2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan

Mata kanan Suci yang masih bisa melihat, mengenali ruang keberadaannya sebagai kamar mereka. Kamar yang selama hampir lima tahun terakhir menjadi saksi, betapa menjadi istri Budi sangat tidak mudah, setelah ia diprediksi hamil anak perempuan.

Padahal dari segi kesehatan sekaligus kedokteran, jenis kelamin seorang anak ditentukan oleh tipe kromosom dari spe*rm*a laki-laki yang bertemu kromosom dari sel telur wanita. Budi yang harusnya bertanggung jawab penuh terhadap jenis kelamin anak-anak mereka. Namun, Budi sekeluarga tak menerima fakta itu dan lagi-lagi sibuk menyalahkan Suci.

“Sekarang juga kami akan pergi.” Suci yakin, perceraian menjadi satu-satunya solusi untuk melindungi sang putri. “Untuk apa bertahan, jika yang kalian harapkan sudah ada pada Nurma dan sekarang pun sudah sampai Mas nikahi.”

Suci memiliki pengalaman bu*ruk mengenai KDRT dalam pernikahan. Karena di masa lalu, di usianya yang baru menginjak lima tahun, Suci pernah memergoki sang ibu dih*ajar hingga sek*arat oleh sang bapak, laki-laki yang saat itu masih menjadi suami resmi ibunya. Alasan yang sempat membuat Suci takut menikah. Dan Suci tidak mau, apa yang ia alami sampai disaksikan Binar karena dampaknya benar-benar fatal.

“Jangan pu*kul aku lagi karena andai aku mati, Mas juga yang repot.” Suci yang sempat memilih untuk mati, jadi kembali memiliki tekad untuk hidup, demi Binar. Lagi-lagi karena buah hatinya yang sudah langsung tidak diinginkan meski Binar masih di dalam kandungan hanya karena jenis kelam*innya perempuan.

“Aku hanya boleh mati setelah aku berhasil mengantar Binar menjadi orang sukses!” tekad Suci dalam hatinya. Karena jika bukan dirinya, siapa lagi yang akan peduli kepada sang putri?

Detik itu juga Budi menyadari ulahnya. Ia dapati, Suci tak ubahnya prajurit perang yang tengah menyambut ajal. Rasa bersalah itu seketika muncul dan lama-lama makin besar. Untuk sejenak, Budi menjadi gelisah, mondar-mandir di sekitar sana menyesali apa yang terjadi.

Tentu tak segampang itu Budi melepaskan Suci. Karena semarah apa pun ia kepada Suci, pada kenyataannya rasa untuk wanita itu masih ada meski tak sebanyak rasa untuk Nurma. Selain itu, Binar yang tetap ia anggap anak, juga akan sedih jika orang tuanya tidak dalam keadaan utuh. Terlebih dari lahir, Binar ringkih dan sering sakit. Tak kalah penting, selama ini Suci turut menjadi penopang terbesar ekonomi keluarga Budi.

“Pah ...?” lirih Binar yang akhirnya terbangun akibat keributan yang Budi ciptakan.

Binar memang mendengar suara sang mamah, tapi ia hanya mendapati papahnya yang ia pergoki mondar-mandir tak jauh dari tempat tidur keberadaannya.

Mendengar panggilan dari Binar, Budi yang hanya melilit tubuh bagian bawahnya menggunakan sarung, buru-buru menghampiri Binar. Ia tak membiarkan sang putri melihat keadaan mamahnya yang masih terkapar tak berdaya di lantai tak ubahnya mayat hidup.

Sambil membekap telinga Binar yang ia bopong, Budi berkata, “Jadilah istri berbakti, istri yang sadar diri karena kamu gagal memberiku anak pertama laki-laki!”

Lagi-lagi Budi menuntut Suci agar tetap menjadi istri sempurna.

“Enggak, Mas. Aku mau cerai saja. Biarkan Binar bersamaku.”

“Kalau kamu memang sayang sekaligus peduli kepada Binar, cukup turuti saja. Terima nasib karena sekarang, Nurma yang terpenting! Nurma istriku, dan kamu wajib menghormatinya!”

Balasan Budi barusan membuat darah Suci seolah didihkan. “Sebenarnya paham apa yang kalian an*ut? Paham se*sat? Jika menurut kalian anak pertama berjenis kela"min perempuan yang aku lahirkan hanya membawa s*ial, jangan lupa, sekadar kosmetik Nurma, biaya makan anak-anak Nurma, aku yang bayar! Aku yang menghidupi kalian atas rezeki Allah yang dititipkan melalui Binar!” tangisnya benar-benar histeris. “Selama ini aku diam bukan berarti aku menerima. Andai aku enggak melihat Binar, sudah sejak lama aku tuntut kalian!”

Budi tak mau ambil pusing. Ia memilih pergi, membawa Binar dari sana dan tak lupa mengunci pintu kamar mereka agar Suci yang masih terkapar di lantai tidak bisa kabur. Ia yakin, caranya mampu membuat Suci bertahan di sisinya. Agar semuanya berjalan sesuai rencana.

“Berikan Binar kepadaku! Binar anakku Mas! Biarkan Binar bersamaku!” Suci makin histeris.

Susah payah Suci menggerakkan tubuhnya, tapi sampai detik ini, ia tak mampu melakukannya. Hanya karena bayi pertama yang Suci lahirkan justru seorang perempuan, lima tahun pengabdiannya dibalas dengan luka. Suci terus meronta-ronta terlebih ketika ia mendengar tangis sang putri yang menginginkannya, tapi Budi memaksa Binar untuk ikut dengan Nurma. Nurma yang Budi wajibkan Binar panggil “mamah”!

