3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak

Ditemani Sepri, Suci siap mengambil Binar. Sepri membonceng Suci menggunakan motor matic, menelusuri jalan aspal yang masih basah.

“Tapi Mas, sepertinya kalau kita hanya berdua, bakalan tetap enggak bisa ambil Binar. Soalnya suami saya dan orang tuanya tipikal ngeyel, Mas!” ucap Suci sembari memegangi infus yang ia pangku.

Suci memang dipaksa memakai infus oleh Ratna, agar luka-lukanya lebih cepat sembuh. Terlebih bergerak berlebihan termasuk sekadar berucap saja, bibir Suci yang terluka parah langsung berdarah.

Menyimak itu, Sepri yang masih membonceng Suci di pagi yang terbilang dingin akibat sisa hujan semalaman penuh, berkata, “Oke, kita mampir ke balai desa, desa kamu. Namun sebelum itu, aku antar kamu buat beli pakaian ganti. Kamu bahkan enggak pakai kerudung dan luka di wajah kamu yang enggak tertutup begitu juga bisa bikin kamu jadi bahan perhatian. Itu pasti bikin kamu makin enggak nyaman.” Karena Sepri yang melihat Suci saja sudah langsung emosi dan sangat ingin mere*mukkan tulang-tulang Budi. Sepri merasa sangat tak habis pikir kepada seorang suami yang tega melakukan KDRT fatal seperti yang Budi lakukan kepada Suci.

Seperti yang Suci ketahui, Sepri memang pria yang sangat baik. Malahan, Sepri sampai membayar pakaian yang Suci beli di toko pakaian kenalan Sepri. Toko pakaian yang sebenarnya belum beroperasi, tapi karena Sepri menghubungi pemiliknya, pemiliknya secara langsung membuka toko kemudian melayani mereka.

“Mas, ini enggak murah loh!” keluh Suci tetap tidak mau dibayarkan oleh Sepri karena dibantu saja, ia sudah sangat bersyukur.

“Doakan yang terbaik saja buat kita. Buat Mbak Suci, dan juga buat saya. Yang namanya rezeki sudah ada yang mengatur, Mbak. Karena dalam rezeki yang saya dapat juga ada bagian untuk orang lain dan bisa jadi, Mbak termasuk dari bagian itu. Ya sudah, ganti pakaian Mbak, saya tunggu di sini.” Sepri masih menyikapi dengan tegas. Ia sengaja meminta izin pada pemilik toko agar Suci bisa sekalian ganti pakaian di kamar mandi yang ada di toko tersebut.

Suci menghela napas dalam, kemudian mengucapkan terima kasih karena hanya itu yang bisa ia lakukan. Di saat seperti sekarang, uluran tangan dan segala pertolongan tak ubahnya nyawa tambahan untuknya yang sempat nyaris memilih mati sebagai akhir dari apa yang ia alami. Karena andai ia tidak ingat Binar, bisa jadi, ia memang sudah tidak ada di dunia ini.

Sementara itu, di rumahnya, Budi sekeluarga bangun kesiangan.

“Mas, maaf banget, ... aku kesiangan,” ucap Nurma sambil memasang wajah menyesal sekaligus bersedih. Ia buru-buru mencoba pergi, tapi dengan sigap, Budi yang tidur di tengah karena mereka memang tidak hanya berdua lantaran Binar turut di sana, segera mendekap pinggangnya.

Budi sengaja merebahkan kepalanya di pangkuan Nurma dan langsung disambut dengan senyum bahagia yang benar-benar lepas oleh Nurma. Mereka bahkan lupa, jika kebahagiaan mereka, mereka bangun di atas luka sekaligus penderitaan Suci.

“Sudah biarin saja. Kita di kamar saja, mumpung Binar masih tidur,” bisik Budi benar-benar manja.

“Tapi anak-anak harus sekolah, Mas!” bisik Nurma tak kalah manja sambil membelai wajah sekaligus bibir Budi menggunakan kedua tangannya.

“Pasti ibu sudah urus. Mereka kan cucu kesayangan ibu sama bapak. Lagian kunci kamar Suci juga sudah aku kasih ke ibu, kalau ada apa-apa, Suci pasti sudah bantu!” yakin Budi dan langsung disambut senyum girang oleh istri mudanya.

“Jadi ingat pas masa-masa SMA! Kita juga pernah gini, kan?!” ucap Nurma mencoba mengulik masa lalu karena pada kenyataannya, selain teman dekat semasa SMA, mereka memang pernah menjalin hubungan spesial bahkan intens. Ibaratnya, mereka merupakan mantan terindah di masa putih abu-abu yang penuh cerita.

Baru juga membalas ucapan Nurma dengan senyum ceria, teriakan ibu Syamsiah dari luar dan benar-benar heboh, sudah langsung mengganggu keromantisan yang baru saja Budi dan Nurma bangun. Terlebih, ibu Syamsiah sampai menggedor pintu kamar mereka penuh kehebohan.

“Bud, Suci kabur, Bud. Suci minggat dan beneran enggak ada di rumah!” teriak ibu Syamsiah dari luar sana.

Detik itu juga, Budi langsung buru-buru meraih pakaiannya yang terserak di lantai lantaran kini, Budi hanya memakai sarung yang juga pria itu gunakan untuk selimut.

