Raja kembali memerintahkan Pangeran Erland untuk bertugas sosial. Dia jadi teringat janjinya dengan Alice untuk mengajak kekasihnya keluar dari istana.
“Alice pasti senang kalau dia ikut pergi.”
Pangeran lalu memerintahkan asistennya untuk memanggil Alice. Juga menyiapkan segala keperluan untuk membawa Alice keluar istana.
Alice yang tadinya ingin bersantai setelah menyiapkan sarapan Pangeran, kini sudah berada di ruangan Pangeran Erland, masih dengan seragam pelayan yang dipakainya.
Tanpa basa-basi, Pangeran Erland langsung memeluk Alice dan mencium pipinya cukup lama. “Kamu jadi mau ikut pergi nggak?” Pangeran berbalik badan, lalu memeluk Alice dari belakang.
Jantung Alice berdebar dengan sangat cepat, apalagi sekarang tangan Pangeran melingkar erat di perutnya.
“I-ikut ke mana, Yang Mulia?” tanya Alice dengan gugup.
Pangeran yang merasa gemas dengan Alice pun kini meniup pelan telinga wanita itu. Sontak saja hal itu membuat Alice menjauh dari Pangeran dan memegangi telinganya yang terasa geli.
Pangeran tersenyum semringah. Wajahnya terlihat semakin tampan dan bersinar saat tertawa. Mata sipit itu tenggelam, dan deretan giginya yang putih juga rapi pun terlihat.
“Kamu benar-benar menggemaskan Alice! Ayo ikut aku tugas kerajaan. Sebagai calon permaisuri, kamu harus tahu cara bersosialisasi dengan rakyat!”
Pangeran Erland kembali memeluk Alice. Kali ini satu tangannya bergerak menyentuh liontin kalung yang bergelantung di dada Alice dan tersembunyi di balik kemejanya.
“Kalung ini harus terus ada di sini, Alice. Karena hatiku akan terus bersarang di dadamu.”
Alice mengangguk dan membalas pelukan Pangeran dengan erat. Keduanya tak bisa terlalu lama bermesraan karena asisten Pangeran sudah datang membawakan perlengkapan untuk Alice.
Akhirnya, dengan bantuan asistennya Pangeran, Alice berhasil diselundupkan dan menyamar sebagai pengawal. Wanita itu memakai pakaian yang sama dengan pada pengawal dan pergi meninggalkan istana.
Ada banyak pengawal yang dibawa Pangeran kali ini. Ada sekitar lima iring-iringan mobil yang semuanya berisi pengawal. Padahal, seingatnya saat mereka dulu pertama bertemu, hanya ada dua mobil yang mengawal Pangeran.
“Apa mereka semua ikut bersama kita?” tanya Alice saat sudah berada di mobil yang sama dengan Pangeran Erland.
“Ya, sejak kamu menyusup masuk ke bagasi mobil. Semua pengawalan jadi diperketat. Kalau nanti ada wanita lain yang menyusup, mana bisa aku menikmati dua masakan sekaligus,” jawab Pangeran Erland berusaha menahan senyum.
Alice jadi mengerutkan kening dan menjadi bingung. “Memangnya Yang Mulia bisa merasakan masakan wanita lain juga?” tanyanya.
Pangeran yang tadinya hanya ingin menggoda Alice, malah jadi kesal sendiri karena kepolosan Alice yang tidak mengerti maksud pembicaraannya.
“Sudahlah, lupakan! Kamu di sana nanti tidak usah banyak bicara ya. Jangan terlalu dekat dengan pengawal lain, terutama Asisten Jo. Kamu harus selalu ada di dekatku saja, Alice!”
Di dalam mobilnya, Pangeran Erland tidak henti-hentinya memegang tangan Alice dan tersenyum. Dia benar-benar sedang kasmaran sekarang. Kini, Pangeran Erland berhasil mewujudkan “kencan” bersama Aice. Meskipun dalam suasana yang sangat berbeda dengan pasangan lain.
Mereka pergi ke sebuah panti jompo. Di sana Pangeran Erland mengabdikan dirinya kepada para lansia yang menghabiskan sisa hidup mereka di panti jompo.
Sebagai pengawal, Alice terus berada di dekat Pangeran Erland. Meski dirinya tidak bisa bergerak cepat seperti yang lain, tetapi tidak ada yang mempermasalahkannya. Justru Pangeran Erland meminta wanita yang sedang menyamar itu untuk selalu berada di dekatnya.
Dalam acara sosial itu, Pangeran Erland diminta memberikan pidato dan juga membacakan sebuah cerita untuk para lansia itu.
Alice memandangi kekasihnya dengan perasaan kagum. Dia tidak menyangka Pangeran Erland begitu berwibawa dan sangat luar biasa. Pangeran memang sangat layak menjadi Raja suatu hari nanti.
Rupanya aksi Pangeran bersosialisasi mendapat tanggapan positif dari para lansia. Mereka tidak sungkan memuji ketampanan dan wibawa Sang Putra Mahkota.
Pangeran Erland melirik sang kekasih dan tersenyum dengan bangga. Dia ingin menunjukkan pada Alice bahwa wanita itu tidak salah memilih dirinya menjadi kekasih, karena Pangeran memang sangat keren.
Setelah acara selesai. Beberapa wartawan dan para penggemar Putra Mahkota sudah menunggu di depan gedung.
Pasukan pengawal pun langsung sigap melindungi Pangeran, termasuk Alice. Wanita itu terlihat mungil dan tidak sesigap para pengawal lainnya.
Meski begitu, mereka semua aman sampai di mobil. Beberapa pengawal langsung memeriksa mobil Pangeran yang memang memiliki plat momor khusus.
Saat masih dilakukan pemeriksaan itulah, Pangeran mengambil sebuah alat milik asisten pribadinya. Dia lalu mengatakan sesuatu yang terdengar jelas di telinga para pengawal yang terpasang earphone.
“Aku sangat keren, ‘kan?” tanya Pangeran Erland yang membuat para pengawal itu saling berpandangan.
***
Keren kan walaupun telat uup 🤭🤭 kopi, kembangnya jangan lupa yak gess
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
LENY
DUH PANGERAN ADA2 AJA😊😂
2024-07-04
1
Ney 🐌
🤭🤭🤭🤭
2024-01-08
1
Abie Mas
ok keren
2023-09-07
0