9 : POLISI

“CUKUP!” teriak ibu Manis. Efek rumahnya jauh dari tetangga dan kanan kiri merupakan sawah, sekeras apa pun ia berteriak, memang tak akan menarik perhatian kecuali ada yang kebetulan melihat kemudian memastikan.

“Ibu enggak usah ikut campur, ini urusan kami! Ibu tidak tahu kan, apa yang sudah Suci lakukan?!” kesal Budi marah-marah sambil menunjuk-nunjuk wajah ibu Manis.

“Apa yang Suci lakukan, sesuai dengan apa yang kamu lakukan!” kesal ibu Manis balik menunjuk-nunjuk wajah Budi, terlebih tadi ia lihat sendiri, Budi tak hanya menam*par, tapi juga menempe*leng Suci tiga kali. Ia tak terima hingga bersuara saja sampai berteriak di depan wajah Budi. Namun ia juga tak menyangka sekelas Budi berani menempel*ngnya.

“Mas! Aku doakan, tanganmu makin jauh dari rezeki karena kamu berani melukai ibuku!” kesal Suci yang kemudian melempar sejauh mungkin kunci motor Budi ke tengah sawah berair penuh lumpur di hadapannya.

Detik itu juga Budi langsung melongo.

“Ambil semuanya, ambil! Aku beneran enggak takut miski*n hanya karena kamu zali*mi! Aku percaya, Allah enggak tidur apalagi aku bukan pemalas yang hanya menuntut hanya untuk bisa punya semuanya! Lihat saja, rezekiku pasti lebih melimpah dari sebelumnya. Lihat saja, Allah bakalan angkat derajatku sekeluarga setelah apa yang kamu lakukan ke kami. Ingat, doa orang terzal*imi selalu dijabah!” kesal Suci. Ia sudah tak lagi minat mengambil perhiasan Binar. Ia memilih memboyong sang ibu pergi dari sana, masuk ke rumah. Karena seperti yang ia katakan, ia sungguh tidak takut mis*kin hanya karena kezali*man Budi sekeluarga. Toh selama ini juga, asal ia masih bekerja, ia sungguh masih memiliki rezeki. Karena yang namanya rezeki memang harus dicari, bukan hanya didoakan tanpa tindakan. Apalagi kepercayaan bahwa memiliki anak lelaki akan diberi rezeki berlimpah tanpa harus bekerja.

Sekitar tiga menit kemudian, Suci sudah memasukkan motor dan lampu teras rumah juga sudah langsung dimatikan tak lama pintu rumah ibu Manis ditutup rapat.

“Sssstttt! Ke mana, lagi tuh kunci motor! Heran, si Suci yang awalnya lemah lembut, penurut, kok bisa langsung brin*gas engggak tahu aturan gitu?!” kesal Budi yang memutuskan untuk menuntun motornya lantaran ia tak mungkin mencarinya ke tengah sawah berair sekaligus berlumpur, terlebih waktu sudah sangat malam.

Budi tidak tahu, jika diamnya Suci selama ini juga menjadi alasan Suci menjadi meledak-ledak. Karena luka dan kekecewaan yang selama ini Suci tahan, memang baru wanita itu luapkan sekarang. Terlebih yang Suci rasakan bukan hanya hina*an dari keluarga suami, tetapi juga pengkhianatan orang terdekat bahkan keza*liman yang harus Binar alami. Jangan salah, walau seorang wanita kerap dianggap lemah, mereka benar-benar akan sangat kuat terlebih jika sudah disakiti.

***

Keesokan harinya, Suci kepergok babak belur oleh Sepri. Sepri memaksa Suci untuk cerita, hingga hari itu juga, Sepri meminta bantuan mas Aidan—saudaranya yang seorang pengacara untuk mengurus kasus Suci.

“Mas Aidan itu pengacara yang anaknya pak Kalandra, anggota DPRD kira, kan, Mas? Yang kemarin sama mbak Arimbi?” ucap Suci ragu.

“Iya, itu. Hari ini juga biar diurus sama mas Aidan. Biar Budi sekeluarga kapok. Sekalian sama Nurma-Nurmanya. Mas Aidan bilang, meski sudah ada kesepakatan sama aparat desa, kejadian kemarin malam bisa jadi bukti tambahan!” balas Sepri.

Beberapa mereka yang ada di sana dan menyaksikan wajah Suci yang makin babak-belur, merasa miris pada apa yang menimpa Suci. Terlebih, efek KDRT lanjutan yang Suci dapatkan, membuat luka di wajah Suci yang harusnya membaik, justru jadi tidak lebih baik.

