Berita Alice mengalami kecelakaan akhirnya sampai ke telinga Aerin dan Andrew. Mereka berdua akhirnya berusaha untuk menjenguk Alice. Bukannya sedih, mendengar sahabat baiknya mengalami kecelakaan hebat. Ia malah menertawakan nasib buruk yang menimpa Alice. Setelah mendengar Alice kecelakaan dan mengalami koma. Hubungan Andrew dan Aerin kini terlihat sangat terang terangan. Tak di tutupi seperti dulu.
Seperti keadaan itu, tiba-tiba roh Alice bangun dari jasadnya. Dan di sana sudah ada malaikat Ye joon yang setia menunggunya.
"Kenapa aku. Apa aku sudah tiada?" tanya Alice pada Ye joon.
"Tidak! Kamu sedang koma saja." sahut Ye joon.
Saat itu datanglah Aerin dan Andrew. Mereka menyaksikan Alice sedang terbaring koma. Aerin mulai mendekatinya seraya berkata.
"Kamu itu terlalu polos dan lugu, sehingga kamu mudah di manipulasi. Kamu mau tahu sejak kapan aku dan Andrew berhubungan? Kami berhubungan sejak SMA. Aku juga yang telah menyuruh Andrew untuk mendekatimu dan berpura-pura mencintaimu" ucap Aerin sambil mengelus pipi Alice.
Tak ada yang bisa melihatnya saat itu. Roh Alice berkelana mencari informasi, ada apa di balik kecelakaannya yang menyebabkan dirinya koma.
Di situlah Ia tahu, bahwa sahabat yang ia kira baik, kini malah berubah menjadi jahat. Kebaikan Aerin hanya kepalsuan belaka. Ia tak menyangka sekali dengan kejadian itu. tak berapa lama datanglah kedua orang tuanya, untuk menjenguknya. Ibunya datang dan segera merangkul anaknya sambil menangis.
"Apa yang terjadi padamu, Nak? Mamah tak menyangka kejadian ini menimpamu." rintih sang Ibu.
"Pah..Alice Pah..Alice!" rintih Ibunya sambil berbalik arah dan menangis di pelukan suaminya.
"Mah..Pah..aku di sini!" sapa Alice sambil menyentuh kedua orang tuanya, namun tidak bisa.
Lalu Malaikat Ye joon menghampirinya dan berkata bahwa mereka tidak bisa melihatmu, karena kamu dalam keadaan koma, dan rohmu mulai berkelana. Alice pun mulai menangis.
Ayah nya Alice hanya menangisi keadaan Alice. Ayah Alice dan Ibu Alice baru menyadari bahwa Andrew dan Aerin juga berada di ruang itu bersama mereka.
Menurut kedua orang tua Alice, Andrew adalah pria yang baik dan setia, serta tulus mencintai Alice. Namun hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya. Andrew lah yang membuat rem mobil Alice menjadi blong, sebelum dirinya ketahuan memiliki hubungan dengan Aerin sahabat baik Alice.
"Eh, ternyata kamu ada di sini juga Andrew? Eh, Ada Aerin juga di sini!" tegur Ayah Alice.
"Iya Om, Tante!"
"Kalian bareng ke sini?" tanya Ibu Alice.
"Enggak kok, Tante. Kami nggak barengan. Andrew datang lebih dahulu dari Aerin." ujar Andrew berdalih.
Selama ini kedua orang tuanya mempercayakan semua pekerjaan pada Andrew. Hingga Andrew di angkat menjadi Pengawas di perusahaan obat ternama di kota itu. Apa yang menjadi latar belakang Andrew mendekati Alice hingga merencanakan pembunuhan terhadap Alice?
Saat ini, Ayah dan Ibu Alice di panggil oleh dokter. Dokter akan menyampaikan sesuatu mengenai keadaan Alice yang sebenarnya. Para dokter dan petugas rumah sakit, meupayakan yang terbaikuntuk kesembuhan Alice.
"Tok..tok..tok!"
"Permisi, bisa bicara dengan orangtua pasien?" tanya perawat.
"Oh, iya Sus. Ini kedua orang tua dari pasien," sahut Andrew.
Kedua orang tua Alice pun mulai menghampiri perawat itu dan mulai bertanya.
"Iya, ada apa ya Sus?"
