4 : Disidang

Di tengah kekhawatirannya kepada Budi, ibu Syamsiah memergoki Suci yang sudah menuntun motor matic putihnya keluar sambil membonceng Binar.

“Heh, maling, heh! Maling kamu maling!” ibu Syamsiah heboh sendiri, tak terima motor matic putih itu dibawa keluar dari rumahnya oleh Suci.

“Pak, ambil, Pak! Jangan boleh dibawa, Pak!” kesal ibu Syamsiah lantaran pak Munasir selaku sang suami, malah hanya kebingungan maju mundur antara menolong Budi atau malah menahan Suci. Ia sampai menepuk-nepuk.punggung sang suami sekuat tenaga menggunakan kedua tangannya, sebelum akhirnya ia justru mendorongnya sekuat tenaga, hingga yang ada, pak Munasir sempoyongan dan berakhir duduk di halaman rumah berupa tanah basah.

“Kamu yah, Ci! Maling kamu! Aku laporin kamu ke polisi!” kesal ibu Syamsiah sambil menyingsing lengan dasternya hingga siku.

“Heh maklampiiiiirrr!” kesal Sepri lantang lantaran gaya ibu Syamsiah mirip sumo yang siap mengh*ajar lawan. Sepri buru-buru lari menyusul ibu Syamsiah. Karena meski kaki kanannya hanya berupa kaki palsu, Sang Pemilik Kehidupan menganugerahi kesempurnaan dalam setiap gerak bahkan kemampuan kinerja kakinya, layaknya manusia normal pada kebanyakan.

Nurma sudah langsung menatap ngeri pemandangan Sepri menyusul ibu Syamsiah. Masih pagi tapi suasana di sana mirip pasar bahkan acara pelelangan yang sedang ramai-ramainya. “Itu motor kan memang motor Suci!” batin Nurma, tapi ia tidak berani berkomentar lantaran jika sedang marah, kata-kata yang keluar dari bibir ibu Syamsiah lebih tajam dari pedang perang.

Sepri sengaja menarik daster bagian punggung ibu Syamsiah. Ia melakukannya sekuat tenaga lantaran ibu Syamsiah terus memberontak. Hingga yang ada, daster tersebut sobek bagian kedua pundaknya.

“Heh, heh! Sobek, ini sobek!” histeris ibu Syamsiah.

“Nanti aku ganti yang lebih bagus! Yang lebih berkualitas!” balas Sepri buru-buru mengambil alih motornya dari Suci. Ia yang menuntun termasuk membiarkan Binar tetap membonceng dipegangi Suci. Karena sekadar melangkah saja, sebenarnya Suci sudah sangat sempoyongan. Bayangkan saja, luka-luka Suci separah itu.

“S-sombong banget, kamu yah!” kesal ibu Syamsiah sambil memegangi sobekan dasternya.

“Mendingan Ibu enggak usah banyak omong deh. Lihat Suci, mana rasa tanggung jawab Ibu? Maklampir saja masih sayang cucu, ser*endah itu hidup Ibu yang sekadar peduli ke cucu saja enggak bisa?” Sepri marah-marah sambil menatap marah ibu Syamsiah. Ia tak lagi melangkah dan sengaja berhenti.

“LAMBEMUUU kalau ngomong!” teriak ibu Syamsiah dengan suara cemprengnya.

“Ayo kita buktikan. Ayo kita sidang!” Sepri tak kalah meledak-ledak, hingga Suci sengaja membekap kedua telinga Binar.

“Heh Budi yang jauh dari kata budi! Gayamu punya dua istri, satu istri saja enggak becus kasih makan!” Sepri masih teriak-teriak. Di pinggir selokan sana, seolah akan selalu bersama dalam suka dan duka, Nurma yang dengan gaya lemah lembut cenderung kemayunya, justru terpeleset dan menimpa Budi ketika berusaha menolongnya.

“Ya ampun Ayank! Kamu jadi ikut ko*tor kan!” cemas Budi sengaja pamer kemesraan kepada Suci. Ia sengaja berucap lantang agar Suci yang kiranya berjarak sekitar tujuh meter darinya, bisa mendengar dengan jelas.

“Enggak apa-apa, Mas. Yang namanya istri kan harus berbakti ke suami!” lembut Nurma berusaha beranjak dengan hati-hati. Hanya saja, selokan di sana yang penuh lumpur sementara ia juga memakai sandal jepit, memuatnya kesulitan melakukannya.

“Si Nurma lagi ... wanita enggak punya harga diri, suami adiknya saja diembat. Sudah ditolong kok nggebu*g?! Lupa kamu siapa yang kasih kamu makan? Suci kerja siang malam. Beres di klinik, langsung anyam rambut atau bulu mata palsu. Emang secocok itu kalian. Pasangan belis(dem*it, se*tan)!” kesal Sepri sangat mirip ibu Septi mamahnya ketika marah.

Pejabat desa termasuk Suci sampai menenangkan Sepri.

“Mas sabar, Mas. Lagian, beneran percuma ngomong sama mereka. Logikanya, kalau mereka waras, beruang kali kepergok zi*na dan ditegur warga, harusnya mereka malu, kan? Sudah enggak apa-apa, aku ikhlas. Yang penting Binar sudah sama aku. Aku percaya, Allah enggak tidur!” yakin Suci yang kemudian mengelap bibirnya. Efek ia bicara, dari bibirnya jadi keluar darah.

“Aku tahu rasanya dipandang sebelah mata hanya karena aku enggak sempurna. Lah ini, Binar yang lahir sempurna, hanya karena Binar perempuan, dia dianggap pembawa si*al. Beruntung, aku dikelilingi orang-orang yang beneran tulus sekaligus dukung aku. Lah, Binar ... orang-orang yang harusnya kasih dia kasih sayang sekaligus perlindungan malah pek*ok! Binar hanya akan dianggap kalau Suci kasih duit ke Budi sekeluarga!” kesal Sepri dalam hatinya.

“Heh kamu, kamu pikir kamu siapa? Lihat, saya punya mobil. Budi yang kamu hi*na sopir travel yang sekali narik hasilnya jutaan!” kesal ibu Syamsiah.

Sepri segera melongok mobil putih di sebelahnya. “Mobil kayak gini biasanya saya pakai buat angkut suket. Buat angkut-angkut pakan ternak pokoknya!” Sadar ibu Syamsiah akan kembali menyomb*ongkan diri, Sepri sengaja berkata, “Sudah, Bu. Sudah. Enggak usah pamer. Kalau Ibu penasaran siapa saya, pergi ke klinik Mbak Suci kerja. Saya anak pemiliknya. Sudah, Ibu mampir sekalian wisata ke sana. Dilihat saja, saya punya apa saja. Mohon maaf banget, saya enggak mau dicap sombong!”

“Hah? Dia anaknya yang punya klinik tempat Suci kerja, kok hitam dekil gitu? Kausnya juga bolong, sobek gitu. Kalau jadi ka*cung, aku percaya. Lah, ini, ngaku anak pemilik. Ngigo pasti nih orang!” batin ibu Syamsiah sengaja menertawakan Sepri.

Beberapa saat kemudian, sidang langsung digelar di halaman depan rumah orang tua Budi. Disaksikan aparat desa bahkan pak kades yang akhirnya datang, lengkap dengan beberapa tetangga, Budi sekeluarga bahkan Nurma terbukti bersalah. Bukan hanya masalah KDRT yang Suci dapatkan, tetapi juga mengenai pernikahan Nurma dan Budi yang dilakukan tanpa sepengetahuan apalagi izin Suci.

“Kalian harus menikah lagi karena sampai sekarang, hasil hubungan kalian tetap zi*na. Enggak orang tua, enggak anak, sama goblo9-nya. Pek*ok semuanya. Ngakunya paling pinter tapi gitu saja, enggak tahu. Atau sebenarnya memang tahu, tapi sengaja buat tabungan ke neraka?!” kecam Sepri.

“Eh, kamu bu*ntung! Jaga ucapanmu! Iya, kami akan menikah. Kami bahkan akan menggelar pesta mewah dan kalian semua wajib datang. Saya secara sadar mengundang kalian!” kesal Budi yang sampai detik ini masih penuh lumpur selokan. Hanya mata dan giginya saja yang kelihatan.

“Sebelum menggelar resepsi, alangkah baiknya Mas ‘beresin’ saya dulu biar pernikahan kalian benar-benar berkah!” ucap Suci dengan suara yang masih sangat lirih.

Semua yang di sana membenarkan permohonan Suci, tapi tidak dengan Budi yang menjadi diam.

“Kamu beneran enggak kasihan ke Binar, Ci. Minta cerai?” ucap Budi lirih dan sengaja menyindir Suci.

Detik itu juga semuanya kecuali orang tua Budi dan Nurma, menyalahkan Budi. Sebab bagi mereka, yang salah tetap Budi.

Suci memang berhasil mendapatkan Binar sang putri, dan Budi dipaksa menandatangani surat perjanjian agar tidak seenaknya melukai Suci lagi. Namun, Suci tidak yakin, apakah Binar akan baik-baik saja jika harus jauh apalagi tak lagi diurus Budi? Karena setelah apa yang terjadi, Suci yakin Budi sekeluarga akan makin membenci Binar.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

anak seperti Binar itu termasuk anak pukimak babiat sombong kali hatus selalu deket Budi bejat jebat

2025-01-28

0

Akbar Razaq

Akbar Razaq

jadi gak jadi cere nih si suci?

2024-06-25

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

kasian binar tp semoga binar bisa tanpa bapaaknya

2024-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!