Berulang kali diri ini meyakinkan bahwa Andrew dan Aerin juga ikut bersahabat. Tak mungkin mereka menjalin hubungan terlarang di belakang ku. Ku ingin kau mengerti aku dan perasaan ini menyimpan cinta yang tulus padamu.
Andai kau tahu cara menghargai cinta tulus ku. Tak mungkin kau mengkhianati ku. Ku ingin kau mengerti perasaanku tentang besarnya cintaku padamu.
Jika seandainya kamu jujur tentang semua sandiwara cinta ini. Tak mungkin cintaku setulus ini. Masa sih semuanya hanya kebetulan? Serasa otakku saja tak menerima alasan kalian. Jujur saja aku tak usah kau pedulikan hancurnya hatiku. Jika seandainya kamu jujur tentang ini, jadi tak perlu kamu bersandiwara tentang mencintaiku.
Aku kekasihmu namun aku orang asing bagimu. Aku kekasihmu yang memilikimu namun hatimu bukan padaku. Ku mengukir namamu di hati tapi kamu mengukir nama Aerin di hatimu. Ku rasa kini saat nya ku bertindak. Ku tak sanggup lagi menahan rasa sakit dan kecewa di hatiku.
Ingin rasanya ku lupakan dendam di hati ini, namun kenyataan memaksaku untuk menyimpan dendam itu. Mungkin saat ini kamu masih bangga dengan hubunganmu dengannya dan melupakan cintaku. Namun suatu hari nanti kamu akan menyadarinya bahwa cintaku lah yang pantas untuk kamu miliki.
Lupakan sajalah cinta yang pernah ada untukmu. Aku yang dahulu pernah mencintaimu hingga terlalu dalam mencintaimu, namun selalu kamu acuhkan cintaku. Kini ku serahkan padanya cinta dan sayang yang ku miliki untuk di miliki nya. Di Matamu aku selalu salah dan di matamu Aerin selalu benar dalam segala hal. Kini ku katakan padamu, bahwa aku telah merelakan mu di milikinya.
Kini setelah kamu pergi di hidupku. Aku masih tak punya hati untuk membuka cinta untuk yang lain, karena kamu telah merenggut hati yang berisi cinta tulus untuk pergi dengannya. Kau bawa pergi hatiku sehingga trauma yang tersisa di hidupku.
Ku sadar dengan apa yang terjadi tidak bisa kembali seperti dulu sebelum tahu semuanya. Ku hanya cukup berkata, Jangan pergi jauh dariku wahai sahabatku. Namun luka yang kau beri cukup dalam sehingga ku tak ingin kau ada lagi di hidupku.
Pagi itu Alice tengah bersiap untuk pergi ke cafe . Di pertengahan jalan ia berjumpa dengan pemandangan yang tak lain. Ramainya orang-orang datang ke cafe baru.
"Ramai nya orang di sana! Sepertinya akan di buka cafe baru, ya?" tanya Alice pada supirnya.
"Sepertinya begitu, Non." sahut supirnya.
Alice pun memilih untuk turun dari mobil dan ingin melihat di keramaian itu sebentar.
"Pak, tunggu sebentar ya! Saya akan ke sana sebentar." ucap Alice pada supirnya.
"Iya, non." sahut supirnya.
Alice pun berjalan ke arah keramaian itu. Sesampainya di sana betapa terkejutnya ia, ternyata mantan kekasih nya dan mantan sahabatnya telah membuka cafe terbaru cafe itu bernama Andrin nama itu merupakan singkatan dari Andrew dan Aerin.
Cafe baru itu menyediakan makanan ringan ala korea dan segala minuman ala korea. Tak hanya itu ice cream juga ada di situ. Yang lebih membuatnya tercengang adalah masa promosinya yang hanya beberapa hari dengan menawarkan banyak diskon saat berbelanja di cafe itu.
Alice telah menyaksikan nya, ia tak langsung berburuk sangka pada mereka. Ia berpikir bahwa mereka ingin juga membuka usaha untuk masa depan mereka.
Mungkinkah sedalam ini luka pada cinta ini? Padahal ku tahu, mereka hanya menipu ku tentang cinta ini. Walau dia hanya berpura-pura mencintai ku namun, hatiku telah terlarut dalam cinta ini. Ini suatu kesalahan dalam hidupku.
Ku tak ingin terus seperti ini, terus larut dalam kekecewaan dan sakit hati. Mungkin tuhan sayang padaku, sehingga tuhan membuka tabir kepalsuan dalam cinta yang salah ini.