"Begini Pak, Bu. Kalian berdua di panggil Dokter di ruangannya." jelas perawat itu.
"Baiklah."
" mari ikuti saya." ujar perawat itu.
Ayah Alice pun pamit kepada Andrew dan mempercayakan Andrew untuk menjaga Alice.
"Andrew..Om dan Tante keluar sebentar ya. Kamu tolong jagakan Alice sebentar," pinta Ayah Alice pada Andrew.
"Iya, beres Om." sahut Andrew.
Setelah kedua orang tua Alice pergi. Kini mereka berdua lah yang ada di ruangan itu. Roh Alice mulai menghampiri mereka berdua. Seraya berkata.
"Kalian tuh jahat! kalian tega khianati aku. Kalian jahat!" ucap Alice.
Takut hubungannya akan di curigai oleh orang tua Alice. Aerin pun buru-buru pergi. Ia hanya pamit pada Andrew dan Alice yang sedang terbaring koma.
"Sayang..aku pamit keluar ya. Aku takut nanti orangtua Alice curiga dengan hubungan kita." ujar Aerin.
"Iya, tunggu di mobil ya..tapi jangan sampai ketahuan kedua orang tua Alice." sahut Andrew berbisik pada Aerin.
"Aku pamit pulang ya, sahabat baikku. Cepatlah sembuh atau cepatlah mati untuk selamanya." ucap Aerin.
Aerin pun pergi. Kini terlihat Andrew lah yang sendirian di ruangan itu sambil menunggu orangtua Alice datang kembali.
Di saat itulah Andrew mulai mengatakan pada Alice yang terbaring koma mengenai alasannya mendekati dirinya adalah hanya ingin merebut kekuasaan Cafetaria yang merupakan usaha milik mereka berdua. Mereka berdua mulai membuka bisnis cafe sejak 2 tahun yang lalu sejak masih berteman baik.
Sertifikat cafe itu memang bertuliskan atas nama Alice Yunchi. Ia bermaksud untuk menguasai cafetaria itu seutuhnya. Karena cafetaria mulai banyak pelanggan dan pengunjung yang berdatangan. Hal itu menjadi lahan uang untuk Alice dan Andrew.
"Kamu mau tahu, alasan terbesar aku mendekatimu adalah hanya ingin menguasai cafetaria milik kita berdua." ucap Andrew sambil memegang tangan Alice.
"Dasar lelaki jahat!" ucap Alice, namun kehadirannya tak terlihat oleh Andrew.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
Kreeekk
Kedua orang tua Alice pun kembali. Orangtua Alice berjalan menghampiri Andrew dan berterima kasih atas kebaikannya dalam menjaga Alice.
"Terima kasih, Nak Andrew. Kamu sudah bersedia untuk menjaga Alice." ucap Ayah Alice sambil menepuk bahu Andrew.
"Nggak usah berterima kasih, Om. Memang kewajiban saya sebgai kekasihnya untuk menjaganya." sahut Andrew.
"Loh, Aerin mana?" tanya Ayah Alice.
"Anu Om, tdi katanya mau pulang duluan. Jdi pamitnya cuma sama saya, takut kelamaan nungguin Om dan Tante kembali dari ruangan Dokter." jawab Andrew dengan gelagapan.
"Oh, ya sudah. Tidak papa." ucap Ibunya Alice.
Dengan kehadiran orang tua Alice, Andrew sudah mulai bosan menjenguk Alice. Ia harus berpura-pura mencintai dan menjaga Alice, padahal ia hanya mencintai Aerin saja.
"Oh, ya Om. Andrew mau pamit pulang, nih. udah sore, nanti keburu malam." ucap andrew sambil bersalaman dengan orang tua Alice.
"Oh, iya. Terima kasih banyak ya, Nak Andrew. Salam untuk kedua orang tuamu." sahut Ayah Alice.
"Iya, Om."
Kini Andrew meninggalkan ruangan itu.
"Ah...akhirnya aku bisa keluar juga dari ruangan itu." keluh Andrew.
Andrew pun menghampiri Aerin di parkir mobil. Saat itu Aerin bersembunyi dalam mobil Andrew yang bermerek Honda jazz berwarna hitam itu.
"Hai...maaf ya lama. Soalnya tadi nungguin orang tua Alice kembali dari ruangan dokter." kata Andrew sambil memegang tangan Aerin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments