14 : Permohonan Binar

Budi benar-benar ada di rumah dan Suci sampai menyembah-nyembah, memohon kesediaan Budi. Sepri yang menemani Suci ke sana, susah payah menahan diri agar tidak mengamuk bahkan membu*nuh Budi.

“Aku mohon Mas ... aku enggak mau anakku mati ....”

“Kamu dibebasin bukan buat seenak kamu. Sekali kamu berulah apalagi terus menelantarkan Binar, sekarang juga, ayo aku antar kamu ke penjara!” kesal Sepri.

Budi sudah langsung ketar-ketir, tapi tak bisa ia pungkiri, kebahagiaan yang ia dapat dari Nurma membuatnya lupa segalanya bahkan alasannya dibebaskan dari kurungan.

“Sekarang kamu memang bebas melakukan semua yang kamu mau termasuk menzal*imi darah daging kamu sendiri. Namun nanti saat Binar sudah paham, Binar sendiri yang akan membencimu. Binar yang akan balas dendam!” tegas Sepri lagi.

“Tapi Sayang, ini sudah malam bahkan pagi sementara dari kemarin, kamu kurang istirahat. Ke rumah kliniknya besok saja—” Detik itu juga Nurma terdiam karena tangan kanan Sepri benar-benar sudah menceki*knya. Tubuh Nurma yang bahenol sampai nyaris terangkat walau Sepri hanya melakukannya dengan satu tangan.

“Lepas!” Budi sudah langsung pasang badan, ia mencoba merangkul Nurma, tapi dengan cepat, Sepri memb*anting Nurma.

Suci yang masih terduduk loyo merasa muak dengan ulah Nurma apalagi Budi, sudah tidak bisa berbuat banyak lagi. Berurusan dengan keduanya benar-benar melelahkan.

“Jaga sikap kamu. Jangan kasar!” tegas Budi sambil merangkul, mencoba membangunkan Nurma.

“Kalau kalian enggak terima, cukup laporin aku ke polisi! Aku enggak takut. Malahan cara kalian begini bisa bikin kalian enggak bisa diampuni dan wajib dipenjara!” kesal Sepri.

“Sayang, kamu jangan lupa sama janji kamu ke aku. Kamu bilang, aku segalanya. Kamu bilang, aku nomor satu sementara Binar dan Suci enggak ada apa-apanya dari aku!” rengek Nurma.

Jujur, meski sadar Nurma sengaja melakukan itu untuk menghancu*rkannya, juga Suci yang telanjur menutup hatinya bahkan itu kepada Budi, apa yang berlangsung benar-benar menyakiti hati Suci.

“Kamu enggak usah khawatir karena sampai kapan pun, kamu tetap yang terpenting. Sumpah, kamu yang paling aku sayang apalagi aku BENERAN SUDAH MATI RASA KE SUCI! ALASAN KAMI MASIH HARUS BARENG-BARENG, BENERAN SEMATA KARENA BINAR!” yakin Budi, tapi tak lama setelah itu, tubuhnya sudah diboyong, dipanggul oleh Sepri kemudian dilempar ke mobil pick up yang masih dihiasi beberapa rumput segar.

Sempat panik atas apa yang Sepri lakukan, Nurma segera menatap Suci penuh kemenangan. Setelah bersedekap, ia sengaja berkata, “Sampai kapan pun, kamu bukan lawan aku, Ci. Kamu enggak mungkin bisa lebih baik dari aku dan kamu enggak mungkin bisa ambil Budi dari aku!”

“Tentu. Aku sadar aku bukan lawan kamu karena kamu terlalu ren*dahan untuk berlian sepertiku!” tegas Suci yang buru-buru pergi terlebih Sepri sudah memanggilnya.

“SUEE KAMU CIII!” teriak Nurma bersama kedua tangannya yang mengepal kencang di depan tubuh. Seolah ia siap menin*ju Suci yang masih saja berani kepadanya, padahal jelas, Budi jauh lebih memilihnya.

***

“Aku beneran sudah mati rasa ke suci! Alasan kami masih harus bareng-bareng, beneran semata karena Binar!” Kata-kata Budi barusan, terus terngiang di ingatan Suci. Kata-kata yang sungguh membuat hati sekaligus mental Suci babak belur.

