Hari itu ia berencana untuk mulai mendekati Andrew. Ia mulai menyusun rencana balas dendam kepada Andrew dan Aerin. Ia mulai menitipkan semua pekerjaan Cafe kepada manager terbaru .Manager itu bernama Lisya. Mengapa ia begitu percaya dengan Manager baru itu, untuk memegang tugas ng begitu berat? Lisya itu adalah anak buah kepercayaan nya yang bertugas sebagai asisten pribadinya saat berada di korea kemarin.
Hari ini, ia ingin melancarkan aksi dendamnya terhadap Andrew. Ia ingin membuat Andrew terpesona dengan dirinya, hingga ia gampang menjebak Andrew dalam lingkaran cinta sandiwara ini.
Langkah pertama ialah dengan tidak sengaja bertemu dengan Andrew di di suatu tempat. Anak buahnya melaporkan bahwa, Andrew sekarang sedang mengendarai mobil, ia hendak pergi ke sebuah hotel mewah di kota itu.
[Halo, Boss! Target sedang mengendarai mobil, dan hendak pergi menuju sebuah hotel mewah di kota ini.] bunyi pesan whatsapp dari anak buahnya.
[Bagus, saya akan segera kesana untuk menjalankan rencana selanjutnya.] balas Aishi.
Aishi pun segera ke sana. Aishi berjalan menuju lobby hotel, ia telah melihat dari sana, sudah ada seorang lelaki target nya yang bernama Andrew.
Tepat di jam yang sama, Ia memulai drama sandiwara nya. Saat itu, Aishi tengah berpura pura menelpon seseorang dengan menyebut nama Andrew saat berbicara dengan seseorang lewat telpon. Hal itu terdengar oleh Andrew saat, menunggu seseorang di lobby hotel.
[Iya, nanti saya akan segera ke sana.Tapi saya lagi ingin bertemu dengan Tuan Andrew dari Cafe terbaru itu] ucapnya di telpon.
Andrew yang sedari tadi melihat dan menyaksikan Ashi sedang bercakap dengan seseorang lewat telpon, pun menjadi kebingungan. Ia berdiri dan menghampiri Aishi dan mulai menanyakan hal mengenai namanya di sebut sebut dalam percakapannya.
"Halo..mba! Mba!" tegur Andrew sambil melambaikan tangan ke arah wajah Aishi.
Aishi pun berpura-pura terkejut.
"Eh, ya ada apa?" tanya Aishi.
"Kok kamu balik nanya saya? Seharusnya saya bertanya pada kamu, kenapa kamu menyebut namaku tadi?" tanya Andrew keheranan.
"Oh, Tuan Andrew!" sapa Aishi sambil menunjuk ke arah wajah Andrew.
Ashi pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Andrew.
Andrew pun semakin bingung, Andrew pun menyapa Aishi dan menyuruhnya duduk di lobby.
"Mari ngobrol dulu. Silahkan duduk!" ujar Andrew.
Aishi pun mengangguk. Andrew semakin penasaran dengan wanita itu. Tapi rasanya, ia pernah melihat wanita itu. Ia pun ingat, wanita itu adalah wanita yang telah membeli Cafetaria milik Alice.
"Aneh..rasanya aku pernah bertemunya. Oh, ya. Aku pernah di usir nya dari Cafetaria yang di belinya dari Alice."gumamnya dalam hati.
"Oh, ya. Ngomong-ngomong, ada apa ya? Kok kamu tadi nyebut namaku di telpon." tanya Andrew sambil memperhatikan wanita itu.
"Maaf, Ya. Aku bohong sama sekertaris papaku, mengenai mu." ucapnya.
"bohong? Maksudnya?" tanya Andrew.
"oh, ya kita belum kenalan. Namaku Aishi Moey." ucap Aishi sambil mengulurkan tangan.
"Aku Andrew." sahut Andrew.
"aku tidak mengerti maksudmu tadi?" tajya Andrew.
"Oh..iya aku berbohong pada sekertaris papaku. Aku bosan harus membantu pekerjaannya di kantor. Kan itu urusan pekerjaan dia bukan tugasku. Ya. Aku bilang saja, bahwa aku ada rapat dengan klien bernama Tuan Andrew." jelas Aishi.
"apa sekertaris papamu itu baru?" tanya Andrew.
