15 : Syarat

“Iya, ... asal Binar cepat sembuh, apa pun itu pasti Papah kasih buat Binar,” ucap Budi yang kemudian hendak mengemban Binar lagi.

Karena sebob*rok-bobroknya Budi, rasa sayang kepada Binar memang ada meski jika sudah ada Nurma dan ibu Syamsiah, rasa sayang itu akan goyah. Sepanjang menjaga Binar dari dini hari hingga siang saja, Budi hampir selalu memangku atau malah mengemban Binar. Membawanya mengobrol, tak kalah lembut dari cara Suci memperlakukan Binar. Alasan yang juga membuat Binar sayang kedua orang tuanya.

“Binar enggak mau Papah Mamah sedih-sedih. Binar enggak mau Mamah nangis lagi.”

“Iya ...,” sanggup Budi masih lembut sambil menimang Binar, tapi karena kalimat terakhir Binar, ia refleks melirik sengi*t Suci yang ada di belakang sana dan sampai detik ini masih menangis. “Apaan, sih? Yang sudah ya sudah, enggak usah diperpanjang. Kamu yah, dari dulu memang yang selalu jadi gara-gara!” hardi*knya lirih saking kesalnya. Seolah Suci tidak memiliki hati, seolah wanita itu mati rasa dan tak pernah terluka setelah semua yang terjadi. Lagi-lagi ia memak*sa Suci menjadi istri sempurna, meski yang wanita itu terima hanya air mata pernikahan.

Sebenarnya, alasan Budi mati rasa kepada Suci tak semata karena luka KDRT yang ia lakukan membuat wajah Suci tak lagi cantik. Wajah Suci yang sekarang tak lebih menarik dari mons*ter. Bu*ruk rupa, hingga yang ada ia jadi jiji*k, bahkan meski Suci sudah menutupinya menggunakan cadar. Sebab kenyataan Nurma yang sudah menjadi manager dengan gaji dan bonus fantas*tis, membuatnya merasa memiliki Nurma sebagai satu-satunya istri sudah lebih dari cukup. Hanya saja, demi Binar, Budi terpak*sa menerima Suci, asal Suci masih mau menjadi penopang ekonomi juga layaknya sebelumnya.

Budi berpikir, memiliki dua istri berpenghasilan besar, akan membuat hidupnya sangat bahagia. Namun, Binar meminta Budi membawa mereka pindah dari rumah orang tua Budi, selain Binar yang meminta Budi jauh-jauh dari Nurma karena Binar benci Nurma.

“Aku benci bude Nurma. Aku benci semua yang membuat Papah Mamah, khususnya yang membuat mamah menangis!” tegas Binar dan detik itu juga membuat Budi mlongo.

Budi refleks terduduk lemas di pinggir tempat tidur.

“Ya Allah, sadarkanlah mas Budi. Buatlah dia lebih mementingkan Binar. Hamba mohon biarkan Binar mendapatkan semua permohonannya!” batin Suci sambil terpejam pasrah dan perlahan menunduk dalam.

Sampai detik ini, Suci masih belum bisa menyudahi tangisnya. Karena sebelum Binar baik-baik saja, selama itu juga ia belum bisa tenang.

Walau berat, Budi menyanggupi, tapi Budi berdalih belum bisa pindah rumah karena belum punya uang. Susah payah Budi meyakinkan karena meski pendiam, Binar sangat pintar. Budi hanya berniat mengelabuhi Binar maupun Suci yang ia yakini akan mau-mau saja, terlebih Binar memang tidak bisa jauh darinya.

“Besok kita pulang, tapi pulangnya ke rumah mbah dulu. Nanti kalau Papah sudah punya uang buat beli rumah, baru kita pindah. Lagian, Papah harus fokus cari uang buat sekolahnya Binar. Kan sebentar lagi, Binar harus sekolah.”

“Makanya Papah enggak usah kasih-kasih ke bude Nurma, mas Al, dan El, termasuk kasih Mbah. Sudah biarin mereka suruh kerja biar dapat uang. Mamah sama Papah saja kerja, masa mereka enggak?” protes Binar.

Seperti yang Budi yakini, Binar itu cerdas. “Malahan kalau aku enggak jaga-jaga, yang ada Binar bisa benci ke aku!” batinnya mulai takut.

“Mereka ....” Budi mencoba memberi alasan.

Namun Binar sudah lebih dulu berkata, “Kalau kita belum bisa pindah, suruh bude Nurma dan mas Al El, yang pergi!” tegas Binar penuh penekanan sekaligus bergetar. Tak kunjung disanggupi permintaannya, membuat rasa kesal membuncah.

Iya, Binar merasa sangat kesal. Binar kecewa, alasan yang seketika membuatnya berteriak histeris sambil menangis. Mereka yang awalnya diminta menunggu di luar, sampai panik dan buru-buru masuk.

“MASSSSS, ANAKKU SUDAH ENGGAK BAIK-BAIK SAJA! JIWA DAN MENTALNYA SUDAH ENGGAK BAIK-BAIK SAJA MASSSA! KOK TEGA-TEGANYA KAMU KE DARAH DAGING KAMU!” Suci tak kalah histeris. Cadarnya sudah sampai basah sementara kedua tangannya yang mengepal, sudah memu*kul-muk*ul Budi.

Ibu Manis juga tak kalah histeris, terduduk lemas di sebelah pintu lantaran tak sanggup melihat keadaan sang cucu yang terus melotot ke atas di tengah air mata Binar yang terus berjatuhan. Iya, Binar memang tak lagi menangis, tapi bocah itu sesak napas dan tak lagi bisa bersuara. Tubuhnya sudah biru, menegaskan Binar memang sudah tidak baik-baik saja.

Suasana benar-benar mencekam, mirip agenda pertemuan keluarga dengan jenazah karena kecelaka*an bahkan pembunu*han.

“Budi kamu beneran tetap egois enggak mikir begini?!” Sepri marah-marah dan tak lagi bisa mengontrol diri. Ia mencengkera*m baju bagian dada Budi dan sampai mengangkatnya.

Ibu Septi membiarkan putranya karena ia sendiri sudah sangat emosi. Ia sengaja membantu sang suami mengamankan Binar, memberinya pertolongan. Dokter Andri sudah memerintahkan perawatnya untuk mengambilkan oksigen.

“SUDAH, ENGGAK USAH POLISI-POLISIAN. LEBIH BAIK KAMU MAT*I DARIPADA HIDUP TAPI ENGGAK BERGUNA, BAHKAN BUAT ANAK KAMU SENDIRI!” tegas Sepri yang detik itu juga sudah langsung menyeret Budi keluar.

“Oke, ... oke. Oke aku akan menuruti semua kemauan Binar. Aku akan meminta Nurma keluar dari rumah!” tegas Budi berusaha mengakhiri ulah Sepri.

Namun, Sepri yang telanjur emosi sudah langsung melempar sekuat tenaga tubuh Budi hingga menghan*tam pintu ruang rawat Binar.

Semua yang ada di sana sama sekali tidak ada yang peduli kepada apa yang menimpa Budi. Semuanya telanjur kecewa. Bahkan andai Sepri benar-benar membun*uh Budi, mereka justru ikut merasa lega karena andai bisa, itu juga yang ingin mereka lakukan.

“Astaga si Sepri ... andai kamu enggak punya kartu AS aku dan kamu bisa jeblosin aku ke penjara lagi, sudah habis kamu!” batin Budi yang kemudian berpikir, “Aku harus membuat mereka yakin seyakin-yakinnya. Urusan Nurma harus keluar dari rumah, ini masalah kecil. Nurma bisa tinggal di rumah orang tuanya dulu, atau malah mengontrak karena sekarang saja gaji Nurma sudah besar. Semuanya cukup sandiwara dan kami tetap bisa berhubu*ngan.”

Budi berangsur bangkit di tengah kenyataan punggung sekaligus pinggangnya yang sakit luar biasa akibat ulah Sepri. Ia sampai jadi tongkok karena luka-lukanya.

“Katakan, apa keputusanmu?!” tegas Sepri dengan suara sangat lirih saking geregetannya.

Budi menghela napas dalam kemudian menatap Sepri penuh kepasrahan. “Baiklah, ... demi Binar, apa pun itu akan aku lakukan! Sumpah, aku sayang banget ke Binar!”

“Akhiri hubunganmu dengan Nurma!” tegas Sepri sengaja menuntut.

Budi yang masih menatap pasrah Sepri berangsur mengangguk. “Baiklah, saat pulang juga aku akan menceraikan Nurma!”

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

serahkan ajalah itu Binar pekok itu ke Budi papah yg paok bejat jebat itu

2025-01-28

0

Kamiem sag

Kamiem sag

halah!!
sak karepmu ngurus Binar paok itu Suci

2025-01-28

0

Salwa Antya

Salwa Antya

kasian binar

2024-04-29

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!