“Binar anakku! Tolong jangan ram"pas anakku dariku, Mas!” raung Suci.

Kekuatan seorang ibu yang tak mau dipisahkan dari anaknya, membuat Suci memiliki tenaga untuk kembali menggerakkan tubuh. Suci bangkit dan perlahan mampu berdiri di antara luka yang sampai tak lagi ia rasa. Suci berniat mengambil Binar, tapi ia sadar andai ia melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain khususnya orang berpengaruh yang bisa membuat Budi sekeluarga segan, justru kegagalan yang akan ia dapatkan.

“Aku benar-benar harus pergi. Aku harus mencari bantuan!” yakin Suci. Hatinya benar-benar tak berupa mengingat titah Budi pada Binar yang mewajibkan Binar memanggil Nurma “Mamah”!

Setelah sibuk mengawasi sekitar, tatapan Suci tertuju ke jendela di seberang tempat tidur. Bergegas ia ke sana dengan langkah tertatih sambil mendekap tas bahu di pundak kanannya lebih erat.

Suci mengetuk pintu rumah tetangga terdekat, tapi rumah pertama yang ia datangi tak kunjung merespons. Begitupun dengan rumah selanjutnya dan terasnya dibiarkan gelap gulita layaknya rumah lainnya.

“Andai rumah kelima juga tetap sepi, berarti mereka memang sengaja mengabaikanku. Bisa jadi, tadi Mas Budi memang sampai mengancam mereka agar mereka tak ikut campur lagi,” pikir Suci lagi yang berakhir menelan pil pahit lantaran rumah tetangga orang tua Budi yang ia ketuk-ketuk pintunya, tetap sepi. Benar-benar tak ada respons.

Demi Binar, di tengah Hujan yang masih berlangsung, Suci menghubungi salah satu kontak di ponselnya. Akan tetapi, nasib permintaan tolong yang Suci lakukan juga tetap tak membuahkan hasil. Hingga Suci nekat menerobos hujan dan menggunakan tas bahunya untuk menutupi kepala agar tak sepenuhnya terguyur hujan. Suci berjalan kaki dan berniat pergi ke kliniknya.

Setelah setengah perjalanan menuju klinik tempatnya bekerja, di tengah jalan, Suci meminta tukang ojek untuk mengantarnya. Kali ini, semuanya iba dan buru-buru menolongnya.

***

“Aku enggak berani bantu kamu, Ci. Apalagi kamu bilang, ternyata suami kamu malah sudah sampai menikahi kakak iparnya.”

Balasan dari Ratna selaku sesama perawat di klinik Suci bekerja, sudah langsung membuat Suci merana. “Mbak, aku mohon.”

“Lapor ke polisi saja biar dapat izin visum soalnya kalau aku yang ke sana, yang ada aku pasti ikut dikeroy*ok!” yakin wanita yang kiranya sebaya dengan Budi itu.

Suci mengangguk-angguk. “Iya, Mbak. Gitu saja,” balasnya.

“Tapi aku enggak bisa antar sekarang, Ci. Paling sore soalnya yang lain pada absen karena memang lagi musim sakit. Ditambah lagi, kamu juga enggak mungkin tugas dengan keadaan kamu yang seperti ini. Ya sudah, Ci ... sambil tunggu sampai sore, kamu juga aku infus ya. Mata kamu, bibir, wajah ... ya ampun, ... parah banget—” Ratna belum sampai memeluk Suci, tapi dari belakang terdengar suara laki-laki.

“Sus, itu ada pasien baru lagi, tapi enggak ada yang jaga di depan. Loh, ini kenapa? Ini, ... Suster Suci? Eh, Mbak kamu kenapa kok babak bel*ur begitu?” ucap Sepriandri atau yang lebih dikenal sebagai Sepri.

Mendengar itu, Suci merasa bahwa Sepri yang merupakan anak dari pemilik klinik ia bekerja, dan selama ini ia kenal sebagai pribadi yang sangat pekerja keras sekaligus bertanggung jawab, bisa menolongnya.

“Mas Sepri, ... tolong saya, Mas!” sergah Suci.

Yang Sepri tahu dari ibu-ibu yang mengaku sebagai tetangga orang tua Budi selaku suami Suci, Budi telah berulang kali kepergok zin*a dengan Nurma si kakak ipar yang sudah janda. Namun para tetangga justru menuntut Suci yang tentu saja tidak tahu menahu dan otomatis korban, untuk bertanggung jawab atas perzin*aan tersebut. Pagi kemarin, Sepri menyaksikan laporan itu karena kebetulan, ia juga tengah di dasaran pecel milik mbak Arimbi, tempat Suci membeli pesanan gorengan sekaligus pecel rekan kerjanya.

“Mas Sepri ....”

“Tentu, Mbak! Suami Mbak berani bikin Mbak babak be*lur, aku pastikan wajah sama tulang-tulangnya bakalan aku rem*ukin!” Sepri benar-benar emosi dan ia siap membela sekaligus memperjuangkan keadilan untuk Suci.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

kok ada ya wujud manusia kelakuan iblis seperti Budi sekeluarga?

2025-01-28

0

Dewi Soraya

Dewi Soraya

untung msh da org baik.kutangajar bngt y itu laki2 dikroyok aj smpek mati tu suami suci banci bngt jd laki

2024-06-02

0

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

Alhamdulillah dibanyaknya orang diam tak mau menolong Suci.. akhirnya masih ada malaikat penolong yg ikhlas membantu Suci yaitu Mas Sepri. terimakasih ya.. kamu memang orang yang baik sekali

2024-04-27

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!