Walaupun ku mencoba untuk berjuang mencintai nya tapi dia telah menipu mentah-mentah dan telah berdusta mencintaiku padahal dia adalah kekasih nya Aerin. Kalian jahat! Kalian jahat! ucap Alice dalam hati.
Alice pun kembali masuk ke dalam mobil.
"Pak, jalan!" perintah Alice pada supir nya.
Alice pun pergi meninggalkan tempat itu. Andrew sempat melihat ke arah mobil yang berjalan meninggalkan tempat itu. Ia mengetahui bahwa itu adalah Alice. Ia pun segera berlari menuju ke arah luar cafe.
Ia berlari menjumpai tempat itu, mobil itu pun sudah mulai jauh. Andrew berteriak memanggil Alice, namun Alice telah jauh.
"Alice..Alice..Alice!"
"Sial!" gerutu Andrew sambil memukul tangannya.
Aerin yang sempat melihat Andrew menghampiri seseorang, ia pun segera menghampiri Andrew dan mulai bertanya padanya.
"Sayang, ada apa? siapa yang kamu kejar?" tanya Aerin.
"Oh, tidak! Bukan siapa-siapa kok! cuma pelanggan baru tadi belum sempat masuk ke dalam cafe ini." sanggah Andrew.
"Oh, begitu ya..masuk yuk! Masih banyak pelanggan di dalam." ajak Aerin pada Andrew.
Sesampainya di cafe, Alice berjalan masuk ke dalam. Semua anak buahnya menyapa.
"Selamat pagi Bu Boss!"
"Selamat pagi, semuanya!" sapa Alice.
Ada karyawan laki-laki yang menghampiri nya dan mulai berkeluh kesah.
"Boss, tunggu dulu. Ada seorang laki-laki yang memaksa masuk ke dalam cafe ini, padahal kita baru saja buka." ucap karyawan itu.
"Oh, siapa dia?"
"Entah lah, boss! Dia lelaki memakai Hoodie hitam memakai topi hitam." sahut karyawannya.
"Sekarang dia dimana?" tanya Alice.
"Tuh, ada duduk di meja VIP." ujar karyawan nya.
Alice pun segera menghampirinya dan mulai bertanya padanya.
"Hai, mas! Cafe nya baru buka. Apa mas ingin minum di sini?" tanya Alice.
Lelaki itu menangkap tangan Alice dan membalikkan badan Alice sehingga lelaki itu berhasil mendekapnya. Lelaki itu menodongkan pisau dan siap untuk melukai jika berani untuk melawan.
"Jangan berteriak! Atau kau akan mati!" ujar lelaki itu.
Saat itu karyawan yang hendak kembali bekerja melirik ke arah Alice dan mulai panik, dan berteriak.
"Tolong...tolong!" jerit karyawan cafetaria.
Suasana cafe jadi ramai dan penuh kepanikan. Alice mulai bertanya.
"Siapa kamu? apa maksudmu?"
"Tak perlu kau tahu siapa aku. Aku hanya ingin kematianmu!"
"Kau ingin aku mati? Siapa yang menyuruhmu?" tanya Alice dengan geram.
"Tak perlu kau tahu." sahut lelaki itu.
Tiba-tiba ada seorang security yang baru keluar dari toilet dan terkejut melihat boss nya di todong dengan sebuah pisau belati yang tajam setajam mata elang.
Security itu mulai menghajarnya dari belakang.
Bukk
"Aw.." pekik lelaki itu kesakitan.
Lelaki itu pun berlari dan menggoreskan pisau itu mengenai tangan kiri Alice, sehingga Alice terluka.
"Aw.." pekik Alice kesakitan.
Tangannya tergores pisau dan luka nya mulai berdarah. Tetes demi tetes darah terjatuh ke lantai membasahi lantai. Tangannya penuh darah. Karyawan pun segera mengambilkan kain dan mengikat luka Alice dengan kain.
Di kejauhan Maut dan Dewi Evil tengah berbahagia atas kejadian itu. Mereka menghasut manusia untuk segera mencelakakan Alice hingga tewas. Namun setelah melihat dengan nyata, mereka pun menjadi murka. Rencana untuk melenyapkan Alice pun gagal.
Sementara itu Security itu panik dan membawa Alice ke sebuah rumah sakit untuk segera mengobati luka Alice. Karena banyaknya darah yang keluar maka Alice pun pingsan.
Sementara Ye Joon hanya bisa merasakan di relung hatinya, saat Alice dalam bahaya dan membutuhkannya. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia terkurung di penjara bawah Tanah di lembah kehancuran.
"Maafkan aku Alice..Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu. Aku tengah menjalani hukuman dari dewa." gumam Ye Joon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments