Pangeran | Bab 20

Pangeran Erland sudah meninggalkan kerajaan, dan kini hati Alice terasa kosong. Padahal, di hadapannya banyak pelayan, dan juga banyak pekerjaan, tapi tetap saja Alice merasakan kesunyian karena pikirannya hanya tertuju pada Sang Pangeran.

Raja memberikan perintah pada Alice untuk melayani Ruby selama di kerajaan. Apalagi, Erland sedang tidak ada.

Mendengar hal itu, hati Alice terasa sakit, tetapi dia hanya pelayan yang tak bisa membantah. Dia pun menemui Ruby untuk menjadi pelayan gadis itu selama Pangeran meninggalkan kerajaan.

“Kamu pelayan pribadinya Pangeran Erland, ‘kan? Kamu pasti tahu banyak soal Pangeran?” tebak Ruby saat Alice berdiri tepat di hadapannya.

Kekasih hati Pangeran Erland itu pun mengangguk dan memberi salam. Alice lalu memperkenalkan diri dan berkata bahwa dia siap melayani Ruby dengan sepenuh hati.

“Kalau butuh bantuan apa pun, jangan sungkan untuk memanggil saya,” ucap Alice usai memperkenalkan diri pada Ruby.

Ruby tersenyum ramah. Jauh dari perkiraan Alice yang menduga bahwa Ruby seorang puteri bangsawan yang angkuh. Nyatanya, wanita itu malah mengajaknya duduk bersama.

“Tenang saja, Alice. Aku ingin berteman denganmu supaya aku bisa tahu banyak mengenai istana ini,” kata Ruby yang terlihat tulus ingin menjalin hubungan baik dengan Alice.

Ruby jelas tahu bahwa Alice dekat dengan Pangeran Erland, dan hal itu pasti akan menguntungkan karena dia bisa tahu lebih mendalam tentang putra mahkota itu.

Sejak Raja memerintahkan Alice untuk melayani Ruby, sejak itulah pikiran Alice harus mulai terbuka.

Ruby adalah seorang putri bangsawan dari negara tetangga. Bahkan, desas-desus di kerajaan sudah mengisyaratkan bahwa wanita itu yang akan menjadi kandidat permaisuri, juga semakin membuat Alice memikirkan cara untuk menjauhi Pangeran.

Alice melihat banyak sekali perbedaan antara dirinya dan Ruby. Cara Ruby berpakaian, cara Ruby makan, cara Ruby berjalan, dan cara Ruby berbicara pun sangat menunjukkan perbedaan strata sosial di antara mereka.

Namun, sampai saat ini, Ruby masih belum tahu mengenai hubungan Alice dan Pangeran Erland. Dia juga masih memperlakukan Alice selayaknya sesama wanita, bukan selayaknya pelayan.

“Kapan-kapan kamu harus mengajariku masak makanan kesukaan Pangeran ya,” kata Ruby pada saat Alice mengantarkan makanan ke ruangannya.

Gadis itu menatap Ruby dengan bingung, dan seakan tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Ruby. Yang Alice tahu, seorang putri bangsawan akan hidup dengan segala kemewahan dan kemudahan. Hampir tidak mungkin bagi mereka untuk masuk ke dapur karena fokus mereka hanya pendidikan dan gaya hidup sebagai bangsawan.

“Putri tidak perlu memasak dan mengotori tangan Anda, karena saya akan terus memasakkan makanan Pangeran dan memastikan makanannya enak dan terjamin,” balas Alice.

Ruby mengambil piring yang dibawa oleh Alice dan kembali berkata, “Sebagai seorang calon istri, aku ingin bisa memasak makanan kesukaan suamiku nanti. Supaya dia semakin menyayangiku. Walaupun kamu tetap menjadi pelayan pribadinya yang akan mengurus semua masakan Pangeran, tapi aku juga ingin berkontribusi. Apalagi, aku dengar Pangeran sangat menyukai masakanmu. Jadi, ajarkan aku resep masakanmu, Alice!”

Kata-kata Ruby seakan menjadi sebuah taamparan untuk Alice. Dia semakin tahu statusnya tidak sebanding dengan Ruby walaupun mungkin cinta pangeran hanya untuk dirinya.

“I-iya, Tuan Putri!” jawab Alice dengan kepala tertunduk.

Rasanya sangat lemas bila membayangkan masa depan mereka nantinya. Dia akan tetap menjadi pelayan yang akan melayani Pangeran dan Ruby ketika mereka menikah nanti.

*

*

Pangeran akhirnya kembali dari luar negeri. Dia datang lebih awal dari yang dijadwalkan dan tidak langsung menemui Raja. Pangeran malah menyuruh pengawalnya untuk memanggil Alice agar kekasihnya itu datang ke kamarnya.

Berpisah selama beberapa hari dengan Alice, tentu saja membuat Sang Pangeran merasakan kerinduan yang teramat dalam. Itu sebabnya, dia ingin mencuri sedikit waktu untuk bisa berduaan dengan kekasihnya itu.

Alice mandapat perintah dari Pangeran yang disampaikan oleh pengawal.

“Yang Mulia ingin bertemu sekarang dan kamu harus membawa hadiah yang Yang Mulia titipkan padamu. Datanglah diam-diam karena Baginda Raja bahkan tidak tahu kalau Yang Mulia Pangeran sudah kembali!” ucap pengawal itu saat menyampaikan pesan dari Pangeran Erland.

Alice mengangguk tanda mengerti. Kemudian, Alice berkata pada pengawal itu kalau dia akan bersiap lebih dulu.

Kini, Alice memandangi gaun yang diberikan Pangeran untuknya. Gaun putih itu terlihat sangat cantik dan anggun, dan mungkin akan membuat penampilannya bagaikan seorang putri.

“Haruskah aku memakai ini?” gumam Alice seraya memandangi cermin dan menempelkan gaun indah itu pada tubuhnya.

Walau gadis itu ingin mengakhiri hubungan dengan Pangeran, tetapi rasa rindu di hatinya juga tidak bisa ditutupi. Alice akhirnya memakai gaun pemberian Pangeran Erland, lalu msmbalut gaun indah itu dengan seragam pelayan milikya.

Dengan memantapkan hati untuk menemui Pangeran secara diam-diam, Alice keluar dari kamarnya. Dia berjalan dengan sangat hati-hati agar gaun yang ditutupinya itu tidak terlihat, dan yang paling penting tidak ada yang tahu dia akan menemui Pangeran sekarang.

Saat masih di jalan menuju kamar pribadi Pangeran Erland, tiba-tiba Ruby muncul dan menyapanya, membuat Alice seketika menghentikan langkah.

“Alice, kamu mau ke mana? Bisa temani aku jalan-jalan keliling istana?”

***

Bisa, tapi minta ramein dulu komennya 😂😂

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

WADUH GAWAT 😊🤭

2024-07-05

0

💐Lusi81

💐Lusi81

astagaaaaa....pengacau datang

2024-01-16

1

anonim

anonim

wow....gimana ini wkwkwk

2024-01-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!