oh, nggak kok. Memang dia nya aja yang selalu seperti itu. Aku sudah nggak nyaman menjalani hubungan dengan nya. Dia itu berbeda dengan mantanku dahulu." ujar Andrew.

Andrew dan Aishi pun mengobrol dengan asyik, hingga mereka bertukar nomor ponsel. Dan Aishi pun pergi meninggalkan Andrew yang mulai merasa nyaman dengannya.

Sementara itu, Aerin sangat kecewa dan sakit hati.

"Aku nggak nyangka, kamu bakalan jahat padaku. Setelah semuanya ku lakukan, kamu hempas aku seperti sampah." ucap Aerin sambil menangis.

Aishi melihat Aerin menangis di tepi jalan. Aishi masih memantau Aerin dari dalam mobil.

"Ini hanya permulaan Aerin! Ini tuh belum apa-apa. Tak sebanding dengan apa yang aku rasakan dulu. Semua penderitaan yang aku alami, tak sebanding dengan hari ini. Aku ingin kamu juga menderita sama seperti aku." ucap Aishi dari dalam mobil.

"Aku ingin membalaskan dendam ku, tapi dengan cara ku sendiri, walaupun tuhan tak memperbolehkan manusia membalas kejahatan dengan kejahatan." ujar Aishi dengan sangat marah.

Aishi meluapkan segala emosi yang tersimpan di hatinya.

Episodes
1 1# Awal mula takdir Alice berubah
2 2#Alice koma
3 3#Sahabat bermuka dua
4 4# Buah beracun untuk Alice
5 5# Itu jebakan bukan cinta
6 6# 1 Hari bersama Ye joon
7 7# Maut gagal mencabut nyawa Alice
8 8#Lembah Kehancuran
9 9#Pergilah sahabat jahatku!
10 10#Mulai bertindak
11 11#Hati yang terluka
12 #12 Maut gagal mencabut Nyawa Alice 2
13 #13 Air mata ketulusan
14 #14 Dilema Cinta Segiempat
15 #15 Dilema Cinta Segiempat bagian 2
16 #16 Wanita buruk rupa
17 #17 Alice bukan Alice
18 18# Pemakaman Palsu
19 19# Duka yang abadi
20 #20 langkah awal pembalasan
21 21# Mimpi yang mengejutkan
22 22# Tercebur Dalam Telaga Keabadian
23 23# Ye Joon's First Kiss
24 #24 Alice Gentayangan?
25 #25 Misteri Hilangnya Aishi Moey Yang Asli.
26 #26 Misteri Hilangnya Aishi Moey Yang Asli Part 2
27 #27 Mencari Keadilan Untuk Aishi Yang Malang.
28 #28 Rasa Apa Ini?
29 #29 Mencari tahu yang di curigai
30 #30 Lelaki Psikopat
31 #31 Mencintai Dia Bukan Kamu!
32 #32 Menjadi manusia 100 hari
33 #33 Berdua denganmu lebih baik
34 #34 Kepergian Ye joon
35 #35 Tanpa Kekasih
36 #36 Aku kuat tanpamu! part 1
37 #37 (Mendadak Indigo) membantu Reyhan korban Kekejaman Ayah tiri.
38 #38 Siapa Pandu?
39 #39 Di balik tersesatnya Alice di taman labirin.
40 #40 Misi penyelamatan Alice
41 #41 Keracunan masal di cafetaria
42 #42 Melaporkan kejahatan Aerin.
43 #43 Aerin di tangkap polisi dan Rahasia besar
44 #44 Berita baru dan Rahasia terpendam
45 #45 Aerin, Kakak Ku?
46 #46 Salah Paham
47 #47 Aku Hanya Ingin Setia
48 #48 Penculikan Alice
49 #49 Apa yang terjadi?
50 #50 Aerin hidup kembali
51 #51 Misi Dari Maut
52 #52 Antara Menjebak Dan Di Jebak
53 #53 Diantara 2 pilihan
54 #54 Pilihan Untuk Alice
55 #55. Kembali ke Kehidupan Normal
56 #56 Penghianatan
57 #57 Tipuan Dewi Evil
58 #58 Tipuan Dewi Evil 2
59 #59 Tipu daya Dewi Evil
60 #60 Mencoba menolong Sang Penghianat
61 #61 Misi Dari Maut
62 #62 Menjalankan Misi Dari Maut
63 #62 Terjebak Dalam Batu Prisma Putih
Episodes

Updated 63 Episodes

1
1# Awal mula takdir Alice berubah
2
2#Alice koma
3
3#Sahabat bermuka dua
4
4# Buah beracun untuk Alice
5
5# Itu jebakan bukan cinta
6
6# 1 Hari bersama Ye joon
7
7# Maut gagal mencabut nyawa Alice
8
8#Lembah Kehancuran
9
9#Pergilah sahabat jahatku!
10
10#Mulai bertindak
11
11#Hati yang terluka
12
#12 Maut gagal mencabut Nyawa Alice 2
13
#13 Air mata ketulusan
14
#14 Dilema Cinta Segiempat
15
#15 Dilema Cinta Segiempat bagian 2
16
#16 Wanita buruk rupa
17
#17 Alice bukan Alice
18
18# Pemakaman Palsu
19
19# Duka yang abadi
20
#20 langkah awal pembalasan
21
21# Mimpi yang mengejutkan
22
22# Tercebur Dalam Telaga Keabadian
23
23# Ye Joon's First Kiss
24
#24 Alice Gentayangan?
25
#25 Misteri Hilangnya Aishi Moey Yang Asli.
26
#26 Misteri Hilangnya Aishi Moey Yang Asli Part 2
27
#27 Mencari Keadilan Untuk Aishi Yang Malang.
28
#28 Rasa Apa Ini?
29
#29 Mencari tahu yang di curigai
30
#30 Lelaki Psikopat
31
#31 Mencintai Dia Bukan Kamu!
32
#32 Menjadi manusia 100 hari
33
#33 Berdua denganmu lebih baik
34
#34 Kepergian Ye joon
35
#35 Tanpa Kekasih
36
#36 Aku kuat tanpamu! part 1
37
#37 (Mendadak Indigo) membantu Reyhan korban Kekejaman Ayah tiri.
38
#38 Siapa Pandu?
39
#39 Di balik tersesatnya Alice di taman labirin.
40
#40 Misi penyelamatan Alice
41
#41 Keracunan masal di cafetaria
42
#42 Melaporkan kejahatan Aerin.
43
#43 Aerin di tangkap polisi dan Rahasia besar
44
#44 Berita baru dan Rahasia terpendam
45
#45 Aerin, Kakak Ku?
46
#46 Salah Paham
47
#47 Aku Hanya Ingin Setia
48
#48 Penculikan Alice
49
#49 Apa yang terjadi?
50
#50 Aerin hidup kembali
51
#51 Misi Dari Maut
52
#52 Antara Menjebak Dan Di Jebak
53
#53 Diantara 2 pilihan
54
#54 Pilihan Untuk Alice
55
#55. Kembali ke Kehidupan Normal
56
#56 Penghianatan
57
#57 Tipuan Dewi Evil
58
#58 Tipuan Dewi Evil 2
59
#59 Tipu daya Dewi Evil
60
#60 Mencoba menolong Sang Penghianat
61
#61 Misi Dari Maut
62
#62 Menjalankan Misi Dari Maut
63
#62 Terjebak Dalam Batu Prisma Putih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!