“Mas, ... gimana, dong? Kok Suci bisa kabur? Kalau dia nekat lapor polisi, gimana? Apalagi lukanya terbilang parah banget!” lirih Nurma langsung heboh, tapi kali ini, Budi hanya menatapnya sekilas. Pria itu sampai lari dan terlihat sangat panik.

“Nur, kamu juga cepat bangun. Masak apa gimana. Sudah siang anak-anak juga belum bangun padahal mereka harus sekolah!” semprot ibu Syamsiah pada sang menantu yang malah ia pergoki masih menggulung tubuh dengan selimut, dan suasana kamarnya pun masih sangat berantakan. “Jam segini masih jadi guling! Tetangga sudah makan sampai lima kali, dapur kita masih sepi!”

“Loh, kok aku juga kena semprot?” kesal Nurma dalam hatinya, tapi ia berusaha menyikapinya dengan bersabar sekaligus elegan. “Maaf Bu, maaf. Tapi dari tadi Mas Budi memang enggak mau ditinggal!”

“Allaaaah!” sinis ibu Syamsiah karena pada kenyataannya, kekesalannya kepada Suci juga berdampak kepada Nurma si menantu kesayangan yang sampai ia jadikan sebagai pelampia*san.

Budi baru saja sampai jalan depan rumahnya, tapi ia melihat beberapa motor melaju mendekat ke arahnya. Dari semua wajah di sana, Budi paham wajah Sepri dan ia ketahu sebagai anak dokter sekaligus pemilik klinik Suci bekerja.

Sepri dan rombongan yang dibawa, memasuki pelataran depan rumah orang tua Budi, walau Budi masih kebingungan berdiri di pinggir jalan.

Sepri sungguh memboyong aparat desa setempat meski pak Lurah yang belum datang ke kantor, berdalih akan segera menyusul.

“Kamu boleh saja menikah lagi, tapi tolong, kelakuanmu jangan bikin aku yang sesama laki-laki, malu!” Sepri sudah langsung menghampiri Budi sambil menunjuk-nunjuk wajah pria itu menggunakan telunjuk tangan kanannya.

Sikap Sepri yang sangat emosional membuat Budi yakin, apa yang ia lakukan sudah disebar luaskan oleh Suci.

“Apa maksud Anda bilang begitu? Anda tidak tahu apa yang terjadi, jadi Anda jangan main hakim sendiri!” balas Budi sengaja membela diri.

Sepri tersenyum geli sambil menatap tak percaya lawan bicaranya. Jarak mereka sudah tak kurang dari satu meter. “Yang main hakim sendiri itu kamu, Blog! Namun kalau kamu mau aku main hakim sendiri, oke!” tegas Sepri makin emosional dan detik itu juga langsung melayangkan tin*ju ke wajah Budi.

Tin*ju yang Sepri lakukan sudah langsung membuat Budi sempoyongan. Bahkan, Budi yang terpeleset sudah langsung masuk ke selokan. Suci yang menyaksikan itu, buru-buru menerobos masuk pintu yang kebetulan tidak ditutup.

Yang Suci cari tentu Binar. Ia langsung masuk ke kamar Nurma yang lagi-lagi juga tidak ditutup. Malahan, ia memergoki Nurma baru bersiap bangun. Adegan yang Suci lakukan mirip adegan penculikan. Suci yang sebenarnya tidak memiliki banyak tenaga akibat KDRT yang ia alami, susah payah memboyong Binar.

Nurma yang belum memakai pakaian sehelai pun, sudah sibuk teriak, mengabarkan ulah Suci yang ia teriaki “maling”. Bahkan karena teriakan Nurma juga, ibu Syamsiah dan sang suami ikut sibuk berteriak. Ketiganya berbondong-bondong lari keluar rumah hingga mendapati keramaian yang mereka ciptakan. Karena setelah aparat desa berdatangan, tetangga yang awalnya tidak tahu menahu juga jadi berdatangan.

“Kok rame gini, ini ada apa?” refleks ibu Syamsiah, walau sebenarnya, ia sudah menduga mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Ia yakin, semuanya masih berkaitan dengan KDRT kepada Suci, juga kaburnya Suci yang sebenarnya tengah menjadi bahan kehebohan di sana.

Terjadi perdebatan sengit antara Sepri dan Budi karena keduanya sama-sama emosional. Sepri tetap tidak mengizinkan Budi keluar dari selokan meski Budi sudah penuh lumpur berwarna hitam pekat dan baunya sangat tidak sedap. Nurma dan orang tua Budi heboh berusaha menolong. Hingga aparat desa sekaligus tetangga juga segera menjadi penengah.

Lain dengan Suci yang tetap mengemban dan perlahan mengeluarkan motor matic miliknya dari rumah orang tua Budi.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

emosi thor emoi aku bacanya pengen gebuk Syamsiah paok pukimak pengen jambak rambut Norma dan dupak apemnya pengen mekudahi Budi dan menerjang dagunya menggunakan tumit kaki kiriku biar melesak itu mukanya😡😡

2025-01-28

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

ni crita suci bikin aku ikut emosi bngt pengen jd bagian sepri yg ninju budi gregat bngt

2024-05-16

0

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

soookoooorrrrrr... mampus makan ruh got selokan biar kenyang ya Budinudin. 😏😏😋/Pooh-pooh//Pooh-pooh//Pooh-pooh/

2024-04-27

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!