“Memangnya aku seren*dah itu, ya? Memangnya, memang enggak ada yang bikin aku istimewa di mata orang-orang, khususnya di mata suamiku sendiri? Apa karena itu juga, mas Budi dengan begitu mudah mengkhianatiku? Benarkah aku memang tak pantas dicintai? Iya, aku tahu aku bukan wanita sempurna, tapi masa iya selama hampir lima tahun bersama, aku beneran enggak ada artinya? Padahal hubungan kami ada karena dia yang mulai. Kami beneran bukan korban perjodohan karena sebelum menikah, kami sempat pacaran,” batin Suci. Mentalnya sudah langsung tidak baik-baik saja hanya karena kata-kata Budi tersebut.

Satu hal yang membuat Suci bersyukur, hadirnya Budi sudah langsung membuat keadaan Binar lebih baik. Meski Budi juga langsung sibuk menyalahkan Suci akibat sakitnya Binar.

“Andai kamu tetap di rumah dan mengikuti semua arahan aku, pasti Binar enggak akan sakit-sakitan begini!” Budi tidak sadar, jika setiap cac*ian yang ia lemparkan kepada Suci, membuat mental Suci tidak baik-baik saja. Wanita itu terus menangis dan berakhir terduduk di lantai dekat meja nakas yang ada di seberangnya.

“Ya Allah, masa iya hamba setidak berguna ini? Masa iya, untuk anak hamba saja, hamba tidak berguna? Hamba ibunya, hamba yang telah melahirkannya,” sedih Suci dalam hatinya.

Menjadi wanita apalagi yang posisinya seperti Suci benar-benar salah. Mundur salah, maju lebih-lebih, geser pun tak kalah salah.

Didatangi dan diperlakukan penuh sayang oleh Budi, keadaan Binar dengan cepat membaik. Budi ikut menjaga Binar meski sesekali, ia akan menjawab telepon dari Nurma. Sebab Nurma jadi sangat protektif dan bentar-bentar menelepon hanya karena wanita itu tahu, Budi sedang bersama Suci.

Di lain Sisi, Sepri sekeluarga merasa terluka melihat kebersamaan Suci dan Budi. Terlebih bagi mereka, Suci terlalu baik untuk laki-laki kasar dan doyan seli*ngkuh layaknya Budi. Mereka juga kasihan kepada Binar yang memiliki bapak tak bertanggung jawab. Terbukti, Budi masih saja menjawab telepon Nurma, padahal Binar sudah melarang.

“Mamah khawatir ke mental Suci. Dia pasti meras sangat tertekan, sementara jujur ke Binar mengenai apa yang terjadi juga enggak mungkin. Binar masih terlalu kecil, Binar belum paham. Apalagi wanita baik seperti Suci yang punya pengalaman KDRT dari hubungan orang tuanya pasti lebih jaga-jaga lagi. Suci pasti lebih memilih mengorba*nkan dirinya daripada anaknya kenapa-kenapa,” batin ibu Septi yang juga kasihan kepada ibu Manis. Wanita tua itu juga belum diizinkan kembali masuk ke ruang rawat Binar oleh Budi, hanya karena Budi tengah membuat keluarga kecilnya bersama Suci, quality time.

Dalam diamnya, ibu Manis yang duduk di bangku tunggu depan ruang rawat Binar yakin, cepat atau lambat, Binar juga yang akan mengakhiri hubungan Budi dan Suci. Ibu Manis juga yakin, justru Binar yang akan dendam khususnya kepada Nurma, terlebih sekarang saja, Binar sudah sangat benci kepada Nurma. Di dalam sana, ibu Manis yang mengintip dari pintu ruang rawat yang sedikit ia buka menyaksikan, Binar tengah melakukan permohonan kepada Budi dan Suci.

“Mamah Papah bakalan kabulin permohonan aku, kan?”

ucap Binar dengan suara berat khas orang sakit.

Suci sudah langsung mengangguk-angguk sanggup. Lain dengan Budi yang baru menyanggupi setelah Binar menegurnya.

