Saat Putri Ruby selesai memberi salam, Alice maju beberapa langkah dan berdiri di samping Pangeran Erland. Gadis itu membawa buket bunga yang sangat cantik dan diserahkan pada Pangeran, untuk selanjutnya diberikan pada Ruby.
Saat mengambil bunga dari Alice, tangan Pangeran Erland dengan sengaja sedikit mereemas tangan sang kekasih hingga membuat keduanya saling bertatapan. Seketika itu, jantung Alice berdetak dengan sangat cepat.
Namun, secepat kilat Pangeran berbalik badan dan menyerahkan bunga itu pada Ruby. Alice perlahan mundur, dan suara musik yang meriah pun menghanyutkan pikirannya.
Penyambutan Ruby di istana berlangsung sangat meriah. Berbagai tarian dan musik menyemarakkan pesta yang dikhususkan untuk tamu kehormatan itu.
Seusai pesta, Raja meminta Pangeran untuk mengantarkan Putri Ruby ke bangunan yang dikhususkan untuk tamu kerajaan yang akan tinggal beberapa waktu.
Pangeran Erland dengan senyum ramah mengantarkan Putri Ruby ke tempat itu. Alice dan beberapa pelayan, dan juga beberapa pengawal, mengekor di belakang mereka. Mereka semua mengantarkan Ruby ke ruangannya untuk beristirahat sebelum nantinya akan makan malam bersama.
Pangeran Erland terus mencuri pandang dengan Alice yang berjalan tepat di belakang Ruby. Saat Pangeran bicara dengan putri negara tetangga itu, ekor matanya selalu tertuju pada kekasihnya.
“Baiklah, Ruby kita sudah sampai. Pelayan akan membantumu dan ada pengawal juga yang akan berjaga di sini. Sampai bertemu nanti malam,” kata Pangeran Erland yang kemudian berpamitan untuk meninggalkan Ruby.
Ruby bahkan belum puas berbincang dengan Pangeran Erland. Namun, laki-laki itu sudah terlanjur mengucapkan salam perpisahan.
*
Alice mengikuti langkah Pangeran Erland menuju ke istananya. Sebagai pelayan pribadi, tentu dia harus selalu ada bersama Pangeran dalam situasi seperti ini.
“Aku sangat lelah, bantu aku mandi, Alice!” titah Pangeran Erland begitu tiba di depan kamar Sang Pangeran.
Para pengawal sudah mengerti maksud dari ucapan Pangeran. Mereka memberi kedipan semacam kode para pelayan lain untuk tidak mengganggu Pangeran.
“Baik, Yang Mulia!” jawab Alice yang kemudian masuk mengikuti Pangeran dan menutup pintu.
Begitu memastikan tidak ada pengganggu, Pangeran Erland memaagut bibir Alice yang sudah seperti candu. Dia lalu memeluk pelayan itu, dan membawanya ke kamar mandi.
Pangeran tahu keresahan hati Alice sepanjang acara tadi. Itu sebabnya, dia ingin menggantikan keresahan itu dengan berduaan saja di kamar ini.
“Kamu kelihatan nggak senang, kenapa?” tanya Pangeran setelah membawa Alice ke kamar mandi.
Gadis itu mengerutkan kening, dan mencoba tersenyum, sebelum akhirnya menjawab, “Saya senang kok, Yang Mulia. Putri Ruby ternyata sangat cantik dan anggun. Dia pasti seorang bangsawan yang terpandang. Saya suka lihat wajahnya yang cantik.”
Mendengar jawaban Alice itu, kening Pangeran Erland ikut berkerut. Dia langsung mendekatkan wajahnya pada Alice menatap matanya dalam-dalam. “Sungguh? Kamu senang melihatnya?”
Kedua tangan Pangeran Erland memegangi pipi Alice hingga wajah cantik itu pun bersemu. Pangeran tentu tahu Alice merasa tidak percaya diri karena kedatangan Ruby, makanya dia berkata demikian.
“Heem!” Alice mengangguk dengan pelan karena kedua pipinya ditahan oleh Sang Pangeran.
“Padahal kamu lebih cantik, Alice!”
Seketika itu Pangeran kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Alice. Pangeran Erland menikmati semua itu karena sebentar lagi, dia akan menghadiri sebuah acara amal di negara bagian yang cukup jauh, tetapi masih menjadi bagian dari kerajaan Warlingtoon.
“Yang Mulia, katanya mau mandi?” kata Alice saat Pangeran Erland sudah semakin liar tak terkendali.
Pangeran Erland langsung mengatur napas yang tersengal-sengal dan langsung melepaskan pakaian kebesarannya dan masuk ke bathup. “Ya, cuacanya sangat panas. Bantu aku menggosok punggung, Alice!”
Alice melakukan tugasnya seperti yang Pangeran Erland perintahkan. Mereka masih mengerti batas-batas yang tidak boleh mereka lewati, karena hubungan mereka belum mendapat titik puncaknya.
*
*
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Pangeran Erland akhirnya harus pergi ke luar negeri untuk urusan kerajaan. Sementara Ruby masih harus menunggu Pangeran Erland yang dijadwalkan pergi dalam waktu sebentar saja.
Sebelum pergi, Pangeran Erland memberikan gaun yang sangat cantik pada Alice. Dia ingin Alice memakainya saat dia kembali nanti.
“Aku mau kamu pakai ini saat aku pulang, Alice!” kata Pangeran Erland yang sudah menyiapkan pakaian mahal itu sejak beberapa hari lalu.
Alice menerima pemberian Pangeran dengan tangan bergetar. Baju yang terbungkus paper bag itu terlihat indah berkilau.
“Yang Mulia, ini ....”
“Kamu harus pakai saat aku kembali. Aku tunggu kamu di taman mawar!” Pangeran mengecup kening Alice dan segera meninggalkan kamar kekasihnya itu sebelum ada yang melihatnya.
**
**
Setelah Pangeran Erland pergi, desas-desus di istana akhirnya muncul. Ruby adalah gadis yang dijodohkan dengan Pangeran Erland sejak kecil. Puteri Ruby digadang-gadang akan mendampingi Pangeran Erland menjadi Raja dan permaisuri yang serasi.
Hal itu membuat Alice merasa berkecil hati. Dia hanya pelayan sedangkan Ruby adalah bangsawan yang layak mendampingi Pangeran Erland.
Hati Alice terasa sangat sakit saat menyadari hal itu. Namun, cinta pangeran padanya begitu besar. Apakah dia harus bertahan? Ataukah Alice harus mengakhiri hubungan gelapnya dengan Sang Pangeran?
***
Kembang kopinya jangan lupa 🫶🫶
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Dev
Alice knpa gk nyadar y Thor klo Anne gk ada..pdhal Anne baik sama Alice.. apa Alice bakal kecewa sama tindakan pangeran yg menghukum Anne seperti itu??pemasaran nih..
2024-08-02
0
Ney 🐌
🥺🥺🥺🥺
2024-01-09
1
Alivaaaa
heeeeemmm aku pun galau Lice 😔
2023-09-18
1