18 : Kehamilan Nurma

Keesokan paginya, Nurma sengaja kembali rajin bangun lebih awal. Namun saat melewati pintu kamar Suci yang masih sepi, ia meliriknya dengan lirikan sirik khas orang dengki.

“Bisa-bisanya mereka rujuk! Apa sih yang mas Budi lihat dari Suci? Wajah dan tubuhnya saja sudah ru*sak. Apa karena Suci perawat dan punya gaji tetap, terus Suci juga disayangi orang-orang karena rajin bantu mereka? Lah, sekarang saja orang rumah sudah percaya kalau aku manager dan gajiku bisa tembus 10 juta, dua kali lipat lebih besar dari gaji Suci!” batin Nurma berkeluh kesah. Ia sengaja melempar sandalnya ke pintu kamar. Tak hanya satu, tapi dua-duanya. Namun demi menghilangkan jejak ulah bar-barnya, Nurma buru-buru memungut sandalnya. Meski karena itu juga, ia berakhir tersungkur di depan pintu kamar Suci. Kepalanya sampai menghant*am pintu kamar Suci hingga menimbulkan keributan cukup berarti, selain efek rasa sakit dari hanta*aman itu sendiri.

“Sepagi ini sudah KDRT diri sendiri!” kesal Nurma yang lagi-lagi hanya berani mengeluh dalam hati. “Duh, ini yang di perut, aman, kan?” batinnya lagi yang kemudian mengelus perutnya.

Beberapa saat kemudian, Nurma sengaja mengerjakan pekerjaan IRT sendiri sebelum pergi kerja. Karena meski awalnya Nurma hanya pura-pura kerja, terdiam di depan alfa membuat wanita itu menemukan pekerjaan dadakan setelah Ojan memberinya uang parkir. Iya, Nurma berniat bekerja sebagai tukang parkir di depan alfa dekat pasar. Namun selain akan tetap mengaku sebagai manajer bergaji fantastis, kala kerja nanti, Nurma akan menutupi wajahnya agar ia tidak bisa dikenali.

“Tapi lihat saja nanti, bagaimana tanggapan mereka. Andai kehamilanku bikin mereka makin sayang, ya sudah aku balik lagi jadi pengangguran sukses yang enggak usah capek-capek kerja,” pikir Nurma.

Kali ini, Suci sengaja hanya mengurus Binar. Ia juga sengaja siap-siap kerja, sebelum menyempatkan diri untuk menyapu lantai.

Ibu Syamsiah yang keluar dari kamar lebih dulu dari Suci, melirik sinis punggung Suci. Sampai detik ini, Suci masih memakai cadar, selain Suci yang tak biasanya sangat wangi. “Nak, ya. Sudah numpang tapi cuma modal nyapu!” kecamnya sambil bersedekap. Ia melakukannya tepat di depan pintu kamar Suci. Tak menyangka, kali ini ia mendapat perlawanan dari Budi.

“Ibu sudah enggak usah ribut-ribut ke Suci lagi. Binar masih sakit! Dampaknya benar-benar ke Binar!” ucap Budi yang walau lirih, tapi sangat menusuk.

Ibu Syamsiah masih bengong tak percaya menatap sang putra.

“Ibu juga enggak usah ribut membahas aku dan Binar. Jangan lupa, selama ini walau sedikit aku selalu dapat rezeki buat bantu-batu keluarga ini. Termasuk usaha travel papahnya Binar juga lancar. Sementara alasan mas Bandi meninggal, mas Bandi kan suaminya Nurma, kenapa Ibu enggak minta pertanggung jawaban atau setidaknya menyalahkan Nurma? Lagi pula, sebelum melahirkan Al, Nurma juga keguguran. Bisa jadi, anak pertama Nurma juga bukan laki-laki.” Kali ini Suci juga sengaja berbicara, meski ia tak sampai meledak-ledak. “Terlepas dari kepercayaan Ibi dan keluarga ini mengenai anak pertama yang lebih baik laki-laki, tolong ditelaah lagi. Jangan sampai yang sudah ada malah menjadi korban. Kecuali kalau selama ini aku hanya menumpang hidup di sini. Aku kerja loh, Bu. Dan sebagai orang yang paham dunia medis, penentu jenis kelamin anak bukan dari pihak perempuan tapi suami. Aku enggak akan bosen-bosen mengatakan ini karena sebagai seorang perawat dan juga korban mitos atau itu kepercayaan ibu sekeluarga aku merasa terzalimi.”

“Tolong berpikir lebih realistis lagi. Malu sama orang yang jauh lebih terpelajar. Boleh kita mis*kin, boleh kita berpendidikan, tapi bukan berarti kita malah makin enggak maju. Banyak kan orang enggak berpendidikan bahkan orang yang awalnya misk*in, jadi kaya raya?” Lanjut Suci. “Modalnya cuma satu, jangan jadi pemalas. Karena rezeki harus dicari dengan bekerja keras. Bukan malah hanya modal mitos sama pekerjaan, tapi kalian masih doyan duit orang yang kalian hin*a. Logikanya, yang bekerja keras saja masih saja gagal. Apalagi yang hanya malas-malasan tapi ngarep hidup enak! Mimpi!”