“Aku mau, ... Mamah sama Papah sama-sama lagi!” Binar menatap wajah Suci dan Budi, silih berganti. Keduanya yang masih duduk di kanan-kirinya mendadak bengong, hingga kenyataan tersebut membuat hatinya sangat sakit. Ia bahkan jadi menangis walau ia sudah berusaha keras menahannya, layaknya kebiasaan yang selama ini ia lakukan di setiap mamahnya menangis. Kebiasaan yang juga akan membuatnya tersiksa di setiap ia teringat kedekatan papahnya dengan Nurma. Tak semata saat keduanya bergandengan tangan, juga kebersamaan akrab lainnya dan itu tanpa Suci. Namun, ini mengenai fakta kenapa papahnya justru tidur dengan Nurma!

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

aku muak thor dgn sikap Suci yg masih menutupi kebobrokan Budi pukimak itu
Suci terlalu paok
muak mu ak
najis aku lihat eh baca Suci yg sok kebaikan
pret lah

2025-01-28

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

knp sih binar gak jujur tentng apa yg ada d dalam pikirannya d pendam gt jd penyakit

2024-05-16

0

Gavin Bae

Gavin Bae

anak kurang ajar.pembawa sial.

2024-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2 2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3 3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4 4 : Disidang
5 5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6 6 : Pulang
7 7 : Se*rangan Balik
8 8 : Bapak Zalim
9 9 : POLISI
10 10 : Hukuman Nyata
11 11 : Khawatir
12 12 : Drama Pun Dimulai
13 13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14 14 : Permohonan Binar
15 15 : Syarat
16 16 : Demi Binar
17 17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18 18 : Kehamilan Nurma
19 19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20 MOHON PERHATIAN
21 20 : Wanita Tangguh
22 21 : Main Cantik
23 22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24 23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25 24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26 25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27 26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28 27 : Berkas Perceraian
29 28 : Fitnah Keji
30 29 : PECAH!
31 30 : Belum Baik-Baik Saja
32 31 : Balas Dendam
33 32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34 33 : Paket dan Denda
35 34 : Tiga Ratus Juta
36 35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37 36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38 37 : Janda Terlarang
39 38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40 39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41 40 : Lembaran Baru
42 41 : Perkara Jatuh Bareng
43 42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44 43 : Di Sepertiga Malam
45 44 : Langsung Diiyain Saja!
46 45 : Pasangan Impian
47 46 : Seprimen
48 47 : Terguncangnya Mental Budi
49 48 : Mirip Mantra
50 49 : Mirip Keluarga Bahagia
51 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52 50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53 51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54 52 : Mulai Menyiapkan Restu
55 53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56 54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57 55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58 56 : Ikatan Spesial
59 57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60 58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61 59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62 60 : Ba*nting, Polisikan
63 61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64 62 : Terlalu Bahagia
65 63 : Kita Berhak Bahagia!
66 64 : Mulai Tebar Pesona
67 65 : Ini Belum Apa-Apa!
68 66 : Memohon Restu
69 67 : Rencana Perjodohan?
70 68 : Elena
71 69 : Mengenai Jodoh
72 70 : Mencintai Dengan Sempurna
73 71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74 72 : Ke Rumah Budi
75 73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76 74 : Air Mata Bahagia
77 75 : Pernikahan Impian
78 76 : Setelah SAH!
79 77 : Ayo, Mas!
80 78 : Dinas Malam
81 79 : Penuh Cinta