"Yupz..bener banget. Dia itu sekertaris baru papa." ucapnya.
"pantesan saja..dia minta kamu membantunya." balas Andrew.
Di kejauhan terlihat wanita tengah berdiri di depan pintu hotel. Wanita itu terlihat cemburu terhadapnya. Wanita itu adalah Aerin. Aerin mencoba mengirim pesan whatsapp kepada Andrew, untuk memastikan bahwa Andrew tidak selingkuh.
[Sayang..kamu lagi dimana? Kalu bisa jemput aku nggak?] bunyi pesan dari Aerin.
[Maaf, sayang aku lagi pergi bersama mamah. Maklumlah..mamah ngajak ku belanja ke pasar.] balas Andrew.
Aerin tengah kecewa berat dengan sikap Andrew. Yang cenderung berbohong padanya mengenai menemani mamanya belanja ke pasar. Hatinya berkecamuk dengan emosi. Aerin pun segera menghampiri Andrew.
"oh..katanya menemani mamah belanja ke pasar? Kok sama cewek lain di lobby hotel?" sindir Aerin sambil melipat kedua tangannya.
Andrew pun berdiri.
"Aerin! Kamu nih apa-apaan sih? Kamu bikin malu saja!" ucap Andrew dengan marah.
"Aku bikin kamu malu? Terus kamu apa? Apa kamu tidak bikin malu? Buat apa kamu bertemu cewek ini di lobby hotel? Oh..kamu mau chek in ya?" sahut Aerin dengan kecewa.
Aishi pun berdiri.
"Maaf, mba. Saya tidak selingkuh dengan pacar mba. Saya hanya mengobrol saja." sahut Aishi.
"Cukup ya, Aerin! Cukup!" bentak Andrew pada Aerin.
Andrew terlihat sangat marah kala itu. Andrew memang orang yang mudah marah, karena ia tipe lelaki tempramen.
"Aerin..mulai hari ini kita putus!" ucap Andrew dengan sangat marah.
"A..apa? Pu..putus? Kamu mutusin aku demi cewek seperti ini?" sahut Aerin sambil menunjuk ke arah Aishi.
Aishi pun pura-pura marah.
"Mba, jangan pakai nunjuk ke arah saya dong!" ucap Aishi.
Aerin meneteskan airmata. Ia tak percaya dengan ucapan dari mulut Andrew. Aerin pun meninggalkan Andrew bersama wanita lain. Aerin terlihat sangat sakit hati dan kecewa.
Aishi yang melihat Andrew tertunduk karena kesal dengan sikap dan ucapan dari Aerin. Aishi mencova membujuknya. Aishi mencoba menjebak Andrew dengan ikatan cinta palsunya.
"Sudahlah...kamu tak perlu sesali tindakanmu tadi. Wanita terlalu cemburu itu memang harus di tinggalkan. Tapi..maaf ya..gara-gara kehadiranku, kamu dan dia jadi berakhir." ucap Aishi dengan lembut.
"Iya. Oh, nggak kok. Memang dia nya aja yang selalu seperti itu. Aku sudah nggak nyaman menjalani hubungan dengan nya. Dia itu berbeda dengan mantanku dahulu." ujar Andrew.
Andrew dan Aishi pun mengobrol dengan asyik, hingga mereka bertukar nomor ponsel. Dan Aishi pun pergi meninggalkan Andrew yang mulai merasa nyaman dengannya.
Sementara itu, Aerin sangat kecewa dan sakit hati.
"Aku nggak nyangka, kamu bakalan jahat padaku. Setelah semuanya ku lakukan, kamu hempas aku seperti sampah." ucap Aerin sambil menangis.
Aishi melihat Aerin menangis di tepi jalan. Aishi masih memantau Aerin dari dalam mobil.
"Ini hanya permulaan Aerin! Ini tuh belum apa-apa. Tak sebanding dengan apa yang aku rasakan dulu. Semua penderitaan yang aku alami, tak sebanding dengan hari ini. Aku ingin kamu juga menderita sama seperti aku." ucap Aishi dari dalam mobil.
"Aku ingin membalaskan dendam ku, tapi dengan cara ku sendiri, walaupun tuhan tak memperbolehkan manusia membalas kejahatan dengan kejahatan." ujar Aishi dengan sangat marah.
Aishi meluapkan segala emosi yang tersimpan di hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments