19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar

Kehamilan Nurma membuat Suci merasa sangat hancur. Suci bahkan refleks menitikkan air mata. “Sesakit ini ya Allah. Sudah berulang kali, dan hamba sungguh pasrah. Iya, hamba pasrah,” batin Suci.

Pintu kamar Suci berangsur dibuka dari dalam dengan pelan. Binar yang sudah rapi dan siap pergi, keluar dari sana. Binar tampak baik-baik saja, tapi Nurma yang mendapati itu sengaja buru-buru memeluk Budi. Detik itu juga Binar murka. Tubuh Binar seperti dididihkan dan bocah itu tidak bisa untuk tidak berteriak.

“BUDE, JANGAN PELUK-PELUK PAPAH AKU! BUDE JANGAN AMBIL PAPAH AKU. BUDE JANGAN REBUT PAPAH DARI MAMAH KARENA PAPAH HANYA PUNYA MAMAH! BUDE PERGIIIII. POKOKNYA BUDE PERGI!” Binar histeris mengamuk ke Nurma.

Dengan cekatan tubuh Nurma dipanjat oleh Binar. Tak beda seperti ketika di rumah sakit, Binar benar-benar tidak bisa dikendalikan. Binar menja*mbak, mencakar-cakar wajah Nurma, dan terakhir menggi*git leher Nurma hingga berdarah. Binar tidak bisa dihentikan oleh siapa pun. Baik itu oleh Suci yang jadi tak kalah histeris sambil berlinang air mata, juga Budi yang sudah langsung sibuk berusaha melakukan bujuk rayu.

Jangan tanyakan bagaimana keadaan Nurma. Sempat kesakitan, wanita itu juga memilih memeluk Budi setelah gagal menyingkirkan Binar dari punggungnya. Hanya saja, Budi lebih memilih mengamankan Binar.

“Ya ampun si Binar lama-lama malah mirip bocah stre*s! Keras*ukan set*an kamu?!” mak*i ibu Syamsiah dan langsung berhenti karena Budi membentaknya.

“Cukup! Mamah sudah janji, kan, akan jaga perasaan Binar?!” Budi memilih mendekap Binar dan menjauh dari Nurma.

“Puas kamu Mas?” tegas Suci benar-benar kecewa. Kedua matanya yang terus berlinang air mata, menatap Budi sangat kecewa. Ia sengaja mengambil Binar secara paksa dari Budi. “MAU PUNYA BERAPA ANAK, JIKA YANG SUDAH ADA SAJA, SENGAJA KALIAN RUS*AK?!” tegas Suci lirih karena sangat geram.

“Lagian iya, si Nurma. Punya anak kayak ternak. Ternak saja sering gagal, eh kok ini lancar banget. Enggak tahu apa, ekonomi sedang sulit!” ucap ibu Syamsiah.

Suci yang tak mau anaknya mendengar ocehan tidak jelas dari sang nenek, sengaja membawanya masuk ke dalam kamar. “Kita langsung berangkat kerja, yah. Sayang ikut Mamah. Nanti Sayang sekolah. Oke? Jadi, mulai hari ini, Binar harus rajin belajar. Biar Binar jadi orang pintar!”

“Biar cepat kerja dan dapat banyak uang, yah, Mah? Biar kita cepat beli rumah dan pergi dari sini?” sergah Binar bersemangat.

Namun yang ada, balasan cepat tanggap Binar membuat hati Suci terenyuh. Suci jadi sibuk menitikkan air mata, tapi Binar segera menghapusnya.

“Mamah jangan nangis lagi. Biar aku yang balas mereka semua!” yakin Binar terus menggunakan jemari tangannya untuk menyeka setiap air mata sang mamah. “Mulai sekarang, aku bakalan nurut ke Mamah. Aku akan rajin belajar. Aku bakalan jadi anak yang pintar. Nanti kalau aku sudah besar, biar aku yang kerja terus Mamah istirahat. Nanti aku bakalan dapat uang yang banyak biar Mamah bisa belanja-belanja. Biar Mamah bisa dandan cantik mirip yang di tivi-tivi!”

Suci yang tersedu-sedu hanya mengangguk-angguk sambil sesekali berterima kasih. Ia makin mengeratkan dekapannya pada Binar yang sampai detik ini ia gendong. Sementara di belakang mereka, Budi hanya bengong sambil menunduk. Seolah pria itu menyesali keadaan.

“Ayo kita berangkat. Nanti mampir ke rumah Nini ambil tas kamu buat sekolah, ya!” Suci sudah langsung siap-siap dan sengaja menjaga jarak, membatasi interaksi Binar dan Budi. Terlebih kehamilan Nurma membuat Suci yakin, Budi tak mungkin menceraikan Nurma.

Kehamilan Nurma kali ini benar-benar tidak disambut baik oleh orang tua Budi mengingat ekonomi mereka sedang sangat sulit.