82 80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83 81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84 82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85 83 : Jadi Makin Bahagia
86 84 : Selingkuh?
87 85 : Semuanya Sempurna
88 86 : Senam Hamil
89 87 : Belanja Keperluan Lahiran
90 88 : Penyakit Selingkuh
91 89 : Kabar yang Telanjur Viral
92 90 : Karma?
93 91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94 92 : Hukuman yang Paling Cocok
95 TAMAT
96 Novel Ojan dan Novel Aqwa
97 Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101 Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103 Novel Kakeknya Ojan
104 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1 : KD-RT dan Pernikahan Suamiku
2
2 : Melarikan Diri Dan Mencari Bantuan
3
3 : Berjuang Mendapatkan Hak Asuh Anak
4
4 : Disidang
5
5 : Istri Sekaligus Menantu Pembawa Si-al
6
6 : Pulang
7
7 : Se*rangan Balik
8
8 : Bapak Zalim
9
9 : POLISI
10
10 : Hukuman Nyata
11
11 : Khawatir
12
12 : Drama Pun Dimulai
13
13 : Kebohongan Nurma dan Kerinduan Binar Kepada Sang Papah
14
14 : Permohonan Binar
15
15 : Syarat
16
16 : Demi Binar
17
17 : Budi yang Siap Menceraikan Nurma
18
18 : Kehamilan Nurma
19
19 : Pemberontakan Sekaligus Peringatan Keras Dari Binar
20
MOHON PERHATIAN
21
20 : Wanita Tangguh
22
21 : Main Cantik
23
22 : Sandiwara dan Melepas Tanggung Jawab
24
23 : Habis Manis Sepa Dibuang
25
24 : KDRT Bukan Penyelesai Masalah Dalam Rumah Tangga
26
25 : Jatah, Kewajiban, dan Juga Hak
27
26 : Kita : Aku, Mamah, Dan Papah
28
27 : Berkas Perceraian
29
28 : Fitnah Keji
30
29 : PECAH!
31
30 : Belum Baik-Baik Saja
32
31 : Balas Dendam
33
32 : Bukan Suci Apalagi Binar, Tapi Nurma!
34
33 : Paket dan Denda
35
34 : Tiga Ratus Juta
36
35 : Akan Menjadi Lembaran Baru
37
36 : Sepri dan Kedekatannya Dengan Binar
38
37 : Janda Terlarang
39
38 : Budi Dan Gaya Selangitnya
40
39 : Kekecewaan Sekaligus Kebencian
41
40 : Lembaran Baru
42
41 : Perkara Jatuh Bareng
43
42 : Awalnya Serius, Tapi ....
44
43 : Di Sepertiga Malam
45
44 : Langsung Diiyain Saja!
46
45 : Pasangan Impian
47
46 : Seprimen
48
47 : Terguncangnya Mental Budi
49
48 : Mirip Mantra
50
49 : Mirip Keluarga Bahagia
51
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
52
50 : Terancam Lumpuh, Katarak, Bahkan Buta!
53
51 : Obrolan Hangat Dengan Calon Mertua
54
52 : Mulai Menyiapkan Restu
55
53 : Tidak Boleh Menikah Lagi!
56
54 : Jangan Dipaksa, Pelan-Pelan
57
55 : Cinta Boleh, Tapi Jangan Gobl09!
58
56 : Ikatan Spesial
59
57 : Yang Namanya Kebahagiaan
60
58 : Mamah Suci Jadi-Jadian
61
59 : Memohon Restu Kepada Bapak Kandung Suci
62
60 : Ba*nting, Polisikan
63
61 : Mulai Dekat Dengan Calon Mertua
64
62 : Terlalu Bahagia
65
63 : Kita Berhak Bahagia!
66
64 : Mulai Tebar Pesona
67
65 : Ini Belum Apa-Apa!
68
66 : Memohon Restu
69
67 : Rencana Perjodohan?
70
68 : Elena
71
69 : Mengenai Jodoh
72
70 : Mencintai Dengan Sempurna
73
71 : Membeli Keperluan Pernikahan
74
72 : Ke Rumah Budi
75
73 : Undangan Pernikahan Dan Sepenggal Masa Lalu
76
74 : Air Mata Bahagia
77
75 : Pernikahan Impian
78
76 : Setelah SAH!
79
77 : Ayo, Mas!
80
78 : Dinas Malam
81
79 : Penuh Cinta
82
80 : Kekhawatiran Anak yang Tak Sempurna
83
81 : Optimis Dan Jadi Lebih Semangat
84
82 : Pasca KDRT : Trauma dan Kebahagiaan yang Senantiasa Ada
85
83 : Jadi Makin Bahagia
86
84 : Selingkuh?
87
85 : Semuanya Sempurna
88
86 : Senam Hamil
89
87 : Belanja Keperluan Lahiran
90
88 : Penyakit Selingkuh
91
89 : Kabar yang Telanjur Viral
92
90 : Karma?
93
91 : Kelanjutan Kabar Nurma dan Budi
94
92 : Hukuman yang Paling Cocok
95
TAMAT
96
Novel Ojan dan Novel Aqwa
97
Novel Brandon : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
98
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
99
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
100
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
101
Novel Binar : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
102
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
103
Novel Kakeknya Ojan
104
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!