Pangeran | Bab 7

Pangeran mulai menyadari perasaannya pada Alice. Dia tahu bahwa dirinya mulai jatuh dalam pesona pelayan pribadinya itu.

Wajah Sang Pangeran pun tertunduk, semakin dekat dengan wajah Alice yang seperti magnet baginya. Terus menarik Pangeran untuk mendekat hingga akhirnya bibir mereka berdua saling menempel.

Mata Alice terbelalak ketika bibirnya dan Pangeran Erland bersatu. Dia pun seakan terhipnotis oleh sentuhan bibir yang terasa asing baginya.

Sampai akhirnya, Alice tersadar saat Pangeran Erland mulai membuka bibirnya dan lidah mereka bersentuhan. Gadis itu mencoba mendorong tubuh Pangeran, tetapi kekuatannya yang tidak seberapa tidak mampu menghalau tubuh Sang Pangeran.

Pangeran justru semakin posesif dan memeluknya erat. Mau tak mau, Alice pun terlena dan menikmati ciuman itu dalam pelukan Pangeran Erland.

Menyadari bahwa Alice mulai menikmati, Pangeran Erland langsung mendekap dan menggendong Alice. Keduanya saling bertatapan dengan wajah malu, dan akhirnya Pangeran mendudukkan Alice di atas meja.

Dengan kasar, Pangeran menyingkirkan piring dan cangkir yang berada di atas meja. Lalu, dengan buas dan tidak terkendali Pangeran Erland kembali meluumat bibir Alice.

Ciuman itu membuat hati Alice kembali bergetar dengan hebat. Dia tidak menyangka Pangeran akan bertindak sejauh ini dan membuat seorang pelayan terbuai dalam ciumannya.

Lidah mereka kembali bertemu, dan Pangeran menahan kepala Alice dengan kedua tangannya, supaya lidah itu semakin dalam menyentuh mulut sang pelayan. Gerakan Pangeran semakin liar, sampai akhirnya Alice kehabisan napas dan Pangeran Erland menyadarinya.

Ciuman itu pun terlepas, dan keduanya terengah-engah dengan kening yang saling menempel. Alice memejamkan mata masih sambil meraup udara yang sempat terenggut dari pernapasannya.

Wanita itu lalu sedikit memundurkan kepala, dan menatap Pangeran dengan wajah takut-takut. “Apa ... apa yang Yang Mulia lalukan?” tanya Alice yang saat ini benar-benar merasa lemas.

Pangeran Erland tidak mau menjawab pertanyaan itu. Dia tidak perlu menjelaskan apa yang baru saja dia lakukan pada pelayannya itu.

Kedua tangannya meraup dada Alice di mana hatinya bersarang dan meloncat-loncat. Lalu, Pangeran pun tersenyum, dan akhirnya berkata, “Mulai sekarang, ini adalah milikku!”

Seketika itu, wajah Alice langsung merah padam karena keagresigan Sang Pangeran. Apalagi, satu tangan laki-laki itu sedang menangkup payuudaranya. Eh, maksudnya hati Alice, tetapi tetap saja tangan Pangeran Erland menyentuh dadanya.

Dengan gugup, Alice pun berkata, “Ya-Yang Mulia ....”

Alice belum selesai mengatakan isi kepalanya, tetapi Pangeran Erland masih dengan posisi tangan di dada Alice menyahut, “Hem! Kenapa, Alice?”

“Yang Mulia, ta-tangan, tangan Anda ....”

Pangeran Erland melihat wajah Alice yang tersipu malu, membuatnya berusaha menahan tawa dan malah lanjut menggodanya. “Aku lelah, bantu aku mandi!”

Mendengar perintah Pangeran, Alice rasanya mau pingsan saat itu juga saking malunya.

‘Yang Mulia, Anda ini benar-benar tidak tahu malu!’ teriak Alice dalam hati.

Namun, Alice juga kelewat bahagia dengan pernyataan Pangeran yang mengakui dirinya adalah milik laki-laki itu. Artinya, Pangeran Erland memang memiliki perasaan padanya.

Saat ini, di kepala Alice tidak ada apa pun selain betapa lembutnya bibir Pangeran Erland. Dia benar-benar terlihat sangat tampan dengan senyum di wajah dan pipinya yang merona merah. Pangeran Erland memang sangat tampan, bahkan saat dilihat dari jarak yang sangat dekat ini.

Namun, Alice tidak akan termakan godaan Pangeran untuk membantunya mandi. Dengan sangat percaya diri, gadis pelayan itu pun membalas, “Saya tidak akan termakan candaan Yang Mulia Pangeran lagi!”