“Kalaupun kamu sudah jadi manajer, kan biaya hidup anak kamu saja enggak sedikit, Nur. Apa kabar kalau punya anak lagi? Beban hidup barulah!”

“Kok aku terus sih yang disalahin, Bu? Yang bikin anak kan bukan cuma aku. Yang ha*milin aku, mas Budi!” tegas Nurma. Tak mau terus-menerus disalahkan, Nurma justru sengaja menyalahkan Suci. “Kalau mau salah menyalahkan, salahkan saja Suci. Andai dia bisa memua*kan suaminya—”

“Kamu saja yang kegate*lan. Kalian sama saja. Kenapa masih aku juga yang disalahkan? Kecuali kalau aku yang minta apalagi memaksa. Kecuali kalau di sini aku cuma numpang hidup. Mohon maaf ini, cukup harta dan ilmu saja yang mis*kin, jangan sampai pola pikir kalian!” Kesal Suci sambil membekap erat kedua telinga Binar.

“Sudah, cukup!” tegas Budi yang menyusul Suci.

“Ya sudah, ... ya sudah, cukup. Toh sekarang Nurma sudah kerja, jadi manager di pabrik bulu mata palsu dan gajinya enggak sedikit. Wajib pinter bagi-bagi duit saja. Ya sudah, Nur, ya sudah. Tapi nanti kalau kamu gajian, biar Ibu saja yang pegang, ya. Biar kamu fokus kerja sama fokus ke kehamilan kamu. Nyonya manager kan wajib tetap sehat dan jangan sampai dipecat!” ucap ibu Syamsiah yang detik itu juga langsung minta maaf kepada Nurma. Tak tanggung-tanggung, demi meyakinkan Nurma, ia sengaja memeluknya penuh sayang. Ia elus sekaligus belai kepala Nurma yang sangat acak-acakan karena amu*kkan Binar.

Detik itu juga, meski merasa takut kebohongan pekerjaannya terbongkar, Nurma merasa sangat bahagia. Lain dengan Suci yang memilih pergi sambil tetap mengemban sekaligus membekap telinga Binar.

Selain menjadi air mata pernikahan bagi Suci, kehamilan Nurma juga membuat Budi tidak jadi menceraikan Nurma. Dan Suci tidak memiliki pilihan lain selain menerima nasibnya dimadu, asal Budi maupun Nurma menjaga sikap demi Binar.

“Mau tidak mau kamu harus menerima semua ini, Ci. Bayangkan kalau kamu yang ada di posisi Nurma,” ucap Budi, lirih. Sengaja menjaganya dari Binar yang masih ada dalam dekapan Suci.

“Mohon maaf ya, Mas. Jangan pernah menyamakan aku dengan orang lain apalagi menyamakan aku dengan Nurma karena kami jelas berbeda!” tegas Suci dan detik itu juga sudah langsung membuat Budi diam.

“Satu hal yang harus Mas ingat. Jaga sikap kalian apalagi jika di depan Binar. Jangan sampai kejadian seperti tadi kembali terjadi. Belum lagi kalau Binar sampai dengar dari tetangga. Karena perzi*naan Mas dengan Nurma termasuk juga pernikahan Mas, ini beneran sudah jadi ai*b untuk Binar! Dan aku enggak akan pernah bisa memaafkan Mas, sampai kapan pun!”

“Ya kamu harus sadar diri, Ci!”

“Sadar diri apa lagi? Memangnya kamu sehebat apa, Mas?!” kesal Suci walau ia masih bertutur lirih.

Detik itu juga Binar buru-buru menyingkirkan tangan Suci dari telinganya lantaran lagi-lagi, ia memergoki sang mamah menangis.

“Papah, kalau Papah masih dekat-dekat Bude Nurma, berarti Papah jahat!” kesal Binar. “Dan kalau Papah jahat, aku benci Papah!”

Bukan hanya Suci yang merasa bahwa apa yang tengah Binar lakukan tak ubahnya pemberontakan. Sebab Budi yang mendapatkannya pun menyadarinya. Itu merupakan wujud dari pemberontakan Binar yang selama ini tidak tahu apa-apa.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

tutup saja telinga Binarmu itu Suci paok biar dia gak dengar keburukan buapaknya biar penderitaanmu juga makin puanjaaangg
aku tak selera dgn sifat sikap dan orinsip hidupmu yg selalu menjaga nama baik pasangan di telinga anaknya
tapi iyalah Suci mungkin cintamu pd Budi seluas lautan sedalam samudra selebat hutan belantara dan sulit baginu melupakan gaya Budi bercinta dgnmu dan Murma sekaligus!! ish jijik aku! najis tralala
selamat menikmati derita panjangmu Suci

2025-01-28

0

Salwa Antya

Salwa Antya

wah luar biasa nurma

2024-04-29

0

Sartini Cilacap

Sartini Cilacap

Wah nurma hamil semoga anaknya perempuan biar bisa merasakan penderitaan Suci

2023-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!