“Mulai detik ini juga, stop memperkarakan jenis kela*min anak. Yang namanya anak rezeki, enggak ada yang membawa si*al. Di luar sana banyak yang susah payah hanya untuk memiliki anak!” Suci menggeleng tak habis pikir.

Di luar sana sudah terang, dan Suci bermaksud membawa Binar kerja. Suci berniat menjalankan saran mas Aidan untuk menyibukkan Binar agar Binar tidak ketergantungan pada Budi.

Namun, ibu Syamsiah yang tak terima diceramahi panjang lebar oleh Suci layaknya tadi, sengaja menjadikan kedatangan Nurma yang membawa nampan berisi sepiring pisang goreng dan tiga gelas kopi hitam.

“Tuh, Ci ... itu yang namanya istri. Pagi-pagi sudah masak, sudah ada sarapan, sama bakal bekal,” ucap ibu Syamsiah. “Oh iya kamu sudah tahu belum kalau sekarang Nurma sudah kerja? Dan kamu tahu apa pekerjaan Nurma? MANAJER DI PABRIK BULU MATA PALSU, DAN GAJINYA SEPULUH JUTA, DAN ITU BELUM SAMA BONUS! NAH, KAMU MAU NGOMONG APA?!”

Detik itu juga Nurma jadi kikuk, merasa menang bak diterbangkan ke awan. Karena secara terang-terangan, ibu Syamsiah memujinya. “Ya sudah Bu, Mas, Pak, ayo kita sarapan. Sebelum berangkat kerja, aku ada pengumuman penting!” ucap Nurma sambil tersenyum ceria.

“Pabrik bulu mata palsunya, yang pemiliknya orang Taiwan, apa yang baru?” ucap Suci sengaja bertanya. “Setahuku, yang baru itu punya keluarga pak Kalandra dan yang urus mas Azzam. Kadang mas Akala juga ikut urus. Dan mereka pun masih punya hubungan baik sama yang Taiwan. Penasaran, masa iya Nurma yang hanya lulus SMA kok bisa jadi manajer,” batin Suci.

“Hah ...?” Nurma yang baru akan meletakan nampan di meja makan langsung bengong. “Ngapain juga Suci tanya-tanya gitu?!” batin Nurma jadi kesal sendiri.

“Kamu ngapain tanya-tanya gitu? Masih pagi ujung-ujungnya ribut. Nanti Binar juga yang kena, kamu lagi yang enggak terima!” kecam Budi.

Suci yang langsung menatap Budi berkata, “Ya ingin tahu saja, Mas. Bisa jadi manajer di pabrik besar kan ibarat prestasi membanggakan.” Suci sengaja berucap lembut.

“Oh jelas. Jelas membanggakan! Belum apa-apa saja, Nurma mau beliin Ibu tivi, kulkas, sama emas, kan, Nur?” sergah ibu Syamsiah sengaja menj*ilat sang menantu yang baginya sedang menguntungkan.

“Alhamdullilah, berarti ada rezeki Ibu di rezekinya Nurma.” Suci bersumpah, dirinya tidak akan memanggil Nurma dengan hormat lagi sejak wanita itu dengan sengaja menika*mnya, menghan*curkan rumah tangganya bahkan Binar.

“Aku harus kasih jawaban aku kerja di mana, biar Suci makin nangis batin karena Ibu pasti akan makin membangga-banggakan aku!” batin Nurma yang kemudian berkata, “Aku kerja di pabrik bulu mata palsu yang lokal, Ci! Alhamdullilah!”

“Beneran lokal? Beneran punya mas Azzam dong! Coba lah nanti aku tanya ke mas Azzam. Takutnya Nurma cuma ngaku-ngaku dan bisa berdampak fatal ke pabriknya mas Azzam,” batin Suci yang sengaja mengucapkan selamat kepada Nurma. “Enggak sembarang orang bisa masuk pabrik sebesar itu karena yang S2 saja belum tentu diterima.”

“Yang namanya rezeki enggak ada yang tahu, Ci. Kamu ya, sirik bilang saja!” ucap ibu Syamsiah.

Terbiasa dilukai membuat Suci benar-benar mati rasa. Ia bahkan tetap bisa tersenyum walau apa yang ibu Syamsiah lakukan sudah langsung membuat hatinya menangis.

Buru-buru Nurma meletakan nampannya di meja kemudian melangkah ceria menghampiri Budi. “Mas, aku punya hadiah buat kamu!” Sambil tersenyum manis, ia mengeluarkan sebuah test pack dari celana piyama pendeknya. “Aku hamil, Mas!”

Akan tetapi, untuk yang kali ini, Suci juga tidak tahu kenapa air matanya jadi sibuk berlinang di tengah dadanya yang bergemuruh dan terasa sangat pegal. “Baru satu minggu menikah sudah hamil? Berarti benar ya kata tetangga, kalau kalian sudah terbiasa berzin*a?” ucap Suci tanpa bisa mengontrol ucapan apalagi emosinya.

Senyum di wajah Nurma langsung menepi. Namun sampai detik ini, ekspresi di wajah Budi termasuk ibu Syamsiah, menjadi sulit diartikan.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

benar-benar kumpulan orang-orang stres keluarga Budi

2025-01-28

0

Nartadi Yana

Nartadi Yana

keluarga tokxik

2024-11-08

0

Akbar Razaq

Akbar Razaq

si Binar ini yg bikin emaknya sakit hati berkepanjangan.

2024-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!