Awalnya Pangeran Erland memang hanya ingin bercanda, tetapi melihat wajah Alice tersenyum dengan percaya diri, jiwa iblis sang Pangeran pun semakin menjadi-jadi. Dia pun langsung menggendong Alice ala putri negeri dongeng, lalu membawanya ke dalam kamar mandi.

Alice terkejut bukan main dengan tindakan Pangeran ini. Matanya membulat sempurna dan tangannya secara spontan berpegangan erat pada leher Pangeran Erland. Namun, belum sempat dia melayangkan protes, Pangeran Erland sudah menjerumuskan tubuh mereka berdua ke dalam bathup yang sudah diisi pelayan lain.

Tubuh mereka berdua pun langsung basah kuyub. Pakaian mereka menempel ketat pada kulit mereka, mengikuti lekuk tubuh masing-masing.

Otot perut Pangeran Erland yang terbentuk sempurna seperti roti yang bersusun enam, telihat jelas dari balik kemeja putihnya. Dada bidangnya juga terlihat kekar dengan otot lengan yang tampak sempurna.

Saat itu juga, Alice merasa terperangkap di bawah kekuasaan laki-laki ini.

Sementara itu, Pangeran Erland merasakan napasnya yang kian memburu melihat lekuk tubuh Alice yang tercetak jelas dan begitu menggoda. Bentuk dadanya yang begitu mempesona, hingga mendorong Pangeran Erland untuk kembali meraup mereka dan meluumat bibir wanita itu.

Alice kembali terbuai hingga kehabisan napas. Namun, baru saja Pangeran Erland mendaratkan tangannya di paha Alice yang mulus di balik rok kerja itu, suara sang asisten pribadi Erland terdengar di balik pintu. Pangeran Erland dan Alice langsung panik karena itu.

Alice langsung melompat keluar dari bathup, dan menyembunyikan diri di balik ruangan khusus berganti pakaian. Kalau dia tertangkap basah ada di kamar mandi dengan Pangeran Erland, bisa habis riwayat hidupnya, terutama saat ada yang mengadukan ini pada Raja.

Pangeran Erland melihat kelincahan gadis itu saat menyembunyikan diri. Dia pun langsung tertawa sebelum akhirnya keluar dan menghadapi asistennya.

Ternyata, Pangeran mendapat tugas lagi dari Raja. Kali ini, tugas sosial agar ia bersosialisasi dengan rakyatnya.

Setelah asistennya pergi dari kamar Pangeran, Pangeran Erland pun menemui Alice yang masih bersembunyi.

Gadis itu mulai kedinginan karena pakaiannya yang basah. Wajahnya yang tegang juga membuat Pangeran Erland merasa gemas.

Sang Pangeran mengambil kemeja di lemari dan menyerahkannya pada Alice. “Basuh tubuhmu dan ganti dengan ini!”

Alice yang tampak malu pun akhirnya menolak, “Terima kasih, Yang Mulia. Tapi, maaf, saya bisa berganti di kamar saya sendiri. Saya permisi dulu!”

Alice menundukkan kepala dan hendak melarikan diri, tetapi satu tangan Pangeran berhasil menahannya. “Mau ke mana? Memangnya aku mengizinkanmu pergi!” balas Pangeran Erland dengan senyum penuh arti.

Alice yang sebelumnya membelakangi Pangeran, terpaksa kembali berbalik badan karena ditarik oleh laki-laki itu.

“Tapi, Pangeran!”

“Alice, tidak ada penolakan! Ganti pakaianmu!” titah Pangeran Warlingtoon itu tanpa mau dibantah.

Alice pun akhirnya menuruti perintah Pangeran dan mengeringkan tubuh.

Setelah keduanya sama-sama kering, Alice kembali berpamitan hendak kembali ke kamarnya, tetapi Pangeran Erland tampaknya belum rela berpisah.

Pria itu menarik tangan Alice untuk duduk di pangkunanya. Hal itu membuat Alice terkejut dan secara refleks menundukkan kepalanya.

“Yang Mulia!”

Pangeran mengabaikan peringatan Alice lewat suara lirih itu. Dia memeluk pelayan itu dengan erat di pangkuannya.

“Alice, besok aku akan bersosialisasi dengan rakyat. Apa kamu mau ikut denganku?”

***

Tolong bawa aku ke Mars, bumi cuma punya mereka berdua, yang lain ngontrak 😭😭

Terpopuler

Comments

🖤❣ DeffaSha ❣🖤

🖤❣ DeffaSha ❣🖤

'tapi aku suka yg mulia' lanjut alice di dalam hati 🤭🤭🤭🤭

2024-01-12

0

Ney 🐌

Ney 🐌

ikutttt

2024-01-08

0

anonim

anonim

waduuuhh Alice terjebak nafsu Pangeran neehhhh

2023-12-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!