Dalam hatinya Suci menimang-nimang, ... menjebloskan Budi sekeluarga ke penjara, ... benarkah itu keputusan yang terbaik? Bagaimana dengan Binar? Binar pasti sedih jika sampai tahu. Belum lagi, ulah Budi apa pun itu, benar-benar akan berdampak kepada Binar.

“Enggak usah ragu, Mbak!” yakin Sepri tak semeledak-ledak sebelumnya.

“Saya khawatir ke Binar, Mas. Biar bagaimanapun, Binar dekat dan ... seolah punya hubungan batin. Papahnya sakit saja, ... Binar ikut sakit. Namun ini, ... kalau papahnya sampai dipenjara—” Suci merasa serba salah.

Menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu memang tidak mudah. Istri dan seorang ibu dituntut serba bisa, sempurna. Lebih berat lagi, meski sudah berjuang sendiri dan sebisa mungkin melakukan yang terbaik, semua itu sungguh tidak terlihat hanya karena secuil kekurangannya.

“Sampai saat ini keinginan saya masih sama. Ibaratnya, ini cita-cita. Saya ingin yang terbaik untuk Binar, bahkan meski kini saya benar-benar terancam menjadi orang tua tunggal,” ucap Suci sambil tetap menunduk dalam.

“Mbak, Budi itu bukan anak kecil lagi. Dia juga waras dan enggak seharusnya membenarkan semua yang dia lakukan termasuk memuku*li Mbak dan ibu Mbak. Pikir ke depannya, ... Bagaimana kalau Binar juga sampai dipu*kuli? Ini enggak menutup kemungkinan akan terjadi cepat atau lambat. Karena orang yang sudah pernah KDRT pasti akan terbiasa menyelesaikan masalahnya dengan KDRT. Ibaratnya mereka sudah latah, penyakit, dan wajib dibuat jera dengan tindakan nyata.” Setelah berucap tegas demikian, Sepri juga berkata, “Anggap saja ini ibarat sarana agar Budi sekeluarga menjadi lebih baik lagi. Lebih baik dicegah dari sekarang daripada kita sampai harus mengobati Binar karena jadi korban bapaknya juga!”

Malamnya, Budi sekeluarga yang sedang makan enak setelah menjual sebagian perhiasan Binar, sementara Nurma juga dapat cincin emas dari Budi, mendapat tamu. Seseorang masih kerap mengetuk pintu sambil melayangkan salam, selamat malam.

“Siapa, sih, itu?” tanya ibu Syamsiah sambil menarik paha dari ayam bekakak di meja dan jumlahnya masih ada tiga ekor.

Tidak ada yang merespons lantaran semuanya termasuk Nurma dan Budi yang duduk bersebelahan, tengah fokus melahap lahap makanan di piring masing-masing. Termasuk juga Al dan El, yang sampai kena semprot sang nenek untuk segera melihat siapa yang datang.

“Ih, si Nini jadi galak banget!” protes El si bungsu yang usianya sudah memasuki usia tujuh tahun.

“Emang si Nini, mulutnya rombeng. Berisik banget, heran!” kecam Al, si sulung yang berusia delapan tahun lebih karena Nurma memang sempat kebobolan ketika hamil keduanya. Namun karena anak pertama bahkan kedua masih laki-laki, posisi Nurma di sana benar-benar aman.

Al dan El kompak melangkah ke depan sambil melahap paha ayam bakar. Keduanya yang hobi makan hingga tubuh mereka kelewat subur, terpaksa melakukannya. Namun ketika mereka mendapati yang datang justru bapak-bapak berseragam polisi, mereka langsung girang.

“Ni, ada polisi! Yang datang ke rumah kita polisi, Ni! Ada banyak! Widih, ada mobil polisi yang kolbak. Mau numpak(naik) ah!” heboh El yang memang tak kalah cerewet dari sang nenek. Mungkin efek ketika hamil El, sang mamah diam-diam menahan kesal berlebihan. Jadi, meski sudah berulang kali “amit-amit” El tetap mirip.

“Polisi ...?” lirih ibu Syamsiah menirukan kabar dari El. Ia sudah langsung kebingungan yang mana ia juga jadi kehilangan selera makannya.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

ternyata anak-aaknya Norma juga aebodoh induknya

2025-01-28

0

Nartadi Yana

Nartadi Yana

dasar anak bodoh ada polisi.malah kegirangan mau nangkap bapak tiri lho.tu tukang zina perhiasan anaknya dirampas cuma buat ngasih makan para pemalas

2024-11-08

1

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

biar kapok tu kluarga budi

2024-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!