Pangeran Erland sebenarnya sangat ingin Alice berdiri di sampingnya saat menyambut Ruby. Akan tetapi, semua itu tidak akan mungkin terjadi selama dia belum menduduki kursi raja.
Tiba-tiba saja, pikiran itu memantik ambisi Sang Pangeran. Laki-laki itu lalu kembali memeluk Alice dengan sangat erat dan berjanji, “Aku akan mencuri waktu ketika pesta penyambutan Ruby untuk bertemu denganmu.”
Pangeran mengusapkan wajahnya berulang kali di leher Alice dan membuat wanita itu tertawa geli. Namun, Pangeran tetap tidak mau berhenti dan akhirnya Alice memegangi pipi kekasihnya itu dengan kedua tangan.
“Aku akan menunggumu dengan bahagia,” kata Alice dengan bahasa yang tidak formal. Padahal, aturan kerajaan mengharuskan mereka untuk bicara dengan bahasa yang formal untuk menjunjung adab kesopanan kepada anggota kerajaan. “Maafkan kelancanganku yang tidak memakai bahasa formal ini. Karena saat ini, aku adalah kekasihmu, Pangeran!”
Alice mendaratkan kecupan ringan di bibir Pangeran Erland dan hal itu membuat Pangeran tidak keberatan sama sekali. Justru, Pangeran senang karena seperti ini seakan tidak ada status sosial yang memisahkan cinta mereka.
“Boleh. Aku sebenarnya juga ingin kita pergi dengan bebas dan bermesraan. Tanpa formalitas, tanpa seragam, dan tanpa aturan kerajaan,” balas Pangeran Erland yang membuat Alice merasa tersanjung.
Keduanya sama-sama membayangkan kehidupan mereka yang bebas tanpa terikat aturan kerajaan. Namun, rasanya hal itu tidak akan mungkin terjadi karena Pangeran sudah terlanjur lahir sebagai anggota keluarga Kerajaan.
Pangeran membalas kecupan Alice di bibirnya dengan sebuah kecupan hangat di kening. Entah bagaimanapun nasib mereka besok, yang terpenting sekarang mereka berbahagia karena saling mencintai.
*
*
*
Hari kedatangan Ruby pun tiba. Alice dan beberapa pelayan tampak sibuk menghias aula dan ada juga yang sibuk menyiapkan makanan.
Pangeran dan pengawalnya berkeliling untuk memeriksa persiapan karena saat ini seorang menteri sudah diutus untuk menjemput Ruby.
Tatapan Pangeran Erland tertuju pada Alice. Kekasih Pangeran itu tampak melebur dengan pelayan lain dengan seragam yang sama. Dia tampak kelelahan dengan sesekali mengusap keringat yang mengucur di keningnya.
Hati Pangeran berdesir. Seharusnya dia sadar, bahwa Alice hanya seorang pekerja dan dia adalah seorang bangsawan yang tidak diperkenankan menjalin hubungan dengan seorang pelayan. Namun, setinggi apa pun tembok pembatas itu, dan sedalam apa pun jurang yang memisahkan mereka, pasti ada cara untuk melalui semuanya.
Baginda Raja yang kebetulan lewat, kini menghampiri Pangeran Erland. Dia tampak senang dengan dekorasi aula untuk penyambutan Ruby.
“Memang anak muda lebih tahu selera sesama anak muda. Puteri Ruby pasti akan senang dengan pesta penyambutannya nanti,” komentar Raja sembari memandangi para pelayan yang sibuk mendekor ruangan.
“Iya, Yang Mulia. Semua dekorasi ini berkat keterampilan pelayan pribadiku, Alice. Semoga saja Putri Ruby menyukainya.”
Alice melirik Pangeran Erland yang tengah berbincang dengan Raja. Wanita itu sempat berdebar saat Pangeran balas meliriknya tanpa disadari Raja.
Dengan senyum malu-malu, Alice pun melanjutkan pekerjaannya. Sementara Pangeran, dia tampak serius berbincang-bincang dengan ayahnya.
*
Beberapa jam berlalu, akhirnya tamu penting yang ditunggu-tunggu pun tiba. Raja dan Pangeran Erland sudah menunggu di aula yang biasa dipakai untuk menyambut tamu.
Ruby si gadis cantik itu memasuki aula dengan begitu anggun. Wajahnya benar-benar memancarkan aura putri bangsawan yang terpandang.
Sementara itu, Alice bersama para pelayan dan para pengawal berdiri di samping aula dan bersiap melayani tamu kerajaan itu.
Alice terpaku saat Ruby memberikan salam pada Raja dan Pangeran Erland. Mata Ruby tidak lepas dari Pangeran Erland dengan senyum malu-malu yang tampak tertahan.
Seketika itu, jantung Alice berdetak dengan sangat cepat. Mungkinkah Putri Ruby menaruh hati pada Pangeran Erland?
***
Kembang kopinya jangan lupa gaess 💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
ya eyalah lis siapa sih yg gak jatuh hati sama pangeranmu itu..emangny cuman kamu aja yg bisa liat ketampananny 😁😁
2024-01-12
1
Ney 🐌
🙄🙄😲🥺🥺
2024-01-09
0
Fhita Iftha
uuuu seru ksihan Alice dan pangeran😪
2023-12-17
0